Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Malam Romantis


__ADS_3

Malam telah tiba dan Acara pun telah selesai, Risa dan  Nisa pamit untuk kembali ke jogja karena besok Risa sudah harus kembali bekerja lagi dan Nisa juga masih banyak urusan di jogja. 


"Ya Allah … masak Umi sama Risa mau pulang sekarang … padahal Dira masih kangen banget loh sama kalian!" ucapnya dengan memeluk Nisa dan Risa. 


"Aku juga sebenarnya masih pengen di sini, tapi mau bagaimana lagi besok aku sudah harus kembali kerja dan gak enak kalau cuti lama-lama," jawab Risa. 


"Umi juga masih banyak urusan di jogja, Kalau Umi sudah senggang nanti  umi akan datang menjenguk kamu lagi, atau kalian juga bisa datang ke jogja saat Kean dan Lean liburan," imbuhnya. 


"Insyaallah kalau ada waktu kita akan liburan ke jogja, ya kan mas?" ujar Dira sambil menoleh ke arah Ken. 


"Iya, nanti kalau Kean sama Lean liburan kita main ke jogja," pungkasnya dengan merangkul Dira. 


"Ciyee … yang udah halal, main peluk-peluk aja. Oh ya … kalian rencananya mau Honeymoon kemana?" kepo Risa dengan pasangan baru ini. 


Ken dan Dira saling tatap dan menggeleng karena mereka memang belum merencanakan mau honeymoon kemana. 


"Yaudah … cepet di rencanain, jangan lama-lama biar ponakan baru gue segera otw …" jahil Risa dengan senyuman puas, dan seketika mendapat sentilan dari Dira. 


"Kamu tuh ya … masih perawan pikiranya …" 


"Ya gapapa lagi, yaudah kita pamit dulu ya. Soalnya nanti takut telat ke Bandaranya …" Pamit Risa dengan memeluk Dira lagi dan berisik " ingat malam pertamanya dandan yang cantik dan pakai kado dari aku!" 


Mendengar bisikan dari  Risa, membuat Dira  melongo  tak mengerti dengan pikiran temannya satu ini. Sedangkan Risa tertawa puas melihat ekspresi Dira yang terkejut, lalu ia melanjutkan berpamitan dengan si kembar kesayangannya dan juga Carol. 


" Makasih ya... Umi sama Risa sudah mau datang memberikan restu untuk pernikahan Ken dan Dira," ungkap Carol dengan memeluk Nisa dan Risa bergantian. Sedangkan Risa tersenyum dan mengatakan bahwa mereka juga senang bisa menjadi saksi pernikahan mereka berdua.


Setelah melihat mobil yang mengantar Risa dan Nisa melaju keluar dari area kediaman Fabio. Mereka semuanya kembali masuk kedalam rumah. 


Kean dan Lean segera menaiki tangga menuju kamar mereka tanpa peduli dengan siapapun lagi, karena mereka berdua sudah merasa sangat mengantuk dan capek sekali. Sejak acara Kean dan Lea memang asyik bermain bersama anak-anak panti yang datang ke acara pernikahan papa dan mamanya, sehingga masih jam 7 saja mereka sudah sangat mengantuk dan ingin segera tidur. 


Sedangkan kedua pengantin baru itu juga mulai menaiki anak tangga untuk menuju kamar mereka. 

__ADS_1


"Loh sayang … kamu mau kemana?" tanya Ken yang melihat Dira melepaskan tanganya dan ingin beranjak pergi, padahal mereka sudah berada di depan kamar Ken. 


" Mau ke kamar mas." 


Ken hanya tersenyum yang membuat Dira semakin bingung. " Kamu mau ke kamar mana sayang? Kan kamar kita di sini! Masak kita gak se kamar?" papar Ken dengan menunjuk pintu kamarnya. 


" Ya Allah … aku lupa mas, tapi barang-barang ku .." 


" Udah di pindahin kesini semua sama maid!" sela Ken ketika Dira belum menyelesaikan ucapannya.


Mendengar ucapan Ken yang mengatakan bahwa barang-barangnya telah di pindahin oleh maid ke kamar Ken, Dira segera berjalan menghampiri Ken lagi. 


Ken membuka Pintu kamar, seketika terlihat suasana  yang begitu romantis di dalam kamar itu. Jalan yang dihiasi oleh kelopak mawar serta lilin-lilin aroma terapi yang telah berjejer rapi sebagai penerang sekaligus menjadi aroma yang merilekskan. Dira menoleh ke arah Ken tapi Ken hanya tersenyum dengan kode menyuruh untuk Dira masuk ke dalam. 


Dira mulai melangkah kan kaki masuk ke dalam kamar yang telah dihias sangat romantis.



 


Dira hanya terdiam dan merasa terharu melihat apa yang telah Ken siapkan untuknya. Meskipun ini pernikahan yang  kedua kalinya tapi pernikahanya kali ini jauh berbeda dengan pernikahanya dahulu. Tak terasa buliran bening jatuh membasahi pipi, melihat Dira yang menangis membuat Ken berubah posisi dengan menatap Dira lekat-lekat dan memegang bahunya. . 


"Kamu kenapa menangis sayang? Apa kamu tidak suka dengan kejutan yang mas buat?" tanyanya menyelidik sambil mengusap air mata yang membasahi pipi wanita cantik yang ada di depanya saat ini.


"Aku menyukainya, aku hanya merasa terharu saja dengan sikap Mas yang begitu baik, romantis dan…" 


Sebelum Dira melanjutkan ucapannya, Ken segera memeluk Dira. 


"Sayang … kamu pantas mendapatkan semua ini. Kamu jangan pernah lagi mengingat masa lalu kamu ya … aku hanya ingin kamu memikirkan kehidupan kita sekarang dan masa depan tanpa bayang-bayang masa lalu kamu lagi. I Love you sayang …" ucap Ken sambil mengecup kepala Dira yang masih berbalut hijab. Sedangkan Dira masih terus menangis di dalam pelukan Ken. 


Pelukan yang diberikan  Ken terasa begitu hangat dan nyaman sekali. Setelah saling berpelukan cukup lama, Dira melepaskan pelukan Ken dan pamit untuk  ke kamar mandi. 

__ADS_1


Dira mencoba tarik dan buang nafas untuk menenangkan diri karena detak jantungnya yang terus berdetak begitu kencang seperti mau copot. Kemudian Dira membasuh wajahnya untuk menyadarkan diri. Dilihatnya ke sekeliling kamar mandi yang telah tertata rapi dengan peralatan dan barang-barang couple. Dira hanya tersenyum dan segera mencuci muka lalu gosok gigi. Setelah selesai dengan rutinitasnya sebelum tidur, Dira keluar dari kamar mandi. 


Dilihatnya Ken yang sedang duduk di ranjang dengan membaca buku.


"Mas kok belum tidur? Apa mau ke kamar mandi dulu?" 


Melihat Dira yang sudah keluar dari kamar mandi, Ken meletakkan buku yang dibacanya di atas nakas, kemudian beranjak turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Dira dengan senyuman lalu  masuk ke dalam kamar mandi. 


Dira yang sedikit was-was segera naik keranjang untuk membaringkan Diri di sisi kiri ranjang dengan menutupi tubuhnya dengan selimut. 


Selang beberapa menit kemudia Ken telah keluar, mendengar pintu kamar mandi terbuka Dira segera berpura-pura tidur. 


Melihat Dira yang sudah terbaring di ranjang sisi kiri dengan masih menggunakan hijab, Ken segera ikut masuk kedalam selimut dan memeluk Dira dari belakang karena posisi tidur Dira membelakanginya. 


"Apa kamu sudah tidur sayang?" tanya Ken di dekat telinga Dira. 


"Emm … 


Ken hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan itu. Jika ia sudah tidur kenapa masih bisa menjawab pertanyaannya. 


" Kalau tidur kenapa hijabnya gak di lepas aja, kan hanya aku yang lihat gak ada orang lain."


"Masih belum terbiasa." 


" Tapi Mas boleh kan tidur sambil meluk kamu gini? Mas gak akan minta yang lebih kok kalau kamu belum siap?" cetusnya.  


Sebenarnya Dira ingin menolak, tapi dia takut dosa karena menolak permintaan suami. 


"Sayang … mas mau minta maaf dan Terima kasih sama kamu."


"Untuk apa?" tanya Dira penasaran kenapa Ken tiba-tiba minta maaf dan terima kasih bersamaan. 

__ADS_1


"Tadi Rendi sudah cerita semuanya tentang apa yang telah terjadi beberapa hari lalu, Mas minta maaf karena mas benar-benar gak ingat apa-apa tentang kejadian itu, dan terima kasih ya ... karena kamu masih percaya sama Mas dan tidak mudah percaya dengan apa yang dilakukan Clarissa. Mas janji akan memberikan ganjaran yang setimpal untuk dia! " jelasnya dengan mata yang tertutup dan semakin memeluk Dira dengan erat.


...****************...


__ADS_2