Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kebersaman


__ADS_3

Setelah memperhatikan dengan seksama, Ken ingin mencoba untuk menggendong Anne. Kemudian, Dira memberikan Anne kepada Ken dengan hati-hati, saat sudah menggendong Anne ada rasa yang menggelitik di hatinya. Meskipun gendongan Ken masih terlihat kaku, tetapi Ia menggendong Anne dengan aman. 


Ken menimang-nimang Anne agar dia tertidur, sedangkan Dira terus menatap pemandangan indah itu sambil memotretnya. Moment bahagia dan langka seperti ini harus di abadikan agar bisa dilihat kembali nanti saat Anne sudah besar. 


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. 


"Masuk," ucap Ken yang masih menimang Anne. 


Mendengar ada aba-aba masuk, mereka berempat segera masuk kedalam. Ternyata yang datang adalah Senja, Rian, Aron dan juga istrinya. Saat melihat postingan Carol mengatakan bahwa Dira telah melahirkan, Senja dan Rian segera datang menjenguk Dira dan tuan putrinya.


Senja langsung menghambur memeluk Dira, seperti seorang yang sangat Rindu karena lama tak bersua. Akhir-akhir ini, Senja dan Dira memang jarang sekali bertemu karena Senja sibuk dengan urusan kuliahnya. 


"Selamat ya mbak …" ujar Senja seraya melepaskan pelukannya. 


"Makasih ya dek," jawab Dira dengan mengulas senyum. 


" Wah … selamat bro! Atas kelahiran anak ketiganya …" seru Aron dan Rian yang melihat Ken berjalan mendekati Dira.


"Thanks, makasih udah mau datang kesini."


" Sepertinya udah siaga aja nih jadi bapak," timpal Aron. 


"Iya dong … Itu Istri kamu Ron?" tanya Ken. 


"Oh. .. Iya sampai lupa, perkenalkan ini istriku yang paling cantik Chika Anastasia." Aron memperkenalkan Chika kepada Ken dan Dira. 


Setwlah itu Chika menundukkan kepala sebagai bentuk hormat perkenalan tanpa berjabat tangan.


" Gitu ya Ron … Nikah  gak bilang-bilang dan gak ngundang lagi!" cerca Dira. 


Aron tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal. "Ya … biar surprise aja gitu Dir …" sahut Aron. 


"Gapapa lah Dir, dia gak ngundang juga kan lebih bagus. Jadi, Kita gak perlu keluarin uang ampau buat dia," timpal Rian yang seketika mendapat cubitan dari Senja. 


"Au … sakit sayang…" rintih Rian. 


Melihat mereka yang sedikit berdebat hanya karena hal sepele membuat semuanya menjadi  tertawa. 


Dira lagi-lagi mencoba menahan tawa karena luka bekas operasinya masih terasa sakit saat dibuat tertawa. Sedangkan Ken yang melihat Dira menahan tawa, segera menghentikan mereka untuk tidak membuat kelucuan. 

__ADS_1


Selang beberapa menit, Carol, Kean, Lean datang bersama seorang pengawal yang membawa banyak sekali paper bag di tangannya. Melihat ruangan sudah ramai membuat Carol terkejut dan merasa senang bersamaan. 


"Halo tan …" sapa Aron, Senja, Rian dan Chika bersamaan. 


Mereka berempat langsung bersalaman kepada Carol sebagai bentuk sopan santun. 


"Halo juga, kalian sudah lama?" tanya Carol sambil meletakkan sebuah tas bekal diatas nakas. Sedangkan Kean dan Lean mencuci tangan terlebih dahulu, lalu menghampiri Adiknya yang sudah berada diatas box bayi. 


"Belum lama kok tan," jawab Senja. 


"Mama bawa apa aja? Kenapa bawa barang sebanyak itu?" tanya Ken yang terkejut melihat ada seorang pengawal datang bersama mereka dengan membawa begitu banyak paper bag.


" Oh ... Ini makanan bergizi buat Dira, sama beberapa pakaian buat kamu, Dira dan juga Anne yang baru saja mama beli sebelum datang kesini. Mama juga sudah beli semua perlengkapan dan dekorasi kamar untuk Anne. Jadi, saat Kalian pulang, semuanya sudah beres! " tungkas Carol. 


Dira sama Ken hanya bisa saling pandang melihat Carol yang begitu antusias menyambut kehadiran Anne sampai sudah mempersiapkan semua sebelum Dira dan Ken memikirkannya. 


Saat berangkat ke rumah sakit mereka memang hanya sempat membawa satu tas perlengkapan Anne saja karena kelahiran Anne mendadak membuat Dira belum menyiapkan perlengkapan buat Ken dan dirinya. Perlengkapan mandi saja Ken beli di supermarket dekat rumah sakit.


Dira melihat ke arah Kean dan Lean yang begitu gembira melihat mereka yang terus menatap wajah adiknya yang masih tertidur pulas. 


"Ma, kenapa Anne tidur terus! Padahal Lean sudah bawakan boneka untuk Anne biar bisa main bersama, " pungkas Lean yang seketika menjadi bahan tertawaan. 


Senja menghampiri Lean. "Lean … adiknya kan baru lahir, makanya tidur terus karena adik bayi masih menyesuaikan diri hidup di dunia. Nanti kalau adik bayi sudah agak besar baru bisa diajak main," tutur Senja sambil mengusap pucuk kepala Lean. 


"Kenapa harus menunggu adik besar dulu kalau mau ngajak main, Tan?" tanya Lean lagi. 


"Karena Adiknya belum bisa melihat kalian dengan jelas. Jadi, gak akan tahu kalau dia lagi diajak main," sambung Carol yang sudah berdiri di samping Kean.


"Kok begitu, Apa adiknya gak bisa li-"


"Bukan sayang ... Penglihatan bayi yang baru lahir itu bertahap untuk bisa melihat sempurna, kalian juga dulu begitu!" tutur Senja.


Setelah memberikan banyak penjelasan, Lean dan Kean mulai mengerti. Sehingga ia bersabar dan menanti waktu itu tiba.


"Sepertinya Senja sudah pandai mengurus anak kecil, terus kapan  Ri?"  tanya Ken. 


"Em … kalau sudah waktunya…" sahut Rian. 


"Yaelah Ri, lo kelamaan. Masak Lo kalah sama gue!" lontar Aron sambil menepuk bahu Rian. 

__ADS_1


"Loh, Chika sudah hamil ?" tanya Dira. 


"Hehe … Puji Tuhan, sudah Kak!" sahut Chika. 


"Lo, Serius!"


Aron hanya menaikkan sudut alisnya, memberitahukan bahwa dia serius.


Melihat Dira yang masih membutuhkan istirahat yang cukup, Rian, Senja, Aron dan Chika pamit pulang agar Dira bisa beristirahat kembali. Mereka akan datang lagi nanti saat acara aqiqahan Anne.


Di sisi lain terlihat Carol yang sibuk mencoba mengganti pakaian Anne dengan baju-baju princes yang cantik, lalu memotretnya.


Carol sangat senang sekali karena akhirnya bisa mempunyai cucu perempuan yang bisa ia dandani dengan pakaian serta aksesoris - aksesoris cantik dan lucu.


Carol memang sudah sangat lama menginginkan anak perempuan, tapi Ia sudah tak bisa mempunyai anak lagi setelah melahirkan Ken. Sehingga harapannya hanya bisa memiliki cucu perempuan seperti ini dan sekarang telah terwujud.


Hadirnya Anne memang semakin membuat keluarga ini penuh warna kebahagiaan. Saat Anne tiba-tiba pup, membuat semuanya panik. Ken mencoba untuk mengganti popok Anne sambil menutup hidungnya, dan hal itu menjadi bahan tertawaan semuanya.


***


Sejak pulang dari rumah sakit, Senja tiba-tiba menjadi pendiam tanpa kata. Hal ini membuat Rian bingung karena tidak biasanya Senja seperti ini.


"Kamu kenapa sayang? Apa ada yang zedang kamu pikirkan?" tanya Rian yang tak mendapatkan respon dari Senja.


Senja masih saja melamun membuat Rian menepuk Pundaknya agar ia sadar dari lamunanya.


"Eh... A-da apakak?" tanya Senja dengan sedikit terbata akibat terkejut.


"Kamu itu kenapa melamun? Apa ada yang kamu pikirkan?" tanya Rian.


"Oh ... Aku hanya memikirkan kenapa kita belum juga di berikan kepercayaan seorang anak ya? Padahal Kak Aron baru menikah dua bulan yang lalu saja sudah di berikan anak!" tutur Senja.


Andrian memeluk Senja. "Jadi, daritadi kamu diam aja itu karena mikirin hal ini! Bukankah kemarin katanya sudah ikhlas sabar menunggu! Terus kenapa sekarang jadi memikirkanya lagi?" pungkas Rian.


Senja menghela nafas panjang, kemarin Ia memang sudah ikhlas tapi entah kenapa sekarang jadi kepikiran lagi setelah mendengar bahwa Istri Aron sudah hamil. Sedangkan Ia belum, padahal Senja juga sangat ingin mempunyai bayi lucu seperti Dira.


...****************...


Semoga suka, kalau gak sibuk Author akan usahakan untuk crazy up. Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya yang banyak biar Author semangat...

__ADS_1


__ADS_2