Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kerja Tim (S2)


__ADS_3

Setelah merasa lebih lega, Agatha kembali menatap serta menyentuh wajah Anne yang memang terlihat sangat mirip dengannya. Saat Agatha menyentuh wajahnya, seperti ada ketenangan sendiri pada diri Anne.


Siapa Aku sebenarnya? Apa arti dari semua potongan puzzle mimpi itu? Kenapa Aku 'tak bisa mengingat apapun? Yang bisa menjawab semua ini hanyalah Samuel! Batinnya.


"Tante gapapa? Apa masih ada yang sakit?" tanyanya.


"Anne, bisakah Kamu tetap memanggilku, Mama?" pinta Agatha.


Anne mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Agatha yang memintanya tetap memanggil mama. Sedangkan Renita juga ikut bingung melihat hubungan Anne dan Agatha yang terlihat aneh ini.


Anne tersenyum." Tentu saja bisa, Ma, "jawabnya dengan seulas senyum di bibir.


Agatha segera memeluk Anne, ada rasa ketenangan serta kebahagiaan tersendiri mendengar Anne memanggilnya dengan sebutan, Mama. Pelukan Anne juga sangat menghangatkan sekali baginya, perkenalan singkat antara dia dan Anne benar-benar berkesan di hati.


Setelah berpelukan cukup lama, mereka bertiga melanjutkan untuk makan siang bersama lalu pulang ke rumah masing-masing.


***


Di sisi lain, terlihat Ken dan Kean masih sibuk mengurusi permasalahan yang terjadi tiba-tiba di perusahaan. Pesta ulang tahun perusahaan tinggal besok, tetapi terjadi problem pada system keamanan rumah pintar yang akan di kembangkan oleh perusahaan PT fabio Grup.


Jari-jari Kean dan Ken masih terus menari di atas papan keyboard. Mereka masih terus berusaha menghilangkan virus yang tiba-tiba menyerang system. Saat ini mereka kekurangan satu orang lagi yang jago dalam bidang IT di atas rata-rata, entah kenapa tiba-tiba terlintas wajah seorang gadis ceroboh itu dalam pikiran Kean.


"Aksa!" panggilnya.


"Iya Boss, apa ada yang Anda butuhkan?" tanya Aksa.


" Bawa gadis ceroboh itu dalam waktu 15 menit!" perintah Kean yang mampu membuat Aksa terperangah karena tidak mengerti dengan perintah yang di berikan Kean.


Melihat Aksa yang masih terdiam, dan belum bertindak membuat Kean baru ingat kalau asistennya ini sedikit lola dalam hal menebak.


Setelah itu, Kean memberikan lokasi dimana Aksa bisa menemukan gadis ceroboh itu berada, Ia ingin dalam waktu 15 menit gadis ceroboh itu sudah berada di dalam ruangan ini bersama mereka.


Meskipun sedikit mustahil, Aksa masih tetap berusaha melakukan apa yang di perintahkan oleh Kean. Ia segera pergi ke tempat gadis itu berada.


"Siapa gadis ceroboh yang kamu maksud, Kean?" tanya Ken.

__ADS_1


"Ada seseorang yang sedikit ceroboh, tapi sepertinya Dia bisa membantu," jawab Kean yang kembali fokus ke layar komputernya.


Ken mengerutkan dahinya ketika mendengar bahwa Kean menyuruh alsa membawa seorang gadis ceroboh untuk datang membantu mereka. Padahal selama ini Kean terkenal dengan orang yang sangat pemilih dalan memilih orang yang akan membantu pekerjaanya.


Dia seperti Ken yang perfectsionis, semua harus dilakukan dengan sempurna. Orang yang berada dalam timnnya juga harus sempurna, tetapi memanggil gadis ceroboh bukankah akan membuat pekerjaan mereka akan tertunda.


***


Di restoran yang tidak jauh dari kantor PT Fabio grup, terlihat seorang gadis muda yang masih asyik bermain dengan leptopnya. Mengingat waktu yang tidak banyak, Aksa segera menghampiri gadis itu.


" Hey, gadis ceroboh! Ayo ikut denganku!" ucap Aksa yang sudah memegang pergelangan tangan gadis ceroboh itu atau gadis bernama Adinda Larasati.


"Apa maksud Kamu? Kamu mau culik Aku ya? Mau Aku teriak kalau Kamu itu pria cabul?" ancam Adinda.


Aksa mengerutkan keningnya saat melihat gadis ini, tidak mengenalinya lagi. Padahal baru beberapa hari lalu mereka bertemu dan berurusan, tapi sekarang dia sudah melupakan wajah aksa.


Apakah wajahku bisa di lupakan semudah itu? Batinya.


"Apa Kamu sudah lupa denganku? Hacker ceroboh!" cetusnya.


Aksa menarik nafas dalam saat mendengar jawaban dari gadis itu. "Jika kamu ikut denganku dalam keadaan tenang saya akan menjamin bahwa Kamu tidak akan pernah menyesal!" bujuk Aksa.


Bukanya menanggapi, Adinda justru mengabaikan perkataan Aksa. Ia tidak perduli dengan apa yang Aksa ucapkan, dan terus fokus bermain game.


Melihat Dinda yang cuek dan mengabaikannya, membuat Aksa memutar otak untuk memikirkan cara agar gadis ceroboh itu bisa ikut dengannya tanpa paksaan.


Dentuman jarum jam terus berdetak, sampai waktu menunjukkan kurang 7 menit menit lagi wakgu Aksa untuk membawa gadis igu kehadapan Kean.


Tiba-tiba terlintas satu ide dalam benaknya.


"Hei, gadis muda! Apakah Kamu mau masuk dalam sebuah tim yang sangat penting?" tawar Aksa lagi.


"Apakah Kamu seorang sales keliling? Kenapa dari tadi Kamu terus saja menawarkan Aku untuk pergi dengannmu!" cetusnya yang segera menutup leptop dan ingin pergi.


Namun, segera Aksa menahannya dan berbisik:

__ADS_1


"Jika menolak, maka Kamu akan melewatkan kesempatan untuk bisa bekerja sama dengan tim Tuan Kenzo Clarence dan King of Tiger. Bukankah itu sangat di sayangkan?"


"Ini adalah penawaran terakhir dariku, Jika Kamu terima ikutlah denganku kalau menolak, Aku pastikan Kamu akan menyesal seumur hidup karena telah melewatkan kesempatan emas ini!"


Saat melihat penampilan pria itu yang tidak biasa, membuatnya sedikit tertarik. Tuan Kenzo dan King of Tiger adalah idolanya dalam dunia IT.


" Apakah Kamu serius dan bukan penipu? "tanya Adinda untuk memastikan sekali lagi.


Aksa tersenyum, ketika melihat pancingannya mulai termakan." Tentu saja bukan, tapi Kalau Kamu tidak tertarik ya sudah, tidak apa-apa! " ujarnya yang sok juah mahal dan berpura-pura pergi.


Saat melihat Aksa yang sudah hampir menjauh...


"Tunggu! Aku akan ikut denganmu, tapi kalau Kamu adalah penipu akan Aku laporkan ke polisi!" ancamnya.


Aksa tersenyum, lalu membawa Gadis ceroboh itu untuk segera bertemu dengan Bossnya.


Sesampainya di kantor PT Fabio grup, Adinda di buat terpukau dengan arsitektur bangunan gedung ini. Impiannya selama ini akhirnya bisa tercapai untuk bisa masuk kedalam kantor ini. Ia terus mengedarkan pandangan untuk mengamati seperti apa perusahan properti terbesar di Indonesia ini.


Sumpah! Ini benar-benar keren sekali, untung saja Gue tadi gak nolak permintaan pria aneh yang seperti seorang sales itu kalau nggak pasti Gue udah nyesel beneran. Gumam Adinda.


Sesampainya di lantai tertinggi atau tempat dimana kantor pemimpin berada, Aksa segera mengajak Adinda untuk berjalan lebih cepat lagi karena waktunya tinggal tersisa beberapa detik lagi.


Di dalam ruangan terlihat Kean yang sedang menghitung.


1...2...3...4...5


Suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Masuk," suara berat itu menyuruh mereka masuk.


Saat pintu terbuka, Adinda di buat terkejut lagi saat melihat seorang kenzo Clarence idolanya benar-benar ada di dalam ruangan itu.


Tatapannya lurus ke arah seorang pria yang masih fokus dengan leptopnya. Dari kejauhan saja, masih terlihat jelas wajah tampan dan tegasnya pria itu. Meskipun bukan pria muda lagi, Ken masih tetap mempunyai pesona tersendiri di hati para wanita.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2