Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Pernikahan kedua part 2 (S2)


__ADS_3

Ketika penghulu telah datang, mereka segera melangsungkan ijab- Qabul. Pak penggulu tak bisa berlama-lama karena masih banyak pengantin yang harus Ia nikahkan setelah ini.


"Sah ...!!!"


Suara Gemuruh mengucapkan kata sah terdengar mengisi rumah keluarga Fabio. Rona kebahagian terpancar sangat jelas pada wajah semua orang. Dira mencium tangan Ken, kemudian di lanjut dengan Ken yang mencium kening Dira.


Tiba-tiba Ingatan Dira kembali ke kejadian pernikahan merka dulu, di mana pernikahan yang terjadi 17 tahun yang lalu. Namun, hanya ada beberapa wajah yang dulu hadir dalam pernikahannya.


Akhirnya Dira dan Ken sudah sah kembali menjadi sepasang suami istri. Melihat semua orang tersenyum bahagia, membuat Dira ikut merasa bahagia.


Jadi inilah kehidupanku yang dulu, penuh cahaya terang, serta di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangiku. Selamat datang kembali ke kehidupan sebenarnya, sebagai seorang Anindira Fidelya istri dari Kenzo Clarence Fabian, serta Ibu dari si kembar Keane , Leanne dan Juga Anneta. Ucap Dira dalam hati untuk menyelamati dirinya sendiri.


"Selamat datang kembali Nyonya Kenzo." Ken tersenyum serta membentangkan tangannya agar Dira memeluknya, dan Dira pun memeluk Kenzo.


"Ciyee ..." seru semua orang ketika melihat sepasang pengantin baru yang sedang bermesraan. Meskipun usia tak lagi muda, tetapi jiwa mereka masih sama seperti dulu ketika melangsungkan pernikahan yang pertama.


Perpisahan membuat mereka kembali jatuh cinta dalam suasana yang baru.


"I love you sayang," bisik Kenzo di dekat telinga Dira.


"I love you to, Mas," sahut Dira. Entah kenapa mudah sekali lidah ini untuk menjawab ucapan cinta dari Ken.


Semua sorot mata terus memandang ke arah mereka seperti orang yang sedang melepaskan Rindu serta tak tahu tempat bermesraan.


"Ken, sudah! Di lanjut nanti lagi kalau sudah berduaan saja di kamar. Coba lihat banyak anak-anak kalian yang melihat, apakah Kamu tak malu?" ledek Rian.


Ken segera menoleh ke arah mereka, tepai tak menghiraukan ledekan dari Rian. Ia justru kembali membentangkan tangan untuk menyambut Kean, Lean dan Anne untuk berpelukan bersama.


Melihat hal itu, mereka bertiga segera berlari memeluk Papa dan Mamanya. Keluarga yang harmonis itu, kini telah kembali.


Brian yang memperhatikan dari kejauhan, ikut bahagia ketika melihat Dira tersenyum bahagia. Selama ini Brian tak pernah melihat Dira tersenyum lepas seperti saat ini, wajahnya terlihat sangat bersinar ketika bersama keluarga aslinya.


Setelah itu, Semua berfoto bersama serta menikmati perjamuan yang telah di sediakan. Chika terus saja bertanya tentang bagaimana kehidupan Dira selama ini, Ia benar-benar sangat merindukan Dira yang dulu selalu bisa menjadi sahabat sekaligus Kakak baginya.


Dira yang lembut dan baik hati tidak menghilang, tetap ada meskipun Ia mengalami amnesia. Melihat semua tertawa bahagia, membuat Bri ikut menikmatinya.


"Bri, Ayo bergabung dengan semuanya. Jangan menyendiri di sini," ucap Lean ketika sudah berdiri di depan Brian.


"Tak perlu Kak, Aku di sini saja sudah cukup!" jawabnya.


"Ayolah ..." Lean tiba-tiba mengambil alih kursi roda Brian dari Jessy. Lalu mendorong kursi roda Brian menuju ruangan dimana semua orang berkumpul.


"Bri, Lean," panggil Dira ketika melihat Bri datang.


Sejak tadi, Brian memang tak mau berkumpul bersama walaupun sudah di ajak. Ia selalu mengatan cukup melihat dari kejauhan saja. Ia tak mau mengganggu waktu kebersamaan mereka dan menjadi pusat perhatian dari acara ini.

__ADS_1


"Pria tampan ini siapa, Dir?" tanya Chika yang penasaran karena Dira belum memperkenalkan Brian dengan mereka.


"Kak, biarkan aku pergi! Aku tak suka berada di tempat yang ramai!" lirih Brian yang tak di hiraukan oleh Lean.


"Ini adalah Brian, Mom. Anak mama," pungkasnya.


Brian sedikit terkejut ketika mendengar ucapan Lean yang memperkenalkan dirinya sebagai anak momy Dira.


Chika mengerutkan keningnya saat mendengar Lean mengatakan bahwa Brian adalah anak Dira.


"Dir, itu benar anakmu?" Chika mencoba memastikan kembali.


"Iya, dia adalah anakku," pungkas Dira dengan tersenyum.


Chika tiba-tiba bangun dari tempat duduknya, lalu menghampiri Brian.


"Salam kenal ganteng, Namaku Chika. Kamu boleh panggil Aku dengan sebutan Aunty Chika atau Momy Chika juga boleh," Chika mencoba mengajak Brian berkenalan dengan menyodorkan tangannya ke arah Brian.


Dengat sedikit gugup, Brian meraih tangan Chika.


"Brian, Aunty," jawabnya dengan mencoba tersenyum. Setelah itu, Lean membawa Brian untuk berkenalan dengan yang lainnya.


Setelah ikut nimbrung bersama para anak muda, Brian sudah mau kembali tertawa. Melihat Lean berhasil membuat Brian tertawa lagi membuat Jessy dan Dira sangat bahagia.


Sejak dulu, Lean memang mudah sekali begaul di bandingkan dengan Kean yang tertutup dan irit bicara sehingga Ia dengan mudah mendapatkan teman.


"Eh, Ken. Aku benar-benar masih belum bisa percaya bahwa Kamu menikah lagi dengan dira. Istri yang sudah di anggap meninggal 16 tahun yang lalu," pungkas Brian.


"Iya, betul itu! Awalnya Aku mengira mungkin dia hanya mirip dengan Dira, tapi ternyata Dira sungguhan!" timpal Aron.


"Berarti kejutan ku berhasil dong!" pungkas Ken dengan tersenyum lebar.


"Berhasil sekali! Sampai membuat Chika hampir pingsan melihatnya," celetuk.


"Iya, Aku juga sangat shock untung saja ini jantung ciptaan Allah. Andai ciptaan manusia, mungkin sudah copot dari tempatnya!" imbuh Rian. "Oh, ya Ken. Kapan dan di mana Kamu bertemu dengan Dira?" tanya Rian yang sudah sangat penasaran dengan cerita pertemuan mereka kembali.


Ken menghembuskan nafas panjang, lalu menceritakan semuanya kepada Aron dan Juga Rian. Aron dan Rian antusias mendengarkan semua cerita Ken sampai akhir.


" Wah ... Aku gak bisa mengerti dengan takdir dan kuasa-Nya Allah. Benar-benar luar biasa dan di luar akal sehat manusia,"pungkas Rian setelah mendengarkan semua cerita dari Ken.


" Betul apa yang di katakan oleh Rian, berarti Tuhan masih sayang dengamu sehingga Ia masih menjaga apa yang seharusnya hanya menjadi milikmu, Ken, " imbuh Aron.


Ken hanya menganggukkan ucapan dua sahabatnya ini karena apa yang mereka katakan memang ada benarnya. Allah sungguh luar Biasa dalam segi hal apapun.


***

__ADS_1


Rangkain acara telah selesai. Hari ini cukup melelahkan, membuat semua sudah kembali ke kamarnya masing-masing untuk istirahat. Adzan dzuhur telah berkumandang, Ken segera mengambil air wudhu dan mengajak Dira untuk sholat berjamaah.


Suasana hari ini terlihat seperti 17 tahun lalu, dimana mereka tinggal dalam satu kamar yang sama serta sholat berjamaah besama.


Selesai sholat, Dira mencium tangan Ken dan di lanjut dengan Ken yang mencium kening Dira lama dan dalam. Ada sebuah ketenangan tersendiri ketika mereka bersama.


"Mas kenapa? Kok menatapku seperti itu?" tanya Dira.


"Mas hanya gak percaya dan bersyukur karena Allah telah mengembalikan malaikat serta cahaya terang Mas." Ken memegang tangan dira.


"Tapi, sekarang mas juga adalah cahaya terang serta orang ternyaman bagi Dira. Ajari Dira lagi ya mas untuk bisa menjadi seorang istri dan muslimah yang baik," ucap Dira dengan tersenyum.


"In sha Allah mas akan bantu sebisa Mas, ya. Asalkan Kamu mau belajar lagi, membaca buku tentang sholat, islam dan lain sebagainya. Pasti kamu kan cepat belajarnya," pungkas Ken yang sudah mencondongkan wajahnya di depan Dira.


Jarak mereka saat ini benar-benar begitu dekat, sampai hembusan nafas Ken menusuk ke indra penviuman Dira. Tiba-tiba Ken memberikan sebuah kecupan di bibir itu, membuat Dira sedikit terkejut.


"Apakah ada reaksi alergi?" tanya Ken yang mencoba mengetes apakah ciumannya juga membuat Dira alergi.


Mendengar hal itu, Dira langsung tertunduk malu. Mereka bagaikan anak muda yang baru merasakan jatuh cinta, masih malu-malu kucing. Kemudian Ken mendongakkan wajah dira yang tertunduk untuk menatapnya.


"Kamu kenapa, sayang? Apakah hal seperti itu membuatmu tersipu malu?" tanya Ken yang membuat Dira mengerucutkan Bibir.


Melihat Bibir itu tak menimbulkan reaksi alergi, tiba-tiba Ken mendaratkan lagi sebuah ciuman di bibir ranum itu. Bukan hanya sekedar kecupan melainkan ciuman yang semakin dalam dan memabukkan untuk menyalurkan rasa rindu dan cinta.


Dira sudah mulai mengikuti irama permainan Ken, membuat ciuman mereka semakin dalam dan hareudang.


Ketika masih memadu kasih, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Awalnya mereka tak menghiraukan dan masih melanjutkan aktivitasnya. Namun, semakin lama ketukan itu semakin keras membuat Dira melepaskan ciuman dan mendorong dada Ken untuk menjauh.


"Mas, buka pintunya dulu deh. Siapa tahu ada sesuatu yang penting," ucap Dira.


Ken menghembuskan nafas panjang, wajahnya terlihat kesal karena ada saja gangguan di saat Ia sedang memadu kasih.


"Pa ... Ma ... Bukain pintunya," panggil Anne dari luar.


"Iya sebentar," sahut Ken seraya berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.


...****************...


Jeng. .. Jeng ... Gimana? Part ini? Ada yang bisa tebak ada apa?


Sudah ya ... Partnya terlalu panjang. Jadi lanjut besok lagi. Author mau istirahat. Selamat membaca. Otaknya jangan pada traveling ya. Ini author up jam 21.51.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya yang banyak biar semangat untuk crazy up buat kalian...


Bye... Bye... 🖐️🖐️🖐️

__ADS_1


__ADS_2