Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Hidup atau mati?


__ADS_3

"Mb, kalau begitu saya pamit pulang!" ujar pria yang telah menolong Ken. 


"Oh… iya pak, terima kasih karena sudah menyelamatkan Mas Ken," Dira mengambil semua uang yang ada di dompetnya. "Ini ada sedikit uang untuk ongkos bapak pulang,"ucapnya dengan menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu. 


" Tidak perlu mb, saya ikhlas kok menolongnya. Lagian ini terlalu banyak kalau hanya untuk ongkos, "pungkasnya dengan menolak uang pemberian Dir. 


" Bapak terima saja ya, ini sudah seharusnya bapak terima anggap saja ini adalah rezeki bapak." Dira tetap memaksa untuk  memberikan uang itu. 


Akhirnya bapak itu menerima uang yang diberikan oleh Dira. Alhamdulillah ya Allah … akhirnya bisa mendapatkan rezeki untuk memberikan anak-anakku makan. " Kalau begitu saya pamit permisi pulang dulu mb. Assalamualaikum," salamnya


"Waalaikumsalam, " jawab Dira dan si kembar serempak. 


"Mama Kenapa memberi bapak itu uang banyak sekali?" tanya Kean. 


"Karena bapak itu sedang membutuhkan uang itu!" terangnya. 


Dira memang sempat mendengarkan pembicaraan  bapak yang telah menyelamatkan Ken saat sedang menerima panggilan telepon, bahwa dia sedang membutuhkan uang. Saat ini di dalam dompetnya hanya ada uang itu, jadi dia memberikan semua uangnya yang ada. 


Tiba-tiba handphone Ken berbunyi. Tertulis Di  layar  panggilan telepon dari mommy. Apa mamanya Mas Ken yang menelpon? Angkat gak ya?. 


" Ma handphonenya bunyi terus … Kenapa gak diangkat aja? Siapa tau penting! " celetuk Lean. 


Benar juga kata Lean, kalau aku gak jawab mamanya pasti akan lebih khawatir lagi!


Dira : Hallo, Assalamualaikum…


Loh… kok suara wanita? Ini bener no Ken kan? Kenapa yang mengangkat teleponnya wanita? Apa jangan-jangan ...


Carol : halo, Waalaikumsalam. Ini benar nomornya Kenzo kan? 


Dira : Iya tan, Ini benar nomor ya mas Ken!. Tapi, mas Ken nya lagi ada di ruang operasi makanya Dira yang jawab teleponnya. Jawab Dira pelan. 

__ADS_1


Carol : Apa? Di ruang operasi? Ken kenapa? Bagaimana kondisi ya sekarang? Dia dirawat di rumah sakit mana? 


Dira : Mas Ken kecelakaan Tan. Dira juga belum tahu bagaimana kondisinya, karena masih ditangani oleh dokter. Mas Ken ada di rumah sakit xy jalan xxx


Setelah itu panggilan telepon mati. Carol yang awalnya berencana menginginkan dijemput Ken di bandara, tapi sebaliknya. segera pergi menuju rumah sakit yang telah diberitahukan Dira dengan menggunakan taxi. 


Ini dimana? Kenapa seperti ruang operasi? Itu siapa yang di operasi?. Ken berjalan untuk melihat siapa yang sedang berada di meja operasi. Ketika melihat bahwa Dirinya yang sedang di operasi, dia terkejut. Tidak ….Itu tidak mungkin aku kan? Ken melihat lagi ke tubuhnya yang transparan itu. Dia mencoba untuk memegang seseorang, tapi tidak bisa. Kenapa tidak bisa?. Ken terus mencoba menyentuh apa saja yang ada di dalam ruangan itu, semuanya tembus tak ada satupun  yang bisa ia pegang. Karena masih tidak bisa percaya dengan apa yang telah di lihatnya, Ken terus berjalan mundur sampai ke pojok ruangan operasi. 


Di lihatnya dari jendela ruangan operasi, terlihat Dira dan juga kedua anak kembarnya sedang menunggu dengan wajah yang cemas. Dira… segera Ken keluar ruangan itu tanpa harus membuka pintu, di saat berada  didepan Dira dan anak-anaknya Ken terus memanggil dan menatap mereka. Tapi tak ada yang bisa mendengarnya sedikitpun, hal itu membuat Ken frustasi. 


Dir… apa kamu khawatir denganku? Kenapa wajah kamu terlihat begitu sedih? Apa kamu sudah memaafkan aku? Maafkan aku yang sekarang sudah tak bisa lagi menyentuhmu maupun Kean dan Lean. Kalian harus bisa menjaga diri dengan baik ya… semoga kalian bisa hidup bahagia tanpa aku. 


"Ma, kenapa operasinya lama sekali, papa gak kenapa-kenapa kan ma?" tanya Lean yang sudah meneteskan air Matanya. 


Dira memeluk Lean. " Kita doakan saja semoga papa baik-baik saja di dalam dan bisa selamat ya?" pungkasnya untuk menenangkan Lean. 


"Ma … apa om Ken papa kita? Kenapa sejak di panti asuhan tadi, mama selalu menyebut om Ken sebagai papa kita!" tanya Kean yang sejak tadi penasaran. 


Dira hanya terdiam, dia bingung harus menjawab apa kepada anaknya ini. Apakah aku harus jujur dan mengatakan bahwa Ken memang papa mereka? Tapi bagaimana kalau mereka semakin banyak bertanya dan ingin tahu. Apa yang harus aku jawab?. 


"Oma…." panggil Lean yang langsung berlari dan memeluk Carol. Carol pun langsung membalas pelukan cucunya yang sudah sangat ia rindukan. 


Dira terkejut saat melihat Lean langsung berlari memeluk Carol dan memanggilnya dengan sebutan oma. Siapa dia? Kenapa Lean memanggilnya dengan sebutan oma?. Dira melirik ke arah Kean untuk mencari jawaban. 


"Em … itu mamanya om Ken!" jawabnya sedikit takut-takut. 


Mama? Apa mereka sudah bertemu dengan mamanya mas Ken? Kapan? Kenapa aku tidak tahu tentang hal ini!. 


"Oma … papa kenapa belum keluar - keluar dari ruang operasi? Papa akan baik-baik saja kan oma? Papa gak akan pergi  ninggalin Lean kan oma?" tanya Lean beruntun.


Carol juga bingung harus menjawab bagaimana. "Lean, papa pasti akan baik-baik saja ya sayang…, Lean jangan menangis lagi. Oke!" tuturnya dengan mengusap pipi gembul Lean yang sudah basah dengan tangisan. 

__ADS_1


Mama …  Apa Mama sudah kenal dengan anak Ken? Kenapa kalian begitu akrab? Ken yang transparan terus berada disamping mereka dan terus mengajak berbicara, tapi tak ada yang bisa mendengarnya saat ini. 


Carol mencoba mendekati Dira dan Lean. Dira menyapa dan bersalaman dengan Carol. 


" Kamu Dira?" tanyanya dengan senyum. 


"Iya, Tante," jawab Dira pelan. 


"Kamu sangat cantik, pantas saja kalau anak saya sangat mencintai kamu! Tapi saya tidak pernah menyangka, pertemuan pertama kita di teman dan kondisi seperti ini,"paparnya.


"Jadi,tante sudah tau saya? Dan kenal dengan anak-anak saya?" tanya Dira penasaran. 


"Saya memang sudah bertemu dengan mereka sekali. Kalau tentang kamu,  yang saya tahu bahwa anak saya sudah mencari kamu selama 6 tahun ini, dan dia sangat mencintai kamu. Sampai dia tidak pernah mau menikah dengan wanita lain!" tuturnya. 


Mendengar perkataan Carol yang begitu tulus, Dira semakin merasa bersalah karena sempat meragukan ketulusan dan cinta Ken kepadanya dan anak-anak. Maafkan aku mas, kamu harus berjuang untuk tetap hidup untuk aku dan anak-anak ya…  Jika kamu sadar kita menikah, dan memulai hidup yang baru agar anak-anak bisa mempunyai keluarga yang utuh!. Tak terasa Dira meneteskan air matanya. 


......................


Di dalam operasi, para dokter masih terus  melakukan penyelamatan untuk Ken. Ken mengalami pendarahan yang cukup banyak. 


"Dok. Denyut jantung pasien semakin melemah!" 


Dokter pria itu menoleh ke layar monitor denyut jantung. 


"Berikan saya defibrillator" ucap dokter itu. 


Perawat wanita itu, segera memberikan alat defibrillator kepada dokter dan dokter segera bersiap untuk memberikan kejutan jantung untuk Ken. 


...****************...


Lunas 3 babnya ya... Ayo tebak kira-kira Ken selamat atau tidak?

__ADS_1


Jika kalian suka dengan karyaku ini. Jangan lupa like, komen, vote, klik favorit dan hadiahnya ya...


Biar author lebih semangat lagi nulisnya. Karena semakin lama semakin turun likenya.


__ADS_2