Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kerjasama yang baik (S2)


__ADS_3

Saat melihat gadis itu terus menatap kagum ke arah papanya, membuat Kean merasa sedikit tidak senang.


"Apa Kalian ingin terus berdiri di situ!?" ujarnya yang membuat lamunan Adinda buyar.


Saat mencari sumber suara orang yang telah membuyarkan lamunanya, Dinda terkejut.


"Kamu!" seru Dinda sambil menunjuk ke arah Kean.


Mendengar ada suara wanita datang, Ken segera menghentikan aktivitasnya.


"Apa Kamu masih mengingat pria itu?" tanya Aksa yang di jawab sebuah anggukan oleh Dinda.


"Tentu saja Aku ingat wajah pria tampan yang sangat dingin itu!" cetusnya.


Aksa hanya bisa menelan salivanya dalam-dalam saat mendengar Dinda masih mengingat wajah Kean, sedangkan wajahnya tidak di ingat.


"Ternyata semua wanita itu sama! Kalau lihat pria tampan saja langsung membekas dalam hati!" lirihnya yang masih di dengar oleh Adinda.


Dinda hanya tersenyum sendiri saat mendengar Aksa berdecak kesal karena Ia tidak mengingat wajahnya. Sebenarnya Dinda memang mempunyai masalah sulit mengingat wajah orang asing yang hanya Ia temui beberapa kali, tapi entah kenapa Ia langsung ingat dengan wajah Kean saat bertemu kembali.


Kalau wajah Ken, memang dia sudah dari dulu sangat mengidolakannya jadi ya tentu saja membekas dalam hati. Bukan hanya membekas, tapi sudah tersimpan rapat dalam hati.


Melihat tatapan Kean yang semakin tajam kearahnya, membuat Aksa mengerti kalau Kean mulai kesal karena melihat Ia dan wanita ceroboh itu belum juga datang menghampirinya. Aksa segera mengajak Dinda untuk menemui Kean sebelum sifat harimaunya keluar.


"Siapa dia Aksa?" tanya Ken saat Aksa sudah berada di depan Ken dan Kean.


"Dia—"


" Perkenalkan namaku Adinda Larasati bisa di panggil Dinda Atau biasa di kenal dengan nama Dragon dalam dunia IT," sela Dinda yang begitu antusias memperkenalkan diri di depan Ken dengan senyuman yang sangat mengembang.


Ken tersenyum saat melihat sifat ceria dari Dinda, Ia tidak mengira bahwa putranya yang dingin itu akan memilih seorang gadis untuk membantu memecahkan masalah ini.


"Silahkan duduk, Din," Ken mempersilahkan Dinda untuk duduk di kursi.

__ADS_1


Tanpa berbasa-basi, Kean segera menjelaskan apa alasan Dia mengundang Dinda untuk datang kesini. Sebelumnya Kean sudah melihat bahwa kemampuan Dinda dalam meretas sangatlah handal, hanya saja mempunyai kekurangan ceroboh. Jadi cukup dipantau saja mungkin Ia bisa membantu.


Mendengar pria yang kemarin menghinanya ceroboh, terus sekarang memujinya membuat Dinda tersenyum bagaikan melayang. Apalagi di saat mengetahui bahwa Pria dingin itu adalah King Of Tiger idolanya selama ini, membuat Dinda semakin terbang melayang tinggi.


Setelah Kean menjelaskan masalahnya, Dinda sudah mengerti apa yang harus Ia lakukan. Tanpa menunggu lama, jari-jari ketiga orang itu sudah menari di atas keybord untuk menghapus virus yang terus masuk tanpa henti.


Sepertinya virus ini adalah kiriman dari musuh-musuh perusahaan PT Fabio grup yang ingin menghancurkan rencana launching system terbaru PT Keluarga grup.


Saat keahlian mereka di gabungkan, masalah virus dengan cepat bisa terselesaikan. Setelah masalah virus telah selesai, Kean dengan cepat membuat system keamanan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya, Dinda juga memberikan masukan sebuah kode-kode kunci yang sangat jarang di pikirkan oleh para hacker pria.


Dalam waktu dua jam, mereka sudah bisa menyelesaikan semuanya. Dinda mencoba merenggangkan otot-otot jarinya yang sedikit kaku.


Ken tersenyum saat melihat system keamanan yang baru jauh lebih efektif dari yang sebelumnya. Bahkan terdapat fitur-fitur baru yang jauh lebih lengkap lagi.


"Ternyata dalam pembuatan system smart home harus ada sentuhan wanitanya juga ya," pungkas Ken.


"Maksudnya?".


" Ya maksud Papa, fitur terbarunya sekarang jauh terlihat seperti smart home yang terlihat lebih hangat," jelasnya.


"Bukan tidak bagus ... hanya saja yang dulu terlihat dingin seperti pembuatnya," ungkapnya yang membuat Kean terlihat kesal.


Melihat Kean kesal, membuat ken ingin tertawa geli. "Tapi Papa merasa kalau kalian tetap bisa bekerja sama dalam tim, sepertinya akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik lagi," tandasnya.


Kean mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan dari Ken, Ia tahu bahwa arah pembicaraan Ken bukan hanya ke situ.


" Karena sudah selesai, Kean mau pamit pulang dulu. Soal bayaran, nanti akan di urus oleh asistenku, "pungkasnya yang sudah bangun dari duduknya.


" Kean, tunggu! Apa begitu sikapmu terhadap orang yang sudah membantumu? Tidak ada ucapan terimakasih? " sindir Ken yang tidak suka melihat Kean bersikap dingin seperti ini.


" Oh ya, maaf Saya lupa. Terima kasih Adinda Larasati atas bantuannya, senang bisa bekerja sama dengan Anda,"ungkapnya yang kemudian berlalu pergi.


Melihat Kean yang dingin seperti itu masih sangat patuh dengan ucapan ayahnya tanpa membantah sedikitpun, membuat Dinda sedikit tersentuh.

__ADS_1


" Maaf, Ya Din. Kalau sikap Anak Om tadi kurang sopan denganmu," ucapnya dengan melontarkan sebuah senyuman. " Dia memang dingin sikapnya, tapi di balik itu semua dia adalah pria yang baik."


Dinda tersenyum saat melihat kedua idolanya ternyata adalah pria yang sangat sopan dan baik. Ia tidak menyesal telah mengidolakan mereka berdua.


Setelah itu, Ken juga ikut pamit pergi karena Dia harus segera pulang ke rumah.


***


Di sisi lain, terlihat seorang pria tampan baru menyelesaikan beberapa operasi yang sangat menguras tenanganya. Padahal sebelumnya dia ingin meminta cuti, tetapi tiba-tiba ada kecelakaan beruntun yang terjadi sehingga membutuhkan beberapa dokter lagi agar bisa melakukan operasi dengan cepat.


"Ini Saya bawakan makanan untuk Anda, dok," ucap seorang perawat yang sudah membawakan nasi bento untuknya.


"Terimakasih ya, apa setelah ini Saya masih mempunyai jadwal operasi?" tanyanya.


"Sepertinya sudah tidak ada, dok,"


"Syukurlah kalau begitu," pungkasnya.


"Apakah Anda ingin segera pulang, dok?"


"Iya, sebenarnya hari ini adalah hari ulang tahun adikku dan kami berencana untuk liburan bersama, tetapi gagal karena tiba-tiba ada urusan semua. Jadi, Saya ingin segera pulang untuk meminta maaf kepadanya," papar Lean.


"Sepertinya Anda sangat menyayanginya, dok."


"Tentu saja."


Setelah itu, Lean bersiap-siap untuk segera pulang ke rumah untuk meminta maaf kepada Anne. Pasti hari ini dia sangat kecewa dan sedih sekali karena semua pergi meninggalkannya di hari ulang tahunnya.


***


Di sebuah kamar bernuansa pink, terlihat seorang gadis cantik tengah berdiri di depan kaca untuk mencoba barang-barang yang di belikan oleh Agatha. Ia merasa sangat bahagia sekali bisa merasakan rasanya mempunyai seorang Ibu.


"Ternyata barang-barang pilihan Mama bagus dan terlihat sangat cocok semua denganku. Tidak ada yang jelek sama sekali!" gumamnya yang masih berdiri di depan kaca.

__ADS_1


Saat masih asyik mencoba beberapa pakaian, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Segera Anne pergi untuk membukakan pintu.


...****************...


__ADS_2