Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Ngidam part 1


__ADS_3

Di saat selesai jam makan siang, tiba-tiba Rendi mengetuk pintu kantor ken. 


"Masuk!" 


Mendengar ada aba-aba masuk, Rendi segera membuka pintu. Terlihat seorang pria tengah bergelut dengan dokumen-dokumen di atas meja kerjanya. Ia berjalan menghampiri Ken dengan membawa sebuah paper bag besar berisi buku-buku yang dipesan oleh Ken tadi pagi. 


" Bos, ini buku-buku yang anda minta tadi pagi," ujarnya dengan meletakkan paper bag itu diatas meja ken. 


Ken menghentikan aktivitasnya, lalu mengambil paper bag itu dan melihat isi yang ada didalamnya. Dqlam papper bag igu begitu banyak sekali buku-buku di dalamnya, Ken mencoba mengeluarkan serta melihat buku apa saja yang di beli oleh Rendi. Di saat melihat judul buku-buku itu, Ken tercengang dan tak percaya bahwa Rendi bisa membeli semua buku-buku ini.


"Ini kamu semua yang memilih Ren?" tanya Ken lagi untuk memastikan karena ia sedikit kurang percaya.


"Em … memangnya kenapa bos? Apakah ada yang salah atau … " tanya Rendi yang sedikit gugup takut kalau buku yang ia beli salah, tapi Ken juga tidak memberikan catatan spesifik tentang buku apa yang harus ia beli hanya menyuruh membeli buku tentang kehamilan, dokter dsb.


"Ternyata Kamu cukup bisa diandalkan juga Ren, meskipun belum pernah menikah ataupun menjadi ayah!" 


Mendengar ucapan Ken Rendi membolakan matanya. Ini bos, nyindir gue atau muji ya … kenapa kedengaranya muji tapi seperti nyindir juga! batin Rendi dengan menggaruk tengkuknya serta mengingat kembali bagaimana ia mendapatkan semua buku-buku itu. 


Flashback di toko buku


Rendi yang belum pernah menikah ataupun punya anak, harus dihadapkan dengan memilih buku tentang ibu hamil serta buku-buku yang berkaitan denganya tanpa di berikan catatan nama buku yang spesifik. Sebenarnya dia sudah googling terlebih dahulu, tapi saat di toko buku ia masih saja bingung karena buku yang ia cari di google tak sama dengan yang ada di toko buku ini. 


Di saat Rendi tengah bingung memilih buku mana saja yang harus ia ambil, tiba-tiba datanglah seorang wanita menghampirinya. 


" Mas sedang cari buku apa?" tanya wanita berambut pendek yang sudah berdiri di sampingnya.


"Em… itu, saya mau cari ..." Rendi bingung mau menjawab apa. Jujur dia adalah tipe cowok yang mudah nerfes ketika bertemu dengan wanita yang auranya begitu kuat.


Wanita itu menatap Rendi dengan senyuman yang begitu manis sambil menanti jawaban dari Rendi. 


" Kok masnya kayak gugup gitu! " cewek itu melihat nama buku-buku yang ada di depan Rendi." Oh … buku tentang ibu hamil? Buat istrinya atau buat mas? " tanya Wanita itu. 

__ADS_1


"Em … sebenarnya buat boss saya, bukan buat saya! ."


Wanita igu tersenyum, melihat sikap polos lelaki yang ada di sampingnya saat ini. Setelah mendengarkan penjelasan dari Rendi tentang buku apa yang sedang ia cari, wanita cantik itu membantunya untuk memilih beberapa buku yang sangat penting untuk diketahui para suami, ibu baru, serta buku-buku yang bagus untuk dibacakan kepada bayi yang masih ada didalam kandungan. 


Setelah mendapatkan semuanya, Rendi ingin mentraktir wanita itu sebagai bentuk ucapan terimakasih tapi sayangnya wanita itu sudah ada janji lain untuk datang ke kelas mengajar. Dia adalah seorang bidan sekaligus pelatih prenatal yoga, sehingga dia banyak tau tentang buku-buku yang diperlukan oleh Rendi. 


Flashback off. 


......................


Dering ponsel Ken berdering, ternyata panggilan video dari istrinya tercinta. 


Ken : Halo Assalamualaikum sayang … ada apa? 


Dira : Waalaikumsalam, Mas pulang jam berapa? 


Ken : Mungkin sore, memangnya kenapa? Apa ada masalah? 


Melihat wajah Dira yang terlihat begitu pucat, sayu, dan terlihat lemas. Ken memutuskan untuk membawa pekerjaanya pulang ke rumah sambil menemani istrinya yang sepertinya terlihat sangat membutuhkan dia saat ini.


Sebelumnya, Dira juga sempat memesan ingin di belikan mie yamin dan mie ayam. Disaat ken mengatakan minta di buatin chef aja di rumah aja, Dira menolak karena dia ingin memakan mie dari kedai yang ada di dekat jalanan apartemen tidak mau yang lain. Jadi terpaksa Ken membelikannya. 


Tak lama kemudian Ken sampai di kediaman Fabio dengan membawa satu kantong plastik berisi mie yamin dan juga mie ayam. Ia meminta maid untuk menuangkan mie itu ke dalam mangkuk serta memanaskannya terlebih dahulu agar hangat. Untungnya penjualnya memisahkan antara mie dan kuahnya karena melihat jarak tempuh ken yang cukup jauh. Setelah selesai memanaskan mie, Ken membawa mie itu ke kamarnya.


Dilihatnya Dira baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat dan lemas. Ketika ia melihat Ken datang dengan membawa sebuah nampan, wajahnya langsung terlihat bercahaya dengan mengulas senyum, lalu segera menghampiri Ken. 


"Mas sudah pulang? Itu mie pesanan aku?" tunjuk Dira kepada nampan yang dibawa oleh Ken.


"Iya ini makanan pesanan kamu, sini buruan dimakan mumpung masih hangat," ujarnya dengan meletakkan nampan itu diatas meja. 


Dira memeluk Ken serta mencium pipinya. "Makasih mas," ucapnya dengan tersenyum lebar. Kemudian ia duduk di sofa dan segera menyantap mie itu dengan raut wajah yang gembira. Ia begitu menikmatinya sampai lupa menawarkan kepada Ken. 

__ADS_1


" Pelan-pelan kalau makan, nanti tersedak! Lagian gak akan ada yang minta kok!" ledek Ken ketika melihat tingkah Dira seperti anak kecil yang takut kalau ada yang meminta makananya. 


"Ya habisnya aku laper banget. Setiap makan nasi langsung aja mual dan muntah sampai habis. Jadinya aku lapar dan lemas banget. Mas mau?" tawarnya yang dijawab gelengan oleh Ken. 


Ken mengusap kepala Dira dengan lembut, ia merasa kasihan ketika melihat kondisi istrinya yang seperti ini. Karena merasa begitu Kasihan, tanpa di sadari ada buliran bening menetes dari pelupuk mata membasahi pipinya. Menyadari bajwa ada air mata yang terjatuh, Ken segera mengusapnya dan terlihat oleh Dira.


Dira yang menyadari Ken habis menangis, seketika menghentikan makanya. "Mas kenapa nangis?" Dira menatap Ken lekat-lekat. 


"Mas gak nangis kok, hanya tiba-tiba ada debu masuk ke mata."


Dira memicingkan matanya, dan semakin menatap ken dengan tatapan yang begitu intens karena ia tahu bahwa Ken sedang berbobong. Melihat tatapan Dira yang seperti Itu akhirnya Ken jujur.


"Mas hanya kasihan aja melihat kamu harus seperti ini!" jawab Ken takut-takut.


Dira tersenyum sambil memegang telapak tangan Ken. " Kenapa mas haru kasihan, Aku gapapa kok mas, ya namanya juga wanita hamil. Setiap wanita yang hamil pasti akan merasakan hal seperti ini, jadi mas gak usah sedih. Lagian ini juga termasuk ladang pahala bagiku, ketika aku ikhlas menjalaninya, " ungkap Dira agar ken tak merasa sedih lagi. 


"Apakah bisa tidak merasakan seperti ini atau biar mas aja yang nanggung. Coba lihat tubuh kamu semakin lama semakin kurus sekali, kalau kamu ingin makan apapun kamu bilang sama mas ya, Mas akan turun semuanya …" papar Ken yang dibalas sebuah senyuman oleh Dira.


"Apa mas yakin?" tanya Dira memastikan dan dijawab anggukan oleh Ken. 


Setelah itu Dira kembali menyantap mienya dan tak terasa ia dapat menghabiskan dua mangkuk mie yersebut tanpa merasa mual sedikitpun. Mungkin bayi dalam kandunganya tak suka makan nasi, sehingga ketika makan nasi langsung keluar semua. 


Melihat makanan yang ada di dalam mangkuk habis tak tersisa, membuat Ken tersenyum sekaligus geleng-geleng kepala. Ternyata anaknya begitu kuat makan dan begitu pilih-pilih soal makanan. 


Setelah selesai makan, Dira duduk bersandar dalam pelukan ken sambil di bacakan buku-buku yang ia beli tadi dengan melihat pemandangan  dari jendela kamarnya.


"Mas, tiba-tiba aku pengen banget sesuatu!" ujar Dira yang sudah menelan salivanya sambil menatap kearah jendela.


Kem menautkan alisnya. " Kamu ingin apa sayang?" tanya Ken.


Dira membalikkan wajahnya untuk menghadap ke wajah Ken. "Aku pengen mangga muda, tapi mas yang petik sendiri dari pohonya, bisa?" pinta Dira dengan mengerucutkan bibirnya serta memperlihatkan puppy eyes.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2