
Hidayah itu seperti tamu, ia tak akan bisa masuk jika sang pemilik menutup pintunya, dan Hidayah itu dijemput bukan ditunggu.Seperti itulah kehidupan Ken saat ini yang telah menjemput hidayahnya untuk bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.
Setiap orang pasti memiliki masa lalunya sendiri entah itu baik ataupun buruk, tapi janganlah jadikan masa lalu itu sebagai patokan kehidupanmu di masa depan. Belum tentu masa lalu orang yang buruk akan selalu buruk karena akan ada saatnya dia akan berubah menjadi orang yang jauh lebih baik lagi, begitupun sebaliknya.
Mungkin masa lalu mereka dulu salah sampai mempunyai anak diluar nikah. Tapi tak selamanya awal yang salah itu buruk, buktinya saat ini mereka bisa dipertemukan lagi dalam hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dua malaikat kecil yang bersih dan tak bersalah itu, akhirnya bisa menyatukan kedua orang tuanya dalam hal kebaikan dan bisa menuntun mereka menjadi orang yang jauh lebih baik lagi karena mereka adalah cahaya terang yang dapat menyinari kegelapan.
Setelah selesai sholat subuh, Dira sibuk untuk membuatkan keluarga ini sarapan yang spesial. Awalnya para maid selalu merasa tidak enak jika Dira yang memasak, tapi sejak Dira datang dia selalu mengatakan kepada para maid untuk jangan terlalu sungkan dengan nya. Mereka cukup membantu jika Dira membutuhkan bantuan karena Dira tidak biasa hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun.
Sosok Dira seketika bisa membuat para maid yang ada disana terhipnotis dan langsung suka padanya. Bagi mereka Dira adalah sosok wanita yang cantik, baik, ramah, pekerja keras dan tangguh. Hal itu membuat mereka menilai bahwa Dira adalah paket komplit yang sangat sayang jika dilewatkan.
Selesai memasak hidangan untuk sarapan, para maid membantu Dira untuk menyiapkannya diatas meja. Sedangkan Dira pergi mengecek kedua anak kembarnya yang sudah siap apa belum untuk berangkat ke sekolah.
Sesampainya di kamar si kembar, ternyata mereka sudah siap dan ingin turun kebawah untuk sarapan. Di Dalam kamar itu bukan hanya ada si kembar, tapi juga ada Ken yang membantu mereka.
"Mas ngapain ada di sini?" tanyanya yang tak mengerti kenapa Ken membantu Kean dan Lean untuk bersiap diri. Padahal Biasanya mereka bisa melakukan semuanya sendiri.
"Aku hanya ingin merasakan bagaimana cara mengurus anak!" jawab Ken.
"Apa mas sudah mengingat siapa mereka?" tanya Dira lagi karena setelah Ken sadar, yang Dira tahu bahwa Ken hanya menganggap mereka adalah anak-anak Dira yang memanggilnya dengan sebutan papa.
Bukanya menjawab Ken justru mengalihkan dengan mengajak si kembar turun kebawah untuk sarapan, karena kalau kelamaan nanti mereka bisa telat berangkat ke sekolahnya.
Melihat Ken yang tak menghiraukanya, Dira hanya bisa mengerutkan kening dan pergi dengan perasaan kesal.
Sedangkan Ken, Lean dan Kean yang melihat mamanya pergi dengan raut wajah yang kesal membuat mereka tertawa puas sambil ber tos ria.
"Oke, boys … nanti kita jalankan misi kita!" ujar Ken kepada kedua anaknya dan dibalas dengan kode jari berbentuk o yang artinya ok.
__ADS_1
Selesai sarapan Dira pergi untuk mengantar Kean dan Lean berangkat ke sekolah, bukan hanya Dira tapi Carol juga ikut. Karena setelah mengantar Kembar sekolah Carol meminta Dira untuk menemaninya shopping -dan merilekskan diri. Sedangkan Ken hanya dirumah saja karena dia masih butuh istirahat yang cukup dan tidak boleh terlalu bekerja keras dulu, sehingga semua urusan kantor yang menghandle adalah Rendi, Calista dan juga Carol.
Sesampainya di sekolah, Kean dan Lean langsung turun dari mobil dan segera masuk ke kelasnya. Melihat Kean dan Lean sudah memasuki ruangan Kelas, Dira dan Carol melanjutkan lagi perjalanan mereka untuk belanja, treatment, serta spa.
Setelah perjalanan sekitar tiga puluh menit, mereka sampai di salah satu mall yang merupakan milik keluarga Fabio Juga.
Carol menggandeng tangan Dira dan juga diikuti dua Bodyguard yang menjaga mereka berdua. Selama memasuki beberapa toko semua pasti akan memberikan salam dan hormat kepada Carol dan Dira. Banyak juga dari mereka yang berisik penasaran dengan siapa sosok wanita yang datang bersama nyonya besar keluarga Fabio ini.
Melihat tatapan mereka yang begitu menyelidik, membuat Dira sedikit risih tapi dia juga tidak enak jika menolak gandengan tangan Carol. Sejak masuk mall ini, Carol terus saja memilih barang-barang untuk Dira seperti baju, tas, serta aksesoris dengan harga yang cukup fantastis. Awalnya Dira menolak semua itu, tapi Carol terus saja memaksa untuk membelikan Dira semua itu. Carol selalu mengatakan bahwa sudah lama dia menginginkan momen seperti ini, dan lagi-lagi Dira tidak kuasa menolak jika Carol sudah berbicara yang membuat hatinya tersentuh.
"Tan … sudah ya, ini terlalu banyak sekali belanjanya. Sayang kalau harus buang-buang uang sebanyak ini hanya untuk hal-hal seperti ini" ujarnya kepada Carol yang tak bisa berhenti terus berbelanja.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi ke spa oke!" jawabnya dan tanpa disadari ada orang tak sengaja bersenggolan dengan Dira. Melihat siapa yang menyenggolnya membuat Dira terbelalak dan diam membeku.
Wanita paruh baya dengan pakaian branded yang melekat pada tubuhnya yang tak muda lagi, serta lipstik warna merah menyala membuat auranya terlihat tajam.
Bola mata mereka saling bertemu dan bertatap dalam keheningan untuk mengingat siapa orang yang ada di hadapannya.
Panggilan itu seketika membuat Dira terkejut dan terbelalak. Ternyata dia masih mengenaliku? Batinya.
" Kalian saling kenal? "tanya Carol yang melihat sikap mereka berdua yang tak biasa.
" Kamu Dira kan? Apa kamu tidak ingat dengan saya Dir? " ujarnya dengan memastikan apakah dia salah mengenali orang atau tidak.
Dira masih saja terdiam tak menanggapi perkataan wanita paruh baya yang ada di depannya saat ini. Bagaimana dia bisa lupa dengan wajah wanita yang pernah menyukainya lalu menghina serta mencaci makinya 6 tahun lalu hanya karena sebuah bukti palsu yang tak jelas kebenarannya.
Dia adalah Karen, mantan mertuanya dan juga ibu dari pria yang sudah menghancurkan hidupnya.
"Kenapa kamu diam saja Dira? Apa kamu mau berpura-pura tidak mengenal mantan mertua kamu! " imbuhnya. dengan mudahnya dia mengatakan bahwa dia adalah mantan mertua Dira, padahal dulu dia sangat membencinya. Apa yang sedang ia rencanakan?
__ADS_1
"Mantan mertua? Apa itu benar Dir?" jawab pertanyaan tante jangan hanya diam saja.
"Iya tan, beliau memang mantan mertua saya."
Karen hanya menyungingkan sudut bibirnya.
"Anda ini siapanya Dira?" tanya Karen kepada Carol.
Dira hanya mengerutkan kening, melihat Karen yang kepo bertanya - tanya tentang Carol.
"Saya calon mertuanya," jawab Carol.
"Wah … hebat juga kamu Dira, setelah berselingkuh dari anak saya. Sekarang berusaha untuk mendapatkan mertua kaya lagi, hati-hati lho jeng dia ini perempuan gak bener! Dari luarnya saja terlihat seperti wanita yang polos dan juga baik, tapi dalamnya busuk!" hinanya di depan orang banyak yang mulai berdatangan melihat perdebatan mereka.
Dira hanya menaikkan sudut bibirnya, dia merasa bahwa mantan ibu mertuanya ini belum tahu yang sebenarnya.
" Ternyata anda belum berubah juga, seharusnya di umur anda yang sudah tidak muda lagi. Anda lebih banyak mengucapkan istighfar daripada menghina orang tanpa bukti! Sepertinya Anda belum tahu tentang kebenaran yang sebenarnya, makanya saat ini anda masih dengan sombongnha bisa berbicara seperti itu kepada saya!" tungkasnya dengan menahan semua emosi dalam dirinya.
Mendengar ucapan Dira yang seperti sedang menghinany Karen merasa geram dan ingim menampar Dira, tapi Carol sudah lebih dulu bisa menahan tangan Karen dan justru menamparnya terlebih dulu.
Hal itu membuat Karen terkejut dan merasa kesakitan. Di tatapnya Carol dengan tatapan tak suka.
"Kenapa? Kamu tidak terima saya menamparmu? Kamu duluan yang ingin menampar anak saya, jangan harap kamu bisa menyentuhnya dengan tangan kotor kamu itu. Dia memang calon menantu saya, tapi dia juga anak bagi saya, jadi tolong jaga sikap kamu. Dan yang dikatakan oleh anak saya itu ada benarnya, sebaiknya kamu itu banyak-banyak istighfar dan berdoa memohon ampun sama Allah karena selalu mempunyai hati yang buruk kepada orang lain. Ingat umur sudah berapa masih aja suka menghina orang di depan umum, " cetusnya yang sudah merasa sangat geram dan tidak bisa lagi menahan amarahnya.
" Dan kalian semua yang ada disini, hapus semua rekaman yang sudah kalian rekam, kalau sampai saya melihat kejadian ini terekspos di media sosial, saya akan menuntut orang itu!" ancamnya yang seketika membuat orang yang berkerumun melihat pertengkaran mereka segera berhenti merekam dan pergi dari tempat itu.
...****************...
Udah aku up lagi ya... Lanjut besok lagi. Harus tetap like banyak-banyak biar author semangat lagi. Oke! Semoga suka ya... Jangan sampai likeny gak banyak😁😁
__ADS_1
"