Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Si pemberi bunga Misterius


__ADS_3

Ken masih tetap berdiri di lobi bersama Kean dan Lean. Ketika melihat Dira mendapatkan buket bunga, Ken penasaran dan segera berjalan menghampiri Dira bersama Kean dan Lean. 


"Itu bunga dari siapa? Tanya Ken yang sudah berdiri di depanya. Sedangkan Dira hanya membalas dengan gelengan kepala, karena dia juga tidak tahu siapa pengirim bunga itu. 


Melihat reaksi Dira yang tak tau siapa pengirimnya, Ken langsung mengambil buket bunga yang ada di tangan Dira dan membaca kartu ucapan yang ada. Ketika Membaca apa yang tertulis  dalam kartu nucapan itu, raut wajah Ken langsung berubah marah, tangannya meremas buket itu, dan berjalan pergi… 


"Mas mau bawa kemana bunga itu?" tanya Dira, membuat Ken menghentikan langkahnya,dan berbalik menghadap ke Dira. 


"Mas mau buang ke tempat sampah!" cetus Ken


Mendengar perkataan Ken, dengan cepat Dira meraih buket itu kembali. "Jangan di buang bunganya … masak bunga cantik-cantik dibuang!" gerutu Dira. 


Mata Ken langsung terbelalak dan mengerutkan keningnya, melihat reaksi Dira yang marah ketika Ken ingin membuang bunga itu. 


"Kenapa jangan di buang, kan kamu gak tau itu bunga dari siapa?, kalau misalnya dari …." Ken tidak meneruskan ucapannya. 


" Dari siapa? "tanya Dira penasaran dengan perkataan Ken yang terputus. 


" Yang jelas, mas akan buang bunga itu. Kalau kamu suka bunga, Mas bisa kok belikan kamu yang lebih besar dan  bagus dari bunga itu! Kalau perlu sama kebun bunganya juga boleh, "imbuhnya.


Dira hanya terbelalak mendengar perkataan Ken. Kenapa raut wajah mas Ken terlihat begitu marah, apa dia cemburu! Walaupun cemburu, kan gak harus buang bunganya juga. Sayang aja kalau bunga secantik ini di buang, karena sama aja dengan membuang-buang uang. Batin Dira.


Melihat Dira dan Ken yang hanya saling tatap dalam diam, Kean mulai berbicara untuk menambahkan bumbu-bumbu cemburu.


"Udahlah om, gak usah ribut hanya karena buket bunga. Mama tidak akan membiarkan om membuang bunga kesukaan mama!" ujar Kean. 


Bunga favorit! Jadi, bunga itu adalah bunga favorit Dira. Siapa sebenarnya pengirim bunga itu? Kenapa dia bisa tau bunga favorit Dira! . Apa jangan-jangan bucket itu dari … ah.. Tidak mungkin! . Sangka Ken dalam hati.


Haha… akhirnya kepancing juga!. Batin Kean dengan sedikit mengangkat ujung bibirnya. Saat ini Kean merasa sangat puas karena sudah berhasil membuat Ken Cemburu dan terpancing dengan rencananya.


Lean yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Kean, mulai mengerti kalau ini adalah ulah kakaknya.


"Papa gak usah khawatir… bunga itu hanya dari orang  gak penting yang ingin usil dan iri aja! Jadi, papa gak usah pikirin lagi ya…" ucapnya untuk menenangkan Ken yang mulai terbakar api cemburu. "Papa percaya deh sama Lean… " pungkasnya dengan mengangkat alisnya dan menyeringai menatap kakaknya. 


Kean langsung mengerutkan kening, ketika mendengar Lean yang mengatakan bahwa yang mengirim bunga itu adalah orang gak penting, usil dan iri. Ditambah dengan ekspresi wajahnya yang seperti sedang mengejek membuat Kean semakin kesal. Apa Lean tau ya… 

__ADS_1


"Maksud kamu apa Lean?" tanya Ken yang tak mengerti dengan maksud anaknya itu. 


"Sudahlah… kita tidak usah membahas tentang buket bunga itu lagi. Bukankah hanya sebuah buket bunga Saja, lebih baik kita kembali ke apartemen karena Lean ingin segera tidur di kasur, capek! Dan Mama boleh bawa bunga itu, tidak perlu dibuang." paparnya yang di balas dengan senyuman oleh Dira.


Akhirnya mereka pergi menuju apartemennya masing-masing. 


Sesampainya di apartemen, Dira langsung menyimpan bunga itu ke dalam vas bunga. Sedangkan Kean dan Lean masuk ke kamarnya. Lean sudah sangat rindu dengan kasur empunya itu, segera ia merebahkan badan di ranjang. Sedangkan Kean duduk diatas kasurnya dan terus menatap Lean tajam dengan melipat tangannya di depan dada. 


Lean yang menyadari sedang di tatap lekat-lekat oleh kakaknya, menoleh ke arah Kean. 


"Kakak kenapa menatap Lean seperti itu? Apa ada yang salah?" tanyanya dengan santai. 


"Apa kamu tahu, siapa yang mengirim buket itu?" ujarnya. 


"Oh… ternyata kakak masih ingin membahas soal buket bunga …, kirain apa! Tentu saja Lean tahu" cetusnya. 


"Siapa?" tanyanya lagi. 


Kemudian Lean bangun dan duduk di atas kasur, menatap lekat raut wajah Kakaknya. Hal itu membuat Kean salah tingkah sendiri. 


"Maksud kamu apa?" 


Lean hanya menggeleng-geleng Kepalanya.


"Kakak…. Kakak… Apakah kadar kepintaran kakak mulai menurun? Apa Kakak lupa Lean siapa! Sebenarnya apa tujuan kakak dengan memberi mama buket bunga misterius?" Paparnya dengan tatapan penuh menyelidik. 


Kean hanya terdiam. Benar juga apa yang dikatakan oleh Lean. kenapa aku bisa lupa, kalau Lean pasti akan tahu siapa pengirim bunga itu. 


" Kakak hanya menguji om Ken saja! Kakak cuma pengen tahu bagaimana reaksi om Ken ketika melihat mama mendapatkan bunga misterius dengan ucapan yang romantis!" 


Lean berdecak dan menggelengkan kepalanya lagi. Dia benar-benar tak mengerti dengan sikap kakanya ini. Karena sudah malas untuk membahasnya, akhirnya Lean memutuskan untuk kembali berbaring di kasur. 


...----------------...


Sesampainya di Apartemen, Ken langsung menuju dapur untuk mengambil air minum. Diminumnya air  dalam gelas itu sampai tandas tak tersisa. Saat ini dia sedang menahan emosi dan rasa cemburunya. Meskipun Lean sudah mengatakan untuk jangan memikirkan, tetap saja Ken masih memikirkan tentang siapa pengirim buket  bunga itu. Siapa dia sebenarnya? 

__ADS_1


Tiba-tiba Ken teringat lagi perkataan Dira saat menolak lamaranya. 


Ah…. Ken mengacak-acak rambutnya. Kenapa lo baru sadar sih Ken…. kalau lo itu gak tau apa-apa tentang Dira. Bahkan bunga favoritnya aja lo gak tahu!  Gitu lo sok-sokan ngajak Dira nikah! Hanya karena lo cinta dan tidak ingin kalau Dira jadi milik orang lain. Lo memang pantas untuk di tolak Ken…. Ken terus menggerutu sendiri. Tapi, gue gak akan menyerah begitu saja. Gue akan cari cara agar bisa membuat hati Dira dan Kean Luluh dan bisa menerima gue! Gue harus bergerak cepat sebelum pemilik buket itu mengambil hati Dira. 


...----------------...


Siang telah menghilang dan malam pun datang kembali menyapa. Dira baru keluar dari kamar mandi dan merenggangkan otot-ototnya yang masih merasa capek setelah membereskan rumah yang telah ditinggal beberapa hari.


Dira mulai merebahkan tubuhnya ke kasur agar tubuhnya bisa istirahat. Di bukanya hp yang sudah di genggam ya itu, ternyata ada pesan masuk dari Andrian.


Andrian : Dir..., Apa kamu sudah sampai Jakarta?


Dira : Alhamdulillah sudah Ri tadi siang.


Andrian : Syukurlah. Terus bagaimana soal terapi kamu?


Astagfirullah.... Kenapa aku bisa sampai lupa tentang terapi ya. Batin Dira


Dira: tetap lanjut seperti rencana sebelumnya Ri. Besok pagi, setelah mengantarkan anakku sekolah. Aku akan datang ke tempat praktek kamu.


Andrian terkejut saat membaca pesan Dira yang mengatakan bahwa Dira sudah mempunyai anak.


Andrian : Anak? Apa kamu sudah punya anak Dir?


Dira : Oh... Iya aku lupa memberi tahu ke kamu, kalau aku sudah punya anak. Besok aku akan cerita, sampai ketemu besok Ri soalnya aku mau istirahat capek!


Andrian : Baiklah... Selamat tidur princess Dira.


Setelah itu, tidak ada lagi balasan pesan dari Dira. Sedangkan Andrian masih terus memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Dira. Apa iya Dira sudah punya anak?


...****************...


Maaf ya guys... Kalau akhir2 ini author sering telat dan gak bisa up banyak-banyak. Karena moody... Tapi author akan usahakan untuk tetap up dan memberikan cerita yang bagus untuk kalian....


Semoga kalian suka ceritanya ya.... Lunas sudah jawaban tentang siapa pemberi bunga. Kira-kira kalian mengira gak ya....

__ADS_1


Jangan lupa like, komen yang keren dan vote ya....


__ADS_2