Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Kejahilan Ken


__ADS_3

Kesunyian di malam yang gelap seakan menjadi saksi kisah malam romantis mereka. Meskipun belum terjadi apapun hanya sebatas tidur berpelukan itu sudah memberikan sebuah kehangatan bagi mereka berdua. 


Malam mulai pergi meninggalkan bumi ini dengan menghadirkan fajar yang akan menerangi kehidupan di bumi dengan cahayanya. 


Suara bunyi alarm mulai menghiasi ruangan pengantin baru, mendengar suara alarm berbunyi membuat pria tampan yang masih memeluk istrinya itu mulai mengerjapkan mata dan meraba-raba mencari ponselnya untuk mematikan alarm. Setelah mendapatkan benda pipih persegi panjang itu, ia segera mematikan suara alarm agar tidak berisik mengganggu tidurnya. 


Perlahan ia membuka matanya, ketika baru membuka mata ia langsung disuguhkan dengan wajah  cantik istrinya  yang masih tidur terlelap di sampingnya. Ken menopang kepalanya dengan satu tangan lalu mengamati wajah cantik wanita yang sangat dicintainya. 


Semalam Dira tidur dengan memunggunginya tapi pagi ini dia telah merubah posisi menjadi menghadap ke arah Ken, sehingga Ken bisa melihat wajah cantik itu dengan jelas dan tersenyum lebar. 


Semoga setiap aku bangun tidur, hal yang pertama aku lihat adalah wajah cantik ini yang terus berada di sampingku!. Perlahan Ken mencoba menyentuh wajah Dira, pertama dia menyentuh kedua mata yang tertutup dengan bulu mata yang lentik, lalu turun ke hidung yang mancung, dan bibir ranum itu. 


Dira yang merasakan seperti ada yang menyentuh wajahnya  mulai mengerjapkan mata. Ken yang melihat Dira mulai terbangun segera menyingkirkan jari tangannya dari bibir Dira. 


"Mas sudah bangun?" tanya Dira yang di angguki oleh Ken. 


"Selamat pagi Istriku, Ayo bangun sholat subuh!" ucapnya dengan tersenyum lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. 


Melihat kepergian Ken Dira hanya bisa tersenyum simpul ketika mendengar ucapan selamat pagi dari Ken. 


Selesai sholat subuh berjamaah bersama anggota keluarga yang lainya, Dira beranjak pergi ke dapur untuk memasak. Melihat istrinya yang sedang memasak di temani oleh para maid, Ken memberikan kode kepada para Maid untuk pergi meninggalkan Dira. 


Para maid hanya bisa mengangguki perintah tuanya lalu perlahan pergi dari dapur. Sedangkan Dira yang masih sibuk memasak baked beans, tidak menyadari bahwa para maid yang tadi menemaninya telah pergi. 


"Mb bisa minta tolong ambilkan sosis di kulkas?" pinta Dira karena tadi dia lupa mengambil sosis. 


Bukanya mb, justru Ken yang datang menyodorkan satu pack sosis ke hadapan Dira. 


"Ini sayang sosisnya," ucap Ken sambil menyodorkan satu pack sosis daging sapi di hadapan Dira serta memeluknya dari belakang. 


"Astagfirullah hal adzim …" Ucapnya terkejut saat tiba-tiba Ken yang menyodorkan satu pack sosis serta  memeluknya dari belakang. 


Segera Dira menoleh untuk  melihat wajah Ken yang sudah meletakkan kepalanya di Pundaknya. 


"Mas … Lepasin, malu tau kalau di lihat sama mb atau siapa gitu …" ujar Dira yang berusaha melepaskan tangan Ken yang melingkar di perutnya, tapi Ken justru lebih mengeratkan pelukanya. 


"Ngapain malu, kita kan sudah sah menjadi suami istri. Lagian para maid sudah aku suruh pergi kok, Kamu masak apa sayang?" tanya Ken yang masih tak mau melepaskan pelukanya. 

__ADS_1


"Masak English breakfast, soalnya Kean sama Lean tadi request pengen di masakin itu, dan kata Mb mas sama mama biasanya juga makan itu, jadi ya aku buat sekalian atau Mas mau aku masakin yang lain?" tawarnya. 


"Nggak perlu, itu aja!"


"Kalau mas pengen makan sesuatu, mas bilang aja biar aku masakin," ujarnya yang masih terus sibuk memasak. 


Para maid hanya bisa  mengintip adegan romantis di pagi hari itu sambil ikut tersenyum-senyum sendiri. 


"Ya Allah … mereka sweet banget sih, jadi pengen punya suami seperti Tuan … udah ganteng, tajir, romantis, pokoknya suami idaman banget" ujar lala.


Bi inem segera menyentil dahi Lala yang tengah menghalu ketika melihat adegan romantis Dira dan Ken. 


" Gak usah menghayal deh! Kalau kamu mau dapat suami seperti Tuan, kamu juga harus seperti nyonya. Apa kamu bisa?" 


" Yaelah bik, masak menghalu aja gak boleh … ya mana bisa aku seperti nyonya yang paket komplit gitu!" celetuk lala dengan memanyunkan bibirnya karena kesal dengan sikap bi inem yang membandingkan dia dengan nyonya mudanya. 


Ya jelas saja gue gak bisa seperti nyonya. Sirik aja jadi orang tua! Gumamnya dalam hati.


Setelah selesai memasak Dira menyiapkan makanan ke meja makan yang dibantu oleh Ken. Setelah itu mereka menikmati sarapan bersama dengan formasi lengkap. 


Selesai sarapan, Kean dan Lean berangkat ke sekolah diantar  oleh pak supir karena Dira belum siap-siap sama sekali. Biasanya  Dira memasak tidak memakan waktu yang lama sehingga bisa sempat mandi dan bersiap-siap untuk mengantarkan Kean dan Lean berangkat ke sekolah. Tapi karena Ken yang terus menempel seperti perangko membuat waktu memasak Dira jauh lebih lama dari biasanya. 


Selang beberapa menit kemudian, Ken sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di atas pinggang. Dira yang melihat Ken telanjang dada sedikit berteriak dan menutup matanya dengan telapak tangan. 


" Mas kok gak pakai bathrobe sih kalau keluar dari kamar mandi?" tanya Dira yang masih menutup Matanya. 


Ken hanya tersenyum simpul melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. Ken memang sengaja hanya menggunakan handuk yang ia dililitkan di pinggang karena ingin melihat bagaimana reaksi Dira ketika melihat dia yang tak mengenakan bathrobe. 


Suara ketukan sandal dan lantai semakin mendekat, menunjukkan bahwa Ken sedang berjalan mendekatinya. 


"Mas jangan mendekat …" ucap Dira yang terus berjalan mundur sampai ia hampir menabrak lemari pakaian yang ada di belakangnya, untung saja Ken segera menghentikan langkah Dira.


"Kamu kenapa menutup mata? Aku kan masih pakai handuk, gak telanjang!" 


" Ya tapi, sama aja … seperti orang yang …" Dira tidak melanjutkan ucapannya justru mencoba melepaskan Diri dari pegangan tangan Ken dan segera berlari masuk ke dalam kamar mandi. 


Setelah menutup pintu  kamar mandi, Dira mencoba mengatur nafasnya yang ngos-ngisan. Detak jantungnya berdegup dengan kencang serta pipinya berubah menjadi warna merah merona dengan suhu tubuh yang tiba-tiba merasa kepanasan. Segera ia menyalakan shower untuk mengguyur tubuhnya yang terasa panas. 

__ADS_1


Di sisi lain, Ken hanya bisa tersenyum puas melihat tingkah laku istrinya yang begitu menggemaskan menurutnya. 


Dira … Dira, padahal kamu itu sudah menikah dua kali dan usia kamu juga sudah tidak muda lagi. Tapi kenapa sikap kamu seperti anak Abg yang tidak pernah melihat pria dewasa telanjang dada hanya menggunakan handuk saja! Gumamnya yang masih tertawa. 


Setelah tertawa dengan puas Ken segera memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Dira. Ketika ingin menggunakan dasi, Ken tiba-tiba mempunyai akal licik lagi untuk menjahili istrinya. 


"Sayang … apakah masih lama mandinya? Mas mau berangkat kerja nih!" ucap Ken di depan kamar mandi sambil terus mengetuk pintunya karena takut kalau Dira ketiduran atau ada apa gitu di dalam kamar mandi,  soalnya Dira tak kunjung keluar juga sejak tadi. 


"Iya mas, sebentar!" teriak Dira dari di dalam kamar mandi. 


Gimana ya … keluar apa gak? Masak iya aku keluar hanya dengan memakai bathrobe saja. Ya Allah Dira … kenapa bjsa lupa bawa baju ganti sih, dan baju yang tadi juga kenapa pakai jatuh segala. Gerutunya yang terus mondar-mandir di dalam kamar mandi. 


Karena merasa gak enak dan takut Ken semakin telat berangkat ke kantor, Dira perlahan membuka pintu kamar mandi sedikit tanpa memperlihatkan tubuhnya. 


"Mas … Mas boleh keluar dari kamar sebentar gak? Soalnya Dira hanya pakai bathrobe lupa bawa baju ganti!" ucapnya pelan. 


Ken kembali tersenyum lagi. "Memangnya kenapa kalau hanya pakai bathrobe saja, kita kan sudah nikah. Kamu keluar sekarang atau Mas yang masuk kedalam?" ancam Ken. 


Karena sudah tak ada pilihan lain, Dira perlahan keluar dari kamar mandi dengan menundukkan kepalanya serta tangan yang menyilang di bagian dada. 


" Ayo sini pakaikan mas dasi, soalnya mas sudah mau berangkat ke kantor!" perintahnya kepada Dira. 


Mendengar perkataan Ken, membuat Dira merasa geram dan mendongakkan kepalanya. 


"Bukanya mas biasanya bisa pakai sendiri, terus kenapa …" 


Sebelum Dira meneruskan ucapannya Ken segera menarik tubuh Dira mendekat ke tubuhnya lalu memeluknya. 


"Menolak perintah suami itu dosa loh!" 


...****************...


Maaf ya semalam gak up lagi, karena lagi keluar malmingan. Semoga suka dengan part ini ya...


Makasih untuk yang sudah selalu support novel papa bucin yang posesif dengan like, komen, vote, klik favorit serta hadiah yang kalian berikan sama author.


Semoga hal kebaikan yang Kalian lakukan akan kembali ke kalian sendiri.

__ADS_1


Sayang banyak-banyak dari Author untuk kalian semua💕💕💕💕


__ADS_2