Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif

Anak Genius : Papa Bucin Yang Posesif
Dua kehidupan (S2)


__ADS_3

16 tahun kemudian. 


Bumi masih basah setelah diguyur hujan deras semalam, tetesan  Air dari dahan dan daun perlahan jatuh menetes ke tanah. Hawa dingin menusuk kalbu, membuat seorang enggan keluar dari balutan selimut tebal. 


Suara panggilan dan ketukan pintu dari luar kamar tak membuat gadis cantik itu bangun dari tidurnya, justru Ia semakin meringkuk dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Melihat tak ada tanda-tanda pergerakan yang memperlihatkan anak gadisnya sudah bangun, terpaksa Ia membuka pintu kamar yang tak terkunci. 


Saat pintu terbuka, pemandangan yang pertama kali disuguhkan adalah seorang gadis yang masih tertidur pulas di bawah selimutnya. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat putrinya belum juga bangun, perlahan Ia berjalan menghampiri putri cantik itu. 


"Anne… bangun Sayang…" panggil Ken sambil menepuk pundak Anne lembut. 


Mendengar suara berat yang sangat Ia kenal itu memanggilnya, membuat Anne tersenyum dan mulai membuka mata. Saat Anne membuka mata, hal pertama yang Ia lihat adalah seorang pria tengah tersenyum menatapnya.


Meskipun usianya tak muda lagi, serta keriput sudah terlihat menghiasi wajahnya, tetapi Ia masih terlihat sangat tampan. Anne bangun dari tidurnya langsung memeluk Ken dengan manja. 


"Ayo bangun, udah pagi. Waktunya mandi dan juga sekolah," pungkasnya. 


Ken tahu betul bagaimana kebiasaan Anne saat datang bulan. Saat datang bulan Ia akan sangat susah sekali untuk bangun pagi, dan ketika di bangunkan dia akan bersikap manja seperti ini. 


"Anne masih ngantuk pa, apakah boleh tidur sebentar lagi," tawar Anne.


"Bukankah sekarang sudah telat bangunnya daripada biasanya. Ayo bangun mandi, siap-siap, terus sarapan bersama . 


"Em … Anne mau mandi asalkan digendong," ujar Anne yang masih bergelendot memeluk Ken. 


"Anne … kamu ini sudah bukan anak kecil lagi. Sebentar lagi umur kamu sudah 17 tahun, jadi jangan manja ya …" lontar Ken.


Anne melepaskan pelukannya sambil mengerucutkan bibir dan melipat tangan di depan dada. Ketika wajahnya sudah seperti ini, itu pertanda bahwa Ia sedang ngambek dan kesal. Ken hanya bisa tersenyum melihat tingkah manja putrinya dan terpaksa menuruti keinginan Ken. 


Mungkin ini salah Ken juga terlalu memanjakan Anne sejak kecil sehingga saat besar Ia tetap menjadi putri yang sangat manja seperti ini.


Ken bangun dari tempat duduknya lalu bersiap. Menggendong Anne. Saat melihat Ken yang sudah merentangkan tangan bersiap untuk menggendongnya, Anne tersenyum bahagia dan segera meloncat ke tubuh Ken. 


"Ya Allah Ann, sepertinya berat badan Kamu bertambah deh …" ujar Ken dengan terus berjalan menuju kamar mandi.


"Bukan berat badan Anne yang bertambah, tetapi Papa aja yang semakin menua, hehehe...." kekeh Anne.


"Apakah papa sudah setua itu?" 

__ADS_1


Sesampainya di depan pintu kamar mandi, ken segera menurunkan Anne dari gendongannya. Sebelum masuk ke kamar mandi … 


"Papa masih tetap paling ganteng kok, meskipun sudah tua," bisik Anne lalu mencium pipi Ken sebelum masuk kedalam kamar mandi. 


Ken mengulas senyum setelah mendengar bisikan Anne di telinganya barusan.  Jawaban yang di berikan Anne memang tidak nyambung sama sekali dengan pertanyaan yang ia lontarkan, tetapi cukup menggemaskan ketika melihat tingkah Anne sama persis dengan Dira saat hamil dulu. Apalagi wajah Anne juga sangat mirip sekali dengan Dira, membuat Ken seperti sedang melihat Dira versi muda yang sangat manja.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, dua hari lagi usia Anne sudah 17 tahun. Ia berjalan pergi untuk meninggalkan kamar Anne, tetapi langkahnya terhenti saat melihat sebuah pigura besar terpampang di dinding kamar Anne.


Ken menghela nafas panjang saat melihat sebuah pigura berisi selembar  lukisan potret saat ulang tahun Anne yang ke satu, lukisan itu Anne sendiri yang melukisnya. Meskipun sudah 16 tahun berlalu, masih saja ada rasa sesak di dadanya saat mengingat kembali kejadian 16 tahun lalu yang membuatnya harus kehilangan Dira.  


Sekarang Anak-anak sudah besar sayang … mereka tumbuh jadi anak-anak yang baik, pintar dan masih sangat menyayangimu. Semoga kamu tenang disana ya … 


Setelah selesai mandi, Anne terkejut melihat Ken masih berdiri di kamarnya sambil menatap kearah lukisan yang baru ia selesaikan. 


"Apakah lukisannya bagus pa?" tanya Anne yang sudah berdiri di sampingnya dengan memakai bathrobe. 


"Sangat bagus," puji Ken.


"Apakah Papa masih merindukan Mama?" 


Saat mendengar pertanyaan Anne, tiba-tiba wajah Ken berubah sebentar lalu mencoba tersenyum lagi agar Anne tidak tahu kalau hatinya sedang menangis.


Anne tahu bahwa papanya saat ini sedang menutupi kesedihannya, makanya Dia segera pergi tanpa menjawab pertanyaannya.


Anne menatap lukisan itu." Ma, mama sudah lihat kan betapa rindu dan cintanya papa sama mama. Semoga mama tenang di sana ya ..." gumam Anne sambil menatap lukisan itu.


Lukisan ini memang baru Anne lukis karena Ia baru menemukan foto ini. Selama ini Ken menyimnpannya dengan rapat, takutnya ketika Anne melihat foto ini. DIa akan menyalahkan Dirinya sebagai faktor meninggalnya Dira atau dia akan merasa sedih ketika tahu kalau Dira meninggal saat hari ulang tahunnya.


...****************...


New York. 


Cuaca pagi ini sangat cerah, terlihat seorang wanita masih bergelut dengan bahan makanan untuk menyiapkan menu breakfast untuk keluarganya. 


Setelah selesai memasak, Ia meminta maid membantunya untuk menyiapkan menu breakfast itu di atas meja. 


" Good morning, Momy …" Sapa Brian putranya sambil mencium pipi Agatha. 

__ADS_1


"Morning, sayang …" sambut Agatha dengan tersenyum manis. 


"Wow … Mommy memasak menu favorit Bri," ucap Brian saat melihat menu breakfast apa yang sudah di siapkan oleh Agatha.


"Tentu saja," pungkas Agatha. 


"Thanks Mom," ucap Brian saat Ia sudah duduk di kursi. 


Tak lama kemudian, Samuel juga datang dengan setelan jas yang sudah rapi untuk sarapan pagi bersama Agatha dan Brian.


Orang yang tak mengenal mereka dengan baik, akan mengira bahwa Agatha dan Samuel adalah pasangan paling romantis dan harmonis. Namun, siapa sangka bahwa hubungan pernikahan mereka yang sebenarnya tidak seperti yang di lihat. 


"Oh ya sayang … besok kamu ikut aku dinas ke luar negeri ya," ujar Samuel. 


"Kemana?" 


"Indonesia, Aku ada kerjasama  dengan sebuah oerusahaan yang sangat maju di sana. Sekalian kita bisa berlibur ," pungkas Samuel. 


"Em … tapi Bri—


" No problem Mom, Bri justru senang kalau melihat Momy and dady bisa liburan bersama, "tandas Bri. 


Agatha hanya membalas ucapan Brian dengan senyuman. Biasanya Agatha akan merasa malas sekali saat diajak perjalanan dinas oleh Samuel karena kehadirannya hanya di buat untuk memperlihatkan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis di depan klien.


Padahal selama ini, Agatha tidak pernah pergi ke indonesia, tapi entah kenapa ada rasa akrab saat mendengar kota itu di sebut.


"Berapa hari kita disana Sam?" tanya Agatha.


"Mungkin semingguan," jawab Sam sambil terus memakan sarapannya dengan lahap.


"Apakah tidak terlalu lama Sam? Kasihan Bri kalau di tinggal terlalu lama," pungkas Agatha.


"Mom ... Jangan terus memikirkan Bri. Pikirkan juga kesenangan Momy and dady. Sekarang usia Bri sudah 20 tahun jadi Mommy tidak perlu terlalu mencemaskan Bri lagi oke!" ucapnya.


Setelah menghabiskan makannya , Brian pamit untuk pergi ke kampus.


...****************...

__ADS_1


Halo para Reader kesayangan Author. Papa bucin yang posesif season 2 sudah hadir lagi. Jangan lupa like, komen, vote serta hadiahnya ya...


Gimana bab pertama season 2?


__ADS_2