
Mobil Kean terus melaju ke titik pusat yang akan Ia tuju. Saat mobil melesat di jalanan, tiba-tiba ada seorang wanita menyebrang tiba-tiba.
Shiitt .....
"Astagfirullah hal Adzim ..."
Kean mengerem mobilnya sangat kuat sampai membuat kepalanya hampir kejedot stir pengemudi, sedangkan gadis itu masih berdiri sambil menutup matanya di depan mobil. Kean segera melepas sealt beltnya lalu turun dari mobil untuk menghampiri gadis itu.
Melihat dirinya masih dalam kondisi baik-baik saja, wanita itu perlahan membuka matanya. Saat mata terbuka, Ia bagaikan melihat seorang pria yang sangat tampan dengan wajah dingin seperti tokoh anime yang sangat Ia sukai.
Gadis itu tersenyum, lalu menghampiri Kean dan ingin menyentuhnya, tetapi tangan Kean segera menghentikan aksi gadis itu.
"Kamu gila ya?!" pekik Kean di hadapan gadis itu.
Suara Kean yang serat dan berat membuat gadis itu sadar dari lamunanya. Ia mencoba mengucek mata dan memastikan lagi bahwa apa yang Ia lihat saat ini bukanlah mimpi.
Dia terperangah sampai hampir jatuh ke belakang, untung saja Kean dengan sigap menolongnya. Jarak antara mereka begitu dekat sampai hembusan nafas Kean tercium oleh indra penciumannya, aroma cool semerbak masuk kedalam.
Melihat wajah tampan itu semakin dekat, membuat pipinya bersemu merah. Sedangkan Kean mengerutkan dahinya saat melihat qajah gadis itu memerah. Ia segera melepaskan gadis itu, suasananya menjadi sangat canggung.
Saat melihat pria yang mengejarnya sudah menemukannya, Ia segera bersembunyi di balik tubuh bidang Kean berharap bahwa Pria itu bisa membantu dan melindungnya. Namun, ternyata Ia justru masuk kedalam kandang singa itu sendiri.
"Bos." sapa Aksa kepada Kean.
Mendengar pria itu memanggil boss, Ia terbelalak dan memandang ke arah Kean.
Boss? Apakah dia bossnya? Mati aku! Bukanya selamat, justru masuk dalam perangkap dengan sendirinya! Batin Gadis itu dalam hati.
Saat gadis itu, ingin kabur. Kean dengan cepat menarik topi hoodie yang Ia pakai.
"Hei, Gadis ceroboh ! Mau kabur kemana, Kamu?" tanya Kean.
Gadis itu diam tak menjawab karena dia bingung mau menjawab apa. Sungguh, saat ini yang Ia inginkan adalah menghilang dari dunia ini, tetapi nanti bisa kembai lagi saat sudah aman.
"Kenapa diam saja? Apa kamu tidak mau meminta maaf karena sudah menyebrang jalan sembarangan disaat ada mobil melaju!" cetus Kean.
__ADS_1
Melihat tetap tak ada jawaban, Kean mencoba untuk mengancamnya. "Kalau Kamu tidak mau minta maaf, Saya akan lanjutkan ke kantor polisi, dan itu—"
"Jangan!" pekik Gadis itu yang sudah membalikkan badannya.
"Kamu!" ucap Aksa saat melihat wajah wanita yang di tangkap oleh Kean.
"Kalian Kenal?" tanya Lean yang 'tak mengerti.
"Kenal! Tidak! " seru Aksa dan gadis itu yang bertentangan.
"Siapa Dia, Aksa?" tanya Kean.
"Dia, adalah hacker yang berani mencoba membobol keamanan perusahaan kemarin, bos!" papar Aksa.
Kean mengerutkan dahinya, lalu melihat ke arah gadis itu. Ia memperhatikan wajah sang gadis yang kemarin sempat bertarung dengannya.
Kean menaikkan sudut bibirnya." Pantas saja dia lupa menghapus jejaknya, ternyata hanya seorang Gadis ceroboh! ," decak Kean.
Gadis itu melotot saat melihat tatapan Kean yang seperti sedang menghinanya.
Bukannya menjawab pertanyaan gadis itu, Kean justru melenggang pergi. Melihat Kean yang pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya membuat gadis itu merasa kesal dan mengikuti Kean. Dia bahkan berani mencegah Kean membuka pintu mobilnya. Entah darimana dia mendapatkan keberanian itu, bukanya bersyukur karena pria itu tak mau mempermasalahkannya lagi, Ia justru memasukkan diri kedalam kandang singa.
"Kalau orang nanya itu di jawab dulu! Bukannya malah nylonong kayak gitu, namanya gak punya sopan santun!" cetusnya tanpa rasa takut.
Kean memicingkan matanya. "Sopan santun? Seharusnya Saya yang mengatakan itu kepada Kamu karena di sini yang gak punya soapan santun itu Kamu! Bukan Saya," cerca Kean.
Gadis itu menatap Kean dengan tatapan tajam. "Maksud Kamu apa? Mengatakan bahwa Saya tidak punya sopan santun, ha?" tantangnya dengan nada lebih tinggi lagi.
"Pertama, Kamu itu sudah mencoba membobol keamanan perusahaan Saya! Kedua, Kamu sudah menyebrang jalan sembarangan tanpa melihat kanan kiri dan hampir membuat Saya menabrak Kamu! Terus sekarang Kamu mengatakan bahwa Saya tidak punya sopan santun karena hal sepele. Voba pikirkan pakai otak ceroboh Kamu itu?! Di sini Siapa yang tidak punya sopan santun? " jelas Kean dengan detail.
Ini adalah pertama kalinya Kean berbicara banyak ketika berdebat dengan seorang wanita. Biasanya dia akan cuek dan acuh saat berdebat dengan wanita, tetapi kali ini dia justru menjelaskan dengan detai.
Gadis itu hanya bisa terdiam dan mencerna kembali apa yang telah di ucapkan pria tampan yang ada di hadapannya saat ini.
Apakah Dia akan membawaku ke penjara? Batinnya
__ADS_1
"Saya tidak akan membawa Kamu ke penjara Karena percuma! Sepertinya kamu seorang gadis labil di bawah umur dan ceroboh!" cerca Kean, lalu menyuruh gadis itu pergi.
Saat melihat gadis itu masih berdiri di tempatnya, Kean menurunkan kaca jendela mobilnya.
" Jangan sampai Saya tahu kalau Kamu mencoba nge hack keamanan perusahaan Saya, kalau tidak ... Saya tidak akan melepaskan Kamu seperti sekarang!" lontar Kean, lalu pergi mengemudikan mobilnya.
Saat di dalam mobil, Aksa hanya bisa berdiam dan tidak berani bertanya apa alasan bossnya melepaskan gadis itu dengan mudah karena sebelumnya Kean bukanlah tipe orang yang akan melepaskan seseorang yang memiliki kesalahan dengan mudahnya, tetapi kali ini berbeda.
Ada apa dengan boss ya? Apa boss menyukai gadis itu? Batin Aksa dengan terus menatap ke arah Kean yang fokus menyetir.
"Apa ada yang ingin Kamu tanyakan, Aksa? " tanya tanpa melihat wajah Aksa.
"Em ... Itu boss. Kenapa Anda melepaskan gadis itu dengan mudahnya? Bukankah—" Aksa sedikit takut untuk mengatakannya karena wajah Kean terlihat berubah saat Aksa ingin membahasnya.
Sepertinya lebih baik, Ia diam saja tanpa berkata apapun. Alasan Kean melepaskan gadis itu karena Ia teringat wajah Anne saat melihat wajah ketakutannya.
Saat melihat wajah ketakutan serta sikap yang ceroboh itu, seketika bayangan wajah Anne terlintas dalam benaknya. Kean memang orang yang sangat di siplin, dan ketat. Siapapun yang melakukan kesalahan akan mendapatkan hukuman, tetapi di balik sikap itu ada hati bagaikan hello kitty yang akan luluh ketika menyangkut tentang Anne.
Rasa sayang Kean dengan Anne begitu besar, apalagi setelah Dira meninggal dan berpesan kepadanya untuk selalu menjaga adiknya membuat Kean sangat protektif kepada Anne.
Sesampainya di depan lobi kantor, Kean menyerahkan mobil itu kepada Aksa untuk memarkirkannya. Sedangkan Ia masuk ke dalam kantor.
Saat perjalanan menuju ruangnya para karyawan menyapa, serta memberi salam kepadanya.
"Pagi, Direktur." seru para karyawan dan hanya di jawab dalam hati oleh Kean.
Tak hanya sapaan, bahkan banyak bisikan-bisikan terlontar dari para karyawati.
"Sumpah ... Wajah direktur makin hari, kenapa makin ganteng ja sih ..."
"Tentu saja tampan, orang bapaknya aja masih terlihat sangat tampan meskipun udah berusia!"
"Iya, dan setia lagi! Sampai sudah menduda belasan tahun, demi tak mau menduakan istrinya yang sudah meninggal ..."
...****************...
__ADS_1