
Di balik sikapnya yang tak memperdulikan pernikahan yang mewah sebenarnya ada sebuah rasa yang selalu ia pendam selama ini.
Jika saja kondisinya tidak seperti sekarang, Dira juga mempunyai sebuah pernikahan impian yang ingin ia lakukan. Tapi semenjak ibunya meninggal serta kehidupannya yang berubah drastis membuat Dira tak pernah memikirkan lagi pernikahan impian itu.
Waktu bundanya masih ada kehidupannya begitu indah dengan keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang. Tapi seiring berjalannya waktu kehidupan itu semakin lama semakin menghilang dalam hidupnya, kedua orang tuanya sering bertengkar, bundanya sering menangis sendirian sampai akhirnya dia meninggal di saat Dira masih berada di bangku SMA.
Kepergian bundanya bagaikan duka yang mendalam dalam kehidupannya saat itu, apalagi sejak ibunya meninggal kehidupan yang ia jalani semakin lama semakin berat. Kehidupan yang pahit juga yang telah membuat dirinya menjadi gadis yang lebih penutup, dingin dan semakin kuat dalam menjalani hidup.
Ketika Dira masih kecil dia mempunyai impian ketika ia dewasa nanti, dia berharap bisa bertemu dengan pangeran berkuda putihnya, lalu mempunyai cinta yang indah dan bisa melakukan pernikahan yang ia impian selama ini. Seperti dongeng-dongeng yang pernah bundanya ceritakan selama ini.
Tapi semua itu hanyalah mimpi seorang gadis kecil, karena kisah cinta di kehidupan nyata tak seperti kehidupan di negeri dongeng. Pernikahan pertamanya dilakukan secara diam-diam karena hanya sebagai bentuk timbal balik dari dua keluarga. Ayahnya yang bisa mendapatkan uang jaminan agar usahanya tidak bangkrut serta mertuanya bisa mendapatkan seorang cucu dari gen yang cukup bagus karena melihat Dira yang begitu cantik dan juga pintar.
Dan pernikahan Keduanya juga harus ia lakukan secara diam-diam lagi, karena statusnya yang sekarang bisa saja mempengaruhi citra keluarga ini. Sebenarnya Carol dan Ken tidak mempermasalahkannya tapi justru Dira yang sekarang keberatan. Banyak hal yang harus ia pikirkan terlebih dahulu jika ingin melakukan pernikahan yang harus diketahui oleh orang banyak. Melalui berbagai pertimbangan akhirnya Carol dan Ken setuju, dengan catatan jika ada suatu kejadian yang membuat mereka harus mempublikasikan hubungan mereka Dira harus tetap siap.
Setelah selesai merundingkan semuanya, Dira yang ditemani oleh Ken pergi ke kantor pengadilan untuk mengambil akta cerai yang dulu belum sempat ia ambil. Selesai mengambil akta cerai, mereka melanjutkan pergi ke studio foto untuk pengambilan foto yang akan di pasang di buku nikah dan mengurus dokumen-dokumen untuk perlengkapan mereka menikah. Awalnya Ken ingin menyuruh seseorang untuk mengurus ya tapi Dira menolak ia ingin mengurus ini semua bersama karena ini pernikahan mereka bukan pernikahan orang lain. Dan lagi-lagi Ken hanya bisa mengikuti permintaan wanita yang sebentar lagi akan menjadi kekasih halalnya itu.
"Kamu sudah lapar? Mau makan dimana?"
"Terserah mas saja, Dira ngikut!" cetusnya yang sudah merasa sangat lelah karena seharian ini kesana kemari tanpa henti dan akhirnya dia tertidur di dalam mobil.
Melihat Dira yang tertidur di kursi penumpang, Ken hanya bisa mengamati wajah cantik itu lebih dalam karena jika ia terbangun Dira. pasti akan protes jika Ken menatap wajahnya lekat-lekat.
Di saat tidur pun kamu masih terlihat begitu cantik Dir … pantas saja banyak laki-laki yang mencintai dan ingin memiliki kamu. Karena kamu bukan hanya cantik di luar saja tapi cantik luar dalam, Aku sungguh bersyukur karena sebentar lagi aku bisa memilikimu seutuhnya.Gumam Ken.
Tak lama kemudian Dira mulai bergerak dan mengerjapkan mata, membuat Ken kaget dan segera kembali berhenti menatap wajah Dira dengan menatap kearah depan.
"Kita sudah sampai ? Kenapa Mas gak bangunin aku? Terus kenapa kita ke hotel bukanya mau cari makan? " tanyanya beruntun dengan memperbaiki posisi duduknya.
"Mas lihat sepertinya kamu capek banget, jadi mas biarkan sebentar saja, biar kamu lebih fresh setelah tidur sebentar. Di sini ada restoran yang makanannya enak-enak!
__ADS_1
"Oh … kalau gitu kita langsung masuk aja, mas pasti sudah sangat lapar kan?"
Ken hanya mengangguk, lalu turun dari mobil. Mereka berdua berjalan beriringan menuju restoran. Sesampainya di restoran merek langsung disambut oleh pelayan yang kemudian mengantar mereka menuju private room yang telah dipesan oleh Ken.
Sepertinya Mas Ken sudah reservasi terlebih dulu deh!
Setelah berjalan beberapa langkah mereka sampai di meja yang terletak di dekat jendela transparan yang memperlihatkan pemandangan panorama malam kota Jakarta.
Setelah mereka duduk di kursi yang ada di dalam private room itu, pelayan tadi segera menyodorkan buku menu makanan yang ada disana.
"Kamu mau makan apa Dir?" tawar Ken kepada Dira.
"Terserah mas aja," ucapnya dengan masih menikmati indahnya pemandangan panorama malam kota Jakarta lewat jendela transparan yang ada di ruangan itu.
Setelah itu Ken memesan hidangan pembuka, utama serta hidangan penutup yang non alkohol.
"Oh tidak perlu, istri saya alergi oysters."
"Baiklah tuan, mohon ditunggu sebentar," ujar pelayan, kemudian pergi meninggalkan Ken dan Dira.
Setelah pelayan itu pergi, Dira menoleh ke arah Ken dengan memicingkan mata. " Mas kok tau kalau aku suka makanan japanes dan alergi oysters? Padahal aku aja gak tau apa makanan favorit Mas! "
" Tentu saja Mas tau, kalau makanan favorit Mas adalah masakan kamu!" jawab Ken dengan senyuman.
"Gombal! Kita itu bukan anak Abg lagi, jadi gak perlu ngegombal kayak gitu!" cetusnya kemudian melihat ke arah jendela lagi.
" Mas itu serius bukan gombal. Kok sepertinya kamu tidak percaya gitu! Tapi kamu suka kan dengan tempat ini Dir?"
Dira hanya mengangguk, sebuah senyuman terukir di wajah cantiknya memperlihatkan bahwa dia sangat menikmati pemandangan di sini.
__ADS_1
Ken yang melihat senyuman yang begitu mengembang di wajah cantik wanita yang ada di hadapannya saat ini ikut merasa bahagia, jika melihat dia bahagia.
"Mas, makan di sini pasti mahal dan harus reservasi dulu kan?"
"Emm … gak juga kok!"
Dira menoleh ke arah Ken dengan memicingkan mata. "Gak usah bohong! Aku juga tau kok mana tempat yang mahal sama enggak!" tuturnya dengan tatapan mengintrogasi.
"Meskipun mahal aku gak masalah kok, asalkan bisa melihat kamu tersenyum bahagia seperti ini sudah cukup bagi mas!"
"Mas, aku boleh tanya sesuatu?"
Sebelum Ken menjawab pertanyaan Dira, sudah ada pelayan yang datang dengan mendorong Food trolley dan penghidangan makanan yang sudah dipesan oleh ken.
Begitu banyak makanan yang telah dipesan oleh ken dan kebanyakan adalah makanan favorit Dira dengan si kembar.
"Mas kenapa pesan makanan banyak sekali? Kita kan hanya berdua?"
"Andai Kean dan Lean ikut pasti mereka senang sekali!" gumam Dira yang masih terdengar oleh ken.
" Oh ya mb, satu set lagi makanan seperti ini tapi di bungkus ya. … "
" Buat apa lagi mas? Bukankah ini sudah banyak?" tanya Dira yang bingung kenapa Ken memesan 1 set lagi dan di bungkus.
" Buat anak-anak di rumah, bukankah mereka juga suka japanese Food. "
Dira hanya terdiam, ternyata Mas Ken juga mengingat anak-anaknya. Setelah itu Dira memakan hidangan yang ada di depannya dengan raut wajah yang begitu bahagia,.menandakan bahwa makanan ini sangat enak.
...****************...
__ADS_1