
"Mama ..."
"Kean, Lean... Kalian cici tangan dulu banyak kuman jangan pegang adiknya dulu! "
"Tapi kita sudah kangen sekali pengen cium Anne.
" Assalamualaikum, Sayang ..."
"Mas, mandi dulu sana, bauk tau!"
"Sebentar ya, Mas masih kangen pengen peluk, cium istri Mas yang paling cantik sedunia dulu ,"
Wajah orang-orang yang ada dalam mimpi saat ini terlihat begitu jelas. Ada Ken, Lean, Kean, dan Anne kecil. Semua mimpi yang terlintas bagaikan memori yang pernah terjadi sebelumnya.
Melihat Agatha berkeringat dingin, Lean dengan cepat mengelapnya.
" Hey, Kamu apakan istri saya!" teriak Samuel yang ingin menghentikan Lean saat memeriksa Agatha. Namun, Kean dan Anne segera menghadangnya.
"Biarkan adik Saya memeriksanya terlebih dahulu, Anda tenang saja dia adalah seorang dokter profesional!" pungkas Lean dengan wajah datar.
Samuel sedikit tenang saat mendengar Kean yang mengatakan bahwa pria mudah itu adalah seorang dokter profesional.
Saat merasakan tangan Agatha yang begitu dingin, Lean segera memegang tangan Agatha agar lebih hangat.
"Ma, bangun, Kita semua menunggumu! " ucap Lean di dekat telinga Agatha.
Tak lama kemudian, Agatha membuka mata dan langsung memeluk Lean sambil menangis. Ingatannya sedikit demi sedikit mulai kembali, Ia tidak menyangka bahwa selama ini yang selalu hadir dalam mimpi adalah keluarga kecilnya di masa lalu.
Melihat Agatha yang menangis sambil memeluk Lean, membuat Samuel mengerutkan Kening.
Apa yang sebenarnya terjadi! Kenapa Agatha memeluk anak itu sambil menangis?
"Mama, Kenapa? Apakah mimpi sesuatu yang buruk lagi?" tanya Lean yang masih memeluk Agatha.
"Bukan mimpi buruk, melainkan mimpi yang sangat indah," pungkas Agatha.
"Agatha! Kenapa Kalian berpelukan begitu lama? Apa kalian saling kenal?" tanya Samuel dengan mencoba melepaskan pelukan Agatha dan Lean karena Ia merasa ada yang aneh dari mereka berdua.
__ADS_1
Agatha tersenyum dan menatap tajam ke arah Samuel. "Tentu saja Aku kenal! Karena dia adalah anakku!" jawab Agatha.
Semua yang berada di dalam ruangan itu, terkejut mendengar ucapan Agatha yang mengatakan bahwa Lean adalah anaknya.
Samuel semakin tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Agatha, mungkin saat ini, Dia sedang meracau akibat pingsan. Ia ingin menarik tangan Agatha untuk pergi dari ruangan itu, tetapi Lean dengan sigap menghalanginya.
"Jangan sentuh, Mamaku!" ucapnya dengan wajah serius.
Samuel tersenyum saat mendengar Lean mengatakan bahwa Agatha adalah ibunya. Samuel memegang pipi Lean, tetapi segera di tepis olehnya.
"Hei, anak kecil! Jangan sok mengakui orang lain sebagai Ibumu! Aku tahu, Ibumu sudah lama meninggal dan Kamu merindukannya, tetapi wanita ini adalah Istri sekaligus Ibu dari anakku. Jadi, tidak mungkin menjadi Ibumu!" papar Samuel yang kembali mencoba untuk menarik tangan Agatha. Namun, Kean dan Anne justru membantu Lean untuk menghalangi Samuel untuk membawa Agatha pergi.
" Kalian ini apa-apa.an, ha? Apakah Mr. Ken tidak mengajari sopan santun kepada Kalian? " cercanya.
"Cukup, Sam!Jangan berbohong lagi! Aku ini memang adalah Mama Mereka, bukan Agatha istrimu!" cetus Agatha.
Samuel terbelalak saat mendengar Agatha mengetahui kalau dia bukanlah Agatha istrinya. Namun, Samuel tidak mau mengaku begitu karena Ia tidak ingin Brian kehilangan Agatha dan itu akan membuatnya sedih.
" Agatha, Kamu tidak usah meracau! Kamu itu bukan Ibu mereka, tetapi Ibu Brian," pekik Samuel yang tetap tidak mau mengalah.
"Sam, ingatanku sudah sedikit pulih! Jadi, Aku sudah mulai tahu siapa Aku sebenarnya," pungkasnya.
Samuel mulai panik, Ia bingung harus melakukan apa lagi agar Agatha tetap menjadi Ibu Brian. Ia tidak mengira bahwa Agatha adalah Istri seorang yang cukup kuat di Indonesia, Ia tahu siapa Ken di dunia bisnis. Dia bukanlah orang yang mudah, meskipun sudah tidak sekejam dulu. Ia tetaplah Kenzo yang tidak akan membiarkan orang lain berani menyakiti keluarganya.
"Ini seriusan, Mama," ucap Kean yang sudah berlinang air mata.
Agatha memegang wajah Kean, memperhatikan wajah tampan yang sudah lama Ia lupakan. Orang yang mengenal Kean, tidak akan mengira bahwa Kean bisa menangis seperti ini. Selama ini, Kean terkenal seperti gunung es, tidak banyak bicara, dan tegas. Namun, karena bertemu dengan Mamanya dia bisa menangis seperti sekarang.
***
Melihat suasana acara yang semakin tidak kondusif karena beberapa orang pentingnya belum kembali, membuat Ken terpaksa harus melihat keadaan mereka. Siapa tahu Agatha sudah sadarkan diri dan acara bisa segera di lanjutkan.
Ketika Ken menuju ruangan istirahat dimana Agatha berada, saat mendengar suara ribut-ribut dari ruangan itu. Ken segera berlari untuk mengeceknya, dan ternyata benar. Kean sedang berkelahi melawan Samuel yang terus memaksa ingin membawa Agatha pergi.
"Hentikan!" Seru Ken yang sudah menyuruh beberapa pengawal masuk untuk memisahkan mereka.
"Ada apa, ini!" bentaknya.
__ADS_1
"Orang itu, Pa yang salah. Dia terus memaksa ingin membawa Mama pergi lagi!" cetus Anne.
Ken mengerutkan kening saat mendengar ucapan Anne yang menyebutkan nama Mama.
"Hei, Gadis kecil! Apa salahnya kalau Aku ingin membawa istriku pergi!" tampik Samuel yang masih belum terima mendengar gadis itu menyebut Agatha sebagai mamanya.
" Tentu saja salah karen dia adalah Mama Kita!" imbuh Lean.
Ken semakin bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Apa mungkin anak-anaknya mengira bahwa Agatha adalah Dira sehingga membuat mereka bertengkar dengan Samuel.
"Anne, Lean siapa yang kalian maksud dengan Mama, Nak?" tanya Ken.
"Tentu saja Mama Dira," tandas Anne lalu memeluk Agatha.
Ken terbelalak dan geleng-geleng kepala saat melihat anak-anaknya benar mengakui Agatha sebagai Dira. "Anne, Lean, Mrs. Agatha itu__"
" Apa Kamu sudah melupakanku, Mas? " sela Agatha saat Ken belum menyelesaikan ucapannya.
Ken terperangah ketika melihat Agatha memanggilnya dengan sebutan Mas seperti panggilan Dira kepadanya. Tubuh Ken terasa lemas sampai ingin jatuh, untung saja pengawalnya gerak cepat untuk menopangnya agar tidak jatuh.
Melihat Ken yang begitu terkejut, Agatha berusaha menghampirinya.
Ternyata inilah jawaban dari pertanyaan serta keanehan dalam hidupku selama ini. Kenapa Aku tidak bisa di sentuh ataupun mencintai orang lain karena ada seorang suami yang masih setia mencintaiku sampai saat ini, meskipun Ia tahu aku telah meninggal.
Melihat Agatha yang terus berjalan mendekatinya, membuat Ken mencoba untuk menguatkan tubuhnya. Ia benar-benar belum bisa percaya bahwa wanita yang ada di depannya saat ini adalah istrinya yang sudah lama meninggal.
Namun, entah kenapa ada perasaan aneh ketika melihat Agatha datang untuk memeluknya. Tubuh Ken, tiba-tiba refleks menjauhi Agatha. Hal itu membuat Agatha, Lean dan Kean terperangah.
Bukankah Papa seharusnya memeluk Mama, tapi kenapa justru menghindar dan menjauhinya? Batin Kean, Lean, Anne yang saling bertatapan.
Sedangkan Samuel merasa senang karena Ken menjauhi Agatha.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...
Kalau kalian tanya kenapa gak langsung up dua thor?
__ADS_1
Ya karena Author hanya punya otak satu, dua jati untuk mengetik. Jadi harus perlahan dan satu-satu. Menulis cerita itu tidak semudah menulis chat, ya... Butuh berpikir agar bisa ceritanya bisa masuk di hati pembaca.
Author juga punya dua novel yang harus up, tapi tetap Author usahakan untuk tetap up kalau tidak ada halangan. Jadi, jangan pelit untuk like, vote atau hadiahny agar novel ini sekali-kali lah masuk rating😁😂