Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
(S2) ~ Cerita Kabar Airin


__ADS_3

"Kak Airin? Aku sebenarnya dengar kamu cerita saat aku koma, tapi lebih baik cerita lagi deh, Din. Aku tahu kamu cerita perihal Kak Dita dan Kak Andre menikah, satu lagi soal Kak Airin meninggal. Ayo buruan cerita, aku penasaran," ujarku penuh dengan semangat.


"Iya, Kak Airin di temukan gantung diri di kamarnya. Kabar itu pun Kak Dita tahunya saat pagi baca koran, kabar itu menyebar seluruh kota loh," jawab Dinar.


"Iyakah? Ya Allah, sampai segitunya. Terus yang tahu siapa?" tanyaku penasaran.


"Yang tahu asisten rumah tangganya, selama dua hari sebelum meninggal itu Kakak coba ke sana. Tapi dia tak pernah mau menemui, bahkan dia mengurung diri di kamar nggak mau makan dan minum," sahut Kak Andre.


Aku hanya bisa mengelus dada kala mendengar kabar itu. Aku nggak nyangka, cuma gara-gara satu lelaki dia bisa nekat mengakhiri hidupnya. Hidupnya disia-siakan hanya untuk urusan cinta.


"Kalau boleh tahu, orang tuanya ke mana?" tanya Jeje.


"Dia anak kasus broken home, kebetulan si Airin memilih untuk tetap tinggal dengan asisten rumah tangganya, walaupun dia kerja di luar negeri tetapi asisten rumah tangganya tetap tinggal di sana," jelas Kak Andre.


"Ya Allah kasihan sekali, ya. Emang kenapa sih kok bisa sampai bunuh diri?" tanya Jeje semakin penasaran.


"Suka sama Kak Andre tuh dia, nah ketika tahu Kak Andre dan Kak Dita tunangan malah dia frustasi sampai tega neror aku sama si Dinar," ujarku.


Jeje kala mendengarnya hanya menggeleng-gelengkan kepala, mungkin dia nggak habis pikir dengan pikiran Kak Airin. Setelah itu semua orang yang tadi berada di dapur saat ini datang menghampiri kami untuk bergabung.


"Ngobrol apa ini? Boleh ikut gabung nggak?" ujar Tante Santi.


Aku, Dinar dan Jeje yang sebelumnya menghadap ke televisi, saat mendengar ucapan Tante Santi sontak menoleh ke arahnya.


"Eh, Tante. Boleh dong, sini mari cerita-cerita," ujar Dinar yang terlihat akrab walaupun baru ketemu.


Terlihat Kak Dita ambil duduk di dekat Kak Andre, dia mentoel bahu Kak Andre mungkin dia bertanya-tanya.


"Lagi cerita perihal Kak Airin, Ma. Kata Keyla dia itu suka sama Kak Andre, eh pas tahu Kak Andre dan Kak Dita menikah malah bunuh diri," ujar Jeje dengan ciri khas ceplas-ceplosnya.


"Astaghfirullah." Nenek dan Tante Santi terdengar mengucap secara bersamaan.

__ADS_1


"Kok nggak sayang sama hidupnya, kasihan sekali," ujar Tante Santi.


Tante Santi mengelus dadanya, sembari menggelengkan kepala.


"Gimana perasaan orang tuanya, ya?" jeje bertanya-tanya.


Kak Dita di sini pun cerita, perihal kematian Kak Airin.


*******


Pagi itu seperti biasa,sembari menunggu sarapan Dita membuka koran yang biasa dibeli dari langganannya.


Dia duduk di kursi di ruang makan, membolak-balikkan koran untuk mencari berita yang pas untuknya. Hingga dia menemukan kasus bunuh diri seorang gadis remaja yang dilakukan pagi-pagi buta tadi, membuat dia tertarik untuk membacanya.


Di koran dijelaskan, remaja itu berinisial A. Korban terlihat menyayat di beberapa tangannya sebelum memutuskan gantung diri. Saat di temukan asisten rumah tangganya, darah segar masih mengucur dengan derasnya dari pergelangan tangannya.


Dan di ketahui juga, sebelum meninggal dia terlihat meminum beberapa obat penenang karena di ketahui obat itu tercecer di lantai rumahnya. Penyebab utama dia meninggal karena merasa frustasi karena orang yang dia cinta menikah dengan wanita yang lain.


"Ih, kok nggak sayang hidupnya. Di sia-siakan untuk orang yang nggak mencintainya, kayak nggak ada cowok lain saja," ujar Kak Dita.


Seketika sebelum selesai membaca dia teringat Airin, yang dua hari kata Andre nggak mau keluar kamar dari pengakuan asisten rumah tangganya.


Saat itu Dita melanjutkan bacaannya, di jelaskan remaja yang berinisial A di rumah hanya tinggal bersama asisten rumah tangganya.


Dari pengakuan saksi si asisten rumah tangga, si A mengurung diri selama dua hari. Dia tidak mau makan dan minum, bahkan dia terdengar hanya berteriak-teriak dan menangis saat berada di dalam kamar.


Si Asisten rumah tangga memberi kesaksian bahwa dia tetap menyiapkan makanan dan minuman di depan kamarnya, sebab saat mencari kunci cadangan kamar itu sudah tak berada di tempatnya. Kemungkinan kunci itu sudah di sembunyikan remaja itu.


"Saya mencoba membujuknya untuk keluar, namun Non Airin selalu menolaknya," kesaksian asisten rumah tangga yang di tulis di koran.


Seketika saat membaca itu, Dita terkejut. Ternyata yang bunuh diri Airin. Dita memutuskan segera menghubungi Andre.

__ADS_1


Beberapa kali dia mencoba menghubunginya, namun tak ada jawaban. Sehingga Dita memutuskan untuk segera pergi ke rumah Andre sembari membawa kertas koran itu.


"Nggak sarapan dulu, Dit?" tanya ibu Dita saat mengetahuinya pergi sembari menenteng tas.


"Sarapan di kantor saja, Bu. Ada hal penting yang harus aku selesaikan," ujar Dita.


Setelah itu Dita tetap melangkahkan kaki menuju mobilnya, setelah itu segera melajukan mobilnya menuju rumah Andre.


"Kemana sih kamu, yank. Kok susah dihubungi, sudah tahu kabar ini belum, ya?" celoteh Kak Dita selama di dalam mobil


Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel dari dalam tas Dita. Dia memutuskan untuk meraba ponsel yang berada di dalam tasnya sembari tetap mengemudi.


Namun saat dia hendak meraihnya, malah tas itu terjatuh. Hingga Dita memutuskan untuk memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


Dita pun meraih tasnya yang terjatuh, lalu mengambil ponselnya yang sudah berhenti berdering. Saat dia melihat di layar ponselnya, tertulis nama panggilan yang biasa di gunakan oleh Dita.


Dita memutuskan menghubungi Andre lagi, sekali panggilan langsung tersambung.


"Halo, di mana sayang? Kok dari tadi susah di hubungi, oh iya sudah baca koran pagi ini belum?" tanya Dita.


"Di rumah Airin, sayang. Dia pagi tadi di temukan meninggal dunia, aku share lokasi rumahnya ya. Kamu segera ke sini saja," ujar Andre saat berada di telepon.


Dita memutuskan untuk menutup panggilannya, sembari menunggu kiriman lokasi dari Andre. Setelah di kirimkan segera ia melihat ponselnya lagi.


"Oh, tempat ini tak jauh dari sini," ujar Dita sembari kembali melajukan mobilnya.


Dita segera melajukan mobilnya menuju alamat itu. Dia tak perlu memakan waktu yang lama, akhirnya dia sampai di alamat yang sudah yang di tuju. Terlihat ramai rumah itu, banyak pihak kepolisian dan beberapa media yang ingin meliput berita itu.


"Ramai banget di sini," ujar Dita sembari keluar dari mobilnya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2