Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
Baju Pengantin~Part 2


__ADS_3

Entah kenapa mataku hanya tertuju ke gaun pengantin itu.


"Keyla, kamu lihat apa? jangan bilang ada setan lagi," tanya Dinar.


"Tidak Din, itu entah kenapa aku kok tertarik pengen mendekat ke baju itu ya," jawabku sambil menunjuk ke arah salah satu gaun yang terpasang di sana.


"Mau nikah juga kamu hahaha," ucap Dinar sembari tertawa.


"Bukan gitu, kamu lihat deh kalau bisa dikatakan itu kaya ada magnet penariknya gitu," jawabku masih memandang baju itu.


Aku berjalan, mendekati baju itu.



Aku memutari gaun, dan Dinar mulai menghampiri.


"Bagus sih Key, tapi aku lihat kok serem," ucap Dinar.


"Serem bagaimana sih?" tanyaku.


"Ga tahu juga, jangan baju inilah aku mau duduk lagi aja," kata Dinar lagi.


Aku masih melakukan hal yang sama hingga kakak dan ibu Dinar menghampiri.


"Kenapa Key?" tanya Kak Dita.


"Bagus nih baju, pakai ini saja bagaimana Bu?" tanya Kak Dita ke Ibunya.


"Boleh tuh," Ibu Kak Dita menyetujui.


Saat itu juga pihak yg memiliki gaun menghampiri.


"Kakak mau yang ini? silahkan Kakak coba ya, saya ambilkan," Ucapnya.


Kak Dita mulai memasuki ruang ganti, tak begitu lama Kak Dita pun keluar.



Aku dibuat kaget hingga tak sadar aku berteriak.


"Aaaaa, buang baju itu kak," ucapku.


Ibunya Dinar pun menyuruh Kak Dita untuk mengganti pakaiannya, lalu menghampiriku.


Dinar pun juga menghampiri ku


"Keyla kamu kenapa sayang?" tanya Ibunya Dinar.


"Maaf ya Bu, tolong bantu anak saya berganti pakaian, sembari kami menunggu calon pengantin pria datang," ucap Ibunya Dinar ke pemilik gaun.


Dinar dan Ibunya membawaku ke tempat duduk.


"Kenapa Key?" tanya Dinar.


"Aku melihat Kak Dita memakai baju itu menyeramkan Tante, Dinar,"


"Sepertinya ada sesuatu di baju itu,"


Tak begitu lama Kak Dita menghampiri kami.


"Kenapa Key?" tanya Kak Dita.


"Maaf Kak, aku melihat Kakak tetapi wajahnya menyeramkan bukan seperti wajah Kakak," ucapku lagi.


"Terus bagaimana kita tahu tentang baju itu?" kata Dinar menelisik.


"Bagaimana kalau kita bawa pulang itu baju, Tante yang biayain penyewaannya?" usul Ibu Dinar.


"Iya Key, kita usut itu baju, kalau membahayakan aku bakal pindah ke Wedding Organizer lain," sahut Kak Dita.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk tanda aku mengiyakan usulan mereka.


"Sebentar Tante ke pemiliknya ya," ucap Ibunya Dinar sembari berlalu ke pemilik baju.


Aku melihat dari kejauhan mereka mulai saling bernegosiasi, dan tak perlu menunggu lama baju itu di kemas dan bisa kami bawa pulang.


"Ayo sayang kita pulang," ajak Ibu Dinar.


"Sebentar Bu, aku telfon Andre untuk menemui kita nanti," ucap Kak Dita.


Aku melihat kak Dita mulai menelfon, setelah itu kak Dita mengajak kami pulang.


Kami memasuki mobil dan baju itu ditaruh di bagasi mobil Dinar.


Kak Dita sekarang yang menyetir mobilnya. Kak Dita perlahan mulai melajukan mobilnya menuju arah pulang.


"Bu, kita ke rumah Keyla saja, biar Ibunya tidak khawatir juga," usul Dinar


Kak Dita dan Ibunya hanya mengangguk mengiyakan.


Tak berselang lama kita pun sampai di rumahku. Aku keluar mobil terlebih dahulu, berjalan menuju pintu.


"Mari semua, silakan ke sini," ucapku.


Kak Dita mulai mengambil baju ke bagasi lalu menghampiriku.


Tok tok tok...


Aku mengetuk pintu. Sembari menunggu kita mengobrol di luar rumahku.


"Ini beneran gapapa Key?" tanya Kak Dita memastikan.


"Iya Kak gapapa," jawabku.


Ibu mulai membukakan pintu.


"Oh Ibu dan Kakaknya Dinar, mari masuk," Ajak Ibuku.


"Kita ke ruang tengah saja ya Bu, ada hal yang mau kita lakuin," ucapku.


"Iya Dek, Ibu buat minuman dulu," kata Ibuku sambil berlalu menuju dapur.


"Ga usah repot Bu," ucap Ibunya Dinar.


"Mari Tante, Kak keruang tengah saja ya," ucapku lagi.


Kami pun berjalan menuju ruang yaitu ruang santai keluargaku.


Ibuku datang dengan membawa minuman dan sedikit makanan di baki.


"Haduh Bu, kok repot-repot ini," ucap Ibunya Dinar.


"Tidak, cuma minuman saja mari silakan," ucap Ibu mempersilakan.


Tok tok tok..


Terdengar suara pintu di ketuk.


"Mungkin Andre Bu," ucap kak Dita.


Ibuku beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.


"Biar saya saja ya Tante, mungkin itu calon suami saya yang datang," Kak Dita meminta izin.


Ibu hanya mengangguk, sedangkan Kak Dita mulai berjalan untuk membuka pintu.


Setelah kami berkumpul, kita mulai yang akan kami lakukan.


"Sebentar ini mau ngapain ya? tanya Ibuku.

__ADS_1


"Aku mau tahu tentang baju ini Bu," jawabku.


Aku mulai menyentuh baju pengantin, dan berkonsentrasi untuk mengetahui misteri dibalik baju ini.


***


Aku mulai melihatnya dan aku bercerita semua yang aku lihat ketika memegang baju ini.


"Aku melihat ada wanita yang memakai baju ini, wanita ini sedang menangis," ucapku dengan berusaha melihat kejadiannya.


"Terus Key,"seru Dinar.


"Aku lihat ada seorang pria yang sedang memeluknya, di belakang mereka ada Bapak-bapak berkumis lebih tua dari mereka! mungkin orang tua dari si wanita,"


"Pria yang memeluk itu diusir Bapak itu, hingga wanita itu menangis sejadi-jadinya,"


"Keyla sayang, sudah jangan di paksa melihat nak," ucap Ibuku.


"Tidak bu, wanita itu mengunci dirinya di kamar... Di luar kamar wanita itu ada mamanya sedang memanggil namanya dan menyuruhnya keluar kamar,"


" wanita itu berteriak Bu,"


"Apa bedanya aku sama dia Mah, aku mencintainya kenapa Ayah tidak mengerti perasaanku*!"aku menirukan apa yang diteriakkan wanita itu.


"Dia? mungkin dia itu kekasihnya itukan Key?" tanya Kak Dita.


Aku mengangguk membenarkan ucapan Kak Dita.


"Terus Key," ucap Kak Andre.


"Mamanya tetap memohon ke wanita itu untuk keluar, tetapi hiks hiks hiks," aku tiba-tiba menangis.


"Kenapa kamu sayang? Keyla kalau ga kuat jangan di paksa," ucap Ibuku sembari memelukku.


"Wanita itu mengambil pisau Bu, pisau digoreskan ke pergelangan tangan ya,"


"Secara perlahan wanita itu tak sadarkan diri, sedangkan wanita yang berada diluar kamar yaitu mamanya meminta tolong ke Ayahnya untuk mendobrak pintunya,"


"Mamanya memanggil sudah tidak ada sahutan dan tidak ada suara tangisan dari wanita itu ,"


"Cukup lama pintu itu baru terbuka, tetapi wanita yang mengenakan pakaian ini sudah ditemukan tak bernyawa*,"



"Mereka berdua, Ayah dan Mamahnya menyesal sudah keras kepala untuk tidak merestui anaknya dan pria yang dicintainya,"


"Keyla, sudah Nak keluar dari sana Nak Ibu mohon," Ibu memohon tetap dengan memeluk tubuhku dan meneteskan air matanya.


***


Aku pun menuruti kata-kata ibu, Kak Dita menyodorkan segelas minuman untuk ku minum.


Aku pun meminum airnya.


"Terus baju itu kok ada ditempat itu bagaimana ya?" tanya Dinar.


"Pemilik tempat itu adalah Mama dari si wanita yang tidak direstui itu," jelasku.


"Jadi, Ibu yang berada di sana itu..." ucap kak dita menggantung.


"Iya itu Mamanya yang meninggal, sepertinya wanita itu tak ingin baju ini dipakai siapapun kecuali dia, sehingga siapapun yang pakai baju ini terlihat lain," ucapku lagi.


"Terus menurutmu bagaimana Key? apa kita berdua tetap memakai baju di sana? ucap Kak Dita.


"Bisa Kak, tapi jangan baju ini,"


"Lebih baik, malam ini bajunya Kakak langsung kembalikan sebelum ada hal lain," saranku.


Kak Dita dan Kak Andre mengangguk menyetujui. Mereka semua pun berpamitan meninggalkan rumahku.

__ADS_1


Kak Dita dan Kak Andre hendak mengembalikan Baju, sedangkan Dinar dan Ibunya pergi pulang ke rumah.


Sebelum pergi mereka semua berterima kasih denganku dan Ibu karena sudah membantu dan mengizinkanku untuk melihat.


__ADS_2