Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
(S2) ~ Radar Kota


__ADS_3

Radar kota, 24 mei 2016.


Larut malam telah terjadi kebakaran rumah di salah satu desa. Kebakaran itu telah menewaskan seluruh anggota keluarga yang berada di dalamnya. Di duga kebakaran itu di sengaja, sebab ditemukannya rantai yang ada di setiap gagang pintu di rumah ini.


"Kami menemukan rantai di setiap gagang pintu rumahnya dan tak jauh dari lokasi di temukan jerigen bensin berukuran sepuluh kilo di sana." Pengakuan salah satu pihak kepolisian.


Tiga mobil Pemadam kebakaran datang saat rumah sudah terbakar 70%. Kemungkinan besar seluruh penghuninya sudah dalam keadaan tewas kehabisan napas.


Tak hanya itu, tepat di jalanan depan rumah ini di temukan pria paruh baya bersimbah darah. Dan pihak kepolisian mendapatkan identitasnya dari pengakuan tetangganya bahwa pria itu bernama Jonathan yang tak lain adalah pemilik rumah yang berada tepat di depan lokasi kebakaran.

__ADS_1


"Ini Pak Jonathan. Rumahnya tepat di depan rumah Mbak Rahmah, tadi aku sebelumnya melihat sendiri anaknya Pak Jonathan bernama Kenzo membawa parang yang bersimbah darah masuk ke dalam rumah," ujar Bu Kokom.


Dari pengakuan yang di dapat, pihak Kepolisian mengantongi identitas pembunuh Pak Jonathan. Saat itu juga, pihak kepolisian segera menggerebek Kenzo yang sedang duduk di depan televisi, mengenakan baju putih. Ditemukan barang bukti berupa parang, baju yang di kenakan tersangka Kenzo dan tangannya yang bersimbah darah.


Saat kami datang, dia terlihat kooperatif. Dia menjelaskan semuanya yang terjadi. Dari pengakuannya, Kenzo berkata.


Dan tak hanya itu lagi yang pihak kepolisian ungkap. Dari pengakuan Kenzo juga ternyata, korban Pak Jonathan sebelumnya juga sudah merekayasa kehilangan mamanya, sebab mamanya sebenarnya di bunuh oleh Korban dan dikuburkan di halaman belakang rumahnya.


"Sebelumnya papa juga membunuh mama dan mayatnya dikubur di halaman belakang," jelas tersangka lagi.

__ADS_1


Sebelum mengusut kasus keluarga Kenzo, pihak kepolisian memutuskan untuk mengusut tentang kematian satu keluarga yang meninggal disebabkan kebakaran itu. Korban yang ada di sana terdiri dari enam orang. Saat pihak kepolisian menelusuri kasus ini, diketahui satu persatu identitas dari mereka semua.


"Korban kebakaran ini terdiri dari lima orang perempuan dan satu orang laki-laki. Mereka bernama Ibu Rahmah selaku pemilih rumah, Alifia dan Santi anak dari Ibu Rahmah. Dimas selaku suami Alifia dan menantu Ibu Rahmah. Tak hanya mereka kedua cucu Ibu Rahmah pun ikut menjadi korbannya mereka bernama Keyla dan Jesica.


Jenazah semua korban kebakaran dan pembunuhan sudah di bawa oleh pihak kepolisian menuju rumah sakit. Sedangkan tersangka Kenzo sudah diamankan, berhubung usianya masih di bawah tujuh belas tahun pihak kepolisian akan mempertimbangkan hukuman yang akan diberikan.


"Kami, sudah membawa semua korban ke rumah sakit. Kami akan melakukan visum dan kemungkinan siang nanti akan dilakukan pemakaman. Dari pihak kami juga sudah menghubungi dari pihak keluarga yaitu suami dan anak Ibu Santi. Dan kami harap semua anggota keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan semuanya," jelas pihak kepolisian.


Sekian penjelasan dari pihak kepolisian mengenai kebakaran ini. Dari pihak redaksi juga mengucapkan belasungkawa untuk satu anggota keluarga yang menjadi korban pembunuhan yang cukup keji ini. Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2