
Di sepanjang perjalanan kami saling mengobrol, hingga aku menyeletuk soal hantu laki-laki itu adalah kembarannya.
Tetapi, ternyata dia tak pernah mengetahuinya. Dia terkejut mendengar apa yang aku ucapkan, ia berkata hanya dia anak satu-satunya.
Aku kembali menatap wajah Kak Jerry, di wajahnya tampak terlihat bingung dengan apa yang aku katakan. Aku hanya berusaha menyampaikan kata-kata dari Jordy.
***
Sebelum dia pergi meminta pertolongan, Jordy ingin aku membantu dia.
"Aku mau membantu kamu, tetapi aku juga minta pertolongan sama kamu?" ucap Jordy si hantu kecil itu.
"Minta pertolongan apa?" tanyaku.
"Aku ingin kamu sampaikan ke orang yang menolong kamu, bahwa aku ini kembarannya," jawabnya.
"Oke, nanti aku bantu, tetapi selebihnya kamu berbicara sendiri dengan orang yang kamu maksud itu," kataku lagi.
"Baiklah," katanya, lalu dia berlalu pergi secepat kilat.
***
Setelah aku mengucapkan keinginan Jordy, Kak Jerry menatap tajam ke arahnya. Jordy tertunduk, dia hantu kecil yang pemalu.
"Jordy, kamu mau bilang apa? Sampaikan saja," ucapku.
Jordy mulai berbicara, bahwa dia sebenarnya adalah kembaran dari Kak Jerry. Dia waktu berusia sembilan tahun mengalami kecelakaan, mungkin dengan kejadian itu yang membuat Kak Jerry lupa akan segalanya, termasuk lupa dengan kembarannya si Jordy. (Yang ingin tahu cerita kecelakaan Jordy dan Jerry ikuti cerita Linanda Anggen - Perfect Idol )
Kak Jerry tetap melajukan mobilnya ke arah rumahku, tak begitu lama kami pun sampai di depan pagar rumahku.
"Kakak mampir dulu yuk," aku menawari.
Dia menganggukkan kepalanya. Kami pun turun dari mobilnya, lalu melangkahkan kaki ke depan gerbang .
Aku memencet tombol bel di dekat pintu gerbang. Setelah itu, aku melihat ke arah pintu utama rumahku terlihat seseorang membuka pintunya.
Nampak ibuku dibalik pintu itu. Dia melihat ke arah kami berdiri, ibu melihatku sontak berlari.
"Keylaaaa!" ucap Ibuku berteriak sembari berlari ke arahku.
Beliau bergegas membuka pintunya, lalu memelukku.
"Keyla," ucap Ibu, beliau memelukku sembari menangis.
Ibuku melihat ke arah Kak Jerry yang sedang menatap kami.
"Kamu siapa?" tanya Ibu ke Kak Jerry.
Aku melihat ke arah Kak Jerry.
"Dia orang yang menyelamatkan aku, Bu. Berkat dia aku bisa selamat dari penculik itu," kataku.
"Mari masuk Nak," ucap Ibu.
Kami pun melangkahkan kaki menuju ke dalam rumah, Kak Jerry mengekor di belakang kami berdua.
"Silakan duduk," ucap Ibu.
"Iya," jawab Kak Jerry dengan singkat.
"Bagaimana ceritanya Dek bisa sampai seperti ini?" tanya Ibu.
Aku mulai bercerita ke ibu awal mulai aku di culik sampai di selamatkan Kak Jerry. (Yang ingin tahu ceritanya Keyla baca Part Di culik dan Kabur)
setelah mendengar ceritaku, ibu pun mengucapkan terima kasih ke Kak Jerry. Dia sangat berjasa telah menolongku, ibuku tak tahu harus bagaimana untuk berbalas budi.
__ADS_1
"Makasih Nak Jerry, kamu sudah menyelamatkan putri Ibu, tak tahu apa yang terjadi jika tidak ada kamu," kata Ibu.
"Iya Bu sama-sama, saya harus balik dulu ya," ujar Kak Jerry.
Dia pun berpamitan untuk pulang, kami mengantarkan Kak Jerry hingga pintu gerbang. Dia masuk ke dalam mobil, kemudian berlalu mengemudikannya.
________
Setelah kepergian Kak Jerry, kami pun kembali melangkahkan kaki ke rumah. Ibu mengantarkan aku masuk sampai ke dalam kamar.
"Dek, kamu tidak apa-apakan? Tanganmu kenapa ini?" tanya Ibu yang baru menyadari ada balutan perban di pergelangan tanganku.
"Sudah di obati sama penculik itu Bu, dia tadi berusaha menggoreskan pisau ke arah Dinar tetapi nasib kurang beruntung menimpaku, hingga mengenai tanganku," jawabku.
"Ya Allah Nak, Ayahmu sudah Ibu hubungi perihal penculikan, saat ini Ayah sudah berada di perjalanan pulang," ucap Ibu memberitahu.
"Ibu tadi tahu dari siapa? Dinar?" tanyaku.
"Semua temanmu berlari menuju rumah, dengan tergesa-gesa mereka memberitahukan yang telah kamu alami," ucap Ibu.
Kata Ibu pula teman-temanku setelah itu pergi untuk pulang, mereka takut hal-hal yang membahayakan mereka juga.
"Bu, tahu nggak sih pelakunya itu siapa?" kataku.
"Siapa Nak?" tanya Ibu kembali.
"Kak Airin," jawabku.
"Sudah mati akal sehatnya cuma gara-gara cinta!" ucap Ibu kesal.
Ibu segera menghubungi Dinar beserta keluarganya untuk datang ke sini. Tak butuh waktu lama mereka semua datang.
Mereka kami ajak duduk di depan televisi agar suasana lebih santai. Kali ini Kak Andre pun ikut, mereka mengucapkan kata syukur ketika melihat keadaanku sehat walafiat.
"Belom Tante," jawab Kak Dita.
"Teror? Bukannya kamu bilang ke aku kalau kamu diajak Ayahmu ke kota tempat beliau bekerja?" sahut Kak Andre mencoba bertanya Ke Kak Dita.
"Iya, aku pergi ke sana untuk mengindari orang yang berbuat jahat ke aku," ucap Kak Dita.
"Kenapa kamu tidak bercerita? Kamu kan calon istriku," tanya Kak Andre.
"Apa kamu akan percaya kalau sebenarnya orang yang menerorku orang terdekat dengan kamu," ucap Kak Dita lagi.
Kami hanya diam mendengarkan perseteruan antara Kak Andre dan Kak Dita.
"Maksud kamu siapa? Mana mungkin yang berniat jahat ke kamu orang terdekatku? Mereka semua tahu kalau kamu calon istriku," ucap Kak Andre.
"Tapi itu kenyataannya, apa kamu pernah sadar dari mereka semua yang dekat kamu ada salah satu yang tidak menyukai hubungan ini?" tanya Kak Dita lagi.
"Lalu siapa? Aku tak pernah tahu, hubungan kita sudah berjalan bertahun-tahun bahkan kita sudah hendak menikah tak ada orang yang terlihat tak menyukai," Kak Andre terlihat termenung.
Kak Dita terdiam sebelum menjawabnya, dia menatap tajam ke arah Kak Andre. sedangkan Kak Andre terlihat sedang berpikir siapa orang yang tega jahat terhadap keluarga Dinar, bahkan mempunyai pikiran menculikku.
"Dia sahabatmu sendiri!" ucap Kak Dita dengan tegas.
"Maksudmu Airin?" tanya Kak Andre.
"Iya, siapa lagi sahabatmu selain dia?" tanya Kak Dita.
"Mana mungkin? Dia tahu hubungan kita sejak awal, dia juga selalu mendukung hubungan ini," kata Kak Andre tetap kekeh.
"Kalau nyatanya ini kamu mau apa? Apa kamu pernah tahu tentang perasaanya ke kamu terlalu mendalam?" Kak Dita balik bertanya.
Mungkin perseteruan ini tak akan ada ujungnya, batinku.
__ADS_1
Kak Andre terpukul mengetahui kenyataannya, jika sahabat yang dia anggap baik berani berbuat hal yang segila ini.
"Sudah, kalian bertengkar tidak akan ada ujungnya, buat Andre ini memang perbuatan Airin," ucap Ibu.
"Iya Kak, memang Kak Airin yang meneror kami, bahkan kami sudah mengumpulkan bukti semua perbuatannya," ucapku.
"Aku tidak bisa tinggal diam, sebenarnya mau dia itu apa? Kak Andre berkata sembari beranjak dari tempat duduknya.
"Dia sudah kehilangan akal karena terlalu mencintaimu, dia bisa memendam perasaan yang selama ini dia rasakan," ucap Kak Dita.
"Mungkin dia tidak ingin jauh darimu, jadi selama ini dia hanya mampu memendam rasa itu," sahut Ibunya Dinar.
Drrrrrt drrrttt....
Hanphone Kak Andre bergetar.
Dia melihat ke arah layar ponselnya, di sana tertulis nama Airin. Dia bergegas mengangkatnya.
"Halo," ucap Kak Andre
"Halo, Andre," ucap Kak Airin dari seberang telepon.
Dari suaranya kami mendengar jika suaranya serak-serak seperti dia sedang menangis.
"Airin, mau mu apa sebenarnya? Sudah hilang akal sehatmu, nggak menyangka kamu setega ini!" ucap Kak Andre.
"Aku seperti ini karenamu, kamu tak pernah tahu perasaan yang aku rasakan, kamu lebih memilih dia," ucap Kak Airin.
Kak Airin setelah berucap seperti itu, dia memutuskan sambungan teleponnya. Kak Andre pun memeluk Kak Dita, dia mengucapkan kata maaf berkali-kali. Karena dia beranggapan semua itu dia yang menyebabkannya.
"Maafkan aku sayang, karena aku kalian semua seperti ini," ucap Kak Andre.
Kak Andre melepaskan pelukan Kak Dita, lalu menatapku.
"Keyla, maafkan Kakak, kamu yang tak tahu apa-apa jadi ikut menerima perbuatannya," ucap Kak Andre.
Kak Andre bercerita tentang Kak Airin. Jadi selama ini orang terdekat dengan Kak Airin hanya Kak Andre. Kak Airin latar belakangnya dari keluarga broken home. Dia tak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Kak Airin bertempat tinggal bersama ibunya. tetapi setelah sekian lama ibunya berpisah dengan ayahnya, ibunya memutuskan untuk menikah lagi. Kata Kak Andre ibunya memilih tinggal bersama suami barunya itu, Kak Airin tidak mau ikut bersamanya jadi dia memutuskan untuk tetap tinggal di rumah lamanya.
Awalnya dia tinggal berdua dengan asisten rumah tangga. Tetapi ketika dia memutuskan untuk bekerja di luar negeri, dia memulangkan asisten rumah tangganya itu.
Jadi bagi dia, dia mendapatkan kasih sayang penuh, perhatian hanya dari Kak Andre. Tapi Kak Andre nggak pernah tahu, kalau selama ini Kak Airin salah mengartikan kasih sayangnya.
Selama ini Kak Andre hanya menganggap Kak Airin sahabat sekaligus adeknya saja tidak lebih. Mungkin dia takut kehilangan sosok orang yang selama ini mengasihi dia jika Kak Andre menikah dengan Kak Dita. Kami terharu mendengar Kak Andre bercerita.
Ting tung...
Kami mendengar suara bel berbunyi.
Ibu bergegas membukanya, ternyata yang datang adalah ayahku.
"Keyla, kamu tidak apa-apakan, Dek?" tanya Ayah mendekatiku.
Aku hanya menggelengkan kepala. Setelah berada di sampingku ayah dengan segera memelukku dan saat itu juga beliau menyadari ada balutan perban yang menutupi luka dipergelangan tanganku. Beliau menatap wajahku sebelum mengatakan sesuatu.
"Keyla sementara liburan di rumah Nenek yang ada di Malang ya? Ayah tidak ingin ada kejadian lebih dari ini," tanya Ayah.
Aku hanya menuruti kemauan ayah, setelah kedatangan ayahku keluarga Dinar beserta Kak Andre memutuskan untuk pulang. Sekali lagi mereka meminta maaf ke keluargaku atas kejadian yang menimpaku hingga membuat aku terluka.
Malang adalah tempat kelahiran ayahku. Mungkin dengan kejadian ini sementara waktu aku akan tinggal di sana.
Setelah keluarga Dinar pulang, kami bersiap-siap untuk pergi ke malang.
>>>Next Episode Malang.
__ADS_1