Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
Pengganggu


__ADS_3

Aku menikmati suasana yang seperti ini, kumpul bersama keluarga dari ayahku. Apalagi akan ketambahan anggota baru yaitu Kak Zahra. Saking asiknya obrolan kami, hingga tak terasa hari sudah beranjak senja.


"Keyla, mandi dulu biar seger badannya!" Ibu menyuruhku.


"Iya Bu," jawabku.


Aku pun beranjak dari tempat dudukku, segera ku laksanakan perintah ibu. Setelah semua selesai mulai dari mandi, salat, aku kembali melangkahkan kaki menuju ruang makan.


Aku melihat semua anggota keluarga sudah berkumpul di sana. Mereka tampak menungguku.


"Alhamdulillah, waktunya makan," ucapku sembari duduk di kursi.


Semua menatapku sembari tersenyum.


"Kalau waktunya makan semangat banget kamu Key," ucap Kak Ega.


Aku hanya menatap Kak Ega karena tak ingin meladeninya.


"Eh Keyla ngambek, cepat tua nanti," ucap Kak Ega tetap mengejekku.


"Nenek," aku memanggil Nenekku.


Nenek pun sontak melihat ke arah Kak Ega.


"Ega," Nenek memanggil Kak Ega tanda beliau menegurnya.


Kak Ega hanya tersenyum sembari menggarukkan tangannya ke kepala. Kami pun segera melahap makanan yang sudah tersaji di meja makan. Setelah makan malam selesai, Kak Zahra berpamitan kepada kami kalau hendak beristirahat terlebih dahulu.


Mungkin sebelum aku datang, terlalu banyak aktivitas yang dilakukannya. Entah kenapa dari awal bertemu Kak Zahra aku sangat suka dekat dengannya. Aku pun memutuskan untuk meminta izin tidur bersamanya.


"Kak Zahra, aku ikut tidur sama Kakak boleh ya?" ucapku.


Kak Zahra pun tersenyum, lalu berkata, "Iya Key, dengan senang hati."


"Ayo Kak, aku capek mau istirahat juga," ucapku.


Setelah kami mendapatkan izin, kami segera melangkahkan kaki menuju lantai atas rumah ini. Di sana tempat Kak Zahra untuk tidur, di rumah ini banyak kamar kosong, entah kenapa aku pengen tidur bersamanya.


Setelah kami sampai di lantai atas, Kak Zahra berjalan menuju salah satu kamar di sana.


"Oh, Kakak nempatin kamar yang ini ya," ucapku begitu memasuki salah satu kamar yang sekarang ditempati Kak Zahra.


"Kenapa?" tanya Kak Zahra penasaran.


"Gak apa-apa sih, hehehe. Kak Zahra, aku kan liburan lama di sini, nanti ajak aku jalan-jalan ya," pintaku sembari tersenyum ke arahnya.


"Mau jalan-jalan ke mana? Udah punya pilihan?" tanya Kak Zahra.

__ADS_1


"Lah iya itu Kak, aku nggak tahu, He-he-he. Dulu kan waktu aku ke sini masih kecil, jadi belum tahu tempat-tempat rekreasi di Malang Kak," ucapku.


"Sini Kita browsing tempat rekreasi, Ada beberapa tempat yang pernah kakak kunjungi, kamu mau ke sana?" tanya Kak Zahra.


Aku mendekati Kak Zahra yang tengah bersandar di kepala ranjang, aku melihat ke arah ponsel Kak Zahra.


"Kakak pernah ke mana aja liburannya?" tanyaku penasaran


"Banyak sih, Pantai, wahana bermain, kayak Jatimpark gitu. Di sini banyak macemnya, kebun teh juga ada, air terjunnya juga ada atau ke time zone juga banyak mall di sini, malah kemarin baru buka Transmart Malang," Kak Zahra menyebutkan beberapa pilihan destinasi untukku.


"Kalau ke pantai boleh gak ya sama Ayah, Ibu?" gumanku.


"Kamu mau ke pantai? Di sini ada pantai lintas selatan, perjalanan lumayan jauh sih kalau dari kota, sekitar tiga sampai empat jam," ucap Kak Zahra.


"Kalau jatimpark itu gimana kak?" tanyaku lagi.


"Kalau Jatimpark itu banyak macemnya, tapi di sana semuanya ada permainan dan kolam renang," jawab Kak Zahra dengan nada yang lembut.


Aku merasa bingung dengan pilihan yang di berikan Kak Zahra. Rasanya ingin aku kunjungi semuanya.


Cukup banyak pilihan tempat wisata yang ditunjukan oleh Kak Zahra, hingga aku memilih salah satu dari banyaknya pilihan itu. Aku memutuskan untuk mengajaknya ke taman labirin.


Setelah mendengar kepastianku, Kak Zahra menyuruhku untuk memberitahukan ke Kak Ega soal rencana kami jalan-jalan. Sampai aku teringat Kak Ega pernah cerita soal adik Kak Zahra, kalau tidak salah dia seumuran denganku.


Aku ingin Kak Zahra mengajaknya ikut serta bersama kami, agar suasana lebih ramai. Selain itu, aku juga bisa mendapatkan teman baru yang seumuran.


Sedang asik kita mengobrol, tiba-tiba di depan jendela kamar yang tertutup gorden putih terlihat jelas bayangan yang lewat. Aku yang melihatnya sontak bertanya ke Kak Zahra.


"Apa Key?" Kak Zahra kembali bertanya.


Tanpa aku menjawab aku beranjak dari tempat dudukku sebelumnya. Aku langkahkan kaki menuju gorden.


Aku menyingkap gorden itu, terlihat jelas makhluk halus terbungkus kain putih yang warnanya sudah bercampur dengan tanah. Makhluk itu berdiri tepat di depan balkon kamar ini. Makhluk itu mengambang di udara.



(Sumber:google)


Aku seketika merasa merinding melihat wajahnya. Tiba-tiba datang Esther di sampingku.


"Ada apa Key?" tanya Esther.


"Keyla, ada apa?" tanya Kak Zahra.


Mereka berucap secara bersamaan, berhubung Esther ini hantu jadi Kak Zahra tidak menyadarinya.


"Itu ada Poci bungkus, Esteh," ucapku. (Poci itu pocong ya).

__ADS_1


Aku menjawab pertanyaan Esther otomatis aku tak menghiraukan pertanyaan Kak Zahra. Dari atas aku melihat dari kejauhan ada bangunan yang mungkin sudah tidak terpakai.


Bangunan itu gelap gulita tak ada penerangan satupun di sana.


"Keyla," panggil Kak Zahra lagi.


"Nggak ada apa-apa, Kak," jawabku.


Aku melihat Esther keluar menghampiri makhluk itu. Dengan sekejap dua makhluk tak kasat mata itu pun hilang secara bersamaan.


Tiba-tiba mereka muncul tepat di depan rumah yang aku lihat tadi. Entah pertengkaran seperti apa yang akan terjadi, aku tak ingin menghiraukannya.


Dalam batinku berkata, Toh mereka dua makhluk tak kasat mata, jika mereka bertengkar malam ini tidak akan viral ke sosial media.


Aku memutuskan untuk kembali menghampiri Kak Zahra di tempat tidur. Selain itu aku ingin menanyakan perihal bangunan itu.


"Kak Zahra, itu bangunan apa?" tanyaku.


"Bangunan yang mana to, Key?" Kak Zahra kembali bertanya.


"Yang itu loh Kak, sini deh aku tunjukan," ucapku.


"Nggak maulah, bangunan yang mana sih Key?" tanya Kak Zahra lagi.


"Itu bangunan yang tidak terpakai atau gimana itu, di belakang bangunan perumahan ini," jawabku.


"Oh iya aku tahu yang kamu maksud, itu bangunan sih sudah lama terbengkalai, tapi itu awalnya bangunan apa aku juga kurang tahu," jawab Kak Zahra menjelaskan.


Aku spontan mengangguk-anggukan kepalaku.


"Memangnya Kenapa, Key? Apa ada penunggunya?" tanya Kak Zahra penasaran.


"Ada Kak, kakak mau tahu?" tanyaku.


"Nggak maulah, takut nggak bisa tidur nanti," jawab Kak Zahra mulai nampak ketakutan.


Aku bengong di dekat Kak Zahra. Aku kembali memikirkan hal yang di lakukan kedua makhluk itu.


"Keyla," panggil Kak Zahra.


"Iya Kak," jawabku.


"Ayo tidur, nggak baik bengong nanti ke sambet loh," ucap Kak Zahra mencoba mengingatkan.


"Iya Kak," jawabku.


Kami berdua membaringkan tubuh kami secara berdampingan, aku raih selimut untuk menutupi badanku. Udara di kota malang begitu dingin ketika malam, masih terngiang wajah sang pocong itu. Aku ingin semoga aku menuju alam mimpiku.

__ADS_1


Bersambung....


>>>Next Episode


__ADS_2