Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
(S2) ~ Kevin


__ADS_3

"Buruan angkat, Yah," ujarku.


Ayah segera menerima panggilannya, lalu me- loud speaker panggilannya.


"Pak, tol-tolong saya. Saya di buang ke jurang sama orang suruhan wa-wanita itu," ujar Kevin dengan suara terbata-bata dan berbisik


Ayah segera beranjak dari tempat duduknya. Semua orang yang mendengarnya sontak terlihat panik.


"Lapor polisi, Om. Aku bantu nolong si Kevin itu," ujar Kak Andre.


Ayah hanya menatap Andre sembari menganggukkan kepala.


"Hati-hati, Om. Wanita itu dan orang suruhannya masih di atas, mereka mencoba menunggu pergerakanku. Mereka memastikan kalau aku benar-benar mati di sini, nanti aku share lokasiku," ujar Kevin.


"Kamu gimana keadaanya, Nak? Terus kita harus bagaimana?" sahut ibu.


"Aku nggak apa-apa, cuma ada patah di bagian kaki. Tunggu mereka pergi dulu, aku nggak ingin kalian kenapa-napa karena aku. Sampai sini dulu, ya. Takut mereka dengar," ujar Kevin sembari memutuskan sambungan ponselnya.


Kak Andre, ayah dan Kak Dita segera melangkah menuju luar rumah. Mereka hendak pergi membantu Kevin yang sedang berada di jurang.


"Kalian bawa peralatan yang mungkin bisa membantu Kevin. Kotak P3K juga jangan lupa, bawa air juga kasihan si Kevin," ujar nenek ikut panik.


Tak berselang lama, ayah dapat pesan singkat dari Kevin. Beliau menunjukan itu ke kami. Isi pesan tersebut gambar semak terbakar, lalu terlihat kaki Kevin tidak jauh dari kebakar itu.


"Mereka mencoba menghilangkan jejak dengan membakar aku yang di kira sudah meninggal. Mereka sudah pergi, tolong cepat kemari sebelum aku benar-benar terbakar," ujar Kevin di voice note.


Tante Santi dan inu membatu menyiapkan peralatan untuk membatu Kevin, termasuk dua pemadam api yang ada di rumah tak di lupakannya.


"Tempatnya nggak jauh dari sini, ayo segera berangkat. Untuk Kevin tolong Dita bantu Om untuk mengirimkan pesan dia suruh berusaha sebisanya untuk menjauh samapi kita benar-benar sampai," ujar ayah sembari masuk ke dalam mobil.


Mereka bertiga segera berangkat.


"Hati-hati, Yah. Jangan lupa telepon polisi," teriakku.


"Iya," jawab Kak Dita.

__ADS_1


Mobil mereka pun berlalu, mereka sengaja menggunakan mobil Kak Andre agar tak di kenali oleh pihak wanits itu, sebab tadi wanita itu sudah melihat mobil yang digunakan ayah.


Kami yang berada di sini ikut panik dengan keadaan Kevin yang ada di sana.


"Memang benar, ya. Ibu tiri itu jahat, masa iya mau bunuh anak dari suaminya," ujar Dinsr terlihat kesal.


"Nggak semua Ibu tiri seperti itu, kebetulan Kevin kurang beruntung mendapat Ibu tiri seperti itu," ujar nenek.


"Kevin dapat Ibu tiri bak iblis menjelma jadi manusia. Kasihan banget dia, ayahnya beg*o kali, ya. Masa nggak tahu kelakuan istrinya itu," sahut Jeje.


"Berdoa saja, semoga Om Dimas dan yang lain dapat menolong Kevin tanpa halangan apa pun," ujar Tante Santi.


Aku menatap ibu, beliau terlihat membawa tasbih kecil dan komat-kamit. Mungkin itu cara ibu untuk meminta bantuan yang Maha Kuasa untuk keselamatan mereka semua.


"Bu." Aku memanggil ibu yang sedang menunduk itu.


"Iya, Dek. Doain semuanya, ya. Termasuk keselamataj Kevin, kasihan dia," ujar ibu.


Aku menganggukkan kepala, sembari tersenyum. Walaupun perasaan kami gelisah, kami mencoba seperti tidak ada satu kejadian apa pun.


Nenek terlihat sedang melihat jam dinding, aku pun ikut seperti beliau. Jam baru menunjukan pukul 13.24 WIB.


"Kenapa, Nek?" tanyaku.


"Nenek minta tolong ke kalian, segera berwudhu bagi yang tidak berhalangan. Kita lakukan salat hajat dengan segera, kita minta pertolongan ke yang Maha kuasa," ujar nenek dengan mada tergesa-gesa.


Kami semua menuruti kemauan nenek, walaupun aku dengan susah payah melakukannya, tetapi tak mematahkan semangatku untuk itu.


Kami bersyukur semua yang ada di sini tidak ada yang berhalangan. Sehingga kami semua dapat melakukan salat hajat bersama-sama untuk keselamatan mereka semua.


Kami diimami oleh nenek, kami melakukan seperti yang biasanya dilakukan orang salat hajat. Setelah selesai melakukannya, nenek memandu kami untuk berdoa bersama-sama.


Yang pertama-tama, kita tak lupa untuk selalu membawa alfatihah untuk Nabi Muhammad saw dan Keluarganya, beserta para sahabat.


Yang kedua membaca surat tiga qul bagiku yaitu surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat An-naas dan di tambah dengan, ayat kursi itu sebanyak tiga kali masing-masing surat.

__ADS_1


Yang ketiga kami hanya mengaminkan doa yang di baca Nek Rahma. Doa itu bunyinya:


Laa Ilaha Illallohul Haliimul Kariimu Subhaanallohi Robbil ‘Arsyil ‘Azhiim. Alhamdu Lillaahi Robbil ‘Aalamiin. As `Aluka Muujibaari Rohmatika Wa ‘Azaaima Maghfirotika Wal Ghoniimata Ming Kulli Birri Wassalaamata Ming Kulli Itsmin Laa Tada’ Lii Dzamban Illa Ghofartahu Walaa Hamman Illaa Farojtahu Walaa Haajatan Hiya Laka Ridhon Illa Qodhoitahaa Yaa Arhamar Roohimiin


Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa.


Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang."


Keempat setelah mengikuti semua rangkaian doa, kami menyampaikan hajat kami yaitu meminta perlindungan untuk kita semua. Terutama untuk yang membantu Kevin dan untuk Kevin.


Setelah itu, kami menyudahi salat kami. Kami harap doa kami terkabul, kami tak ingin terjadi apa-apa ke mereka. Kami hanya mampu menyerahkan diri dan mohon bantuan ke maha pencipta.


Dalam hati kami masih gelisah selama belum mendapat kabar apa pun. Cukup lama kami menunggu, akhirnya ibu mendapatkan telepon dari ayah.


"Halo Assalamualaikum, Yah. Gimana?" tanya ibu.


"Halo, Bu. Waalaikum salam, Alhamdulillah Kevin selamat, ini kami membawanya ke rumah sakit. Dan satu lagi pihak kepolisian juga sudah menyelidiki kasus ini, ayah juga sudah menyerahkan barang bukti dari Kevin," ujar ayah di seberang telepon.


"Alhamdulillah, kalian gimana? Apa ada yang luka?" tanya ibu tampak khawatir.


"Tenang, Bu. Kita semua sehat walafiat, kalian jangan khawatir. Kita aman kok, pihak kepolisian ada yang ikut bersama kami," ujar ayah.


"Iya, Yah. Hati-hati, ya," ujar ibu lagi.


"Iya, Bu. Sudah dulu ya, kami sudah sampai di rumah sakit, Assalamualaikum," ujar ayah.


"Waalaikum salam." Jawab ibu dengan menutup panggilannya.


Setelah itu ibu memandang kami secara bergantian.


"Alhamdulillah, doa kita seketika dikabulkan," ujar ibu dengan senyum merekah di bibirnya.


Bersambung ....


Author: Hai pembaca tersayang😍, maaf bukan sok ceramah ya hehehe ... cuma berbagi sedikit ilmu hasil riset juga.

__ADS_1


Makasih All, Love you.😍😍😍😍


__ADS_2