Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
Bercerita


__ADS_3

Ku buka pintu kamarku, seketika mataku tertuju ke atas lemari. Ku tutup pintu kamar secara perlahan, lalu melangkahkan kaki ke arah kasur. Setelah itu, ku rebahkan tubuh ini yang terasa lelah ini.


"Esteh, kamu ke mana saja? Menghilang mulu kaya hantu," ucapku dengan nada kesal.


"Emang aku ini apaan? Kecoa?" tanya Esther sembari tertawa.


"Sudahlah, aku mau tidur dulu," ucapku.


"Keyla, ada yang mau aku omongin," ucap Esther.


"Nanti saja, badanku lagi kurang enak, pingin istirahat," kataku.


"Keyla, ini penting," ucap Esther.


"Kamu turun dulu, baru aku mau dengerin kamu cerita," ucapku.


Dengan cepat dia melesat turun dari atas lemari dan duduk di pinggiran ranjangku.


"Aku cerita, kamu duduk dan dengerin aku," ucap Esther lagi.


Aku pun menuruti kemauannya, dari mimik mukanya dia terlihat serius.


***


POV Esther


Aku mulai bercerita ke Keyla tentang yang aku lihat seharian ini. Awalnya aku menemani Keyla dan Dinar di rumahnya Dinar.


Ketika aku melihat mereka mulai terlelap dalam tidurnya, aku berniat untuk jalan-jalan ke luar rumah. Dengan santainya aku melayang menuju luar rumah.


Sewaktu aku sampai di teras, aku melihat ada seorang cewek lagi menabur bunga tepat di depan gerbang rumah Dinar.


Bunga itu di tabur rata selebar jalan masuk ke pintu gerbang. Yang aku tahu, bunganya itu untuk menabur di atas makam.


Aku mendekatinya, melihat yang cewek itu lakukan. Tak sengaja aku mendengar cewek itu, berbicara.


"Akan aku buat kamu gila dengan semua ini, dari dulu kamu yang membuat aku tersisih dari Andre," ucap cewek itu.


Setelah selesai menabur bunga itu, cewek itu mengambil sebuah batu yang berada di dalam mobilnya. Aku juga tidak tahu maksud cewek itu seperti apa.

__ADS_1


Dia kembali ke depan gerbang, dia melihat ke arah batu itu. Aku melihat batu itu ada tulisannya, tetapi apa aku tidak terlalu jelas.


Dengan tetap menenteng batu, cewek itu menelepon seseorang. Setelah panggilannya tersambung, cewek itu mulai berbicara.


"Halo," suaranya di buat serak-serak seperti nenek sihir kalau menurutku.


Dia mendengarkan perkataan orang yang di seberang telepon. Lalu dia meresponnya dengan tawa yang menurutku jahat.


Setelah panggilan itu selesai, segera dia melemparkan batu itu ke arah rumah Dinar. Dengan tenaga yang kuat dia mampu melempar batu itu hingga mengenai kaca.


Cewek itu segera lari ke arah mobil. Aku pun berniat untuk mengikuti cewek ini, aku ingin tahu maunya seperti apa. Selain itu, aku sebenarnya lebih khawatir dengan Keyla dan Dinar di dalam rumah pasti ketakutan.


Tetapi aku kesampingkan rasa khawatirku, lebih baik aku menyelidiki cewek itu, biar aku mendapatkan informasi untuk ku beritahukan ke Keyla.


Cewek itu duduk di kursi kemudi, dengan menggenggam handphone- nya. Dia menatap poto seorang cowok yang dijadikannya wallpaper handphone.


Dia pun meneteskan air matanya sembari berucap, "Aku dari dulu sangat menyayangimu, tetapi kenapa kamu lebih memilih Dita daripada aku."


Sebenarnya aku tidak tega melihat situasi seperti ini. Cewek itu pun melihat situasi sekitar rumah. Mungkin menurut dia aman, dia mulai kenakan Hoodie hitam yang sedari tadi sudah dia bawa.


Selain hoodie, dia pun mengenakan masker.


"Wah nggak beres ini cewek, cantik-cantik mengerikan," ucapku.


Cukup lama cewek itu berada di lingkungan ini, lalu dia rasa tidak ada hasil dari perbuatannya, dia memutuskan untuk segera pergi.


Aku sengaja ikut dengan dia, aku ingin tahu apa sebenarnya yang dia inginkan. Dia melajukan mobilnya dengan perlahan.


Sebelum sampai belokan ke arah jalan utama, dia tidak sengaja berpapasan dengan mobil Dita. Seketika cewek itu menghentikan mobilnya, lalu putar balik mengikuti mobil Dita dari kejauhan.


Tanpa keluarga Dinar dan Keyla sadari cewek itu selalu mengikuti aktivitasnya pada hari itu juga. Dia itu lebih terlihat marah ketika si Dita berjalan bergandeng tangan dengan cowok yang sama persis dengan poto itu.


"Apa sih yang membuat kamu sayang banget sama dia, toh aku terlihat lebih baik dari dia," ucap cewek itu.


Aku melihat dia berkata sembari meneteskan air matanya.


"Aku tidak akan diam, akan ku jauhkan kamu dari dia Andre," ucap cewek itu lagi.


Sebenarnya mereka semua pun bertemu dengan cewek yang meneror itu. Entah keluarga Dinar dan Keyla menyadari atau tidak.

__ADS_1


***


Pov Keyla


Aku masih mendengarkan cerita Esther. Aku pikir awalnya dia hilang begitu saja, ternyata aku baru tahu dia sangat care terhadapku dari segi dia bercerita.


"Waktu dia mengikutimu pun aku ikut dengannya," kata Esther.


"Kenapa kamu tidak langsung memberitahuku?" tanyaku.


"Aku masih ingin tahu, maksud dia itu apa Key, selama dia tidak berniat melukaimu masih ingin aku telusuri," jawab Esther.


"Untuk apa sih? Kan mending kamu langsung memberitahu kami Esteh, jadi ketahuan siapa orang yang tega meneror kami," kataku dengan nada kesal.


"Kalau seandainya kalian tahu saat itu juga, bagaimana kalau dia berbuat jahat ke kalian? Aku tidak ingin membuat kamu terluka," ucap Esther.


Aku memikirkan ucapan Esther. Ada benarnya juga kalau dia tega berbuat yang lebih jauh dari teror itu. Sepertinya cewek itu sangat menyayangi Kak Andre. Entah kenapa dia memiliki pikiran yang dangkal sehingga mempunyai niatan untuk meneror seseorang.


"Oh iya Esteh, kenapa sih cewek yang meneror itu tidak langsung ngomong saja kalau dia sangat menyayangi Kak Andre? Kan tidak perlu berbuat jahat seperti ini," tanyaku.


"Aku juga tidak tahu lah Key, banyak kemungkinan sehingga dia tidak memilih mengutarakan perasaannya," jawab Esther.


"Maksudnya? Kemungkinan seperti apa," tanyaku kebingungan.


"Kemungkinan yang pertama, dia tidak mau memberitahukan perasaan ke Andre karena cewek itu memang tidak berani mengungkapkannya, yang kedua mungkin cewek itu pernah di tolak sama si Andre, yang ketiga mungkin tak ingin hubungan mereka jauh sehingga cewek itu memilih diam," jawaban Esther yang panjang.


Aku mendengar jawaban Esther tentang kemungkinan itu membuat aku pusing. Dalam batinku bertanya-tanya, Apa iya ngungkapin perasaan aja sesusah itu? Emang berpengaruh sikapnya ya kalau sudah mengungkapkan perasaannya? Apa mungkin cinta itu serumit ini?


"Keyla, sebenarnya cewek itu pun bertemu dengan kalian, bahkan kalian melihatnya," ucap Esther lagi.


"Bertemu? Kok kamu tahu kalau kami bertemu, apa kamu terus mengikutinya?" tanyaku.


"Iya Keyla yang imut, dari awalkan aku sudah bilang ngikutin dia, soalnya cewek itu masih punya niatan jahat bahkan lebih dari teror itu," ucap Esther.


Aku berpikiran, cewek yang bertemu kami dan kami melihatnya ada dua yaitu sahabat Kak Andre dan mantannya yang berantem dengan Kak Dita.


"Kalau kamu mengikutinya, kami saat itu bertemu di mana? Soalnya ada dua cewek yang kami temui," tanyaku.


Bersambung....

__ADS_1


Coba tebak siapa cewek yang berbuat jahat itu, si mantan atau si sahabat?


Ikutin terus ceritanya, jawabannya di Next Episode.


__ADS_2