Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
Sekolah


__ADS_3

Dewi pun menghentikan ceritanya, aku melihat Dewi termenung.


"Ayo ke kantin Wi, aku yang traktir deh," ucapku.


"Ada angin apa ini anak mau traktir," sahut Selly.


"Siapa yang mau traktir kamu, aku mau traktir Dewi weeeeg," ucapku sambil mengejek Selly.


Selly pun memonyongkan mulutnya. Aku tarik tangan Dewi untuk pergi ke kantin.


sesampainya di kantin.


"Mau es krim tidak Wi?" aku menyodorkan es krim.


"Boleh lah, kalau traktir yang banyak deh Key kalau cuma satu nanti ga kerasa hahaha," ucap Dewi sembari tertawa.


Aku lihat Dewi sudah mulai tertawa, mungkin dia sudah sedikit melupakan kejadian yang menimpanya. Aku ajak duduk Dewi di bangku sebelah pintu.


"Enak tidak Wi?" tanyaku.


"Enak banget Key," jawabnya sambil melahap es krim di genggamannya.


"Pelan-pelan saja lah Wi, jadi cemong tuh mukamu," Ucapku dengan menyodorkan tisu ke Dewi.


Bel berbunyi tanda pelajaran pertama akan dimulai. Aku dan Dewi berjalan menuju ke kelas.


"Key, antar aku ke toilet dulu ya," Ucap Dewi.


"Iya aku antar, takut apa sih,"kataku.


Aku mengantar Dewi ke toilet. Di sekolahan kami yang terkenal serem ya di toilet ini.


Sesampainya di toilet.


"Key, tunggu depan pintu saja ya jangan jauh-jauh," Ucap Dewi lagi.


"Enggak sekalian aku antar masuk? buruan sana," kataku lagi.


Dewi masuk ke dalam kamar mandi.


"Key," Suara Dewi memanggil.


"Iya, ada apa Wi?" jawabku.


"Kamu tinggal saja, aku lama," jawab Dewi dengan suara datar.


"Yakin kamu?" tanyaku lagi.


"Wi, aku tinggal ya," kataku.


Dewi di dalam tak menjawab, aku pun meninggalkannya.


Aku berjalan menuju kelasku, aku duduk di sebelah Dinar.


"Dewi mana Key?" tanya Dinar.


"Di toilet, di suruh nganter eeh dia sudah di dalam malah suruh ninggalin," jawabku.


"Pelajaran pertama Biologi kan? belum datang gurunya ini, santai dululah Din," ucapku lagi.


Dari pintu aku melihat Dewi berlari tergopoh-gopoh. Dewi menghampiriku.


"Keyla kok di tinggal sih, di bilangin suruh nunggu malah di tinggal," ucap Dewi dengan muka yang terlihat jengkel.

__ADS_1


"Yee, bagaimana sih kamu Wi? kamu sendiri yang nyuruh kok malah marah-marah," ucapku.


"Aku gak ngomong apa-apa loh Key setelah masuk kamar mandi," ucap Dewi lagi.


"Sumpah deh Wi gak bohong aku, makanya aku tinggal karena kamu yang nyuruh," kataku.


"Hiii, penunggu toilet deh gangguin kalian," sahut Dinar.


"Jangan gitu lah Din, tidak berani ke toilet lagi aku nanti," Ucap Dewi sedikit berbisik karena guru mulai mengajar di kelasku.


Pelajaran pertama, kedua pun selesai, sebelum ke luar kelas guru menyampaikan kalau sekarang bisa pulang. Karena guru-guru ada rapat di tingkat kabupaten.


Sebelum pulang aku, Dewi dan Dinar duduk di parkiran.


"Aku main ke rumahmu ya Key, nanti minta tolong Ibumu untuk menelfon Mamaku," Ucap Dewi.


"Iya, tetapi boncengin aku ya, berat kamu aku gak kuat bonceng," ucapku.


"Iya-iya, pokonya kamu bantuin ngayuh sepedanya ya," jawab Dewi.


"gak mau lah, pakai rok ini nanti sobek," Ucapku dengan tertawa.


"Dikerjain Keyla aku ini," ucap Dewi


"Gak mau tau, ayo pulang kapan lagi di boncengin Dewi, iya gak Din hahaha," Ucapku dengan tertawa tebahak-bahak.


Dewi mengayuh sepedaku dengan pelan, sepedaku dan Dinar berjalan beriringan.


Selama di perjalanan kami tak henti-hentinya bercanda.


"Keyla, kamu kelihatannya aja mungil, boncengin kamu rasanya mau copot ini kakiku," Ucap Dewi.


"Jarang bersepeda kamu Wi, makanya terasa capek," Ucap Dinar.


"Apa? bisa-bisa aku berangkat habis subuh, sampai sekolahan sudah mau pulang," gerutu Dewi.


Kami pun tertawa sepanjang jalan. Saling berguaru menertawakan apapun yang kami bicarakan. Hingga tak terasa di ujung sana rumahku sudah terlihat.


"Mau aku gantiin Wi, kasihan kayaknya capek," ucapku mengejek.


"Kenapa tidak dari tadi Keyla yang cantik, itu rumahmu sudah kelihatan baru ngajak gantian," Ucap dewi dengan nada yang kesel.


"Aku kan baik, aku tawarin dong, gak mau ya alhamdulillah deh hehehe," ucapku lagi.


"Nanti aku aduin Ibumu, biar aku di kasih makan banyak," Ucap Dewi masih mengayuh sepeda.


"Ku doain Ibu Keyla lupa tidak masak hahaha," Sahut Dinar.


Sampailah aku di depan rumah, Dinar melambaikan tangan tanda perpisahan.


"Main sini nanti ya Din, bawa kue ya," teriak Dewi dari depan pagar rumahku.


"Nanti aku ke situ, nanti tak bawain lah Wi kalau aku tidak lupa lho ya," teriak Dinar yang sudah agak menjauh dari tempat kami.


Aku dan Dewi mulai masuk ke pekarangan rumahku.


"Parkir depan garasi aja Wi, nanti biar aku masukin sendiri!" ucapku


Tok tok tok


"Assalamualaikum," aku mengucapkan salam


pintu pun terbuka, "Waalaikum salam," jawab Ibu.

__ADS_1


"Loh Dewi, masuk Nak," ajak Ibuku.


"Kamu sudah sembuh?" Ucap Ibuku lagi.


"Alhamdulillah sudah Tante, aku ke sini di suruh boncengin si Keyla tante berat juga badannya," ucap Dewi.


Aku berjalan menuju kamarku.


"Dewi sini, ganti bajuku aja," ajakku.


"Iya Wi, pakai baju Keyla saja ini masih pagi, biar nanti Tante yang kabarin Mamamu," ucap Ibu.


Dewi pun masuk kamarku, dia duduk di kasur.


"Pakai celana panjang atau pendek Wi?" tanyaku sambil memilihkan baju.


"Terserah Key, yang penting muat di aku," jawab Dewi.


"Aku tiduran di sini deh, capek aku boncengin kamu," ucap dewi lagi.


Aku menyodorkan baju ke Dewi.


"Ganti baju dulu nanti baru rebahan lagi," Kataku.


Dewi bergegas masuk kamar mandiku.


"Keyla, ini celana mu ada yang lebih besar gak sih, terlalu sesak ini," ucap dewi dari dalam kamar mandi.


"Ada, punya ibuku mau?" jawabku dengan nada mengejek.


"Baju tidur mu tidak apa-apa deh yang penting muat," ucap Dewi lagi.


"Iya-iya," jawabku sembari berjalan menuju lemari.


Aku ambilin bajuku yang agak besaran.


Tok tok tok


Aku ketuk pintu kamar mandi.


"Wi, ini bajunya kalau masih gak muat aku pinjemin daster Ibuku," ucapku.


Dewi meraih bajunya. Tak berselang lama Dewi keluar dari kamar mandi.


"Beli baju itu yang besarlah Key," ucap Dewi.


Dia mulai berbaring di dekatku.


"Aku kecil pakai baju besar kaya orang-orangan sawah jadinya," jawabku.


"Oh iya Key, soal di toilet apa iya tadi penunggu di toilet itu?" tanya Dewi.


"Aku gak tahu, belum kenalan hahaha," jawabku.


"Habisnya tanyamu kaya gitu, beneran loh Wi tadi aku ninggalin kamu karena ada suaramu yang nyuruh aku ninggalin kamu," ucapku lagi.


"Aku loh Key, beneran tidak bicara apapun, kalau aku berani mah sudah aku suruh ke kelas duluan kamu tidak perlu kamu antar," kata Dewi.


Tok tok tok


"Ayoh makan dulu anak-anak," ucap Ibu dari luar pintu.


"Ayo makan dulu Key, nanti kita sambung ceritanya, ngisi tenaga dulu hehe," ucap Dewi.

__ADS_1


"Kamu aja yang kelaparan," jawabku sembari memonyongkan mulut


__ADS_2