Apa Aku Berbeda?

Apa Aku Berbeda?
Penunggu Toilet Parkiran Mall


__ADS_3

Sembari menunggu Dinar, aku dan ayah menyempatkan untuk mengobrol.


"Ayah, awal puasa ga libur?" tanyaku.


"Tidak Dek," jawab Ayah singkat.


Tidak begitu lama, aku melihat Dinar dan Kak Dita sampai. Aku melihat ayah pun segera bergegas pergi ke arah mobilnya, sedangkan aku hanya mengekor di belakang ayah.


Dinar melangkahkan kaki menghampiri kami dan bersalaman ke ayahku. Dari tempatnya berhenti Kak Dita berpamitan, "Mari om, saya pulang dulu," ucap Kak Dita berpamitan ke Ayah.


"Iya Dit," jawab Ayah.


"Ayo Key, makasih ya," ucap Kak Dita lagi.


"Siap, Kak," jawabku.


Kak Dita segera memutar motornya dan berlalu pergi pulang, sedangkan Ayahku mengajakku dan Dinar untuk berangkat.


"Ayo Key, Din berangkat," ajak Ayah.


Kami pun berangkat, di sepanjang perjalanan ayahku mengajak berbicara kami berdua.


"Dinar, Ayahmu ga pulang, Nak?"tanya Ayah.


"Besok baru pulang Om," jawab Dinar.


Tak begitu lama kami sampai di gerbang sekolahan. Ayah langsung berpamitan untuk segera pulang.


Aku dan Dinar melangkahkan kaki secara bersamaan menuju ruang kelas kami, di sana kami temui banyak anak-anak sedang kumpul secara bergerombol seperti mengelilingi sesuatu.


Dari kejauhan aku lamat-lamat mendengar ada yang memanggil-manggil namaku.


"Eh, itu Keyla panggil saja, suruh ke sini," kata beberapa orang dari kejauhan.


"Key, kok pada nyebut namamu? ini pasti misi perhantuan kalau menyangkut kamu," ucap Dinar.


"Lah iya, aku di kenal di sekolah ini kayanya bukan gara-gara prestasi deh Din, tetapi gara-gara kenal para hantu," ucapku sembari menepuk kan kepalaku ke kening.


"Hahaha, mbah-mbah nya hantu kamu," ucap Dinar sembari tertawa terbahak-bahak.


Dari kejauhan ada salah satu anak yang menghampiri kami.


"Keyla," Dia memanggil.


"Iya, ada apa?" jawabku.


"Ayo ikut aku, cepetan key," ajaknya terburu.


Aku menghampiri anak-anak yang sedang bergerombol bersama Dinar dan salah satu anak yang memanggilku tadi.


Aku di buat terkejut, karena aku melihat anak dari ibu kantin yang biasa membantunya jualan, di sini sedang tergeletak dengan mata melihat ke atas.


"Ini kenapa pada ngelihatin sih? kok gak di bopong ke UKS atau kemana gitu," kataku.


"Buruan angkat, ini ibu kantin ke mana?" tanyaku lagi.


Anak laki-laki beberapa membantu membopong, membawa ke dalam UKS.


Aku mulai bertanya-tanya ke anak yang berada di sana.


"Kenapa, kok gak langsung di angkat ke UKS sih? kok masih di kerumunin kaya tadi," tanyaku.


"Kamu datang itu, kakaknya baru aja terjatuh dengan mata seperti itu, kami semua takutnya kalau kesurupan," jawab salah satu anak yang berada di sana.


"Enggak ada apa-apa kok, mungkin kakaknya lagi sakit, terus Ibu kantin ke mana?" tanyaku lagi.


"Belum datang deh Key, soalnya ini masih pagi juga,"

__ADS_1


"Jadi, Kakak itu mungkin antar makanan terlebih dahulu," jawab anak itu lagi.


Dinar menarik ku mengajak ke UKS.


"Ayo kita lihat ke UKS, key," ajak Dinar.


Aku melihat kakak itu terbaring di tempat tidur di UKS, sedang di tangani guru yang jaga di sana.


"Kenapa Bu?" tanyaku ke guru itu.


"Badannya panas tinggi Key, mungkin kakaknya kelelahan untung ga sampai kejang tadi," jawab Ibu penjaga.


"Ini udah aku kasih obat penurun panas, ini kenapa tadi kok ga langsung lapor ke sini?" tanya Ibu penjaga UKS.


"Saya juga baru datang Bu jadi tidak tahu, anak-anak takutnya tadi kesurupan makanya ga berani ada yang ngangkat atau lapor," jawabku.


Tidak berselang lama, ibu kantin pun datang menghampiri anaknya di UKS.


"Ana, kamu kenapa Nak?" tanya Bu kantin.


"Tadi terjatuh Bu, anak-anak yang bawa Kakak ke sini," jawab Dinar.


"Dia dari rumah sudah sakit, saya sudah melarangnya untuk berangkat ke sini malah dia mengeyel tetap berangkat," ucap Bu kantin lagi.


Dengan kejadian itu, Bu kantin hari ini tidak jadi jualan. Hari Ini, di sekolah kami lewati seperri biasanya.


Tet tet tet...


Bel jam pelajaran terakhir pun sudah berbunyi, itu menandakan hari ini sekolah kami pun usai.


"Dinar, nunggu Ayahku di pintu gerbang yuk," ajakku.


Dinar hanya mengangguk, kami berdua berjalan menuju pintu gerbang untuk menunggu ayahku.


Dan tepat kami sampai di pintu gerbang, mobil ayahku sudah datang.


Aku melihat di mobil juga ada Ibu.


"Kok Ibu ikut jemput?"tanyaku ke Ibu.


"Iya Dek, kita langsung ke Mall aja ya, Ibu mau belanja dulu," jawab Ibu.


"Tadi Ibu sudah telfon Ibunya Dinar, ini kalian berdua Ibu bawain baju ganti," ucap Ibu lagi.


"Kita ganti di mana Bu?" tanyaku lagi.


"Nanti aja kalau sudah sampai di mall, kalian ganti di sana," jawab Ibu.


Jarak tempuh sekolahan ku dengan Mall tak begitu jauh, jadi cukup beberapa menit kami sudah sampai.


Ayah memarkirkan mobilnya.


"Kalian ke toilet dulu sana, ganti pakaian kalian," ucap Ayah menyuruh.


"Ganti di toilet lantai atas aja Yah, di toilet dekat parkiran kan lorongnya agak gelap," jawabku.


"Sudahlah Key, kamu kan berdua sama Dinar, Ibu sama Ayah menunggu kalian di luar parkiran ya," kata Ibu sembari melangkah keluar parkiran dengan Ayah.


"Din, gandeng tanganku ya hehe," kataku dengan menggandeng tangan Dinar.


"Kamu jangan nakut-nakutin lah Key," ucap Dinar.


kami berjalan menuju lorong arah ke toilet.


"Ini ga ada orang apa sepi banget," kataku.


"Kita ganti berdua ya Din," kataku lagi.

__ADS_1


"ga mau lah gantian nanti kita, kamu duluan aja," ucap Dinar.


Aku pun memasuki salah satu toilet di toilet ini, aku bergegas berganti pakaianku. Di dalam toilet, aku terus mengajak Dinar berbicara agar aku tidak ketakutan.


"Din, kamu jangan ninggalin aku," kataku di dalam toilet.


"Iya bawel, buruan," ucap Dinar.


Aku pun selesai, sekarang gantian dengan Dinar.


"Tunggu sini, awas saja kamu ninggalin aku," ucap Dinar sebelum memasuki toilet.


"Iya buruan, jangan lama-lam," ucapku.


Dinar mulai memasuki toilet, aku menunggunya di balik pintu.


"Din, buruan din," kataku


"Bentarlah Key, baru aja masuk resek banget sih," jawab Dinar.


Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, lorong ini begitu menyeramkan bagiku. Ketika aku melihat ke arah jalan masuk lorong, aku pun terkaget.



Ada ada anak yang berdiri di sana.


"Din ada orang," kataku memberi tahu.


"Biarin, toilet sebelah kosong," jawab Dinar.


Aku melihat anak itu hanya berdiri, dengan muka tertunduk di tempatnya.


"Kakak kalau mau ke toilet, sebelah kosong kok, saya lagi nungguin teman saja," kataku mencoba memberitahunya.


Dia tidak menjawab dan dia masih saja berdiri di tempatnya.


"Din, buruan kok aku melihatnya aneh sih," ucapku mengajak Dinar berbicara.


"Iya, aku sudah selesai," jawabnya.


Dinar keluar dari dalam toilet, lalu bertanya kepadaku, "Sudah ke toilet orang itu?"


"Kamu ga lihat apa, itu orang masih berdiri di sana," jawabku.


Dinar bergegas menarik ku, melewati orang itu.


"Din, kenapa?" tanyaku.


"Bukan orang Ananda Keyla Anggraini," ucap Dinar.


Setelah mendengar ucapan Dinar, aku pum berbalik arah melihat orang tadi.



Aku yang melihatnya pun berteriak, "Aaaaaaaa,"


Aku dan Dinar lari sekencang-kencangnya, kami menghampiri ayah dan ibuku.


"Apa sih kalian berdua kok lari-lari?" tanya Ibu.


"Keyla lihat hantu tante," jawab Dinar.


"Awalnya kulihat kaya orang biasa, waktu aku sudah mendengar dari kamu bukan orang aku melihatnya mukanya berubah menyeramkan," aku bercerita.


"Sudah, ayo masuk keburu sore," ajak Ayah.


Kami berempat memutuskan untuk belanja, tanpa membahas kejadian yang ku alami dengan Dinar.

__ADS_1


__ADS_2