
Maureen menyuapi Rayen, sesuap demi sesuap bubur sampai bubur yang dimangkuk habis. Maureen membukakan bungkus obat dan membantu Rayen minum obat, ia juga Memberikan air putih kepada Rayen.
Disamping Rayen juga Ada Rehan dan Kim Nana yang dengan jelas melihat perlakuan Maureen kepada Rayen, mereka tersenyum dengan bahagia.
tiba tiba asisten Tina mengatakan bahwa besok Maureen harus keParis , , ,
" Nona presdir, ada hal darurat besok anda harus terbang keparis untuk perjalanan bisnis, ada anak cabang kita yang mengalami masalah dan harus segera diselesaikan , , , ,kata asisten Tina.
" Apakah itu harus, , ,jawab Maureen.
" Benar nona, karena perwakilan kita tak mampu menangani masalah ini, , kata Asisten Tina.
" Baiklah siapkan penerbangan besok, aku akan kesana, , Jawab Maureen.
" Baik Nona, , ,
Maureen kembali menatap Rayen dengan pandangan tak bisa ditebak, , , Rayen mengetahui kebinggungan Maureen, ia berusaha memahami keadaan Maureen, ,
" Pergilah honey, jika itu memang penting, jangan biarkan perusahaanmu terbengkalai, , , , kata Rayen.
" tapi bagaimana dengan kamu, aku ingin menjagamu, , , jawab Maureen.
" Kamu tidak perlu khawatir, disini ada mama dan papa yang merawatku, , benar kan ma pa, , ,.
Rayen menatap Maureen kemudian berlalu menatap kedua orang tuanya, Rehan dan Kim Nana mengangguk, ,
__ADS_1
Maureen menghela nafas walau berat tetapi itu adalah kewajibannya sebagai seorang Presdir. .
" Seandainya aku punya kakak atau adik laki laki pasti aku ga perlu jadi presdir, ga perlu terbang kesana kemari menyelesaikan masalah, , , ,
Maureen menggerutu kesal, Rehan dan Kim Nana hanya menggeleng menyadari Maureen begitu berat untuk meninggalkan Rayen.
" Kamu tidak boleh begitu honey, kamu itu harus bersyukur memiliki segala sesuatu seperti ini, , , kata Rayen.
" Iya iya, kamu istirahat biar cepat sembuh aku harus pulang karena hari sudah malam, , jawab Maureen.
Maureen melirik jam diponselnya sudah jam 21.00 dia harus pulang karena besok dia akan terbang keParis, tentu saja ia akan naik pesawat pribadinya, , ,
" Baiklah pulanglah, Mama kemana ponselku kenapa kalian tidak memberikanku ponsel , , , kata Rayen.
Kim Nana menggeleng tidak tau,
" its sial, gimana nanti aku hubungi kamu, , , jawab Rayen.
" pakai saja ponsel pribadiku, , ,
kata Maureen sambil menyerahkan sebuah ponsel Iphone 6 merek Falchone SuperNova Pink Diamond kepada Rayen.
" Bukankah ini sangat mahal Reen, casenya terbuat dari emas, , , jelas Rayen.
" Itu tidaK mahal, kemarin aku belinya di New York seharga US$ 45.5 juta, , , , jawab Maureen.
__ADS_1
" itu berarti setara ,,,,,,
" sudahlah ga usah mikirin harga aku mau pulang, hubungi saja aku jika terjadi sesuatu, jika ada hal buruk aku akan tutup rumah sakit ini, , , , jelas Maureen memotong pembicaraan Rayen.
" Baiklah, hati hati dijalan, ,
Maureen mengangguk, ia berpamitan kepada Rehan dan Kim Nana saat hendak pulang, ia juga mengatakan bahwa esok akan terbang keParis untuk perjalanan bisnis sekitar satu bulan bahkan mungkin lebih, , ,
tetapi jika ada waktu ia akan mampir kerumah sakit untuk melihat kondisi Rayen. .
Rehan mengangguk ia tau betapa beratnya menjadi seorang presdir, , , sedangkan Kim Nana terus menyemangati Maureen, ,
Maureen perlahan berlalu meninggalkan rumah sakit menuju parkiran dimana supirnya sudah menjemputnya, , ,
**********
Maureen telah tiba dirumah keluarganya, ia bergegas untuk tidur dan menjemput hari esok.....
Note :
Falcon SuperNova Pink Diamond Iphone 6 (sumber google)
diklaim sebagai ponsel termahal didunia dengan harga US$ 45.5 juta atau setara Rp 630 Miliar.
.
__ADS_1
.
.