
Malam itu terasa sangat panjang bagi Vivi. Kenapa pagi
begitu lama datang, padahal perasaan Vivi, malam ini dia tidur sudah cukup lama.
Ya lama sekali menurut Vivi.
.
Suara ayam jantan berkokok di kejauhan, sang surya mulai
malu malu menampakkan wajahnya di sela sela gumpalan awan hitam di ufuk timur. Suara
burung sudah mulai terdengar bersahut sahutan di antara riuhnya suara mobil dan
motor yang mulai ramai terdengar. Jakarta sudah kembali menggeliat. Tidak terkecuali
juga yang terjadi pada Vivi.
Pagi itu Vivi sudah bangun. Hari ini adalah hari ulang
tahunnya. Ada yang sangat spesial di hari ulang tahunnya itu. Bagaimana tidak,
Pak Rayen sudah menjanjikan sesuatu yang akan sangat berharga, yang akan
mempengaruhi hidupnya, dan masa depannya. Dan semua itu sayangnya masih
dirahasiakan oleh Pak Rayen.
Hati Vivi masih bingung, apa sebenarnya yang diinginkan oleh
Pak rayen. Apakah dia ingin menjadikannya istri kedua, ataukah ada sesuatu yang
lain yang direncanakan di belakang itu. Semua masih akan jadi misteri, sampai
kemudian dia nanti sudah sampai di kantor. Ah, kenapa Pak Rayen itu aneh aneh
saja ya? Kenapa kalau suka tidak bilang suka saja, jadi Vivi tidak jadi
ebingungan seperti sekarang ini.
Ingin rasanya Vivi memutar jarum jam yang ada di depannya,
agar cepat menunjukan pukul delapan, saatnya dia peergi ke kantor putra
company. Tapi apa Vivi bisa juga memutar jarum jam di kantor Putra Company
sekarang agar menunjukkan jam yang sama?
.
Dan akhirnya, apa yang ditunggu tunggu Vivi sudah tiba. Vivi
segera bergegas menuju ke kantor yang jaraknya memang tidak begitu jauh
denganrumah yang dihuni oleh Vivi.
Laju taksi yang dikendarai oleh Vivi tidak membutuhkan waktu
lama untuk sampai di kantor Putra Company. Setelah membayar ongkos taksi, Vivi
kemudian bergegas menuju pagar kantor Putra Company.
Aneh.
Itulah kesan pertama yang dapat dinilai oleh Vivi. Kantor itu
sepi, sepi sekali. Cuma ada seorang satpam yang menjaga pintu masuk. Bukankah hari
ini sudah efektif hari masuk kantor? Kenapa tidak ada karyawan satu pun yang
ada disitu? Bahkan, tidak biasanya satpam yang bertugas di pintu masuk hanya
satu. Paling tidak seharusnya ada dua atau tiga petugas. Dimana mereka?
“Pak, apakah Pak Presdir belum datang ke kantor ya?” kata
Vivi bertanya pada satpam itu.
“Maaf Bu Vivi, belum ada yang datang seorang pun. Padahal hari
ini seharusnya semua karyawan sudah masuk kerja” kata satpam itu
“ kenapa pintu kantor belum dibuka pak?” tanya Vivi
“Maaf bu, karena yang jaga Cuma saya sendiri, jadi terpaksa
pintu itu belum saya buka. Maaf takut kalau kewalahan saya jaga sendiri.” Kata satpam
itu
“Baiklah pak, kuncinya mana?”tanya Vivi yang sedikit kawatir,
karena seharusnya dia sudah mulai bekerja pagi itu, tapi jika begini
keadaannya, bisa bisa nanti dia akan kena marah karena tidak menjalankan peraturan
perusahaan.
Satpam itu kemudian mengeluarkan kunci kantor. Aneh nih
satpam, biasanya dia menuju ke pintu untuk membukakan pintu, tapi satpam ini
hanya menyerahkan kunci saja tanpa berniat meninggalkan pos satpam menuju ke
pintu kantor. Siapa sih yang menerima satpam model seperti ini?
Dengan agak sedikit mendongkol, Vivi meraih kunci yang
disodorkan oleh satpam tadi, kemudian dia menuju ke arah pintu
kantor.dimasukkan anak kunci itu ke lobang kunci pintu, dan krek...... pintu
terbuka, namun saat Vivi masuk melewati pintu itu tiba tiba, byur...... ada
timba yang berisi air yang diletakkan diatas pintu, dan saat pintu dibuka, air
itu tumpah dan mengguyur badan Vivi. Gadis cantik itupun basah kuyub.
Bukan main mendongkolnya hati Vivi mengetahui hal ini. namun
belumsempat dia berbuat banyak, dari berbagai sudut kantor, nampak semua
karyawan dan tidak ketinggalan Pak Rayen, Ibu Maureen dan juga satpam yang tadi
ada di pos, berjalan ke arahnya sambil membawa kue ulang tahun dan menyanyikan
lagu selamat ulang tahun......
Happy birthday to you,
__ADS_1
selamat ulang tahun ya untuk readers yang saat ini berulang tahun. tgl 29-02-2020 karena akan berulang tahun hanya setiap 4 tahun sekali.
jadi ulang tahun lagi baru tahun 2026
Happy birthday to you,
Happy birthday to you,
Selamat Ulang Tahun Vivi sayang.....
Terdengar suara yang riuh rendah memberikan ucapan selamat
uang tahun untuk Vivi. Dari kerumunan karyawan dan karyawati Putra Company,
kemudian Rayen maju diikuti oleh Maureen.
Hati Vivi makin berdeguk kencang, inikah kejutan itu, atau
ada yang lain dari ini?
Tiba tiba Pak Rayen menyuruh mereka diam, dan kemudian Pak
Rayen mulai bicara
“Bapak Ibu, Sahabat, kawan kawan dan semua karyawan
karyawati Putra Company yang saya hormati, hari ini adalah hari yang sangat
membanggakan, meskipun juga hari yang sangat menyedihkan. Tapi inilah kenyataan
yang kita hadapi.
Hari yang diliputi kesedihan, karena Tuan Besar Tito,
ayahanda saya dan Maureen beberapa hari yang lalu berpulang ke hadirat Tuhan,
saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu keluarga kami, mulai dari sakitnya beliau sampai ke saat pemakaman dan
mohon dimaafkan atas segala kekilafan beliau”
Rayen menghela nafas panjang. Hadirin semua diam. Mereka masih
menunggu apa yang akan dikatakan oleh Rayen selanjutnya.
“Yang kedua, hari ini juga merupakan hari yang istimewa. Salah
satu dari kalian hari ini berulang tahun. Kenapa yang lain berulang tahun tidak
pernah dirayakan oleh kantor, tapi kali ini kok sampai kantor memberikan
apresiasi terhadap dia?
Sebagaimana saudara saudari ketahui, bahwa perkembangan
bisnis dari Putra Company beberapa bulan terakhir ini sangat pesat. Bahkan seminggu
yang lalu, kita berhasil mendapatkan kontrak kerja dengan perusahaan dari Meksiko. Dan nilainya sangat fantastis. Hampir
mencapai lima puluh triliun rupiah. Dan itu tidak lepas dari bantuan seseorang
yang saat ini sedang berulang tahun. Dialah Vivi, sekretaris saya.
Untuk itu, kita walaupun masih dalam suasana duka, namun
kita merayakan ulang tahunnya walaupun dengan cara sederhana.
meminta kalian semua untuk membantu saya membrikan kejutan untuk Vivi”
Semua yang hadir mengangguk tanda setuju. Walaupun sebenarnya
tadi ada yang agak kurang setuju karena berfikir, disaat perusahaan sedang
berkabung kok malah merayakan hari ulang tahun seorang karyawan. Mereka akhirnya
membenarkan apa yang dilakukan oleh Rayen.
“Disamping itu, kalian saya ajak berkumpul disini adalah
untuk menyaksikan hari yang istimewa. Karena hari ini ada orang yang sangat
istimewa, yang akan menyatakan perasaannya pada seseorang yang sedang berulang
tahun hari ini. mari kita sambut bersama, seseorang yang sudah sangat dikenal
oleh Vivi”
Jantung Vivi berdetak makin kencang. Ada orang yang akan
menyatakan perasaannya pada dia? Berarti bukan Pak Rayen dong? Lalu siapa
sebenarnya orang itu? Dan dari ruangan Pak Rayen muncul seseorang yangmemang
sangat dikenal oleh Vivi.
Dia melangkah sambil membawa sekuntum bunga mawar merah.
“Inilah orang yang istimewa itu. Saya
perkenalkan. Namanya Mr. Viencent, dia adalah assistent director dari Castillo
Company, sekaligus sahabat kami. Beliau dan Vivi sudah sangat saling mengenal. Perlu
diketahui, beliau saat ini berumur 27 tahun. Tiga tahun diatas usia Vivi. Dan Tuan
Castillo pemilik dari Castillo Company meminta say untuk menjembatani pertemuan
antara Vivi dan Mr. Viencent.
Untuk itu, saya mohon, hari ini
Vivi menentukan sikap, apakah akan menerima cintanya Mr Viencent, ataukah
menolaknya.
Jika menerima, silahkan diterima
setangkai bunga mawar itu dan letakkan didalam pot bunga yyang ada diatas meja.
Namun jika kamu menolaknya,
ambilah bunga itu, lalu patahkan tangkainya”
Semua yang hadir terdiam. Hati mereka
semua berdebar debar menanti apa yang akan dilakukan oleh Vivi. Mereka semua
berharap Vivi menerima cinta orang terkemuka di Meksiko itu, agar kerjasama
__ADS_1
mereka makin erat. Namun semua berpulang pada Vivi. Karena yang bisa mmutuskan
hanya dia.
Vivi melangkah perlahan mendekati
Mr. Viencent, nampak dia ragu ragu sejenak. Kemudian dia segera menuju ke arah
Mr. Viencent.
Lama dipandanginya pria yang dalam
beberapa bulan ini telah dikenalnya. Ya, tidak dapat dipungkiri, dia memang
sosok yang baik, tampan, kaya dan punya jabatan tinggi. Tapi apa itu saja sudah
cukup? Bukankah orang berumah tangga harus dilandasi dengan rasa kasih dan
sayang?
Dalam hati Vivi timbul gejolak,
apakah dia cinta sama Mr. Viencent? Ataukah kekagumannya hanya karena dia
adalah sosok yang pandai dan banyak dikagumi oleh wanita wanita di sekitarnya?
Bukan rahasia lagi, banyak sekali
wanita yang inginbersanding dengan pria gagah yang saat ini ada didepannya.
Tapi bagaimana dengan Vivi,
cintakah dia pada sosok ampan yang sekarang berlutut didepannya untuk menanti
jawaban dia atas pernyataan cintanya pada saat ini?
Vivi kembali melangkah mendekati
Mr. Viencent.
Tinggal dua langkah lagi,
selangkah lagi. Namun Vivi kembali diam
mematung.
Semua yang hadir harap harap cemas
dengan apa yang terjadi. Smua berharap Vivi akan membuat keputusan yang
bijaksana. Semua tahu bahwa Vivi bukan orang bodoh. Dialah salah satu motor
penggerak majunya Putra Company.
Tiba tiba Vivi mengambil sepucuk
bunga mawar yang sedang dipegang oleh Mr. Viencent. Semua yang hadir di situ nampak
kaget. Semua menanti apa yang akan dilakukan oleh Vivi atas sepucuk bunga mawar
itu.
Apakah akan dipatahkan tangkainya
dan dibuang, ataukah akan ditaruh diatas vas bunga yang berada di atas meja
itu.
Batin Vivi kembali bergejolak. Sebenarnya
hati Vivi masih bimbang, apakah harus menerima cintanya Mr. Viencent, ataukah
harus menolak cinta pria gagah ini?
Vivi teringat kenangannya ketika
dia meninjau lokasi proyek yang akan dikerjakan di Meksiko kemarin. Mr.
Viencent adalah sosok yang sangat bertanggung jawab, selain itu dia amat pandai
menjaga hati dan perasaan wanita. Selama Vivi mengenal sosok lelaki ini, belum
pernah sekalipun dia berkata kasar atau terlihat kurang sopan terhadap orang
lain.
Apalagi dia sampai bela belain
untuk datang ke Jakarta pada saat Vivi sedang beruang tahun. Sungguh suatu
perjuangan yang sangat besar.
Disamping itu, mungkin juga Pak
Rayen dan Ibu Maureen sangat menaruh harapan besar agar vivi mau menerima uluran
cinta laki laki ini. karena disamping akan menjamin masa depan Vivi di kkeudian
hari, juga akan lebih memantapkan kerjasama mereka dalam hal bisnis.
Tiba tiba Vivi melangkah dua
langkah menjauhi Mr. Viencent. Kemudian menimang nimang sepucuk bunga mawar
itu.
Kemudian ternyata harus bersambung
readers ku yang tercinta.
.
.
Bantu Vivi memutuskan apa yang
harus dilakukan ya readers?
Apakah Vivi harus menerima atau
menolak cintanya sang arjuna pencari cinta dari Meksiko City ini.
Tidak lupa, author mohon dukungan
vote untuk cerita ini, dan juga like, koment serta subscribe chanel youtube
BHARATA FM TRENGGALEK
Selamat menebak sikap Vivi, apakah
__ADS_1
menerima atau menolak cinta Mr. Viencent.
Dan selamat membaca.