Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Empat bag 17


__ADS_3

Malam itu terasa sangat panjang bagi Vivi. Kenapa pagi


begitu lama datang, padahal perasaan Vivi, malam ini dia tidur sudah cukup lama.


Ya lama sekali menurut Vivi.


.


Suara ayam jantan berkokok di kejauhan, sang surya mulai


malu malu menampakkan wajahnya di sela sela gumpalan awan hitam di ufuk timur. Suara


burung sudah mulai terdengar bersahut sahutan di antara riuhnya suara mobil dan


motor yang mulai ramai terdengar. Jakarta sudah kembali menggeliat. Tidak terkecuali


juga yang terjadi pada Vivi.


Pagi itu Vivi sudah bangun. Hari ini adalah hari ulang


tahunnya. Ada yang sangat spesial di hari ulang tahunnya itu. Bagaimana tidak,


Pak Rayen sudah menjanjikan sesuatu yang akan sangat berharga, yang akan


mempengaruhi hidupnya, dan masa depannya. Dan semua itu sayangnya masih


dirahasiakan oleh Pak Rayen.


Hati Vivi masih bingung, apa sebenarnya yang diinginkan oleh


Pak rayen. Apakah dia ingin menjadikannya istri kedua, ataukah ada sesuatu yang


lain yang direncanakan di belakang itu. Semua masih akan jadi misteri, sampai


kemudian dia nanti sudah sampai di kantor. Ah, kenapa Pak Rayen itu aneh aneh


saja ya? Kenapa kalau suka tidak bilang suka saja, jadi Vivi tidak jadi


ebingungan seperti sekarang ini.


Ingin rasanya Vivi memutar jarum jam yang ada di depannya,


agar cepat menunjukan pukul delapan, saatnya dia peergi ke kantor putra


company. Tapi apa Vivi bisa juga memutar jarum jam di kantor Putra Company


sekarang agar menunjukkan jam yang sama?


.


Dan akhirnya, apa yang ditunggu tunggu Vivi sudah tiba. Vivi


segera bergegas menuju ke kantor yang jaraknya memang tidak begitu jauh


denganrumah yang dihuni oleh Vivi.


Laju taksi yang dikendarai oleh Vivi tidak membutuhkan waktu


lama untuk sampai di kantor Putra Company. Setelah membayar ongkos taksi, Vivi


kemudian bergegas menuju pagar kantor Putra Company.


Aneh.


Itulah kesan pertama yang dapat dinilai oleh Vivi. Kantor itu


sepi, sepi sekali. Cuma ada seorang satpam yang menjaga pintu masuk. Bukankah hari


ini sudah efektif hari masuk kantor? Kenapa tidak ada karyawan satu pun yang


ada disitu? Bahkan, tidak biasanya satpam yang bertugas di pintu masuk hanya


satu. Paling tidak seharusnya ada dua atau tiga petugas. Dimana mereka?


“Pak, apakah Pak Presdir belum datang ke kantor ya?” kata


Vivi bertanya pada satpam itu.


“Maaf Bu Vivi, belum ada yang datang seorang pun. Padahal hari


ini seharusnya semua karyawan sudah masuk kerja” kata satpam itu


“ kenapa pintu kantor belum dibuka pak?” tanya Vivi


“Maaf bu, karena yang jaga Cuma saya sendiri, jadi terpaksa


pintu itu belum saya buka. Maaf takut kalau kewalahan saya jaga sendiri.” Kata satpam


itu


“Baiklah pak, kuncinya mana?”tanya Vivi yang sedikit kawatir,


karena seharusnya dia sudah mulai bekerja pagi itu, tapi jika begini


keadaannya, bisa bisa nanti dia akan kena marah karena tidak menjalankan peraturan


perusahaan.


Satpam itu kemudian mengeluarkan kunci kantor. Aneh nih


satpam, biasanya dia menuju ke pintu untuk membukakan pintu, tapi satpam ini


hanya menyerahkan kunci saja tanpa berniat meninggalkan pos satpam menuju ke


pintu kantor. Siapa sih yang menerima satpam model seperti ini?


Dengan agak sedikit mendongkol, Vivi meraih kunci yang


disodorkan oleh satpam tadi, kemudian dia menuju ke arah pintu


kantor.dimasukkan anak kunci itu ke lobang kunci pintu, dan krek...... pintu


terbuka, namun saat Vivi masuk melewati pintu itu tiba tiba, byur...... ada


timba yang berisi air yang diletakkan diatas pintu, dan saat pintu dibuka, air


itu tumpah dan mengguyur badan Vivi. Gadis cantik itupun basah kuyub.


Bukan main mendongkolnya hati Vivi mengetahui hal ini. namun


belumsempat dia berbuat banyak, dari berbagai sudut kantor, nampak semua


karyawan dan tidak ketinggalan Pak Rayen, Ibu Maureen dan juga satpam yang tadi


ada di pos, berjalan ke arahnya sambil membawa kue ulang tahun dan menyanyikan


lagu selamat ulang tahun......


Happy birthday to you,

__ADS_1


selamat ulang tahun ya untuk readers yang saat ini berulang tahun. tgl 29-02-2020 karena akan berulang tahun hanya setiap 4 tahun sekali.


jadi ulang tahun lagi baru tahun 2026


Happy birthday to you,


Happy birthday to you,


Selamat Ulang Tahun Vivi sayang.....


Terdengar suara yang riuh rendah memberikan ucapan selamat


uang tahun untuk Vivi. Dari kerumunan karyawan dan karyawati Putra Company,


kemudian Rayen maju diikuti oleh Maureen.


Hati Vivi makin berdeguk kencang, inikah kejutan itu, atau


ada yang lain dari ini?


Tiba tiba Pak Rayen menyuruh mereka diam, dan kemudian Pak


Rayen mulai bicara


“Bapak Ibu, Sahabat, kawan kawan dan semua karyawan


karyawati Putra Company yang saya hormati, hari ini adalah hari yang sangat


membanggakan, meskipun juga hari yang sangat menyedihkan. Tapi inilah kenyataan


yang kita hadapi.


Hari yang diliputi kesedihan, karena Tuan Besar Tito,


ayahanda saya dan Maureen beberapa hari yang lalu berpulang ke hadirat Tuhan,


saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah


membantu keluarga kami, mulai dari sakitnya beliau sampai ke saat pemakaman dan


mohon dimaafkan atas segala kekilafan beliau”


Rayen menghela nafas panjang. Hadirin semua diam. Mereka masih


menunggu apa yang akan dikatakan oleh Rayen selanjutnya.


“Yang kedua, hari ini juga merupakan hari yang istimewa. Salah


satu dari kalian hari ini berulang tahun. Kenapa yang lain berulang tahun tidak


pernah dirayakan oleh kantor, tapi kali ini kok sampai kantor memberikan


apresiasi terhadap dia?


Sebagaimana saudara saudari ketahui, bahwa perkembangan


bisnis dari Putra Company beberapa bulan terakhir ini sangat pesat. Bahkan seminggu


yang lalu, kita berhasil mendapatkan kontrak kerja dengan perusahaan dari  Meksiko. Dan nilainya sangat fantastis. Hampir


mencapai lima puluh triliun rupiah. Dan itu tidak lepas dari bantuan seseorang


yang saat ini sedang berulang tahun. Dialah Vivi, sekretaris saya.


Untuk itu, kita walaupun masih dalam suasana duka, namun


kita merayakan ulang tahunnya walaupun dengan cara sederhana.


meminta kalian semua untuk membantu saya membrikan kejutan untuk Vivi”


Semua yang hadir mengangguk tanda setuju. Walaupun sebenarnya


tadi ada yang agak kurang setuju karena berfikir, disaat perusahaan sedang


berkabung kok malah merayakan hari ulang tahun seorang karyawan. Mereka akhirnya


membenarkan apa yang dilakukan oleh Rayen.


“Disamping itu, kalian saya ajak berkumpul disini adalah


untuk menyaksikan hari yang istimewa. Karena hari ini ada orang yang sangat


istimewa, yang akan menyatakan perasaannya pada seseorang yang sedang berulang


tahun hari ini. mari kita sambut bersama, seseorang yang sudah sangat dikenal


oleh Vivi”


Jantung Vivi berdetak makin kencang. Ada orang yang akan


menyatakan perasaannya pada dia? Berarti bukan Pak Rayen dong? Lalu siapa


sebenarnya orang itu? Dan dari ruangan Pak Rayen muncul seseorang yangmemang


sangat dikenal oleh Vivi.


Dia melangkah sambil membawa sekuntum bunga mawar merah.


“Inilah orang yang istimewa itu. Saya


perkenalkan. Namanya Mr. Viencent, dia adalah assistent director dari Castillo


Company, sekaligus sahabat kami. Beliau dan Vivi sudah sangat saling mengenal. Perlu


diketahui, beliau saat ini berumur 27 tahun. Tiga tahun diatas usia Vivi. Dan Tuan


Castillo pemilik dari Castillo Company meminta say untuk menjembatani pertemuan


antara Vivi dan Mr. Viencent.


Untuk itu, saya mohon, hari ini


Vivi menentukan sikap, apakah akan menerima cintanya Mr Viencent, ataukah


menolaknya.


Jika menerima, silahkan diterima


setangkai bunga mawar itu dan letakkan didalam pot bunga yyang ada diatas meja.


Namun jika kamu menolaknya,


ambilah bunga itu, lalu patahkan tangkainya”


Semua yang hadir terdiam. Hati mereka


semua berdebar debar menanti apa yang akan dilakukan oleh Vivi. Mereka semua


berharap Vivi menerima cinta orang terkemuka di Meksiko itu, agar kerjasama

__ADS_1


mereka makin erat. Namun semua berpulang pada Vivi. Karena yang bisa mmutuskan


hanya dia.


Vivi melangkah perlahan mendekati


Mr. Viencent, nampak dia ragu ragu sejenak. Kemudian dia segera menuju ke arah


Mr. Viencent.


Lama dipandanginya pria yang dalam


beberapa bulan ini telah dikenalnya. Ya, tidak dapat dipungkiri, dia memang


sosok yang baik, tampan, kaya dan punya jabatan tinggi. Tapi apa itu saja sudah


cukup? Bukankah orang berumah tangga harus dilandasi dengan rasa kasih dan


sayang?


Dalam hati Vivi timbul gejolak,


apakah dia cinta sama Mr. Viencent? Ataukah kekagumannya hanya karena dia


adalah sosok yang pandai dan banyak dikagumi oleh wanita wanita di sekitarnya?


Bukan rahasia lagi, banyak sekali


wanita yang inginbersanding dengan pria gagah yang saat ini ada didepannya.


Tapi bagaimana dengan Vivi,


cintakah dia pada sosok ampan yang sekarang berlutut didepannya untuk menanti


jawaban dia atas pernyataan cintanya pada saat ini?


Vivi kembali melangkah mendekati


Mr. Viencent.


Tinggal dua langkah lagi,


selangkah lagi.  Namun Vivi kembali diam


mematung.


Semua yang hadir harap harap cemas


dengan apa yang terjadi. Smua berharap Vivi akan membuat keputusan yang


bijaksana. Semua tahu bahwa Vivi bukan orang bodoh. Dialah salah satu motor


penggerak majunya Putra Company.


Tiba tiba Vivi mengambil sepucuk


bunga mawar yang sedang dipegang oleh Mr. Viencent. Semua yang hadir di situ nampak


kaget. Semua menanti apa yang akan dilakukan oleh Vivi atas sepucuk bunga mawar


itu.


Apakah akan dipatahkan tangkainya


dan dibuang, ataukah akan ditaruh diatas vas bunga yang berada di atas meja


itu.


Batin Vivi kembali bergejolak. Sebenarnya


hati Vivi masih bimbang, apakah harus menerima cintanya Mr. Viencent, ataukah


harus menolak cinta pria gagah ini?


Vivi teringat kenangannya ketika


dia meninjau lokasi proyek yang akan dikerjakan di Meksiko kemarin. Mr.


Viencent adalah sosok yang sangat bertanggung jawab, selain itu dia amat pandai


menjaga hati dan perasaan wanita. Selama Vivi mengenal sosok lelaki ini, belum


pernah sekalipun dia berkata kasar atau terlihat kurang sopan terhadap orang


lain.


Apalagi dia sampai bela belain


untuk datang ke Jakarta pada saat Vivi sedang beruang tahun. Sungguh suatu


perjuangan yang sangat besar.


Disamping itu, mungkin juga Pak


Rayen dan Ibu Maureen sangat menaruh harapan besar agar vivi mau menerima uluran


cinta laki laki ini. karena disamping akan menjamin masa depan Vivi di kkeudian


hari, juga akan lebih memantapkan kerjasama mereka dalam hal bisnis.


Tiba tiba Vivi melangkah dua


langkah menjauhi Mr. Viencent. Kemudian menimang nimang sepucuk bunga mawar


itu.


Kemudian ternyata harus bersambung


readers ku yang tercinta.


.


.


Bantu Vivi memutuskan apa yang


harus dilakukan ya readers?


Apakah Vivi harus menerima atau


menolak cintanya sang arjuna pencari cinta dari Meksiko City ini.


Tidak lupa, author mohon dukungan


vote untuk cerita ini, dan juga like, koment serta subscribe chanel youtube


BHARATA FM TRENGGALEK


Selamat menebak sikap Vivi, apakah

__ADS_1


menerima atau menolak cinta Mr. Viencent.


Dan selamat membaca.


__ADS_2