Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Zanna....


__ADS_3

Mobil yang mereka tumpangi telah sampai di parkiran rumah sakit, Vanno menghentikan mobilnya setelah mengambil posisi parkir.


"Nona Zanna, kita sudah sampai?" ucap Vanno sambil menoleh ke arah gadis yang duduk di sampingnya. Gadis itu terlihat tertunduk lesu, raut wajahnya terlihat murung sekilas ia melirik lobi rumah sakit.


"Terima kasih tuan, saya akan turun." ucap Zanna sambil membuka pintu mobil Vanno.


"Nona ini nomor ponselku, kamu bisa menghubungi aku jika memerlukan bantuan seseorang." ucap Vanno sambil mengulurkan selembar name card ke pada Zanna.


"Baik tuan, terima kasih. Semoga Tuhan memberkati tuan sekeluarga." ucap Zanna sambil membungkuk.


Zanna masuk ke dalam lobi rumah sakit, gadis itu telah lenyap dari pandangan Vanno, dan saat itu juga Vanno kembali memundurkan mobilnya lalu bergegas pergi meninggalkan halaman rumah sakit itu.


Zanna Kirania, Nama yang begitu cantik se cantik orangnya, membuat Vanno yang sudah remaja itu tak henti hentinya membayangkan kecantikannya, bibirnya tersenyum tipis ia terus mengemudikan mobilnya sampai ia tiba di kediaman nya.


Vanno melihat mobil ayah dan bundanya telah terparkir fi garasi artinya Mauren dan Rayen telah sampai di rumah lebih dulu darinya. Setelah memarkirkan mobil nya, Vanno bergegas masuk ke dalam rumah di ruang tamu nampak bukan hanya ada Ayah dan Bundanya melainkan ada Chika dan Rakha.


"Hallo paman dan bibi sudah lama tidak berjumpa, bagaimana kabar kalian?" sapa Vanno sambil mencium punggung tangan mereka, tak terkecuali ayah dan ibunya.


"Widih calon menantu bibi udah gede ini!" ledek Chika sambil mengeleus rambut Vanno.

__ADS_1


"Haha bibi bisa aja, Vanno ke atas dulu ya kalian lanjut ngobrolnya."


"Vanno, tidak adakah yang ingin kamu jelaskan kepada ayah?" tanya Rayen sambil melirik ke arah anak laki lakinya yang sudah mulai melangkahkan kakinya .


"Vanno mandi dulu ayah, setelah itu Vanno akan cerita dan juga akan bertanya pada ayah bunda paman dan bibi,"


"Baiklah..."


setelah Rayen berkata seperti itu, Vanno bergegas menuju ke dalam kamarnya, ia mengambil handuk dan mulai pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara 4 sahabat di ruang tamu sedang sibuk mengobrol entahlah membicarakan apa mereka itu.


tak butuh waktu lama Vanno selesai mandi, ia mengenakan pakaian santai dan mengeringkan rambutnya. setelah semua prosesnya selesai, Vanno menepati kata-katanya untuk turun ke bawah.


"Ayah bunda." sapa Vanno sambil duduk di sebelah bunda nya.


"Maaf sebelumnya paman dan bibi pasti ngobrolnya ke ganggu ya."


"Tidak apa-apa Vanno." ucap Rakha sambil mematikan rokoknya.


"Begini, tadi Vanno di jalan hampir menabrak seorang gadis dengan cekatan Vanno membanting stir hingga mobil Vanno menabrak Trotoar, untung saja gadis itu tidak sampai tertabrak."

__ADS_1


"Apa kamu terluka?" tanya Maureen panik.


"Tidak bun aku tidak apa-apa." ucap Vanno.


"Terus?"


"Gadis itu bernama Zanna Kirania, dia bilang perusahaan nya koid dan ayahnya masuk rumah sakit hingga terburu-buru saat menyeberang. Jadi setelah itu aku mengantarkan gadis itu ke rumah sakit supaya dia cepat sampai tujuan."


"Hanya mengantarkan?" tanya Rakha.


"Iya paman, cuma sampai depan lobi kemudian saya balik langsung pulang." ucap Vanno terus terang.


"Kenapa kamu tidak ikut gadis itu masuk?" tanya Chika.


"Karena saya tidak kenal dengan dia atau keluarga nya."


"Bodoh kamu Vanno, kamu hampir menabrak anak gadis orang kenapa kamu begitu santai tidak takut dia lapor polisi kah?"


"Tidak bibi karena Vanno ga salah."

__ADS_1


"Vanno aku tidak mau alasan mu, besok kembalilah ke rumah sakit temui gadis itu minta maaf lah dan bantu dia jika butuh bantuan, kamu pasti tau apa yang harus kamu lakukan." ucap Rayen dengan tenang.


"Baik ayah." ucap Vanno walau pikirannya bertanya tanya tapi ia tidak berani bertanya terlalu banyak.


__ADS_2