Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 15


__ADS_3

 


 


Suasana di sore menjelang senja itu sangat sejuk. Burung burung


beterbangan di dahan dahan dan ranting tumbuhan perdu yang ada di sepanjang


jalanan ibukota. Sesekali mereka hinggap di atas kabel kabel yang ada di


sekitar jalanan itu. Burung bururng itu berkicau riang, laksana menyanyikan


kidung indah di kala sang surya beranjak ke peraduannya. Digantikan sang dewi


malam yang mulai menampakkan wajahnya di balik awan yang bergerak perlahan. Sungguh


suasana yang sangat indah.


Namun keindahan di senja itu, tidak berbanding lurus dengan


perasaan di hati Maureen. Sore itu dia duduk sendiri di serambi depan rumah


mewahnya. Hatinya sedang galau, sedih dan tentu saja beragam perasaan campur


aduk jadi satu. Bagaimana tidak, orang tua yang tinggal seorang ayah hari ini


harus berjuang dengan penyakit yang sangat ganas. Penyakit yang menjadi momok


pembunuh yang sangat ditakuti di seluruh dunia.


Maureen tidak bisa membayangkan jikalau harus secepat ini


ayahnya meninggalkan dia. Sungguh maureen tidak bisa membayangkan hal ini.


Lamunan Maureen buyar ketika tiba tiba merasa pundaknya


disentuh oleh seseorang.


“Bun, sudah hampir malam, sebaiknya makan malam, setelah itu


kita istirahat”. Sebuah suara yang sudah tidak asing lagi bagi dia. Suara yang


menemani hidupnya dalam beberapa tahun terakhir ini. siapa lagi kalau bukan


Rayen, suaminya tercinta.


“O, kamu sudah pulang Ray, maaf aku tidak tahu jika kamu


tadi sudah pulang sayang” kata Maureen.


“Tidak apa apa sayang, tadi waktu aku lewat di halaman, aku


lihat Bunda sedang duduk termenung. Sehingga aku memutuskan untuk langsung


masuk rumah dulu. O, iya, bagaimana kabarnya perkembangan ayah? Apakah tim


dokter sudah memutuskan kapan ayah akan berangkat ke Nevada Bun?” tanya Rayen.


“Sudah Ray, rencananya besok kami akan berangkat menuju ke


Nevada. Tim dokter sudah menyiapkan segala sesuatunya. Jadi nanti ayah tinggal


menuju ke Rumah Sakit dan mengikuti prosedur yang ada disana. Rencananya aku


mau mengontrak rumah di dekat rumah sakit sana saja agar setiap saat bisa

__ADS_1


memonitor kondisi ayah” kata Maureen.


“Apakah sekretarismu juga ikut kesana Bun?” tanya Rayen.


“Zhang biar disini saja Ray, nanti bisa bantu kamu untuk


mengurusi KSM Group, karena ada beberapa kendala di anak perusahaan yang belum


selesai kami tangani. Aku takut, jika tidak segera ditangani dampaknya akan


bisa meluas ke perusahaan yang lain. Biar nanti aku sama Bi Minah saja ke Nevada”


kata Maureen.


“Apa? Bi Minah? Apa tidak salah? Bukankah Bi Minah tidak


bisa bahasa Inggris, apalagi bahasa yang lain?” tanya Rayen.


“Tidak apa apa sayang. Biar nanti untuk urusan lain aku yang


akan mengurusinya. Nanti Bi Minah biar membantu aku untuk di rumah kontrakan”


kata Maureen.


“Terserah bunda saja lah bagaimana baiknya. Yang penting


nanti sewaktu waktu ada kesulitan, bunda langsung menghubungi Jakarta ya?” kata


Rayen.


“Tidak usah kawatir Ray, disana banyak kolega yang bisa


membantu kita. Bukankah New York dan Nevada tidak terlalu jauh. Biar nanti aku


minta beberapa staf membantu mengurusi disana. Kamu, Zhang dan Vivi fokus ke


memperbesar kontrak dengan Putra Company. Jika ini betul terjadi, kamu bisa


pisahkan dulu Putra Company dengan KSM Group dulu. Karena sebuah perusahaan


rekanan harus punya nama sendiri untuk bisa dipandang bagus di lain perusahaan.”


Kata Maureen.


“Tapi Putra Company kan anak perusahaan KSM Group Bun? Apakah


ini tidak menyalahi prosedur dan tidak akan menimbulkan gejolak dengan anak


perusahaan yang lain?”tanya Rayen.


Rayen sedikit kawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh


Maureen. Hal ini wajar, karena sejatinya Putra Company adalah perusahaan yang


ada dibawah naungan KSM Group. Namun di sisi lain, Rayen juga membenarkan ide


brilian dari istrinya itu. Memang, jika Putra Company ingin mendapatkan


pengakuan penuh dan menjalin kerjasama dengan perusahaan perusahaan besar berskala


internasional, harus berdiri sendiri, bukan dibawah naungan KSM Group.


“Tidak apa apa sayang, kemarin ayah juga sudah mengatakan


demikian. Karena hakekatnya KSM Group juga milik kita. Jadi ayah meminta aku

__ADS_1


untuk melepas Putra Company berdiri sendiri, mengingat perkembangan nya akhir


akhir ini cukup bagus. Jadi keputusan ini sudah mendapat persetujuan dari ayah”


kata Maureen.


“O, apakah nanti bunda dan ayah Tito akan membawa pesawat


pribadi?” tanya Rayen.


“Tidak Ray, ayah menyarankan kami untuk naik pesawat


komersiil, karena kondisi cuaca akhir akhir ini tidak menentu. Jadi mengurangi


resiko di perjalanan” kata Maureen.


“Baiklah Bun, kalau begitu ayo sekarang bunda istirahat. Untuk


urusan perusahaan sementara dikesampingkan dulu. Biar nanti aku yang


mengurusinya. Bunda dan ayah fokus saja untuk kesembuhan ayah Tito” kata Rayen.


“Iya sayang. Maafkan aku ya? Belum bisa jadi istri yang


baik, karena masih harus berbagi dengan pekerjaan yang tiada habisnya” kata


Maureen sambil memeluk suaminya.


“Tidak apa apa Bunda sayang. Bukankah semua juga demi masa


depan kita dan buah hati kita” kata Rayen.


Keduanya salng berpelukan erat. Seakan akan tidak


terpisahkan. Dua insan yang saling mencintai dan menyayangi, berpacu dengan


gelora cinta. Suasana malam yang beranjak kelam menambah keindahan dan


kemesraan diantara mereka berdua.


Udara malam mulai terasa di badan, bintang gemerlap


menghiasi maya pada. Suara burung burung bernyanyi sudah tidak terdengar lagi,


semua sudah terlelap tidur. Demikian juga halnya dengan Maureen dan Rayen. Keduanya


tengah dibuai mimpinya masing masing. Esok adalah awal perjuangan. Perjuangan untuk


kesembuhan Tuan Besar Tito, perjuangan untuk memulihkan KSM Group dan


perjuangan untuk membesarkan Putra Company.


.


.


.


Jangan lupa, untuk readers tercinta, berikan vote, like


serta koment CUPU JADI RATU agar bisa terus mengawal perjalanan Maureen menjadi


Ratu yang sesungguhnya ( THE REAL QUEEN )


Juga simak novel novel author yang lain, agar selalu bisa

__ADS_1


memberikan hiburan untuk readers tercinta.


Selamat siang


__ADS_2