
Maureen masuk kedalam ruang pesta diikuti oleh Steve dan Asisten Tina, dengan berbekal undangan Vip mereka lolos dari pemeriksaan penjaga, , ,
Banyak mata memandang Maureen dengan tatapan asing, ada beberapa juga yang mendekati Maureen menawarkan makan atau minum bersama, tetapi dengan halus Maureen menolak tawaran tersebut.
Maureen menatap Asisten Tina yang tengah memainkan segelas jusnya, kemudian menghampiri asisten kesayangannya tersebut, ,
" Asisten Tina, apakah kamu bosan?, , , ,
" Tidak nona Presdir, , , , jawab asisten Tina berbohong, entah dia merasa sangat bosan apalagi saat melihat Steve yang memasang muka caper didepan semua orang ia memutar bola mata jengah.
" asisten Tina sebaiknya kita pergi dari tempat ini tanpa harus memberitahu Steve, takutnya nanti dia baper ha ha, , , bisik Maureen sambil tertawa ditelinga Asisten Tina.
" Kita pergi naik apa nona, kita kesini bersama Nathan Steve lo, , , , ,
" Kita cari taxi saja didepan, , , , ucap Maureen.
" ehm, salah satu orang yang berada disana berdehem...
" Would you like to dance? (maukah kamu berdansa?) ucap laki laki tersebut sambil mengulurkan tangan.
" I'm sorry I can't, I have some business to attend to, Sir (Maaf aku tidak bisa, aku punya beberapa bisnis untuk dihadiri tuan.) ucap Maureen dengan lembut, laki-laki tersebut memasang muka kecewa dan berlalu pergi meninggalkan Maureen.
Maureen menarik lengan asisten Tina untuk keluar dari tempat itu, ,
__ADS_1
Asisten Tina mengikuti kemauan Maureen, dengan senang hati karena ia sendiri merasa sangat bosan didalam. .
Maureen melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya, pukul 20.30 waktu setempat, ,
Asisten Tina menghentikan taxi dan mengatan tujuannya kembali keApartemennya, , , , , , ,
********
DiIndonesia Rayen sedang sibuk mengotak atik leptopnya mencari tau tentang STAR KSM Company dan alamat lengkapnya, ia sungkan untuk bertanya kepada papanya ataupun kepada ayah Maureen.
Setelah selesai mencari tau informasi tentang anak perusahaan Maureen yang ternyata berada di pusat kota Prancis itu Rayen berencana melamar Maureen didekat menara Eiffel.
Sebelum melamar Maureen, Rayen terlebih dahulu merundingkan dengan mamanya Kim Nana dan Papanya Rehan, ,
'Mungkin ini saat yang tepat untuk berbicara dengan mama dan papa, , , ,batin Rayen.
Rayen mendekati mama dan papanya,
'Selamat sore mama papa,, , ,sapa Rayen sambil melangkah mendekati kedua orang tuanya itu, ,
" Selamat sore Nak, , ,balas Rehan dan Kim Nana barengan.
" Mama, papa Rayen mau ngomong serius nih, , , ,Ucap Rayen sambil nyelonong duduk ditengah tengah orang tuanya.
__ADS_1
" ngomong aja nak, jangan ada yang ditutup tutupin, , , ucap Kim Nana.
" MaPa (Mama Papa) Rayen kan sekarang udah dewasa, mungkin saatnya Rayen nikah, Rayen pengen lamar seseorang jika papa dan mama merestui, , , , ,ucap Rayen bersungguh-sungguh.
" Kamu mau melamar siapa nak, jangan sembrono milih calon istri, , , Sahut Kim Nana yang ketar ketir takut kejadian Lama terulang kembali.
" Tidak tidak ma, aku mau melamar Maureen, anaknya om Tito Kusuma, Bagaimana ma pa?, , , , Jawab Rayen.
" Aku merestuimu nak, tapi kamu harus minta Restu om Tito terlebih dahulu, , , ucap Rehan.
" Mama juga, Maureen itu anak yang baik, , , ,jawab Kim Nana.
Rayen tersenyum mendengar jawaban kedua orang tuanya, ia tak segan mencium pipi mama dan papanya yang sudah sedikit keriput dimakan usia itu, bagaikan anak kecil Rayen tersenyum senyum kegirangan.
Rehan dan Kim Nana Menggeleng geleng melihat tingkah putra semata Wayangnya itu.
.
.
.
.
__ADS_1
.