
"ya, tapi aku mampukah melakukannya" kata Maureen.
"baiklah, jika begitu selesai wisuda nanti kita terbang ke Indonesia, kita beri doa restu kepada Rayen dan Viona" jawab Abellia.
",Apakah aku akan mampu melakukan itu Bell?". tanya Maureen kepada Abellia.
" Kamu harus yakin Reen, kuatkan hatimu" kata Abellia meyakinkan Maureen.
"Baiklah" jawab Maureen putus asa....
DiLain Tempat.
Rayen merenung, sesekali dia mengumpat dengan kata-kata kasar..
"Sudah cukup Ray, kamu kenapa marah marah tidak jelas?" kata Azar Bertanya kepada Rayen.
"Kamu tau? mama menyuruh aku cuti kuliah dan balik Indo cuma buat tunangan sama Viona, sedangkan sekarang aku cinta tidak tau dimana kabarnya!" kata Rayen mengacak acak rambutnya frustasi.
__ADS_1
"oh, jangan begitu Ray, kamu harus kuat siapa tau nanti Maureen, Maureen itu datang saat pertunangan kamu. Aku juga penasaran sama wanita yang buat kamu tergila gila Ray!" jawab Tenang Azar.
"tapi Zar, itu tidak mungkin, karena tidak ada yang tau keberadaan Maureen!" jawab Rayen dengan menunduk sedih..
"Mungkin tidak dengan kamu atau Rakha, tapi Ayahnya pasti tau, bukankah ayah Maureen salah satu orang kepercayaan tuan Kusuma?". kata Azar santai.
" kamu benar! tunggu-tunggu kenapa Maureen menyandang marga Kusuma, sedangkan dia bukan siapa siapa tuan Kusuma" kata Rayen menemukan keganjilan.
"Kamu terlalu banyak berfikir Ray, mungkin cuma kebetulan saja, lagian ga penting juga dia anak siapa, yang paling penting kamu itu cinta sama dia" jawab Azar.
"Cinta, apakah ada cinta? yang ada cinta sekarang dikalahkan oleh kekuasaan!" jawab lesu Rayen.
"benar, akan ku coba" sahut Rayen sambil mengambil ponselnya didalam saku, dia mengetikkan pesan kepada Maureen :
π¨ "Reen, jika kamu menerima pesan ini, taukah kamu jika aku merindukanmu, hari hari yang kulalui sepi tanpamu, aku sangat sangat mencintaimu, sebentar lagi aku akan terbang ke Indonesia aku harap nanti bisa ketemu kamu" lalu tekan tombol send, Terkirim ββ.
Kembali ke Apartemen Maureen.
__ADS_1
Maureen membuka ponselnya, ia terkejut melihat ada Chat dari Rayen.
π© "Reen, jika kamu menerima pesan ini, taukah kamu jika aku merindukanmu, hari hari yang kulalui sepi tanpamu, aku sangat sangat mencintaimu, sebentar lagi aku akan terbang ke Indonesia aku harap nanti bisa ketemu kamu".
Maureen membaca pesan itu, dengan menguatkan hatinya Maureen membalas Chat Rayen.
π¨" Hai Ray, aku tau kok, kamu lupa kita sudah putus Ray. Jadi apapun yang kamu lakukan sudah bukan urusanku. Oh iya, selamat ya atas pertunangan kamu, mungkin jika ada waktu aku akan datang. Tapi tidak yakin sih karena jadwal kuliah aku padat. Bye Rayen. (send) ββ
Setelah membalas pesan Rayen Maureen menangis histeris, tentu saja itu mengagetkan Abellia yang ada disampingnya.
"hei kamu kenapa lagi?" tanya Abellia langsung merebut ponsel Maureen, Abellia membaca isi pesan Rayen. Setelah tau dia tidak melanjutkan pertanyaanya kepada Maureen. Dia memilih memeluk Maureen, Isak tanggis Maureen didalam pelukan Abellia, membuat Abellia merasa prihatin. Abellia mengusap lembut rambut Maureen agar Maureen bisa sedikit tenang.
"Lepaskan tangismu disini Reen " kata Abellia sambil mengelus rambut Maureen.
*****
Hallo Readers, Mohon maaf jika tulisannya awut awutan. Jangan Lupa like, komen, dan tambahkan Favorit.
__ADS_1
Happy Reading Friends...