
Malam berlalu begitu saja, tanpa sesuatu yang istimewa. Maureen
tenggelam dalam mimpinya dan perusahaannya. Demikian pula Rayen. Mereka
tenggelam dalam alam bawah sadarnya masing masing. Rayen masih memimpikan
kerjasama dengan Tuan Castillo, yang sebentar lagi akan menjadikan perusahaannya
sebagai perusahaan yang layak diperhitungkan. Bukan hanya perusahaan yang
bergantung pada perusahaan lagi. Rayen bermimpi, Putra Company bisa berdiri
sendiri, meskipun pada hakekatnya sekarang walaupun Putra Company dibawah KSM
Group, namun KSM Group juga punya Maureen, istrinya. Tapi bagi Rayen, tentu
akan sangat membanggakan jika dia bisa membawa Putra Company menjadi perusahaan
yang mampu berdiri sendiri, tidak perlu ditopang oleh KSM Group lagi.
Sementara itu, Maureen juga memimpikan perusahaannya tetap
menjadi perusahaan yang betul betul merajai bisnis di dunia. Maureen juga
memimpikan Tuan Besar Tito, ayahnya sekaligus gurunya dalam keadaan sehat dan
tetap menjadi pembimbingnya sepanjang masa, untuk memimpin KSM Group.
Sampai suatu ketika Maureen merasakan kecupan hangat
mendarat di pipinya, ah pasti Rayen. Dan benar saja, ternyata dugaannya sangat
tepat. Rayen. Namun Maureen agak sedikit kecewa. Sebenarnya Maureen ingin malam
ini memadu kasih dengan Rayen. Sayangnya, ternyata hari sudah siang, bahkan
Rayen sudah nampak berpakaian rapi, dan mempersiapkan diri berangkat ke kantor.
“Hah….. jam 8. Betul sudah jam delapan sekarang Ray?” kata Maureen
kaget ketika dia melirik jam yang tergantung di sudut kamar mereka.
“Iya Reen Sayang. Sudah jam 8. Maaf tadi aku tidak tega
membangunkan kamu. Tidurmu terlalu pulas, aku tidak tega untuk membangunkan
kamu”.
“Ah, aku masih rindu kamu Ray sayang. Aku ingin terus
bersamamu”, kata Maureen dengan manja.
“Iya sayang. Akupun juga. Sayangnya hari ini aku ada janji
meeting pagi dengan klien dan juga meninjau kontrak dengan beberapa relasi
bisnis sayang. Aku harus bekerja keras, untuk anak kita”.
“O, iya Ray sayang. Tidak apa apa kok. Waktu kita masih
sangat panjang. Aku juga ada meeting dengan staf dan beberapa agenda lain, tapi
agak siang. Kalau Ray ingin berangkat dulu, nggak apa apa. Biar nanti diantar
sama Pak Jay. Kamu jangan nyetir sendiri dulu. Jaga kesehatan.”
“Iya sayang. Nanti biar Pak Jay ikut sama aku. Nanti kamu
bisa kan bawa mobil sendiri ke kantor?” Tanya Rayen.
“Ndak apa apa kok Ray sayang. Nanti biar aku suruh
__ADS_1
sekretaris Zhang mencari sopir pengganti Pak Roy. Untuk berjaga jaga sewaktu
waktu kita membutuhkan sopir.”
“OK sayang, aku berangkat dulu ya, sampai jumpa nanti”
“Iya sayang. Aku juga mau bersiap siap” kata Maureen sambil
melangkah menuju ke kamar mandi.
Sementara Rayen merapikan bajunya, dan sebentar kemudian dia
sudah berada di depan pintu. Nampak Pak Jay sudah menunggu bersama mobil untuk
mengantar Rayen.
Rayen segera masuk ke mobil dan berangkat menuju ke kantor.
.
Hari ini suasana kantor Rayen sangat berbeda dari biasanya,
bisnis Putra Company sudah menggeliat. Beberapa terobosan yang dilakukan oleh
Vivi, sekretaris Rayen membawa perubahan yang luar biasa. Beberapa relasi
bisnis di kawasan jabodetabek mulai memantapkan pilihannya kepada Putra
Company. Bahkan Rayen kali ini mencoba menyuplay proyek proyek besar. Dan luar
biasa, mereka menyambut baik kerjasama itu, dan sangat puas menjalin kerjasama
dengan Putra Company.
Yang paling besar adalah raksasa perusahaan dari Mexico,
Castillo Company yang kemarin berkunjung ke Putra Company. Tuan Castillo
memberikan kontrak awal yang luar biasa besar. Kontrak senilai US$ 50 juta atau
setara hampir Rp. 700 miliar, sebagai kontrak awal, sungguh sangat menjanjikan.
Sementara itu, disisi lain, Vivi ingin menunjukkan kepada
Rayen dan Maureen bahwa pilihannya kepada Vivi tidak salah. Vivi ingin membantu
sekuat tenaga untuk kemajuan Putra Company. Apalagi Tuan Castillo sangat
berkesan dengan cara kerja Vivi.
Pukul 8.30 nampak sebuah mobil mewah memasuki pelataran
kantor Putra Company. Dari dalam mobil nampak keluar sosok tegap tampan yang
dulu menjadi idola semua cewek cewek di kampus. Siapa lagi kalo bukan Presdir
Putra Company, Rayen Briliant Putra.
Nampak Rayen merapikan pakaiannya sebentar, kemudian
bergegas melangkah menuju ruangan pribadinya, sedangkan Pak Jay memarkir mobil
ke tempat parkir khusus untuk Presdir.
“Selamat siang, Pak?” sapa Vivi dan Silvi hampir bersamaan.
“Selamat pagi, Vivi, Silvi. Apakah ada tamu yang sudah
datang pagi ini?” Tanya Rayen.
“Semua schedule untuk hari ini sudah saya persiapkan di meja
Pak Presdir. Beserta dengan jam nya. Agak padat memang acara hari ini Pak
Presdir, apakah Pak Presdir betul betul sudah sehat?” Tanya Vivi sambil
__ADS_1
memberikan penjelasan tentang schedule hari ini.
“Terima kasih Vivi, saya sudah sehat. Biar nanti saya lihat
dulu, nanti sudah ada Pak Jay yang akan menyetir mobil. Jadi tidak perlu ada
yang dikawatirkan”.
Rayen segera melangkah menuju ruangan pribadinya. Sementara vivi
kembali ke ruang sekretaris. Sedangkan Silvi kembali ke tugasnya.
“Ehm, lumayan padat acara hari ini. Tapi ini demi kemajuan
Putra Company. Aku ingin menunjukkan kepada Pak Tito, bahwa Rayen mampu membawa
Putra Company menjadi operusahaan yang layak diperhitungkan” guman Rayen dalam
hati.
.
.
Kita tinggalkan kesibukan di kantor Putra Company. Siang itu
Maureen sudah sampai di kantor KSM Group. Sekretaris Zhang memberikan laporan beberapa perusahaan anak cabang dari
KSM Group. Beberapa diantaranya ada yang mengalami defisit. Maureen sudah
meminta sekretaris Zhang untuk mengevaluasi penyebab defisitnya perusahaan
perusahaan itu.
“Zhang, tolong nanti siang panggil masing masing Presdir
dari perusahaan yang mengalami defisit. Saya ingin bicara dengan mereka. Kita perlu
tahu apa yang terjadi pada perusahaan mereka”.
“Baik Ibu Presdir, saya akan menghubungi staf perusahaan
mereka. Mudah mudahan nanti semua bisa datang tepat waktu ke kantor”
“Baik Zhang, saya tunggu. Saya minta laporan rincinya”.
“Baik Ibu Presdir”.
Sejak kepergian Maureen ke New York beberapa minggu yang
lalu, memang kelihatan ada yang aneh di KSM Group. Beberapa anak perusahaan
mengalami defisit. Apalagi kondisi kesehatan Tuan Besar Tito juga kurang fit,
sehingga beliau juga tidak bisa setiap waktu mengontrol perusahaan jika Maureen
tidak ada. Sementara sekretaris Zhang saat itu juga bersama dengan Maureen. Bahkan
hampir saja celaka ketika pesawat pribadinya terkurung badai.
.
Apa yang akan dilakukan Maureen untuk menghindari defisit
pada beberapa anak perusahaan KSM Group dan bagaimana perkembangan perusahaan
Putra Company selanjutnya,tunggu episode yang akan datang ya?
Untuk readers terimakasih kesetiaannya, dan juga laporannya
tentang penyalahgunaan copy paste dari CUPU JADI RATU. Author ingatkan, hak
publikasi sepenuhnya ada pada author dan pihak MT karena CUPU JADI RATU sudah
masuk kontrak. Untuk penyalahgunaan hak cipta akan dituntut sesuai UU yang
__ADS_1
berlaku. Terima kasih kesetiaan Readers ku semua.
Selamat malam, selamat beristirahat.