Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 29


__ADS_3

 


 


Malam berlalu begitu saja, tanpa sesuatu yang istimewa. Maureen


tenggelam dalam mimpinya dan perusahaannya. Demikian pula Rayen. Mereka


tenggelam dalam alam bawah sadarnya masing masing. Rayen masih memimpikan


kerjasama dengan Tuan Castillo, yang sebentar lagi akan menjadikan perusahaannya


sebagai perusahaan yang layak diperhitungkan. Bukan hanya perusahaan yang


bergantung pada perusahaan lagi. Rayen bermimpi, Putra Company bisa berdiri


sendiri, meskipun pada hakekatnya sekarang walaupun Putra Company dibawah KSM


Group, namun KSM Group juga punya Maureen, istrinya. Tapi bagi Rayen, tentu


akan sangat membanggakan jika dia bisa membawa Putra Company menjadi perusahaan


yang mampu berdiri sendiri, tidak perlu ditopang oleh KSM Group lagi.


Sementara itu, Maureen juga memimpikan perusahaannya tetap


menjadi perusahaan yang betul betul merajai bisnis di dunia. Maureen juga


memimpikan Tuan Besar Tito, ayahnya sekaligus gurunya dalam keadaan sehat dan


tetap menjadi pembimbingnya sepanjang masa, untuk memimpin KSM Group.


Sampai suatu ketika Maureen merasakan kecupan hangat


mendarat di pipinya, ah pasti Rayen. Dan benar saja, ternyata dugaannya sangat


tepat. Rayen. Namun Maureen agak sedikit kecewa. Sebenarnya Maureen ingin malam


ini memadu kasih dengan Rayen. Sayangnya, ternyata hari sudah siang, bahkan


Rayen sudah nampak berpakaian rapi, dan mempersiapkan diri berangkat ke kantor.


“Hah….. jam 8. Betul sudah jam delapan sekarang Ray?” kata Maureen


kaget ketika dia melirik jam yang tergantung di sudut kamar mereka.


“Iya Reen Sayang. Sudah jam 8. Maaf tadi aku tidak tega


membangunkan kamu. Tidurmu terlalu pulas, aku tidak tega untuk membangunkan


kamu”.


“Ah, aku masih rindu kamu Ray sayang. Aku ingin terus


bersamamu”, kata Maureen dengan manja.


“Iya sayang. Akupun juga. Sayangnya hari ini aku ada janji


meeting pagi dengan klien dan juga meninjau kontrak dengan beberapa relasi


bisnis sayang. Aku harus bekerja keras, untuk anak kita”.


“O, iya Ray sayang. Tidak apa apa kok. Waktu kita masih


sangat panjang. Aku juga ada meeting dengan staf dan beberapa agenda lain, tapi


agak siang. Kalau Ray ingin berangkat dulu, nggak apa apa. Biar nanti diantar


sama Pak Jay. Kamu jangan nyetir sendiri dulu. Jaga kesehatan.”


“Iya sayang. Nanti biar Pak Jay ikut sama aku. Nanti kamu


bisa kan bawa mobil sendiri ke kantor?” Tanya Rayen.


“Ndak apa apa kok Ray sayang. Nanti biar aku suruh

__ADS_1


sekretaris Zhang mencari sopir pengganti Pak Roy. Untuk berjaga jaga sewaktu


waktu kita membutuhkan sopir.”


“OK sayang, aku berangkat dulu ya, sampai jumpa nanti”


“Iya sayang. Aku juga mau bersiap siap” kata Maureen sambil


melangkah menuju ke kamar mandi.


Sementara Rayen merapikan bajunya, dan sebentar kemudian dia


sudah berada di depan pintu. Nampak Pak Jay sudah menunggu bersama mobil untuk


mengantar Rayen.


Rayen segera masuk ke mobil dan berangkat menuju ke kantor.


.


Hari ini suasana kantor Rayen sangat berbeda dari biasanya,


bisnis Putra Company sudah menggeliat. Beberapa terobosan yang dilakukan oleh


Vivi, sekretaris Rayen membawa perubahan yang luar biasa. Beberapa relasi


bisnis di kawasan jabodetabek mulai memantapkan pilihannya kepada Putra


Company. Bahkan Rayen kali ini mencoba menyuplay proyek proyek besar. Dan luar


biasa, mereka menyambut baik kerjasama itu, dan sangat puas menjalin kerjasama


dengan Putra Company.


Yang paling besar adalah raksasa perusahaan dari Mexico,


Castillo Company yang kemarin berkunjung ke Putra Company. Tuan Castillo


memberikan kontrak awal yang luar biasa besar. Kontrak senilai US$ 50 juta atau


setara hampir Rp. 700 miliar, sebagai kontrak awal, sungguh sangat menjanjikan.


Sementara itu, disisi lain, Vivi ingin menunjukkan kepada


Rayen dan Maureen bahwa pilihannya kepada Vivi tidak salah. Vivi ingin membantu


sekuat tenaga untuk kemajuan Putra Company. Apalagi Tuan Castillo sangat


berkesan dengan cara kerja Vivi.


Pukul 8.30 nampak sebuah mobil mewah memasuki pelataran


kantor Putra Company. Dari dalam mobil nampak keluar sosok tegap tampan yang


dulu menjadi idola semua cewek cewek di kampus. Siapa lagi kalo bukan Presdir


Putra Company, Rayen Briliant Putra.


Nampak Rayen merapikan pakaiannya sebentar, kemudian


bergegas melangkah menuju ruangan pribadinya, sedangkan Pak Jay memarkir mobil


ke tempat parkir khusus untuk Presdir.


“Selamat siang, Pak?” sapa Vivi dan Silvi hampir bersamaan.


“Selamat pagi, Vivi, Silvi. Apakah ada tamu yang sudah


datang pagi ini?” Tanya Rayen.


“Semua schedule untuk hari ini sudah saya persiapkan di meja


Pak Presdir. Beserta dengan jam nya. Agak padat memang acara hari ini Pak


Presdir, apakah Pak Presdir betul betul sudah sehat?” Tanya Vivi sambil

__ADS_1


memberikan penjelasan tentang schedule hari ini.


“Terima kasih Vivi, saya sudah sehat. Biar nanti saya lihat


dulu, nanti sudah ada Pak Jay yang akan menyetir mobil. Jadi tidak perlu ada


yang dikawatirkan”.


Rayen segera melangkah menuju ruangan pribadinya. Sementara vivi


kembali ke ruang sekretaris. Sedangkan Silvi kembali ke tugasnya.


“Ehm, lumayan padat acara hari ini. Tapi ini demi kemajuan


Putra Company. Aku ingin menunjukkan kepada Pak Tito, bahwa Rayen mampu membawa


Putra Company menjadi operusahaan yang layak diperhitungkan” guman Rayen dalam


hati.


.


.


Kita tinggalkan kesibukan di kantor Putra Company. Siang itu


Maureen sudah sampai di kantor KSM Group.  Sekretaris Zhang memberikan laporan beberapa perusahaan anak cabang dari


KSM Group. Beberapa diantaranya ada yang mengalami defisit. Maureen sudah


meminta sekretaris Zhang untuk mengevaluasi penyebab defisitnya perusahaan


perusahaan itu.


“Zhang, tolong nanti siang panggil masing masing Presdir


dari perusahaan yang mengalami defisit. Saya ingin bicara dengan mereka. Kita perlu


tahu apa yang terjadi pada perusahaan mereka”.


“Baik Ibu Presdir, saya akan menghubungi staf perusahaan


mereka. Mudah mudahan nanti semua bisa datang tepat waktu ke kantor”


“Baik Zhang, saya tunggu. Saya minta laporan rincinya”.


“Baik Ibu Presdir”.


Sejak kepergian Maureen ke New York beberapa minggu yang


lalu, memang kelihatan ada yang aneh di KSM Group. Beberapa anak perusahaan


mengalami defisit. Apalagi kondisi kesehatan Tuan Besar Tito juga kurang fit,


sehingga beliau juga tidak bisa setiap waktu mengontrol perusahaan jika Maureen


tidak ada. Sementara sekretaris Zhang saat itu juga bersama dengan Maureen. Bahkan


hampir saja celaka ketika pesawat pribadinya terkurung badai.


.


Apa yang akan dilakukan Maureen untuk menghindari defisit


pada beberapa anak perusahaan KSM Group dan bagaimana perkembangan perusahaan


Putra Company selanjutnya,tunggu episode yang akan datang ya?


Untuk readers terimakasih kesetiaannya, dan juga laporannya


tentang penyalahgunaan copy paste dari CUPU JADI RATU. Author ingatkan, hak


publikasi sepenuhnya ada pada author dan pihak MT karena CUPU JADI RATU sudah


masuk kontrak. Untuk penyalahgunaan hak cipta akan dituntut sesuai UU yang

__ADS_1


berlaku. Terima kasih kesetiaan Readers ku semua.


Selamat malam, selamat beristirahat.


__ADS_2