Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 07.


__ADS_3

Kembali ke rumah megah, yang kali ini hanya kesunyian yang


ada. Ya, Rayen semenjak kepergian Maureen masih sering termenung sendiri. Apalagi


sampai hari ini, Maureen belum bisa dihubungi.


Sepeninggal pengacara Wang tadi, Rayen kembali mencoba


mencari tahu kemana kira kira kepergian Mauren saat ini. Dia tidak begitu


peduli dengan nilai dan harga saham yang anjlok. Baginya, yang terpenting saat


ini adalah memecahkan kesalahfahaman antara dia dan Maureen.


.


Tak terasa, jarum jam sudah mendekati pukul 15.00, ketika


tiba tiba telepon di ruang tamu Rayen berdering.


Kriiingg……


Diliriknya sekilas telepon itu, namun tetap dibiarkan


berbunyi. Nampak dari jauh tergopoh gopoh seorang perempuan paruh baya, siapa


lagi kalo bukan Bi Minah, pembantu setia di rumah itu…..


“Halo, selamat sore. Ada yang bias saya bantu?” kata Bi


Minah memulai percakapan di telepon.


“Ini Bi Minah ya? Tuan Rayen ada Bi?” kata suara di seberang


telepon.


“Maaf, ini dengan siapa ya?”, tanya Bi Minah


“Saya Azhar Bi, Temannya Tuan Rayen. Kalo Tuan ada, boleh


saya bicara Bi?”, tanya seseorang di seberang telepon yang ternyata adalah


Azhar, teman Rayen.


“O, Tuan Azhar ya. Tuan Rayen ada di rumah Tuan, sebentar


saya panggilkan dulu”.


Bi Minah bergegas menemui tuan nya, Tuan Rayen.


“Maaf Tuan, ada Tuan Azhar ingin bicara di telepon..”, kata


Bi Minah.


“O, iya Bi. Terima kasih. Bi Minah bias melanjutkan


pekerjaan.”


“Baik Tuan” kata Bi Minah sambil membungkuk member hormat


dan kemudian beranjak meninggalkan tempat itu, melanjutkan pekerjaaanya.


Setelah Bi Minah pergi, Rayen meraih telepon werelis yang


ada disampingnya.


“Hai Azhar, ada apa ya sore sore begini sudah menelepon?”, tanya


Rayen.


“Sorry Rayen, aku terpaksa mengganggumu. Tadi beberapa kali


ku telpon ke HP kamu, tapi ndak aktif. Jadi kucoba menghubungi lewat telepon


rumah.


“Iya, HP ku non aktif Azhar. Ada yang penting ya, info


tentang apa nih?,” tanya Rayen.

__ADS_1


“Apa kamu belum membuka web atau nonton TV siang ini?”


“Belum, memangnya ada berita apa lagi? Kemarin sampai pagi


ini saham Putra Company hancur, karena trending topic yang ndak jelas asal


usulnya,” kata Rayen.


“Justru karena itulah, aku menelponmu sore ini Rayen. Dari sekretarisku


tadi aku dapat info, jika nilai saham Putra Company sudah beranjak membaik. Dan


trending topic tentang kamu, Maureen dan Vivi sudah tidak ada di web dan


medsos,” kata Ashar menjelaskan tentang apa maksud dia menelpon sore itu.


“Benarkah?” tanya Rayen.


“Benar, aku sudah cek sendiri. Coba kamu cek saja, mudah


mudahan segera membaik. OK, itu dulu yang ku ketahui tentang perkembangan saham


Putra Company, maaf saya masih harus menyelesaikan pekerjaan Rayen,” kata Azhar


menyudahi perbincangan.


“OK, thank’s ya bos, coba ku cek dulu.”


Rayen bergegas menutup telepon, dan mengambil laptop yang ada


di meja kerjanya. Di buka bursa saham hari ini. Benar. Di sesi penutupan hari


ini, saham Putra Company sudah mengalami sedikit perbaikan. Kemudian Rayen


melihat trending topic hari ini. Dari sekian banyak trending topic, sudah tidak


ada trending tentang Rayen, Maureen, Putra Company ataupun KSM Group.


Rayen sedikit bisa bernafas lega. Walaupun belum semua


permasalahannya teratasi, setidaknya satu sisi sudah menunjukkan perkembangan kearah


Masih ada hal besar yang menjadi pikiran Rayen, ya, soal


Maureen yang sampai saat ini belum bisa dihubungi dan belum diketahui


keberadaannya.


.


.


Kita tinggalkan sejenak Rayen dengan segala permasalahannya.


Kembali ke hotel tempat Maureen berada. Ya, masih di New York. Saat itu hampir


menjelang pagi. Maureen belum juga bisa terlelap. Pikirannya masih dipenuhi


dengan kesalahfahamannya terhadap Vivid an Rayen. Antara merasa bersalah, dan


antara kebimbangan terhadap yang terjadi. Meski dari investigasi pengacara Wang


dan pengakuan Rayen serta pertimbangan dari sekretaris Zhang menguatkan bahwa


Rayen dan Vivi tidak bersalah, dan hanya ingin member kejutan kado untuk


Maureen, tapi hati kecil Maureen masih ragu.


“Ada apa kamu Maureen,


setega itu kamu menuduh Rayen dan Vivi? Ingat Maureen, Rayen itu suamimu, yang


sudah kamu kenal jauh hari sebelum jadi pendampingmu. Dan Vivi, dia adalah


sekretaris yang kamu pilih sendiri, untuk menjadi sekretaris pribadi suamimu. Pantaskah


mereka kau curigai,” teriak hati nurani Maureen, berkecamuk di hati Maureen


sepanjang malam ini.

__ADS_1


“Tapi Maureen, apa iya


mereka cuma  sebatas rekan kerja, tidak


lebih. Kenapa harus telepon malam malam, saat Maureen tidak ada. Kenapa harus


bergandengan tangan saat ada di mall, dan kenapa sikap Rayen akhir akhir ini


sangat berbeda?”


Pertanyaan demi pertanyaan terus berkecamuk di hati Maureen.


Sungguh suatu pekerjaan yang teramat berat, memutuskan sesuatu yang belum


jelas. Maureen masih ragu, apakah harus menerima kembali Vivi jadi sekretaris


pribadi Rayen lagi, ataukah mengganti dengan orang lain.


“Sangat tidak adil


Maureen, jika kamu memberikan hukuman kepada seseorang yang belum jelas


kesalahannya. Vivi sudah bekerja dengan baik selama ini. Dan dia juga belum


tentu menjalin hubungan dengan Rayen, jadi haruskah dia menanggung hukuman dari


sesuatu yang tidak dia kerjakan?” hati nurani Maureen terus berteriak.


“Tapi Maureen, apa iya


kamu akan memelihara musang di kandang ayam. Ingat Maureen, setiap hari Vivid


an Rayen selalu bersama. Sepanjang hari. Dan kamu? Kamu akan sibuk mengurusi


pekerjaanmu. Kamu tidak akan banyak punya waktu untuk Rayen. Bisa saja kan,


perhatiaan Rayen tertuju pada wanita lain, termasuk Vivi?” sisi gelap


Maureen pun tak kalah sengit mempengaruhi hati Maureen.


Bimbang, itulah yang dirasakan Maureen saat ini. Antara tetap


mempertahankan Vivi, atau mengganti Vivi dengan orang lain, atau setidaknya,


memindahkan Vivi ke posisi lain yang jauh dari Rayen.


Tapi adilkah itu?


Sementara bukti bukti menunjukkan bahwa Vivi tidak bersalah?


Tapi haruskah Maureen menunggu agar Vivi terbukti


berselingkuh dengan Rayen baru Maureen mengambil tindakan kepada Vivi?


Sungguh sangat membingungkan.


.


.


.


Apa yang akan dilakukan Maureen terhadap Vivi?


Apakah Putra Company dan Rayen akan berhasil melalui


rintangan dalam bursa saham?


Apakah Rayen dan Maureen akan kembali bersatu dan hidup


damai?


Apa yang akan dilakukan ayah Maureen selanjutnya.


Silahkan ditunggu kelanjutannya.


Selamat malam, dan selamat berfikir apa yang akan dilakukan


Maureen.

__ADS_1


__ADS_2