Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Tentang Kita 5.


__ADS_3

Tito Kusuma justru asik ngobrol dengan Rakha, dari cerita tentang ayahnya, tentang bisnis tentang kuliah Rakha. Mereka ngobrol ngobrol sampai obrolan mereka terhenti saat Maureen ikut nimbrung "Disini anak ayah siapa" celetuk Maureen sampai membuat semua yang berada disana tertawa.


" oke, tujuanku kumpulin kalian itu untuk membahas tentang keberangkatan kamu Reen, oh kalian semua juga boleh ikut bareng jika mau" kata Tito.


" baiklah lalu apa yang akan ayah lakukan?" jawab Maureen.


" Pesawat kita tidak bisa landas malam ini Nak, jadi kalian harus tunggu sampai besok?" jawab Tito kusuma.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?, menunggu itu waktu yang sangat membosankan!'" kata Maureen.


" emm, gimana kalau kita party kecil kecilan, makan makan, bakar bakar barbeque, boleh kan om?" seru Chika.


" Boleh, yang penting jangan bakar rumah lo?" sahut Tito.


" siap, Reen kamu sama Abell yang beli bahan bahannya ya? aku sama Rakha yang siapin tempatnya?" kata Chika.


"ngomong aja mau berduaan denga Rakha, ya udah berangkat yuk bell." kata Maureen sambil menarik tanggan Abellia. Mereka semua tertawa,

__ADS_1


Maureen berangkat menuju minimarket untuk membeli bahan bahan makanan, bumbu, makanan instan, minuman dan lain-lain. Sementara Chika dan Rakha mulai menyiapkan alat-alat, tak lupa juga mereka meminta izin Tito untuk mengajak Rayen dan Azar.


Tito mengizinkan asal tidak membuat masalah untuk Maureen, tepat pukul 18.00 semua peralatan sudah siap, mulai dari pemanggang, arang dll, sampai meja tempat makan juga dihias dengan indah.


Dibelakang rumah Maureen ada taman mini yang indah, tempat terbuka dimana dulu tempat itu adalah tempat Maureen membaca buku saat dia bosan dikamar. Walau sekarang Maureen tinggal di Amerika tempat itu masih sangat terawat, disana juga terdapat sebuah ayunan, tempat dimana Maureen biasa duduk. Ditempat itu juga akan diadakan party kecil kecilan, malam ini.


*******


Sementara itu disebuah minimarket, Maureen dan Abellian sedang memilih bahan bahan untuk memasak, mereka asik memilih hingga tak sengaja Maureen melihat Viona disana, Maureen acuh saja sampai Viona menghampirinya.


"Selamat sore nona, yang habis patah hati belanjanya banyak banget ga takut gemuk?" sapa Viona dengan nada mengejek.


"Ha ha, orang miskin sombong, tante Nana ga mungkin mau punya menantu miskin sepertimu!" jawab Viona.


"Miskin ya Nona, kita lihat siapa yang lebih miskin saya atau anda.!" jawab Maureen.


Maureen berlalu pergi meninggalkan Viona, sedangkan Viona masih mengejar Maureen sampai dikasir. Maureen mengeluarkan kartu Gold Vip pemberian ayahnya, tentu saja itu membuat Viona kaget.

__ADS_1


Viona berlalu keluar minimarket, dia bersandar dimobil sport merah limited edition, Viona tidak tau jika mobil itu milik Maureen.


"Ehm nona Viona, anda bersandar dimobil siapa itu" tanya Maureen.


Maureen bertanya dengan santai , sementara Abellia sangat sibuk menyembunyikan tawanya sambil memegang beberapa kantong belanjaan.


"oh, mobil anda Nona, tolong bukakan pintunya saya mau numpang" kata Abellia yang menahan tawa.


"enak aja numpang, sana ajak temanmu naik angkot!" jawab Viona.


"Naik angkot ya!" jawab Maureen.


"Bell udah jam 18.00 ayo kita pulang, ngapain kita ngurusin dia hemm" kata Maureen lagi.


"Baiklah" jawab Abelia.


"titt . tit.. Maureen membuka kunci mobil sportnya yang membuat Viona kaget. Maureen memasukkan kantong belanjaanya. kemudian dia berlalu menuju kursi kemudi, disusul oleh Abellia yang duduk disampingnya.

__ADS_1


"Satu lagi ya Nona Viona, Jangan bermain main denganku, jika kamu masih melakukannya dengan gampang saya bisa memusnahkan usaha keluargamu, kamu bisa menganggap ini ancaman atau peringatan terserah!" kata Maureen sambil melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2