Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Masa Masa Sulit bag 1


__ADS_3

Suasana berat yang dilalui oleh warga Jakarta memang sangat


menguras tenaga, dan waktu. Bagaimana tidak, penerapan PSBB sangat mempengaruhi


sendi sendi kehidupan semua elemen masyarakat, termasuk didalamnya pada


perusahaan Rayen dan Maureen. Banyak kebijakan kebijakan dari pemerintah yang


memaksa semua perusahaaan untuk membuat keputusan baru diatas keputusan yang


lain. Tentu imbasnya juga akan berbuntut untuk para karyawan yang berada di


bawah.


Beberapa perusahaan terpaksa harus mengurangi karyawan


akibat roda perjalanan perusahaan sedikit mengalami kemunduran. Para pemimpin


perusahaan harus ekstra hati hati dalam mengambil keputusan. Semua serba tidak


pasti. Laba perusahaanpun sudah mulai menipis, hanya mampu untuk sekedar mengontrol


laju jalannya roda perusahaan saja.


Maureen dan Rayen berusaha meminimalisir dampak berkurangnya


pemasukan pada perusahaannya dengan mencoba untuk menekan pengeluaran dari


perusahaan yang tidak perlu. Anggaran untuk biaya rapat dan kunjungan kerja ke


perusahaan di bawahnya yang otomatis dipangkas, berganti dengan kebutuhan


internet data yang lumayan tinggi, karena setiap saat dan setiap waktu


memerlukan koneksi data untuk berkomunikasi dengan relasi, karyawan dan semua


pihak yang berkecimpung dalam perusahaan tersebut.


Tentu penerapan system komunikasi virtual ini juga


mengandung resiko yang cukup besar, karena bisa jadi apa yang menjadi kebijakan


perusahaan yang bersifat rahasia dapat dicuri oleh lawan bisnis. Namun ini


adalah satu satunya cara yang efektif dilakukan di masa pandemic ini. Untuk mengantisipasi


hal ini, Rayen menggandeng satu perusahaan penyedia layanan yang kredibel agar


privasi perusahaan tetap terjaga dengan baik.


Yang paling berat dirasakan oleh perusahaan perusahaan di


Jakarta adalah masa 4 bukan sejak diberlakukannya PSBB. Banyak perusahaan harus


melakukan penghematan, termasuk diantaranya adalah merumahkan sebagian


karyawannya karena harus menjaga agar perusahaan tetap berjalan.


Ini juga sangat membebani pikiran Maureen dan Rayen. Di satu


sisi, dia harus tetap menjaga roda perusahaan agar terus berjalan. Di sisi


lain, Rayen maupun Maureen tidak ingin karyawan yang saat ini sedang menghadapi


masa sulit, akan lebih kesulitan lagi karena kehilangan pekerjaan.


“Yah, ayo makan dulu. Ayah belum makan sedari pagi tadi”


ajak Maureen kepada Rayen, karena mengetahui suaminya belum makan sejak pagi


tadi.


“Iya Bun. Sebentar lagi. Apakah pangeranku sudah tidur?” Tanya


Rayen kepada Maureen ketika melihat istrinya tidak bersama putra semata


wayangnya.


“Sudah Yah. Biasanya jam segini dia tidur. Nanti jam satu


baru bangun.” Kata Maureen.


Maureen melihat ada kecemasan di wajah suaminya yang mencoba


disembunyikan dari penglihatannya. Tapi Maureen adalah anak yang cerdas. Dia bahkan


menjadi mahasiswi yang lulus dengan predikat terbaik.


“Apa ada masalah yang rumit yah? Kelihatannya pikiran ayah


sangat berat saat ini?” Tanya Maureen.


“Ah, tidak Bun. Ayah hanya sedikit capek” kata Rayen

__ADS_1


berbohong.


“Ayolah yah, cerita sama Bunda. Biar kita bisa menyelesaikan


persoalan ini dengan baik” kata Maureen


Rayen menghela nafas berat. Keputusan yang akan diambil


memang harus diketahui Maureen. Karena mau tidak mau, KSM Grouppun juga akan


melakukan hal yang sama, begitu piker Rayen.


“Kita sedang mengalami masa sulit Bun. Perusahaan harus


berhemat berhemat dan berhemat untuk mempertahankan laju roda perjalanan agar


tetap berjalan. Sedangkan pendapatan kita sudah menurun lebih dari 50 % dari


hari biasa. Itu sudah tidak mampu untuk menutup pengeluaran bagi ribuan


karyawan kita. Sementara solusi yang paling enak ya merumahkan karyawan untuk


menutup kerugian kita Bun” kata Rayen berat.


Maureen mengerti apa yang sedang dipikirkan suaminya. Bahkan


beberapa hari yang lalupun keputusan yang sangat berat juga sudah diambil oleh Maureen.


Tentu saja atas persetujuan Rayen. Perusahaan STAR Company milik Maureen yang


berada di Negeri Paman Sam, New York, Amerika Serikat terpaksa dibekukan


sementara. Ini dilakukan karena kondisi disana tidak memungkinkan untuk


menjalankan roda perusahaan sementara ini.


Jadi kebijakan perusahaaan memutuskan untuk menghentikan


sementara perusahaan tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan.


“Apakah ayah akan merumahkan karyawan?”


“Itulah pilihan yang sangat berat Bun. Ayah tidak ingin mereka


yang telah berjuang bersama kita, harus mengalami tekanan hidup lebih berat


lagi di masa yang sudah sangat sulit ini. Bagaimanapun juga, mereka telah ikut


andil dalam kemajuan perusahaan kita. Baik di Putra Company maupun di KSM


pekerjaan “ kata Rayen.


“Bagaimana kalau Zhang dan Vivi kita mintai keterangan Yah,


mungkin nanti kita bisa memberi solusi yang bisa menguntungkan semua pihak”


kata Maureen


“Baiklah, coba minta tolong Bi Minah untuk memanggilkan


Zhang dan Vivi kesini Bun. Kita perlu menghitung laba perusahaan kita sekarang”


kata Rayen.


Maureen kemudian bergegas memanggil Bi Minah yang sedang


merapikan ruangan depan.


“Iya Nyonya, saya. Ada apa memanggil saya Nyonya?” kata Bi


Minah setelah datang menghadap Nyonya mudanya tersebut.


“Bi, tolong panggilkan sekretaris Zhang dan sekretaris Vivi


di ruangannya ya. Suruh menghadap di ruangan Pak Rayen. Sekarang.” Kata Maureen.


“Baik Nyonya”


Bi Minah kemudian berlalu menuju ruangan yang berjarak


sekitar 50 meter dari ruangan kerja Rayen. Ruaangan itu adalah ruangan pavilion


rumah Maureen yang disulap menjadi ruang kerja perusahaan sejak diberlakukannya


PSBB di wilayah Jakarta.


Sementara itu, kantor pusat Putra Company ataupun KSM Group


saat ini masih hanya dijaga oleh satpam perusahaan. Mengingat posisi dua kantor


ini agak lumayan jauh dari rumah Maureen ataupun dari masing masing kantor.


Memindahkan aktivitas kantor dengan menjalankannya melalui system

__ADS_1


virtual dari rumah Maureen dirasa akan menghemat waktu dan tenaga sekaligus


bisa meminimalisir kontak dengan orang orang yang bisa jadi mereka adalah


carier virus covid 19.


Disamping itu, juga bisa melakukan penghematan dengan tidak


keluar rumah. Karena semua bisa dikerjakan secara virtual lewat ruang


teleconference yang dibangun dadakan di rumah tersebut, sebagai sarana untuk


mengadakan rapat dan memantau anak perusahaan yang tersebar di hampir seluruh


kota besar di Indonesia.


Tak berselang lama, Nampak dua wanita muda yang selama ini


membantu Rayen dan Maureen melangkah menuju kamar yang menjadi ruang kerja dari


Presdir Putra Company itu. Seorang wanita yang berperawakan tinggi, sekilas


memang kelihatan tomboy, tapi sebenarnya hatinya lembut. Dialah sekretaris


Zhang. Dan yang seorang lagi, berperawakan agar kecil, tapi tetap anggun,


dengan kelemah lembutannya, dialah sekretaris Vivi.


Mereka kemudian segera mengetuk pintu ruangan dimana Rayen


dan Maureen sudah menunggu disana.


Tok. Tok. Tok…….


“Masuklah, “ kata Maureen setelah mendengar pintu diketuk.


Pintu terbuka perlahan, dan munculah wajah mereka berdua,


sekretaris yang sudah mengabdikan kerjanya beberapa tahun di perusahaan milik


Rayen dan Maureen.


“Selamat siang Tuan Rayen, selamat siang Nyonya Maureen”


kata Zhang dan Vivi hampir bersamaan.


“Selamat siang, silahkan duduk” kata Maureen sambil


mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi yang berada didepan mereka.


Sementara itu, Rayen masih sibuk dengan buku buku yang ada


di tangannya. Akan ada keputusan yang sangat berat yang akan diambilnya pada


saat ini.


Tentu saja, hal itu sudah dirasakan oleh Zhang dan Vivi. Mereka


juga sudah merasa sedikit was was. Hal gerangan apakah yang akan diputuskan


oleh dua orang pucuk pimpinan perusahaan itu untuk mempertahankan laju


perusahaan yang semakin terpuruk saat ini.


Beberapa saat lamanya mereka berdua masih menanti apa yang


akan dikatakan oleh Maureen ataupun Rayen. Tentu semua akan berpengaruh pada


kinerja perusahaan dan pekerjaan mereka. Berbagai pemikiran dan dugaan


berkecamuk di benak mereka berdua.


Kondisi yang paling memugkinkan adalah merumahkan karyawan,


walaupun tentu akan banyak menelan korban. Tapi itu yang dilakukan lebih banyak


perusahaan lain. Apakah Big Boss mereka akan melakukan hal yang sama? Tentu itulah


yang menjadi pertanyaan dari mereka berdua.


Mereka masih diam, menunggu apa yang akan menjadi keputusan


dari Presdir Putra Company, Rayen Brilliant Putra dan Presdir KSM Group,


Maureen Tirta Kusuma dengan harap harap cemas…………


Terima kasih untuk readers yang telah memperikan dukungan


like, vote dan juga masukan masukan yang sangat berarti bagi kami. Tetap stayhome,


jaga jarak, pastikan kita semua terhindar dari virus covid 19. Jaga kebersihan


dan sering cuci tangan dengan hand sanitizier untuk melindungi tubuh kita. Salam

__ADS_1


sehat, salam kuat. Yakinlah kita pasti bisa.


Selamat membaca……..


__ADS_2