
Suasana berat yang dilalui oleh warga Jakarta memang sangat
menguras tenaga, dan waktu. Bagaimana tidak, penerapan PSBB sangat mempengaruhi
sendi sendi kehidupan semua elemen masyarakat, termasuk didalamnya pada
perusahaan Rayen dan Maureen. Banyak kebijakan kebijakan dari pemerintah yang
memaksa semua perusahaaan untuk membuat keputusan baru diatas keputusan yang
lain. Tentu imbasnya juga akan berbuntut untuk para karyawan yang berada di
bawah.
Beberapa perusahaan terpaksa harus mengurangi karyawan
akibat roda perjalanan perusahaan sedikit mengalami kemunduran. Para pemimpin
perusahaan harus ekstra hati hati dalam mengambil keputusan. Semua serba tidak
pasti. Laba perusahaanpun sudah mulai menipis, hanya mampu untuk sekedar mengontrol
laju jalannya roda perusahaan saja.
Maureen dan Rayen berusaha meminimalisir dampak berkurangnya
pemasukan pada perusahaannya dengan mencoba untuk menekan pengeluaran dari
perusahaan yang tidak perlu. Anggaran untuk biaya rapat dan kunjungan kerja ke
perusahaan di bawahnya yang otomatis dipangkas, berganti dengan kebutuhan
internet data yang lumayan tinggi, karena setiap saat dan setiap waktu
memerlukan koneksi data untuk berkomunikasi dengan relasi, karyawan dan semua
pihak yang berkecimpung dalam perusahaan tersebut.
Tentu penerapan system komunikasi virtual ini juga
mengandung resiko yang cukup besar, karena bisa jadi apa yang menjadi kebijakan
perusahaan yang bersifat rahasia dapat dicuri oleh lawan bisnis. Namun ini
adalah satu satunya cara yang efektif dilakukan di masa pandemic ini. Untuk mengantisipasi
hal ini, Rayen menggandeng satu perusahaan penyedia layanan yang kredibel agar
privasi perusahaan tetap terjaga dengan baik.
Yang paling berat dirasakan oleh perusahaan perusahaan di
Jakarta adalah masa 4 bukan sejak diberlakukannya PSBB. Banyak perusahaan harus
melakukan penghematan, termasuk diantaranya adalah merumahkan sebagian
karyawannya karena harus menjaga agar perusahaan tetap berjalan.
Ini juga sangat membebani pikiran Maureen dan Rayen. Di satu
sisi, dia harus tetap menjaga roda perusahaan agar terus berjalan. Di sisi
lain, Rayen maupun Maureen tidak ingin karyawan yang saat ini sedang menghadapi
masa sulit, akan lebih kesulitan lagi karena kehilangan pekerjaan.
“Yah, ayo makan dulu. Ayah belum makan sedari pagi tadi”
ajak Maureen kepada Rayen, karena mengetahui suaminya belum makan sejak pagi
tadi.
“Iya Bun. Sebentar lagi. Apakah pangeranku sudah tidur?” Tanya
Rayen kepada Maureen ketika melihat istrinya tidak bersama putra semata
wayangnya.
“Sudah Yah. Biasanya jam segini dia tidur. Nanti jam satu
baru bangun.” Kata Maureen.
Maureen melihat ada kecemasan di wajah suaminya yang mencoba
disembunyikan dari penglihatannya. Tapi Maureen adalah anak yang cerdas. Dia bahkan
menjadi mahasiswi yang lulus dengan predikat terbaik.
“Apa ada masalah yang rumit yah? Kelihatannya pikiran ayah
sangat berat saat ini?” Tanya Maureen.
“Ah, tidak Bun. Ayah hanya sedikit capek” kata Rayen
__ADS_1
berbohong.
“Ayolah yah, cerita sama Bunda. Biar kita bisa menyelesaikan
persoalan ini dengan baik” kata Maureen
Rayen menghela nafas berat. Keputusan yang akan diambil
memang harus diketahui Maureen. Karena mau tidak mau, KSM Grouppun juga akan
melakukan hal yang sama, begitu piker Rayen.
“Kita sedang mengalami masa sulit Bun. Perusahaan harus
berhemat berhemat dan berhemat untuk mempertahankan laju roda perjalanan agar
tetap berjalan. Sedangkan pendapatan kita sudah menurun lebih dari 50 % dari
hari biasa. Itu sudah tidak mampu untuk menutup pengeluaran bagi ribuan
karyawan kita. Sementara solusi yang paling enak ya merumahkan karyawan untuk
menutup kerugian kita Bun” kata Rayen berat.
Maureen mengerti apa yang sedang dipikirkan suaminya. Bahkan
beberapa hari yang lalupun keputusan yang sangat berat juga sudah diambil oleh Maureen.
Tentu saja atas persetujuan Rayen. Perusahaan STAR Company milik Maureen yang
berada di Negeri Paman Sam, New York, Amerika Serikat terpaksa dibekukan
sementara. Ini dilakukan karena kondisi disana tidak memungkinkan untuk
menjalankan roda perusahaan sementara ini.
Jadi kebijakan perusahaaan memutuskan untuk menghentikan
sementara perusahaan tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Apakah ayah akan merumahkan karyawan?”
“Itulah pilihan yang sangat berat Bun. Ayah tidak ingin mereka
yang telah berjuang bersama kita, harus mengalami tekanan hidup lebih berat
lagi di masa yang sudah sangat sulit ini. Bagaimanapun juga, mereka telah ikut
andil dalam kemajuan perusahaan kita. Baik di Putra Company maupun di KSM
pekerjaan “ kata Rayen.
“Bagaimana kalau Zhang dan Vivi kita mintai keterangan Yah,
mungkin nanti kita bisa memberi solusi yang bisa menguntungkan semua pihak”
kata Maureen
“Baiklah, coba minta tolong Bi Minah untuk memanggilkan
Zhang dan Vivi kesini Bun. Kita perlu menghitung laba perusahaan kita sekarang”
kata Rayen.
Maureen kemudian bergegas memanggil Bi Minah yang sedang
merapikan ruangan depan.
“Iya Nyonya, saya. Ada apa memanggil saya Nyonya?” kata Bi
Minah setelah datang menghadap Nyonya mudanya tersebut.
“Bi, tolong panggilkan sekretaris Zhang dan sekretaris Vivi
di ruangannya ya. Suruh menghadap di ruangan Pak Rayen. Sekarang.” Kata Maureen.
“Baik Nyonya”
Bi Minah kemudian berlalu menuju ruangan yang berjarak
sekitar 50 meter dari ruangan kerja Rayen. Ruaangan itu adalah ruangan pavilion
rumah Maureen yang disulap menjadi ruang kerja perusahaan sejak diberlakukannya
PSBB di wilayah Jakarta.
Sementara itu, kantor pusat Putra Company ataupun KSM Group
saat ini masih hanya dijaga oleh satpam perusahaan. Mengingat posisi dua kantor
ini agak lumayan jauh dari rumah Maureen ataupun dari masing masing kantor.
Memindahkan aktivitas kantor dengan menjalankannya melalui system
__ADS_1
virtual dari rumah Maureen dirasa akan menghemat waktu dan tenaga sekaligus
bisa meminimalisir kontak dengan orang orang yang bisa jadi mereka adalah
carier virus covid 19.
Disamping itu, juga bisa melakukan penghematan dengan tidak
keluar rumah. Karena semua bisa dikerjakan secara virtual lewat ruang
teleconference yang dibangun dadakan di rumah tersebut, sebagai sarana untuk
mengadakan rapat dan memantau anak perusahaan yang tersebar di hampir seluruh
kota besar di Indonesia.
Tak berselang lama, Nampak dua wanita muda yang selama ini
membantu Rayen dan Maureen melangkah menuju kamar yang menjadi ruang kerja dari
Presdir Putra Company itu. Seorang wanita yang berperawakan tinggi, sekilas
memang kelihatan tomboy, tapi sebenarnya hatinya lembut. Dialah sekretaris
Zhang. Dan yang seorang lagi, berperawakan agar kecil, tapi tetap anggun,
dengan kelemah lembutannya, dialah sekretaris Vivi.
Mereka kemudian segera mengetuk pintu ruangan dimana Rayen
dan Maureen sudah menunggu disana.
Tok. Tok. Tok…….
“Masuklah, “ kata Maureen setelah mendengar pintu diketuk.
Pintu terbuka perlahan, dan munculah wajah mereka berdua,
sekretaris yang sudah mengabdikan kerjanya beberapa tahun di perusahaan milik
Rayen dan Maureen.
“Selamat siang Tuan Rayen, selamat siang Nyonya Maureen”
kata Zhang dan Vivi hampir bersamaan.
“Selamat siang, silahkan duduk” kata Maureen sambil
mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi yang berada didepan mereka.
Sementara itu, Rayen masih sibuk dengan buku buku yang ada
di tangannya. Akan ada keputusan yang sangat berat yang akan diambilnya pada
saat ini.
Tentu saja, hal itu sudah dirasakan oleh Zhang dan Vivi. Mereka
juga sudah merasa sedikit was was. Hal gerangan apakah yang akan diputuskan
oleh dua orang pucuk pimpinan perusahaan itu untuk mempertahankan laju
perusahaan yang semakin terpuruk saat ini.
Beberapa saat lamanya mereka berdua masih menanti apa yang
akan dikatakan oleh Maureen ataupun Rayen. Tentu semua akan berpengaruh pada
kinerja perusahaan dan pekerjaan mereka. Berbagai pemikiran dan dugaan
berkecamuk di benak mereka berdua.
Kondisi yang paling memugkinkan adalah merumahkan karyawan,
walaupun tentu akan banyak menelan korban. Tapi itu yang dilakukan lebih banyak
perusahaan lain. Apakah Big Boss mereka akan melakukan hal yang sama? Tentu itulah
yang menjadi pertanyaan dari mereka berdua.
Mereka masih diam, menunggu apa yang akan menjadi keputusan
dari Presdir Putra Company, Rayen Brilliant Putra dan Presdir KSM Group,
Maureen Tirta Kusuma dengan harap harap cemas…………
Terima kasih untuk readers yang telah memperikan dukungan
like, vote dan juga masukan masukan yang sangat berarti bagi kami. Tetap stayhome,
jaga jarak, pastikan kita semua terhindar dari virus covid 19. Jaga kebersihan
dan sering cuci tangan dengan hand sanitizier untuk melindungi tubuh kita. Salam
__ADS_1
sehat, salam kuat. Yakinlah kita pasti bisa.
Selamat membaca……..