
Maureen terbangun dari tidurnya dia merasakan tangan kekar sedang memeluknya,
matanya membulat sempurna ketika dia menyadari Rayen yang memeluknya, pasalnya Rayen jarang sekali tidur dengannya bahkan akhir-akhir ini mereka sering sekali cek cok.
Tak lama setelahnya Rayen juga ikut membuka mata,
" Morning!" ucap Rayen sambil mengecup bibir Maureen, Maureen yang terkejut hanya diam saja tanpa menjawab sementara Rayen senyum-senyum sendiri.
Maureen beranjak kekamar mandi meninggalkan Rayen yang masih terus tersenyum entah apa yang terjadi.
Tiba-tiba ponsel Maureen berbunyi dan itu dari Chika, Rayen segera menyahut benda persegi itu dan menjawab telepon dari Chika.
" Hallo ka, ada apa?" ucap Rayen saat menjawab telepon.
" Ray kemana Maureen?" ucap Chika saat mengetahui Rayen yang menjawab telefonnya.
" Masih mandi, ada apa?" ucap Rayen.
" Makan bareng yuk nanti. triple date!" ucap Chika.
" Baiklah!" jawab Rayen karena tidak ingin mengecewakan Maureen, memang mereka sudah lama tidak berkumpul-kumpul.
" Oke di resto xxx jam setengah delapan, ingat setengah delapan!" jawab Chika sebelum mengakhiri teleponnya.
Maureen keluar kamar mandi melihat Rayen memegang ponselnya, Dia mendekati Rayen walaupun kini dia hanya berbalut handuk saja,
__ADS_1
" Ngapain kamu pegang-pegang ponselku, mau balas dendam semalam ya?" ucap Maureen sambil berjalan mendekati Rayen.
" Tadi Chika telefon ngajakin kita triple date, setelah nikah kayaknya kita jarang banget ketemu mereka, jadi aku iya in aja!" ucap Rayen menjelaskan.
" What, aku sibuk mas!" ucap Maureen sambil menjatuhkan diri dikasrur dan mengeringkan Rambut menggunakan Hair dryer.
" Ayolah sayang please!" ucap Rayen.
" Sayang, sayang apanya mas? Ga dapat jatah dari selingkuhanmu kok ngomong sayang ke aku, padahal terakir kali kamu ngomong sayang tuju bulan yang lalukan!" jawab Maureen yang membuat Rayen terdiam, memang benar terakhir tujuh bulan yang lalu.
" Please Dek!" hanya itu yang dapat Rayen katakan.
Rayen memeluk tubuh Maureen dan menciuminya dengan lembut tetapi penuh nafsu, begitupun Maureen tidak dapat menolak karena sejujurnya dia juga merindukan kehangatan suaminya.
Rayen melepas handuk yang melilit tubuh mungil Maureen dan dipagi itu mereka melakukannya, melakukan selayaknya suami istri. Selama dua jam mereka melakukannya hingga akhirnya mereka lemas tak berdaya dan saling memeluk.
Rayen dan Maureen tidak memikirkan jika mereka harus kekantor yang dia mau hanya memperbaiki hubungan mereka, tapi bagaimana dengan nasib wanita Rayen yang diluar rumah.
Rayen dan Maureen kembali tertidur setelah bergelut diatas kasur, bangun-bangun sudah pukul 10.00.
" Mas, bangun udah siang?" ucap Maureen sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rayen.
" Emm, jam berapa sih dek!" jawab Rayen sambil mengeliat.
" Jam 10 mas!" ucapku sambil beranjak kembali kekamar mandi,
__ADS_1
Rayen bergegas bangun dan menyusul Maureen kekamar mandi, setelah itu mereka bersama sama untuk membersihkan diri.
Karena tidak sempat sarapan tadi perut mereka begitu lapar,
Mereka bergegas menyambar sandwich yang baru saja disediakan bi Minah. Dan memakannya sambil berjalan keluar menuju mobil masing-masing.
" Ingat dek, setengah delapan!" ucap Rayen sebelum akhinya dia masuk kedalam mobilnya dan melaju kekantor.
Maureen juga masuk kedalam mobilnya dan bergegas menuju kantornya, sesampainya dikantor Maureen mengirim mata-mata untuk mengawasi Rayen, tentunya yang profesional bekerja tanpa diketahui pihak ke 2.
********
Bersambung. . . .
Hallo Readers, Puji Syukur kepada Allah saya masih bisa melanjutkan novel saya ini.
Di awal tahun 2020 ini saya pribadi minta maaf jika punya kesalahan baik yang saya sengaja ataupun tidak sengaja, sering mengecewakan kalian. saya Minta maaf yang sebesar-besarnya.
Semoga kita semua diberi kesehatan, murah rezeki, panjang umur dan berkah semua usahanya.
Terima Kasih,
Happy New Year.
Welcome 2020.
__ADS_1