
Kita tinggalkan kesibukan Rayen mengurusi perusahaan besar
milik istrinya dan mertuanya. Juga perusahaan milik nya sendiri yang sudah
mulai berkembang dengan pesat. Kita ikuti perjalanan Tuan Besar Tito dan
Maureen menuju ke Nevada. Sore itu, setelah melakukan perjalanan kurang lebih
dua hari, pesawat yang ditumpangi oleh Maureen, Tuan Tito dan semua yang yang
mengikuti perjalanan Tuan Tito menuju Nevada sudah mendarat di John F kennedy Intl. sebuah bandara terbesar
di New York untuk transir sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya menuju ke
Nevada, sebuah Negara bagian di Amerika Serikat.
Rumah sakit yang dituju adalah salah satu rumah sakit
terbesar yang sudah berpengalaman menangani kanker otak stadium 4 dengan baik. Rumah
sakit itu berada di Carson City, ibukota Nevada. Letaknya tidak terlalu jauh
dengan kota Las vegas. Mereka hanya tinggal butuh waktu sekitar 5 jam untuk
sampai di Las Vegas dan Carson City.
Pada saat transit di Bandara John F Kennedy tadi, Tuan Tito
sempat mengeluhkan sakit kepala lagi. Untunglah Dr. Albert sudah menyiapkan
obat yang dibawa khusus untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu di perjalanan.
Setelah beristirahat sejenak,tibalah saat keberangkatan pesawat
komersiil yang mereka tumpangi. Ruangan khusus VVIP yang pasti harganya sangat
sangat menguras kantong bagi orang biasa sudah disiapkan untuk penerbangan
lanjutan ini. Mereka segera menuju ke tempat yang sudah disiapkan dan pesawat
segera take off menuju Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.
.
.
.
Sementara itu, Rayen dan Vivi tengah mempersiapkan kontrak
kerja dengan perusahaan penyuplay alat berat. Rencananya Rayen akan menangani
beberapa mega proyek yang sebelumnya tendernya dimenangkan oleh perusahaan
__ADS_1
tersebut. Namun karena melihat kemampuan
yang dimiliki oleh Putra Company dinilai luar biasa, maka perusahaan itu
menggandeng Putra Company untuk menjadi rekanan pembangunan mega proyek itu.
“Vi, apakah berkas berkas sudah disiapkan?” Tanya Rayen
“Sudah Pak Presdir, berkas berkas lebih banyak dari
perusahaan mitra. Kita tinggal menambahkan berkas untuk MoU saja. Jadi sementara
ini kita tidak banyak menyiapkan berkas” kata Vivi.
Diam diam Rayen mengamati Vivi. Sekretarisnya yang masih
muda dan tampil sederhana ini memiliki skill yang boleh dibilang luar biasa. Dalam
hal lobi dengan perusahaan rekanan ataupun dalam hal mencari relasi bisnis.
Rayen merasa bangga punya sekretaris yang demikian. Rayen berharap mampu membawa Putra company menjadi
perusahaan besar.
“Baiklah Vi, tolong dipersiapkan segala sesuatunya. Jika nanti
mereka datang, kita tidak butuh waktu lama untuk mempersiapkan kontrak yang
kita butuhkan” kata Rayen.
berkas untuk kontrak kerjasama hari ini.
.
.
.
Sementara itu pesawat Maureen dan Tuan Besar Tito sudah
mendarat di bandara Las Vegas Nevada, Amerika Serikat. Mobil jemputan dari
rumah sakit sudah siap menanti mereka. Dengan cekatan beberapa petugas medis
segera membawa Tuan Besar Tito menuju
mobil dan ditemani Maureen masuk di mobil pasien. Di dalam mobil ini nampak
peralatanperalatan canggih sudah disiapkan. Sebuah mobil yang betul betul
dirancang untuk kondisi khusus walaupun dalam keadaan darurat sekalipun. Petugas
petugas itu sudah tahu pasti apa yang harus dikerjakan, karena sebelumnya,
__ADS_1
sampel darah dan hasil foto rontgen/CT scan yang sudah dikirimkan ke rumah
sakit ini untuk pemeriksaan awal. Bahkan dari rumah sakit inilah diketahui
bahwa Tuan Besar Tito menderita penyakit glioblastoma atau kanker otak stadium
4.
Mobil terus melaju menuju ke ibukota Nevada, tempat rumah
sakit ini berdiri. Memang tidak terlalu jauh dengan bandara Las Vegas. Hanya butuh
waktu sekitar kurang lebih satu jam sudah sampai.
Jalanan kota Las Vegas yang tertata rapi memudahkan
perjalanan mereka.
Setibanya di rumah sakit, mobil itu langsung menuju ke ruang
ICCU untuk penerimaan pasien. Dengan alat alat yang super canggih, mereka terus
melakukan tugasnya masing masing. Setelah selesai, maka Tuan Tito ditempatkan
di Ruang VVIP rumah sakit ini untuk diobservasi sebelum menentuka langkah
selanjutnya.
Bi Minah menemani Maureen menuju ke rumah kontrakan yang
tidak jauh dari rumah sakit ini
Sedangkan pengacara Whang, tetap berada di rumah sakit untuk
menemani Pak Tito
Sementara itu, Dr. Albert direncanakan akan segera bertolak
ke Jakarta, untuk menyelesaikan tugasnya kembali di tanah air, setelah
berkoordinasi dengan dokter dokter dari rumah sakit tersebut.
.
.
.
Apa yang akan dilakukan oleh tim dokter ahli Nevada? Apakah Tuan
Tito akan dioperasi? Lalu bagaimana Rayen mengelola bisnisnya seorang diri
dengan beberapa perusahaan sebagai tanggung jawabnya?
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya?