Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 19


__ADS_3

Kita tinggalkan kesibukan Rayen mengurusi perusahaan besar


milik istrinya dan mertuanya. Juga perusahaan milik nya sendiri yang sudah


mulai berkembang dengan pesat. Kita ikuti perjalanan Tuan Besar Tito dan


Maureen menuju ke Nevada. Sore itu, setelah melakukan perjalanan kurang lebih


dua hari, pesawat yang ditumpangi oleh Maureen, Tuan Tito dan semua yang yang


mengikuti perjalanan Tuan Tito menuju Nevada sudah mendarat di  John F kennedy Intl. sebuah bandara terbesar


di New York untuk transir sebentar sebelum melanjutkan perjalanannya menuju ke


Nevada, sebuah Negara bagian di Amerika Serikat.


Rumah sakit yang dituju adalah salah satu rumah sakit


terbesar yang sudah berpengalaman menangani kanker otak stadium 4 dengan baik. Rumah


sakit itu berada di Carson City, ibukota Nevada. Letaknya tidak terlalu jauh


dengan kota Las vegas. Mereka hanya tinggal butuh waktu sekitar 5 jam untuk


sampai di Las Vegas dan Carson City.


Pada saat transit di Bandara John F Kennedy tadi, Tuan Tito


sempat mengeluhkan sakit kepala lagi. Untunglah Dr. Albert sudah menyiapkan


obat yang dibawa khusus untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu di perjalanan.


Setelah beristirahat sejenak,tibalah saat keberangkatan pesawat


komersiil yang mereka tumpangi. Ruangan khusus VVIP yang pasti harganya sangat


sangat menguras kantong bagi orang biasa sudah disiapkan untuk penerbangan


lanjutan ini. Mereka segera menuju ke tempat yang sudah disiapkan dan pesawat


segera take off menuju Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat.


.


.


.


Sementara itu, Rayen dan Vivi tengah mempersiapkan kontrak


kerja dengan perusahaan penyuplay alat berat. Rencananya Rayen akan menangani


beberapa mega proyek yang sebelumnya tendernya dimenangkan oleh perusahaan

__ADS_1


tersebut. Namun karena melihat  kemampuan


yang dimiliki oleh Putra Company dinilai luar biasa, maka perusahaan itu


menggandeng Putra Company untuk menjadi rekanan pembangunan mega proyek itu.


“Vi, apakah berkas berkas sudah disiapkan?” Tanya Rayen


“Sudah Pak Presdir, berkas berkas lebih banyak dari


perusahaan mitra. Kita tinggal menambahkan berkas untuk MoU saja. Jadi sementara


ini kita tidak banyak menyiapkan berkas” kata Vivi.


Diam diam Rayen mengamati Vivi. Sekretarisnya yang masih


muda dan tampil sederhana ini memiliki skill yang boleh dibilang luar biasa. Dalam


hal lobi dengan perusahaan rekanan ataupun dalam hal mencari relasi bisnis.


Rayen merasa bangga punya sekretaris yang demikian. Rayen  berharap mampu membawa Putra company menjadi


perusahaan besar.


“Baiklah Vi, tolong dipersiapkan segala sesuatunya. Jika nanti


mereka datang, kita tidak butuh waktu lama untuk mempersiapkan kontrak yang


kita butuhkan” kata Rayen.


berkas untuk kontrak kerjasama hari ini.


.


.


.


Sementara itu pesawat Maureen dan Tuan Besar Tito sudah


mendarat di bandara Las Vegas Nevada, Amerika Serikat. Mobil jemputan dari


rumah sakit sudah siap menanti mereka. Dengan cekatan beberapa petugas medis


segera membawa Tuan  Besar Tito menuju


mobil dan ditemani Maureen masuk di mobil pasien. Di dalam mobil ini nampak


peralatanperalatan canggih sudah disiapkan. Sebuah mobil yang betul betul


dirancang untuk kondisi khusus walaupun dalam keadaan darurat sekalipun. Petugas


petugas itu sudah tahu pasti apa yang harus dikerjakan, karena sebelumnya,

__ADS_1


sampel darah dan hasil foto rontgen/CT scan yang sudah dikirimkan ke rumah


sakit ini untuk pemeriksaan awal. Bahkan dari rumah sakit inilah diketahui


bahwa Tuan Besar Tito menderita penyakit glioblastoma atau kanker otak stadium


4.


Mobil terus melaju menuju ke ibukota Nevada, tempat rumah


sakit ini berdiri. Memang tidak terlalu jauh dengan bandara Las Vegas. Hanya butuh


waktu sekitar kurang lebih satu jam sudah sampai.


Jalanan kota Las Vegas yang tertata rapi memudahkan


perjalanan mereka.


Setibanya di rumah sakit, mobil itu langsung menuju ke ruang


ICCU untuk penerimaan pasien. Dengan alat alat yang super canggih, mereka terus


melakukan tugasnya masing masing. Setelah selesai, maka Tuan Tito ditempatkan


di Ruang VVIP rumah sakit ini untuk diobservasi sebelum menentuka langkah


selanjutnya.


Bi Minah menemani Maureen menuju ke rumah kontrakan yang


tidak jauh dari rumah sakit ini


Sedangkan pengacara Whang, tetap berada di rumah sakit untuk


menemani Pak Tito


Sementara itu, Dr. Albert direncanakan akan segera bertolak


ke Jakarta, untuk menyelesaikan tugasnya kembali di tanah air, setelah


berkoordinasi dengan dokter dokter dari rumah sakit tersebut.


.


.


.


Apa yang akan dilakukan oleh tim dokter ahli Nevada? Apakah Tuan


Tito akan dioperasi? Lalu bagaimana Rayen mengelola bisnisnya seorang diri


dengan beberapa perusahaan sebagai tanggung jawabnya?

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya?


__ADS_2