Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 28


__ADS_3

 


 


Hari ini Rayen mulai masuk kantor lagi, setelah beberapa


lama menyerahkan urusan kantor kepada sekretarisnya Vivi dan staf perusahaannya


Silvi. Beberapa suasana kantor nampak agak berbeda. Ya, beberapa bagian dari


kantor ada yang sengaja mendapatkan sentuhan artistic dari tangan Vivi, ini


dilakukan Vivi untuk menyambut tamu kehormatan, relasi bisnis dari Mexico. Vivi


sengaja menambahkan ornament bernuansa Amerika latin. Dan itu ternyata cukup


menarik hati Rayen. Ya, Rayen cukup suka dengan apa yang dilakukan Vivi. Dan


berharap relasi dari Mexico juga akan menyukai apa yang sudah dilakukan untuk


menyambut mereka.


Nampak Silvi dan Vivi sibuk mengarahkan karyawan untuk


menata segala sesuatu yang diperlukan untuk menyambut tamu kehormatan. Rayen


sengaja tetap berada di ruang pribadinya, ia masih merasa agak pusing dan harus


banyak istirahat. Seandainya saja hari ini tidak ada jadwal penting dari


kunjungan relasi istimewa ini, sudah pasti Rayen masih ingin istirahat di


rumah. Itulah kenapa hari ini Rayen hanya melihat apa yang dikerjakan


sekretarisnya dan stafnya dari ruangannya saja. Hanya sesekali waktu Rayen


memberi arahan jika dirasa ada yang kurang pas menurutnya.


Jelang jam 14.00, tamu yang ditunggu telah datang. Tuan


Manuel Costilla, datang bersama 3 orang stafnya dan seorang penerjemah. Tuan


Costilla sapaan akrabnya sengaja membawa seorang penerjemah atau lebih dikenal


dengan sebutan interpreter karena Tuan Costilla menggunakan bahasa spanyol


mexico, dan hanya sedikit menguasai bahasa Inggris. Demikian pula halnya dengan


Rayen, dia juga hanya menguasai bahasa Inggris. Sedang bahasa lain hanya


sedikit saja.


Untunglah Vivi dulu pernah kursus bahasa Spanyol, jadi


walaupun tidak lancer sekali, namun perbincangan mereka cukup nyambung. Apalagi


interpreter yang bersama Tuan Castillo sangat aktif dalam memberikan penjelasan


terhadap apa yang dimaksud oleh relasinya ini.


Sungguh merupakan hari yang sangat membahagiakan. Dan


mungkin juga akan menjadi awal kebangkitan dari Putra Company. Tahu kenapa?


Ternyata Tuan Castillo sangat berkesan dengan Putra Company. Bahkan diawal


kontrak kerja, Castillo Company bersedia menanam investasi sebesar US$ 50 juta.

__ADS_1


Sungguh nilai yang sangat fantastis untuk investasi awal dari sebuah


kesepakatan.


Tuan Castillo sangat terkesan dengan perusahaan milik Rayen,


apalagi Vivi sangat bagus dalam memberikan penjelasan tentang bisnis dari Putra


Company.


Menjelang malam, setelah selesai penandatanganan MOU antara


Castillo Company dan Putra Company, Tuan Castillo berpamitan untuk langsung


pulang ke Mexico. Terkait kerjasama lebih lanjut nanti staf dari Tuan Castillo


yang akan menghubungi Rayen.


Rayen sangat puas dan bangga akan kinerja Vivi hari ini.


Rayen makin tidak ragu untuk memberikan kepercayaan kepada sekretaris yang


dipilih oleh Maureen, istrinya.


Setelah selesai, Rayen kembali istirahat di ruangannya


sambil menanti mobil Maureen datang menjemput malam ini.


.


.


Sementara itu, Maureen hari ini sibuk mengontrol semua yang


berkaitan dengan KSM Group. Beberapa anak perusahaan KSM Group agak mengalami


memperhatikan kemajuan perusahaannya. Ini terjadi karena akhir akhir ini memang


banyak sekali masalah yang dihadapi Maureen.


Maureen sibuk menerima laporan laporan yang disampaikan oleh


sekretaris Zhang. Selain itu, juga mengevaluasi hasil kontrak beberapa bulan


terakhir. Banyak relasi yang setelah habis kontrak, tidak memperpanjang. Ah,


kenapa masalahmu datang bertubi tubi Maureen?


Jelang sore hari, beberapa pekerjaan sudah hamper selesai. Ketika


terlihat mobil Dr. Albert memasuki area parkir KSM Group.


“Selamat sore Nyonya Maureen. Mohon maaf saya terlambat. Ada


beberapa pasien yang tidak bisa saya tinggalkan”, sapa Dr. Albert dengan ramah.


“Selamat sore Dokter. Tidak apa apa. Hari ini pekerjaan


kantor saya juga belum selesai”, jawab Maureen.


“Baiklah Nyonya. Untuk menyingkat waktu, langsung ke


permasalahan saja ya Nyonya. Mengenai kesehatan Tuan Tito, setelah kami dokter


berunding dari hasil lab yang ada. Kami memerlukan data yang lebih akurat”


“Terus bagaimana langkah selanjutnya Dokter?”

__ADS_1


“Kami perlu data yang lebih konkrit dengan alat yang lebih


canggih Nyonya. Kami takut salah melangkah jika data yang kami dapat kurang


kurang maksimal”


“Terus rencana Dokter bagaimana?”


“Kami ingin mengirim sampel darah dan komponen pendukungnya


ke laboratorium yang lebih lengkap Nyonya. Kami akan kirim ke rumah sakit di


California Amerika. Mungkin butuh waktu sekitar dua minggu untuk mendapatkan


data yang diperlukan”.


“Baiklah Dok, saya ngikut saja yang terbaik. Pokoknya apapun


akan saya lakukan asal ayah tetap sehat seperti sedia kala”.


“Baiklah Nyonya, jika memang begitu, kami akan bersiap untuk


proses selanjutnya. Kami permisi.”


“Silahkan Dok. Sebelumya saya mengucapkan terima kasih.”


Setelah berpamitan, Dr. Albert segera menuju ke rumah sakit


untuk mengirimkan sampel darah dan kebutuhan lain yang diperlukan untuk


penelitian laboratorium bagi Tuan Besar Tito.


Selanjutnya Maureen kembali disibukkan dengan urusan kantor


lagi.


Menjelang malam, Maureen segera memanggil Pak Jay untuk


segera membawa mobil, Maureen beranjak pulang, tidak lupa ke kantor Rayen dulu


untuk menjemput Rayen, dan pulang bersama….


Penat, lelah dan lelah dirasakan mereka berdua, hingga


sampai rumah pun mereka tidak sempat untuk bercanda. Ah Maureen, katanya kamu


mau berubah?


Mereka pun tertidur, terlelap oleh mimpi mereka masing


masing,…….


Apa yang kau pikirkan Maureen?


Apa yang kau pikirkan Rayen?


Tidakkah kalian akan berubah menjadi pribadi yang saling


menyayangi seperti awal ketika kalian dipertemukan?


Biarlah waktu yang menjawab……..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2