
Hari ini Rayen mulai masuk kantor lagi, setelah beberapa
lama menyerahkan urusan kantor kepada sekretarisnya Vivi dan staf perusahaannya
Silvi. Beberapa suasana kantor nampak agak berbeda. Ya, beberapa bagian dari
kantor ada yang sengaja mendapatkan sentuhan artistic dari tangan Vivi, ini
dilakukan Vivi untuk menyambut tamu kehormatan, relasi bisnis dari Mexico. Vivi
sengaja menambahkan ornament bernuansa Amerika latin. Dan itu ternyata cukup
menarik hati Rayen. Ya, Rayen cukup suka dengan apa yang dilakukan Vivi. Dan
berharap relasi dari Mexico juga akan menyukai apa yang sudah dilakukan untuk
menyambut mereka.
Nampak Silvi dan Vivi sibuk mengarahkan karyawan untuk
menata segala sesuatu yang diperlukan untuk menyambut tamu kehormatan. Rayen
sengaja tetap berada di ruang pribadinya, ia masih merasa agak pusing dan harus
banyak istirahat. Seandainya saja hari ini tidak ada jadwal penting dari
kunjungan relasi istimewa ini, sudah pasti Rayen masih ingin istirahat di
rumah. Itulah kenapa hari ini Rayen hanya melihat apa yang dikerjakan
sekretarisnya dan stafnya dari ruangannya saja. Hanya sesekali waktu Rayen
memberi arahan jika dirasa ada yang kurang pas menurutnya.
Jelang jam 14.00, tamu yang ditunggu telah datang. Tuan
Manuel Costilla, datang bersama 3 orang stafnya dan seorang penerjemah. Tuan
Costilla sapaan akrabnya sengaja membawa seorang penerjemah atau lebih dikenal
dengan sebutan interpreter karena Tuan Costilla menggunakan bahasa spanyol
mexico, dan hanya sedikit menguasai bahasa Inggris. Demikian pula halnya dengan
Rayen, dia juga hanya menguasai bahasa Inggris. Sedang bahasa lain hanya
sedikit saja.
Untunglah Vivi dulu pernah kursus bahasa Spanyol, jadi
walaupun tidak lancer sekali, namun perbincangan mereka cukup nyambung. Apalagi
interpreter yang bersama Tuan Castillo sangat aktif dalam memberikan penjelasan
terhadap apa yang dimaksud oleh relasinya ini.
Sungguh merupakan hari yang sangat membahagiakan. Dan
mungkin juga akan menjadi awal kebangkitan dari Putra Company. Tahu kenapa?
Ternyata Tuan Castillo sangat berkesan dengan Putra Company. Bahkan diawal
kontrak kerja, Castillo Company bersedia menanam investasi sebesar US$ 50 juta.
__ADS_1
Sungguh nilai yang sangat fantastis untuk investasi awal dari sebuah
kesepakatan.
Tuan Castillo sangat terkesan dengan perusahaan milik Rayen,
apalagi Vivi sangat bagus dalam memberikan penjelasan tentang bisnis dari Putra
Company.
Menjelang malam, setelah selesai penandatanganan MOU antara
Castillo Company dan Putra Company, Tuan Castillo berpamitan untuk langsung
pulang ke Mexico. Terkait kerjasama lebih lanjut nanti staf dari Tuan Castillo
yang akan menghubungi Rayen.
Rayen sangat puas dan bangga akan kinerja Vivi hari ini.
Rayen makin tidak ragu untuk memberikan kepercayaan kepada sekretaris yang
dipilih oleh Maureen, istrinya.
Setelah selesai, Rayen kembali istirahat di ruangannya
sambil menanti mobil Maureen datang menjemput malam ini.
.
.
Sementara itu, Maureen hari ini sibuk mengontrol semua yang
berkaitan dengan KSM Group. Beberapa anak perusahaan KSM Group agak mengalami
memperhatikan kemajuan perusahaannya. Ini terjadi karena akhir akhir ini memang
banyak sekali masalah yang dihadapi Maureen.
Maureen sibuk menerima laporan laporan yang disampaikan oleh
sekretaris Zhang. Selain itu, juga mengevaluasi hasil kontrak beberapa bulan
terakhir. Banyak relasi yang setelah habis kontrak, tidak memperpanjang. Ah,
kenapa masalahmu datang bertubi tubi Maureen?
Jelang sore hari, beberapa pekerjaan sudah hamper selesai. Ketika
terlihat mobil Dr. Albert memasuki area parkir KSM Group.
“Selamat sore Nyonya Maureen. Mohon maaf saya terlambat. Ada
beberapa pasien yang tidak bisa saya tinggalkan”, sapa Dr. Albert dengan ramah.
“Selamat sore Dokter. Tidak apa apa. Hari ini pekerjaan
kantor saya juga belum selesai”, jawab Maureen.
“Baiklah Nyonya. Untuk menyingkat waktu, langsung ke
permasalahan saja ya Nyonya. Mengenai kesehatan Tuan Tito, setelah kami dokter
berunding dari hasil lab yang ada. Kami memerlukan data yang lebih akurat”
“Terus bagaimana langkah selanjutnya Dokter?”
__ADS_1
“Kami perlu data yang lebih konkrit dengan alat yang lebih
canggih Nyonya. Kami takut salah melangkah jika data yang kami dapat kurang
kurang maksimal”
“Terus rencana Dokter bagaimana?”
“Kami ingin mengirim sampel darah dan komponen pendukungnya
ke laboratorium yang lebih lengkap Nyonya. Kami akan kirim ke rumah sakit di
California Amerika. Mungkin butuh waktu sekitar dua minggu untuk mendapatkan
data yang diperlukan”.
“Baiklah Dok, saya ngikut saja yang terbaik. Pokoknya apapun
akan saya lakukan asal ayah tetap sehat seperti sedia kala”.
“Baiklah Nyonya, jika memang begitu, kami akan bersiap untuk
proses selanjutnya. Kami permisi.”
“Silahkan Dok. Sebelumya saya mengucapkan terima kasih.”
Setelah berpamitan, Dr. Albert segera menuju ke rumah sakit
untuk mengirimkan sampel darah dan kebutuhan lain yang diperlukan untuk
penelitian laboratorium bagi Tuan Besar Tito.
Selanjutnya Maureen kembali disibukkan dengan urusan kantor
lagi.
Menjelang malam, Maureen segera memanggil Pak Jay untuk
segera membawa mobil, Maureen beranjak pulang, tidak lupa ke kantor Rayen dulu
untuk menjemput Rayen, dan pulang bersama….
Penat, lelah dan lelah dirasakan mereka berdua, hingga
sampai rumah pun mereka tidak sempat untuk bercanda. Ah Maureen, katanya kamu
mau berubah?
Mereka pun tertidur, terlelap oleh mimpi mereka masing
masing,…….
Apa yang kau pikirkan Maureen?
Apa yang kau pikirkan Rayen?
Tidakkah kalian akan berubah menjadi pribadi yang saling
menyayangi seperti awal ketika kalian dipertemukan?
Biarlah waktu yang menjawab……..
.
.
.
__ADS_1