
Hari ini adalah hari berikutnya, hari dimana Rayen dan Maureen akan melangsungkan pertunangan.
Asisisten Tina sudah datang lengkap bersama P Doni menjemput Maureen.
" Tuan & Nona silahkan masuk, Tuan besar menunggu anda disuatu tempat, , , ucap Asisten Tina ketika mereka sudah sampai diparkiran apartemen.
" Baiklah. Kali ini ikut kamu tapi jangan lama lama aku harus keperusahaan!, , , , Ucap Maureen sambil memperhatikan jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan Kirinya itu.
" Kita Mau kemana Dek?, , , , tanya Rayen kepada Maureen saat mereka sudah berada didalam mobil.
" Aku tidak tau mas!, Kita ikuti saja alurnya!.. . . .ucap Maureen kepada rayen,
Mobil itu melaju menembus jalanan ibukota Prancis itu, menuju suatu tempat yang tidak asing, ya tempat itu adalah menara eiffel.
Sesampai ditempat acara keadaan sunyi senyap, iya karena tempat itu sudah disewa oleh Tito Kusuma.
Surpriseeeeee, , , , , , Ucap mereka semua yang telah berada didalam ruangan itu, mereka adalah Tito Kusuma, Madam Jolla, Kim Nana, dan Rehan tetapi entah mengapa disana juga sudah ada Rakha, Azar, Chika dan Abellia entah kapan mereka sampai, intinya mereka semua sudah dandan memakai gaun seperti pesta.
" Maureen ikut madam yuk!, , , ajak madam jolla dengan lembut sambil menggandeng tangan Maureen.
" Kita Mau kemana madam?, , , , tanya Maureen kepada madam jolla yang tengah tersenyum kepadanya, tidak dapat dipungkiri Maureen kini sangat bingung.
" Sudah ikut saja sayang. . .Jawab madam Jolla sambil menuntun tangan Maureen menuju sebuah ruangan, yang ternyata adalah ruangan make over.
" Kejutan sayang, pakailah gaun ini, gaun ini udah dipilih sama Kim Nana lo, kamu pakai ya, , , ,lanjut Madam Jolla sambil menyerahkan gaun Warna Dusty Pink itu kepada Maureen, Maureen hanya menurut saja apa kata Madam Jolla, Ia tidak dapat menebak apa yang akan terjadi.
Maureen masuk keruang ganti dan mengganti pakaian kantornya dengan gaun panjang warna Dusty Pink itu, setelah selesai Maureen keluar dan madam Jolla dengan cekatan memoleskan make up dan menata rambut Maureen.
***************************
__ADS_1
Maureen telah berada diruangan Pesta bersama Tito dan Madam Jolla, ia merasa aneh dengan dekorasi ruangan yang nampak seperti WO itu, ya memang itu adalah dekorasi WO Ternama dikota itu.
Sedangkan diruangan Sebelah Kim Nana dan Rehan sibuk mendandani Rayen dengan setelah tuxedo Dusty Pink senada dengan Maureen,?. . . .tanya Rayen kepada Kim Nana dan Rehan.
" Ehm, Karena Mama suka warna ini, , , jawab Kim Nana sambil berdehem.
" Karena mama suka, suruh papa yang pakai ma, , , ucap Rayen kesal.
" Kalau gitu papa yang bakal bertunangan dengan Maureen, , , ucap Rehan dengan tenang.
" Apa Tunangan?? , ucap Rayen terkejut.
" Bakal dimadu nih mama, sama perempuan yang ingin mama jadikan menantu lagi, , ,ucap Kim Nana dengan tersenyum karena mendapati Rayen kaget.
" Surpriseee, kami ingin kamu bertunangan dengan Maureen, , , ucap Rehan tersenyum.
" Serius sayang, masih ada waktu sebentar lagi kamu persiapkan kata kata yang pantas untuk acaramu, papa akan membantu, , , ucap Rehan lagi sambil menepuk pundak anak laki lakinya itu.
***************************
Maureen sudah berada ditengah ruangan dengan perasaan yang entah kemana, ia tidak tau apa yang terjadi saat ia tanya ke ayahnya. Ayahnya hanya bilang kejutan, begitu juga jawabannya ketika ia bertanya kepada Madam Jolla dan Teman temannya.
Yang ia bingungkan adalah ia tidak melihat Rayen ataupun Kim Nana dan Rehan.
" Yah, kemana Rayen dan orang tuanya, , , , ucap Maureen penasaran.
" Tadi mereka balik indo Reen, , , ucap Rakha tiba-tiba yang mendapat pelototan Chika.
" Apa? kok gak bilang! ada apa? kenapa tiba-tiba?. . . . ucap Maureen lemas.
__ADS_1
" Kamu yang, buat dia panik?" ucap Chika sambil memeluk Maureen.
" Dia tidak kemana mana. dia ada disini, , , , ucap Rehan yang keluar dari dalam sebuah ruangan bersama Kim Nana dan Rayen.
Maureen menoleh kearah Rayen yang mengulurkan tangan kepadanya, ia menyambut uluran tangan itu keduanya memparkan senyum.
Rayen mencium tangan Maureen yang membuat Maureen merona, ,Setelah itu Rayen melepaskan tangan Maureen,
Rayen didampingi oleh Rakha dan Azar menuju panggung, begitu juga dengan Maureen yang didampingi Chika dan Abellia, Diata panggung sudah ada meja kecil dengan 2 buah cincin diatasnya.
Sekarang Maureen tau jika Orangtuanya dan Yang lainnya sedang memberi sebuah kejutan berupa pertunangan dengan Rayen
Tepuk tangan meriah ketika Rayen telah selesai mengucapkan kata-katanya dan memasangkan Cincin dijari Manis Maureen. Begitu juga sebaliknya Maureen memasangkan cincin dijari Rayen.
Cincin tanda mereka sudah saling memiliki walau belum sah secara agama, tetapi cincin itu adalah bukti mereka akan melangkah kejenjang yang lebih serius.
.
.
.
.
.Terima Kasih Teman teman semuanya yang masih stay bersama Novel saya ini, ,
kujungi juga novel saya yang lainnya dengan judul My Wife Of The Plane.
Mohon dukungannya dengan like, komen dan tambahkan favorite.
__ADS_1