
Kicauan burung khas Meksiko yang riuh rendah dan cukup indah
didengar menghiasi pagi di kantor Castillo Company. Nampak beberapa karyawan
sedang sibuk mempersiapkan pertemuan antara Presdir Putra Company dan Presdir
Castillo Company. Ruangan rapat yang di desain menghadap ke matahari terbit,
nampak makin asri dengan dihiasi sinar sang surya yang menyelinap melalui
jendela di samping ruangan. Cahayanya menambah keasrian panorama yang tercipta
di ruangan itu. Sementara itu, Mr. Viencent nampak sudah berada di ruangannya,
sedang berkonsultasi dengan beberapa karyawan yang bertugas di bidang
perlengkapan. Mr. Viencent ingin membuat suasana istimewa dalam pertemuan ini.
Ada beberapa kejutan yang sudah dipersiapkan untuk menyambut
tamu kehormatannya. Kalau di kantor Putra Company, mereka disuguhi sesuatu yang
istimewa, disini Mr. Viencent juga harus bisa memberikan sesuatu yang juga
istimewa.
Nampak Tn Castillo, pemimpin tertinggi dari Castillo Company
juga sudah hadir di kantor. Beliau sedang duduk di ruangan pribadinya.
Mr. Viencent , tangan kanan tuan Castillo yang diserahi
tugas untuk mengurus segala kontra dengan Putra Company nampak berada di depannya.
Mereka berbincang nampak cukup serius. Entah apa yang dibicarakan, yang jelas
pembicaraan mereka kelihatannya cukup penting. Lain Mr. Viencent,lain pula
dengan Tuan Castillo. Jika Mr. viencent hanya sedikit mengerti tentang bahasa
Inggris, namun jika Tuan Castillo nampaknya sangat menguasai bahasa
internasional ini. Itulah kenapa, perusahaan milik Tuan Castillo berkebang
sangat pesat di hampir seluruh belahan dunia.
Pertemuan dengan Putra Company dijadwalkan akan berlangsung
mulai pukul 09 waktu setempat. Berarti sekitar 30 menit lagi kira kira.
.
Sementara itu, Rayen tengah mempersiapkan berkas dan fle
yang akan digunakan untuk presentasi di pertemuan nanti. Nampak Vivi tengah
berada disampingnya sambil menata kertas kertas yang ada di depannya. Sesekali Rayen
menoleh ke arah Vivi. Ehm, cantik sekali memang gadis ini….
Vivi yang merasa diperhatikan menjadi agak kiku. Kegi campur
malu kalau ingat kejadian pagi tadi.
“Vi, kamu cantik sekali pagi ini…..” kata Rayen
“Ah, Pak Rayen, jangan bercandalah. Dari dulu saya kan
seperti ini” kata Vivi merah padam mukanya karena dipuji oleh orang yang selama
ini dikaguminya.
“serius lo Vi. Apa kamu sudah punya calon pendamping Vi?” Tanya
Rayen
“Ah, Bapak ini ada ada saja. Mana ada yang mau sama saya
Pak. Wong sifat saya ini ndeso, juga tidak cantik, tidak kaya. Mana ada yang
melirik?” kata Vivi.
“Ada lah. Tadi saya kan ngelirik kamu. Hahaha……”kata Rayen
sambil tertawa.
“Ah, Pak Presdir selalu saja mengejek Vivi” kata Vivi sambil
cemberut.
“Haha…. Ok lah. Saya Cuma mau tahu, kamu sudah punya pacar
apa belum. Jika belum ya syukurlah. Ayo kita siap siap untuk menuju ruang
pertemuan.siapkan semua yang saya perlukan ya Vi?” kata Rayen’
Hati Vivi makin bingung. Kenapa Pak Rayen bertanya soal
pacar ya? Pendamping hidup? Ah, selama ini memang Vivi belum berfikir sampai
sejauh itu. Dalam atinya yang terpenting adalah bagaimana bisa membahagiakan
ibunya, orang tua satu satunya yang masih hiduo dan sekarang menjadi tanggungan
hidupnya. Jadi Vivi belum sampai berfikir ke arah pendamping hidup.
Apakah Pak rayen benar benar suka pada Vivi? Di usia Vivi
__ADS_1
yang sudah hampir genap 24 tahun ini, dia belum berfikir kea rah rumah tangga.
“Vi…… ayo kita berangkat. Kok bengong terus? Kalau bengong,
nanti cantiknya hilang lo…” kata Rayen membuyarkan lamunan Vivi.
“Eh…, Iya pak.” Kata Vivi yang memang sangat kaget karena
sedari tadi dia terus melamun mendengar kata kata Pak Rayen.
Rayen segera berjalan menuju ruang pertemuan diikuti oleh
Vivi di belakangnya.
.
.
“Hello Mr. Rayen and Miss Vivi. Welcome to Castillo company.
I am very happy. I hope Mr Rayen and Miss Vivi will be happened in here” kata
Tuan Castillo setelah mengetahui Rayen dan Vivi memasuki ruang pertemuan.
Nampak semua staf perusahaan yang bertugas untuk
melakukankontrak kerja dengan Putra Company sudah siap semua.
“Than’ks Mr. Castillo. I am very happy to be here. I hope to
establish good and sustainable cooperation” kata Rayen.
Mr. viencet pun menyambut mereka.
“Buenos dias senor Rayen y senorita Vivi. Gracias por
cumplir con nuestra invitacion” kata Mr. Viencent sambil menjabat tangan Rayen
dan Vivi.
“Gracias senor Castillo, senor Viencent. Muy contentos de
haber sido recibidos con extraordinaria” kata Vivi sambil menuju ke tempat
duduk yang sudah disediakan.
Pertemuan mereka berlangsung sangat istimewa. Di awal
pertemuan. Mr. Viencent sengaja menampilkan tradisional meksiko. Tarian La Conquista. Tarian trasisional
meksiko yang menceritakan kisah penaklukan Spanyol. Tarian ini pernah mau
dihapus oleh pemerintahan Spanyol, namun sampai saat ini masih sering
dipentaskan.
Penari bertopeng memainkan semua
pemain sejarah kunci, dari Hernán Cortés dan La Malinche ke Moctezuma, sebelum menggambarkan
bagian barat Michoacán dan Jalisco, dan meskipun itu bukan tarian pribumi,
kisah tragis yang digambarkannya lebih penting dari segi sejarah Meksiko.
Rayen nampak sangat berkesan dengan
tarian ini. Apalagi Vivi juga tidak henti hentinya memberikan penjelasan
terhadap apa yang ditanyakan oleh Rayen.
Menurut Rayen tarian ini juga
mengandung filosofi yang cukup besar dan dalam. Dimana bukan hanya dalam
bernegara, namun dalam sekala kecil misalkan dalam rumanh tangga pun, juga
sangat diperlukan jiwa patriotism. Patriot bukan berarti harus dikontekstualkan
pada perlawanan. Tapi patriot dalam arti berjiwa ksatria dalam menjalani rumah
tangga. Dalam kehidupan tidak jarang orang hanya mau mengakui kelebihannya
saja, hanya mau mengakui kebenarannya saja, tapi ketika sudah harus menerima
kenyataan tentang kesalahan dan kekurangan, tidak jarang mereka lari dari
kenyataan. Sungguh suatu filosofi kehidupan yang sangat mendalam yang ada di
tarian tersebut.
Setelah menikmati tarian khas
meksiko, akhirnya pertemuan pun dimulai.
Rayen diberi kesempatan untuk
memaparkan presentasinya. Sementara para staf Castillo Company mendengarkan
ulasan dan keterangan Rayen dalam presentasi tersebut dengan seksama. Beberapa kali
Mr. Castillo dan Mr. Viencent melayangkan pertanyaan terkait dengan penjelasan
dari Rayen. Raut wajah mereka menampakkan kepuasan. Mereka mengakui,ide ide
yang ditawarkan oleh Rayen memang sangat briliran.
Apalagi Rayen juga sempat menyinggung
tentang kekurangan yang dimiliki oleh pengaturan konstruksi dan tata kelola
bangunan dari kantor Castillo Company yang dia temui pada saat menikmati udara
__ADS_1
segar pagi tadi. Dan ternyata apa yang dikatakan oleh Rayen mendapatkan
pembenaran dari mereka.
Pihak Castillo Company merasa lebih
mantap lagi untuk menjalankan kerjasama dengan nominal yang lebih besar lagi
dengan Putra Company. Mereka yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Rayen
dan staf stafnya.
Setelah selesai pemaparan, giliran
Mr. Viencent untuk memaparkan apa saja proyek yang harus ditangani oleh Putra
Company di sana. Ada dua mega proyek besar yang akan diserahkan penangananya
kepada Putra Company. Untuk itu, mereka akan mengajak Rayen dan Vivi untuk
melihat lokasi yang kan digunakan untuk proyek itu. Besok rencananya mereka
berempat akan langsung meninjau lokasi proyek. Sedangkan saat ini, pihak
Castillo Company meminta Rayen untuk mempelajari proyek yang akan digarapnya. Proposal
proyek dan renca kerjanya diserahkan pada Rayen.
Selesai pertemuan, Rayen dan Vivi
kembali ke kamar sekaligus ruang kerjanya. Karena disamping luas, kamar Rayen
dan Vivi juga dilengkapi dengan fasilitas kantor yang memadai. Sehingga tugas
tugas kantorpun bisa dikerjakan disana.
.
Vivi duduk dikursi bersebelahan denga
Rayen. Kekaguman Vivi pada sosok gagah yang ada di sampingnya makin kuat. Sosok
yang tampan, gagah, kaya dan jabatan tinggi, tentu menjadi idola semua wanita. Ah,
sayangnya kamu sudah jadi milik Ibu Maureen Pak Rayen. Kalau tidak, tentu Vivi akan sangat senang jika Pak Rayen
menaruh hati pada Vivi.
“Eh, Vi? Ngelamun lagi? Jadi cewek
jangan banyak ngelamun. Nanti lama lo jodohnya.’ Kata Rayen.
“Eh, maaf Pak, saya teringat Ibu saya
di Jakarta” kata Vivi berbohong. Sebenarnya dia sedang membayangkan seandainya
Pak Rayen benar benar suka pada dia.
“Kenapa Ibumu? Bukankah kemarin kamu
sudah pamit? Pelajari draf dan proposal proyek Castillo itu saja. Besok kita harus melihat lokasi proyek
kita yang disini. Mudh mudahan besok lancar, jadi lusa kita sudah bisa pulang
ke Jakarta”kata Rayen
“Iya Pak Presdir” kata Vivi sambil
segera meraih proposal yang baru saja diterimanya dari Mr. Viencent tadi.
Sebenarnya Vivi malu, harus berbohong
pada Rayen. Tapi, apa iya dia harus berterus terang jika dia sedang melamun
memikirkan seandainya Pak Rayen belum punya istri. Itu mah konyol Vi, tuh di
Meksiko banyak cowok ganteng kata para reader……
Sebentar kemudian mereka sudah tenggelam dalam pekerjaannya masing
masing…….
.
.
Target bos, besok harus sudah selesai, iya kan Rayen…..
Sama nih, author juga punya target, babak ini harus selesai
sebelum akhir bulan, nanti awal bulan kita mulai babak baru, kehidupan Rayen
Maureen dan anak anaknya di season kedua cerita ini…..
Masih lamakah thor season pertama, kok ceritanya terus mengalir
seperti tiada akhir? Ya, sekitar 5
sampai 10 episode lah barangkali.
Alur ceritanya membingungkan thor, susah ditebak, dikira ini
ternyata itu, dikira begini ternyata begitu, gimana sih thor? Kalau bisa
ditebak mah nggak usah baca kali ya? Paling juga begini.
.
Sabar reader, emosi anda diuji…..
Jangan lupa mampir di chanel youtube BHARATA FM TRENGGALEK ya? Banyak
__ADS_1
video baru yang diupload. Untuk tutorial MT/NT sabar ya, ntar kalau sudah ada
waktu author buatin videonya, selamat membaca