Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Empat Bag 9


__ADS_3

 


 


Kicauan burung khas Meksiko yang riuh rendah dan cukup indah


didengar menghiasi pagi di kantor Castillo Company. Nampak beberapa karyawan


sedang sibuk mempersiapkan pertemuan antara Presdir Putra Company dan Presdir


Castillo Company. Ruangan rapat yang di desain menghadap ke matahari terbit,


nampak makin asri dengan dihiasi sinar sang surya yang menyelinap melalui


jendela di samping ruangan. Cahayanya menambah keasrian panorama yang tercipta


di ruangan itu. Sementara itu, Mr. Viencent nampak sudah berada di ruangannya,


sedang berkonsultasi dengan beberapa karyawan yang bertugas di bidang


perlengkapan. Mr. Viencent ingin membuat suasana istimewa dalam pertemuan ini.


Ada beberapa kejutan yang sudah dipersiapkan untuk menyambut


tamu kehormatannya. Kalau di kantor Putra Company, mereka disuguhi sesuatu yang


istimewa, disini Mr. Viencent juga harus bisa memberikan sesuatu yang juga


istimewa.


Nampak Tn Castillo, pemimpin tertinggi dari Castillo Company


juga sudah hadir di kantor. Beliau sedang duduk di ruangan pribadinya.


Mr. Viencent , tangan kanan tuan Castillo yang diserahi


tugas untuk mengurus segala kontra dengan Putra Company nampak berada di depannya.


Mereka berbincang nampak cukup serius. Entah apa yang dibicarakan, yang jelas


pembicaraan mereka kelihatannya cukup penting. Lain Mr. Viencent,lain pula


dengan Tuan Castillo. Jika Mr. viencent hanya sedikit mengerti tentang bahasa


Inggris, namun jika Tuan Castillo nampaknya sangat menguasai bahasa


internasional ini. Itulah kenapa, perusahaan milik Tuan Castillo berkebang


sangat pesat di hampir seluruh belahan dunia.


Pertemuan dengan Putra Company dijadwalkan akan berlangsung


mulai pukul 09 waktu setempat. Berarti sekitar 30 menit lagi kira kira.


.


Sementara itu, Rayen tengah mempersiapkan berkas dan fle


yang akan digunakan untuk presentasi di pertemuan nanti. Nampak Vivi tengah


berada disampingnya sambil menata kertas kertas yang ada di depannya. Sesekali Rayen


menoleh ke arah Vivi. Ehm, cantik sekali memang gadis ini….


Vivi yang merasa diperhatikan menjadi agak kiku. Kegi campur


malu kalau ingat kejadian pagi tadi.


“Vi, kamu cantik sekali pagi ini…..” kata Rayen


“Ah, Pak Rayen, jangan bercandalah. Dari dulu saya kan


seperti ini” kata Vivi merah padam mukanya karena dipuji oleh orang yang selama


ini dikaguminya.


“serius lo Vi. Apa kamu sudah punya calon pendamping Vi?” Tanya


Rayen


“Ah, Bapak ini ada ada saja. Mana ada yang mau sama saya


Pak. Wong sifat saya ini ndeso, juga tidak cantik, tidak kaya. Mana ada yang


melirik?” kata Vivi.


“Ada lah. Tadi saya kan ngelirik kamu. Hahaha……”kata Rayen


sambil tertawa.


“Ah, Pak Presdir selalu saja mengejek Vivi” kata Vivi sambil


cemberut.


“Haha…. Ok lah. Saya Cuma mau tahu, kamu sudah punya pacar


apa belum. Jika belum ya syukurlah. Ayo kita siap siap untuk menuju ruang


pertemuan.siapkan semua yang saya perlukan ya Vi?” kata Rayen’


Hati Vivi makin bingung. Kenapa Pak Rayen bertanya soal


pacar ya? Pendamping hidup? Ah, selama ini memang Vivi belum berfikir sampai


sejauh itu. Dalam atinya yang terpenting adalah bagaimana bisa membahagiakan


ibunya, orang tua satu satunya yang masih hiduo dan sekarang menjadi tanggungan


hidupnya. Jadi Vivi belum sampai berfikir ke arah pendamping hidup.


Apakah Pak rayen benar benar suka pada Vivi? Di usia Vivi

__ADS_1


yang sudah hampir genap 24 tahun ini, dia belum berfikir kea rah rumah tangga.


“Vi…… ayo kita berangkat. Kok bengong terus? Kalau bengong,


nanti cantiknya hilang lo…” kata Rayen membuyarkan lamunan Vivi.


“Eh…, Iya pak.” Kata Vivi yang memang sangat kaget karena


sedari tadi dia terus melamun mendengar kata kata Pak Rayen.


Rayen segera berjalan menuju ruang pertemuan diikuti oleh


Vivi di belakangnya.


.


.


“Hello Mr. Rayen and Miss Vivi. Welcome to Castillo company.


I am very happy. I hope Mr Rayen and Miss Vivi will be happened in here” kata


Tuan Castillo setelah mengetahui Rayen dan Vivi memasuki ruang pertemuan.


Nampak semua staf perusahaan yang bertugas untuk


melakukankontrak kerja dengan Putra Company sudah siap semua.


“Than’ks Mr. Castillo. I am very happy to be here. I hope to


establish good and sustainable cooperation” kata Rayen.


Mr. viencet pun menyambut mereka.


“Buenos dias senor Rayen y senorita Vivi. Gracias por


cumplir con nuestra invitacion” kata Mr. Viencent sambil menjabat tangan Rayen


dan Vivi.


“Gracias senor Castillo, senor Viencent. Muy contentos de


haber sido recibidos con extraordinaria” kata Vivi sambil menuju ke tempat


duduk yang sudah disediakan.


Pertemuan mereka berlangsung sangat istimewa. Di awal


pertemuan. Mr. Viencent sengaja menampilkan tradisional  meksiko. Tarian La Conquista. Tarian trasisional


meksiko yang menceritakan kisah penaklukan Spanyol. Tarian ini pernah mau


dihapus oleh pemerintahan Spanyol, namun sampai saat ini masih sering


dipentaskan.


Penari bertopeng memainkan semua


pemain sejarah kunci, dari Hernán Cortés dan La Malinche ke Moctezuma, sebelum menggambarkan


bagian barat Michoacán dan Jalisco, dan meskipun itu bukan tarian pribumi,


kisah tragis yang digambarkannya lebih penting dari segi sejarah Meksiko.


Rayen nampak sangat berkesan dengan


tarian ini. Apalagi Vivi juga tidak henti hentinya memberikan penjelasan


terhadap apa yang ditanyakan oleh Rayen.


Menurut Rayen tarian ini juga


mengandung filosofi yang cukup besar dan dalam. Dimana bukan hanya dalam


bernegara, namun dalam sekala kecil misalkan dalam rumanh tangga pun, juga


sangat diperlukan jiwa patriotism. Patriot bukan berarti harus dikontekstualkan


pada perlawanan. Tapi patriot dalam arti berjiwa ksatria dalam menjalani rumah


tangga. Dalam kehidupan tidak jarang orang hanya mau mengakui kelebihannya


saja, hanya mau mengakui kebenarannya saja, tapi ketika sudah harus menerima


kenyataan tentang kesalahan dan kekurangan, tidak jarang mereka lari dari


kenyataan. Sungguh suatu filosofi kehidupan yang sangat mendalam yang ada di


tarian tersebut.


Setelah menikmati tarian khas


meksiko, akhirnya pertemuan pun dimulai.


Rayen diberi kesempatan untuk


memaparkan presentasinya. Sementara para staf Castillo Company mendengarkan


ulasan dan keterangan Rayen dalam presentasi tersebut dengan seksama. Beberapa kali


Mr. Castillo dan Mr. Viencent melayangkan pertanyaan terkait dengan penjelasan


dari Rayen. Raut wajah mereka menampakkan kepuasan. Mereka mengakui,ide ide


yang ditawarkan oleh Rayen memang sangat briliran.


Apalagi Rayen juga sempat menyinggung


tentang kekurangan yang dimiliki oleh pengaturan konstruksi dan tata kelola


bangunan dari kantor Castillo Company yang dia temui pada saat menikmati udara

__ADS_1


segar pagi tadi. Dan ternyata apa yang dikatakan oleh Rayen mendapatkan


pembenaran dari mereka.


Pihak Castillo Company merasa lebih


mantap lagi untuk menjalankan kerjasama dengan nominal yang lebih besar lagi


dengan Putra Company. Mereka yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Rayen


dan staf stafnya.


Setelah selesai pemaparan, giliran


Mr. Viencent untuk memaparkan apa saja proyek yang harus ditangani oleh Putra


Company di sana. Ada dua mega proyek besar yang akan diserahkan penangananya


kepada Putra Company. Untuk itu, mereka akan mengajak Rayen dan Vivi untuk


melihat lokasi yang kan digunakan untuk proyek itu. Besok rencananya mereka


berempat akan langsung meninjau lokasi proyek. Sedangkan saat ini, pihak


Castillo Company meminta Rayen untuk mempelajari proyek yang akan digarapnya. Proposal


proyek dan renca kerjanya diserahkan pada Rayen.


Selesai pertemuan, Rayen dan Vivi


kembali ke kamar sekaligus ruang kerjanya. Karena disamping luas, kamar Rayen


dan Vivi juga dilengkapi dengan fasilitas kantor yang memadai. Sehingga tugas


tugas kantorpun bisa dikerjakan disana.


.


Vivi duduk dikursi bersebelahan denga


Rayen. Kekaguman Vivi pada sosok gagah yang ada di sampingnya makin kuat. Sosok


yang tampan, gagah, kaya dan jabatan tinggi, tentu menjadi idola semua wanita. Ah,


sayangnya kamu sudah jadi milik Ibu Maureen Pak Rayen. Kalau tidak,  tentu Vivi akan sangat senang jika Pak Rayen


menaruh hati pada Vivi.


“Eh, Vi? Ngelamun lagi? Jadi cewek


jangan banyak ngelamun. Nanti lama lo jodohnya.’ Kata Rayen.


“Eh, maaf Pak, saya teringat Ibu saya


di Jakarta” kata Vivi berbohong. Sebenarnya dia sedang membayangkan seandainya


Pak Rayen benar benar suka pada dia.


“Kenapa Ibumu? Bukankah kemarin kamu


sudah pamit? Pelajari draf dan proposal proyek Castillo  itu saja. Besok kita harus melihat lokasi proyek


kita yang disini. Mudh mudahan besok lancar, jadi lusa kita sudah bisa pulang


ke Jakarta”kata Rayen


“Iya Pak Presdir” kata Vivi sambil


segera meraih proposal yang baru saja diterimanya dari Mr. Viencent tadi.


Sebenarnya Vivi malu, harus berbohong


pada Rayen. Tapi, apa iya dia harus berterus terang jika dia sedang melamun


memikirkan seandainya Pak Rayen belum punya istri. Itu mah konyol Vi, tuh di


Meksiko banyak cowok ganteng kata para reader……


Sebentar kemudian mereka sudah tenggelam dalam pekerjaannya masing


masing…….


.


.


Target bos, besok harus sudah selesai, iya kan Rayen…..


Sama nih, author juga punya target, babak ini harus selesai


sebelum akhir bulan, nanti awal bulan kita mulai babak baru, kehidupan Rayen


Maureen dan anak anaknya di season kedua cerita ini…..


Masih lamakah thor season pertama, kok ceritanya terus mengalir


seperti tiada akhir? Ya, sekitar  5


sampai 10 episode lah barangkali.


Alur ceritanya membingungkan thor, susah ditebak, dikira ini


ternyata itu, dikira begini ternyata begitu, gimana sih thor? Kalau bisa


ditebak mah nggak usah baca kali ya? Paling juga begini.


.


Sabar reader, emosi anda diuji…..


Jangan lupa mampir di chanel youtube BHARATA FM TRENGGALEK ya? Banyak

__ADS_1


video baru yang diupload. Untuk tutorial MT/NT sabar ya, ntar kalau sudah ada


waktu author buatin videonya, selamat membaca


__ADS_2