
Kim Nana menyadari kecanggungan Maureen, dia tau munggkin Maureen takut atau benci kepadanya.
Kim Nana Berdiri kemudian memeluk Maureen,
" hiks,,, hiks,, hiks,, ma,, af kan tan,, te nak" kata kim Nana Terbata-bata.
Maureen kaget, tetapi Asisten Tina dan Ke empat sahabatnya justru tersenyum,
" iya tan, gak apa-apa Maureen udah maafin tante kok, bahkan dari jauh-jauh hari sebelum tante minta maaf".
" Makasih Maureen, kamu anak baik seharusnya tante tidak melarang kamu berhubungan dengan Rayen, hanya karena kamu anak seorang pelayan, tante menyesal, apakah kamu kemari untuk menjenguk putraku?".
" iya tan, jika tante dan om mengizingkan wanita miskin ini masuk!",
" silahkan nak, tentu saja boleh bahkan sekarang kami jauh lebih miskin daripada kamu,".
Maureen dan yang lainnya berjalan mengikuti kim Nana dan Rehan menuju ruang rawat Rayen. Mereka telah sampai diruang rawat umum tentu isinya 3-4 orang satu kamar.
" tante kenapa Rayen dirawat diruangan umum, bukankah ada kamar VIP dan VVIP".
" tante dan om, gak sanggup buat bayar rumah sakit Reen," jawab lesu Kim Nana.
__ADS_1
" sabar ya tante, Maureen ingin lihat Rayen".
krekkkkkk... pintu dibuka didalam terdapat beberapa ranjang pasien dan juga beberapa orang penunggu pasien, Kim Nana mengajak maureen menuju salah satu ranjang yang paling banyak alat-alat medisnya, sedangkan asisten Tina dan yang lain mengikuti dibelakang.
"ini Rayen Reen" kata kim Nana.
Maureen tak bisa membendung air matanya, saat ia melihat Rayen terbaring tak berdaya di ranjang, alat alat penunjang kehidupan terpasang disekujur tubuhnya, perban dimana mana.
tanggis Maureen pecah, Maureen duduk dikursi samping Rayen dan menggengam tangan Rayen.
"hik, hik, hiks, hiks, hiks, Ray buka matamu sayang, ini aku Maureen bukankah kamu bilang kamu tidak akan melupakan aku, aku rindu senyumanmu, aku rindu kamu!"
Chika menggelus punggung Maureen untuk memberi kekuatan kepada Maureen. Maureen menatap Kim Nana Dan Rehan.
" tante dan om, kita pindahkan Rayen keruang VVIP ya?"
" tapi nak, biyayanya sangat mahal. Om sudah tak mampu membayar, apalagi sekarang perusahaan kami akan segera dilelang bank!.
" aku akan membantu semampu saya om!"
" terima kasih nak!"
__ADS_1
" sama sama om!"
" Asisten Tina, segera urus surat pindah kamar Rayen Briliyan Putra menuju ruang rawat VVIP 1".
" baik nona, segera saya lakukan,
Asisten Tina segera keluar dari ruang rawat tersebut, dan segera melakukan perintah atasannya tersebut, surat demi surat, hal demi hal dia kerjakan dengan teliti supaya tidak ada kesalahan, begitulah asisten Tina dia bekerja dengan teliti.
sedangkan Kim Nan dan Rehan menatap bingung Maureen, bagaimana tidak seorang anak dari asisten pribadi sekarang memiliki asisten sendiri, dan juga dengan gampang mengeluarkan uang yang sangat banyak tanpa harus merasa keberatan atau rugi!"
sedangkan Maureen duduk, teman-temannya hanya berdiri disamping Rayen dan Maureen.
tangan Rayen bergerak- gerak, matanya juga, rupanya Rayen sudah sadar.
"Ray, kamu sudah sadar!" ucap Maureen. "cepat panggilan dokter" lanjutnya kepada teman temannya.
" a,, a,, ak,, u ma, u a,,ir " ucap Rayen terbata-bata.
dengan sigap Maureen mengambil air dan sendok, kemudian membantu Rayen minum air....
tak lama kemudian Rakha dan Chika datang bersama dokter.
__ADS_1