
Pagi yang Cerah, Matahari sudah mulai bersinar. Maureen mengeliat, dia merasakan ada sesuatu yang menindihnya, perlahan lahan dia membuka matanya. Kepalanya masih sedikit pusing, ugh.... Maureen membuka matanya, dia kaget melihat Rayen disisinya. Dengan tangan memeluknya, perlahan lahan Maureen mengalihkan tangan Rayen dari tubuhnya, berharap Rayen tidak terbangun, Ternyata Rayen menyadari hal itu, dia masih tetap pura-pura tidur, Perlahan lahan Maureen mengusap rambut Rayen, dan berkata "Selamat pagi honey", kemudian mencium kening Rayen.
Senyum mengembang tipis dibibirnya mengingat semalam ciuman pertamanya dia berikan kepada Rayen, orang yang paling dia cintai.
Tetapi perlahan lahan senyum itu memudar, mengingat Rayen bukan lagi miliknya.
"Selamat pagi honey, kamu sudah bangun?" tanya Rayen sambil melingkarkan tanggan diperut Maureen.
"Pliss Ray, jangan gitu kamu udah tunangan, harusnya kamu seperti ini dengan Viona!" jawab Maureen sambil menunduk.
"Tidak-tidak honey, aku hanya mencintaimu bukan Viona, bukan juga yang lainnya!" jawab Rayen.
" Terima kasih Ray, hiks,, hiks,, ta,, pi jangan begini, kamu hanya semakin menyakiti hatiku, jiwaku " jawab Maureen sambil terisak.
"Aku tau, tapi percayalah aku akan mencari cara untuk membatalkan pertunangan ini!" jawab Rayen.
" Terima kasih Ray, tapi maaf aku butuh bukti bukan janji, aku tidak ingin kamu terus menggantung perasaanku Ray." sahut Maureen sambil menyeka air Matanya, dan Melepas tangan Rayen diperutnya sesegera mungkin turun dari tempat tidur.
Maureen perlahan membuka pintu kamar, tetapi dia binggung dimana kamar Abellia. Sedangkan Rayen hanya memandanggi punggung Maureen,
Maureen mengetuk pintu kamar 801.
__ADS_1
"tok,, tokk.. Cekrekkkkk pelahan pintu terbuka terlihat Rakha yang membukakan pintu,
"Maaf saya cari Chika dan Abellia!" kata Maureen sambil menunduk.
"Baiklah Chika disini sedangkan Abellia ada dikamar 803" jawab Rakha.
" Bisa minta tolong panggilkan. Aku malu jika harus kesana kemari dengan rambut kusut dan pakaian acak acakan ini?" pinta Maureen kepada Rakha.
" Tentu saja!" jawab Rakha.
"Dan satu lagi, aku ingin bicara bertiga apakah kamu mengizinkannya?" tanya Maureen.
" Tentu saja Reen, " jawab Rakha sambil menghela Nafas.
Rakha melewati Maureen dia berjalan menuju kamar 803 untuk memanggil Abellia. Sedangkan Maureen berlalu masuk kedalam kamar 801 menemui Chika.
Dikamar 803.
"Zar, buka pintunya?" teriak Rakha.
" Ada apa kamu teriak teriak Rak?" jawab Azar sambil membukakan pintu. Kelihatan dia baru bangun.
__ADS_1
" Suruh Abellia menemui Maureen dikamar 801 kelihatannya Maureen lagi butuh mereka!" jelas Rakha.
" Oke baiklah tunggu sebentar, saya bilang ke Abellia dulu," jawab Azar.
Azar kembali masuk kedalam kamar, dia memanggil Abellia. Kemudian dia menemui Rakha bersama Abellia.
"Lalu kalian mau kemana?" tanya Abellia kepada Rakha dan Azar.
"Mungkin kita akan menemui Rayen, suasana hatinya pasti tidak begitu jauh dengan suasana hati Maureen" jawab Rakha.
" Baiklah kalau gitu aku tinggal" kata Abellia.
" ya Beby!" Jawab Azar dan langsung mencium kening Abellia didepan Rakha. Tentu saja hal itu membuat Abellia merona, karena malu malu tapi mau.
Abellia melangkah, meninggalkan Rakha dan Azar menuju kamar 801 kamar dimana Maureen dan Chika menunggunya. Sementara Rakha Dan Azar Menuju kamar 802 kamar dimana Rayen berada.
*****
Hallo Readers, Selamat Pagi...
mohon maaf upnya pelan pelan ya....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak Like, komen dan tambahkan favorite....