
Maureen mengambil telepon khusus di meja kerja ayahnya. Dia memencet nomor resepsionis yang tertera di secarik kertas yang tertempel dimeja ayahnya.
" Hallo selamat malam, ada yang bisa saya bantu?" tanya sang Resepisonis yang mengetahui mendapat telepon dari ruangan khusus.
" Selamat malam, tolong siapkan dua kamar VVIP 1 untukku, dan pastikan kamar yang berdekatan dan terhubung balkon dilantai 8" kata Maureen jelas.
" Baiklah Nona, ada lagi yang dapat saya bantu?" kata sang resepsionis lembut, tahu bahwa yang menelpon putri Presdirnya.
" antarkan juga 5 botol wine, 3 botol vodka dan beberapa botol anggur, hari ini aku mau pesta!" kata Maureen lagi.
" Baiklah nona, segera disiapkan!" jawab sang resepsionis.
" Jangan lupa bawakan makanan" kata Maureen.
"Baiklah nona, silahkan ke lantai 8 kamar sudah disiapkan, dan semua pesanan akan diantarkan" sahut sang resepsionis.
"terima kasih" kata Maureen yang langsung menutup telepon.
Maureen mengajak teman temannya ke lantai 8 lantai dimana dia memesan kamar untuknya dan teman temannya. Maureen membuka pintu lift, kamar dilantai 8 memang kusus didesain seperti mini bar dilantai 8 ada ruang karaoke, dll. Biasa digunakan oleh kalangan Atas untuk bersenang senang.
Pintu Lift terbuka tepat dilantai 8, Maureen keluar disusul oleh teman temannya.
__ADS_1
"Selamat malam Nona, Ini adalah kamar pesanan anda, dua kamar VVIP 1 Dilantai 8," sambil menunjukkan dua buah pintu kepada Maureen.
"lalu yang sebelah itu kamar pesanan siapa?" tanya Maureen.
"itu adalah kamar laki-laki yang tadi mengadakan pesta pertunangan dilantai 5 Nona" jelas sang pegawai itu.
"deg,,,, jantung Maureen seakan berhenti berdetak, Sedangkan ke empat temannya hanya bengong. "apakah dia bersama tunangannya?" tanya Maureen lagi.
"Maaf Nona, setahu saya tidak dia hanya datang seorang diri dan terlihat murung" jelas sang pegawai.
"Baiklah kamu boleh pergi, dan jangan lupakan pesanan saya tadi" kata Maureen yang berjalan menuju Mini Bar di Lantai 8.
"Baiklah, saya permisi Nona" kata sang pelayan sambil menunduk kemudian berlalu pergi.
Chika dan Abellia segera Duduk disamping Maureen, mereka bergantian bernyanyi, lirik demi lirik lagu sukses mereka bawakan, walaupun suaranya awut awutan. Sedangkan Azar Dan Rakha memilih duduk sambil memainkan ponselnya.
"Tunggu-tunggu, kata pegawai tadi yang dikamar sebelah kita itu, laki-laki yang baru melangsungkan pertunangan... itu artinyaa???" kata Rakha terpotong.
"artinya itu adalah Rayen" jawab Azar.
"Kita bisa mendekatkan Maureen bro!" kata Rakha lagi.
__ADS_1
"oh, tidak tidak, Maureen bisa tambah sakit hati" jawab Azar.
"bukankah tadi Maureen bilang, bahwa sebelum Rayen menikah masih ada kesempatan" kata Rakha lagi.
"iya tapi,,,,," percakapan mereka terhenti ketika ada
5 orang pegawai masuk, 4 diantaranya membawa nampan berisi makanan dan minuman. mereka meletakkan semuanya diatas meja bar tersebut.
"Nona muda pesanan sudah siap!" kata pegawai itu.
Maureen tidak menjawab, dia hanya mengangkat tangan. Pegawai yang sudah tau maksud dari Maureen langsung mengajak kawan kawannya pergi. Maureen mendekati meja itu, dia membuka botol wine dan menuangkannya kegelas, saat Maureen hendak minum Abellia menghentikannya tangganya memegang gelas berisi wine tersebut.
"tunggu Reen jangan sampai kamu mabuk seperti waktu di A S" kata Abellia.
"sudahlah bell, kita nikmati saja semua , anggap saja ini pesta kita" jawab Maureen sambil menepis tangan Abellia dan Melanjutkan menyesap winenya.
"Setuju" Sahut Rakha dan Azar begitu juga dengan Maureen dan Abellia yang mau tidak mau ikut setuju..
******
Hallo Readers, Maaf ga bisa balas komen kalian satu persatu ya, yang pastinya aku seneng banget lihat antusias kalian...
__ADS_1
tetap tinggalkan Like, Komen dan Tambahkan Favorite ya...
Miss you kalian semuanya.