
Pagi itu Maureen telah bangun dia bersiap siap kuliah seperti biasa.
Maureen bergegas ke bawah untuk sarapan. selesai makan Sandwich dan susu seperti biasanya Maureen langsung keluar rumah, karena hari ini dia jadwal kuliah cuma pagi Maureen memilih diantar oleh pak Doni.
"pak hari ini aku cuma jadwal pagi, antarkan aku ya, males bawa mobil" kata Maureen kepada pak doni.
"baik nona, tapi maaf pulang tidak bisa jemput karena saya harus menjemput tuan besar" jawab pak doni.
"iya gapapa, apakah ayah mau pulang, ?" tanya Maureen.
"benar nona," kata pak doni.
"ya sudah tidak apa apa, saya bisa pulang naik taksi" kata Maureen.
pak Doni mengeluarkan mobil keluarga Maureen. dan mempersilahkan Maureen masuk.. setelah itu dia menjalankan mobil untuk mengantar Maureen kuliah.
setibanya dikampus Maureen turun dan langsung pergi ke kelas, disana dia melihat Chika tetapi mereka berdua tetap tidak menyapa satu sama lain, sampai jam kuliah berakhir mereka seperti itu...
____________________________________
Jam kuliah sudah berakhir, Maureen bermaksud menstop taxi untuk mengantar nya pulang.
tiba tiba saja seseorang menghampirinya denan nafas ngos ngosan sepertinya habis berlari.
"Rakha , kenapa lari lari" tanya Maureen. ternyata laki laki itu adalah Rakha.
__ADS_1
"reen kamu harus kerumah Rayen, dia demam sejak semalam tidak mau makan tidak mau minum" kata Rakha Cemas.
"terus apa hubungannya sama aku, kalau sakit ya ajak kerumah sakit" kata Maureen sewot.
"reen sudah aku bujuk tadi pagi tapi hasilnya Zonk" kata Rakha putus asa.
"oh gitu, ya udah beri aku alamat Rayen aku akan kesana" kata Maureen.
"maaf aku tidak bisa mengantar, aku masih ada kelas" kata Rakha.
Rakha segera menulis alamat Rayen kemudian menyerahkan kepada Maureen.
Maureen menerimanya kemudian menyerahkan kepada supir taksi.
"pak kealamat ini," kata Maureen sambil menyerahkan kertas itu.
Maureen masuk kedalam taksi dan sopir taksi itu mengantar Maureen ke tujuan. . .
"sudah sampai non" kata supir taksi itu.
"oh baik pak terima kasih" kata Maureen sambil menyerahkan sejumblah uang, , ,
"non ini terlalu banyak" kata supir taksi itu.
"kembaliannya buat bapak aja, hitung hitung ongkos buat nemanin saya cari alamat" kata Maureen sambil tersenyum.
__ADS_1
"terima kasih non, saya permisi" kata sopir taksi itu sambil menjalankan mobilnya.
Maureen menemui penjaga gerbang rumah Rayen,
"permisi pak, apakah ini benar rumah Rayen" Maureen bertanya dengan sopan.
"ya benar, anda siapa" jawab penjaga gerbang itu dengan menatap Maureen dari atas sampai bawah.
"saya teman kampusnya pak, katanya dia sakit saya berniat menjeguknya" kata Maureen sopan.
"tolong berikan bukti jika anda teman kampus tuan muda" kata penjaga gerbang itu.
Maureen membuka tasnya kemudian dia mengambil kartu mahasiswanya di dalam dompetnya.
"ini pak" kata Maureen sambil menyerahkan kartu Mahasiswanya.
"baik silahkan masuk, ambil kartu anda ketika anda pulang nanti" kata penjaga gerbang itu.
Maureen masuk kehalaman rumah Rayen, diantarkan oleh penjaga gerbang rumah Rayen, dia melangkah santai toh rumah itu tidak berbeda jauh dari model rumahnya. .
penjaga itu membuka pintu besar rumah rayen kemudian ia masuk dan menenemui majikannya.
"Nyonya ada seoran perempuan teman kampus Tuan muda kesini" kata Penjaga itu kepada kim Nana ibu Rayen.
"siapa Namanya" jawab kim Nana.
__ADS_1
"Maureen nyonya" jawab penjaga gerbang itu.
"suruh dia masuk" kata kim nana yang langsung dijawab iya oleh penjaga gerbang itu.