Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Rencana.


__ADS_3

Tak terasa Maureen sudah berada dua minggu diParis,


Maureen sangat merasa bosan disana, entah kenapa dia sangat merindukan suasana di Indonesia, apalagi Steve terlalu sering menemuinya bukan hanya dikantor, tetapi di Apartemen juga,


terkadang apa saja ditanyakan kepada Maureen entah apa itu, Sudah makan apa belum, masak apa hari ini bahkan hanya untuk bertamu saja.


seperti halnya malam ini steve kembali mengunjungi maureen.


ting, tong, , bel apartemen Maureen berbunyi dengan cekatan Asisten Tina membuka pintu,


" Selamat malam asisten Tina, , , , sapa Steve didepan pintu.


" Selamat malam tuan Steve, ada yang dapat saya bantu?, , , , jawab asisten Tina dengan bahasa formalnya.


" Maaf mengganggu, apakah Presdir Maureen ada, , , , ucap Steve.


" ada tuan tapi nona masih ada beberapa pekerjaan yang perlu diselesaikan, dan tidak dapat diganggu jika ada pesan akan saya samapaikan, , , ucap Asisten Tina dengan memutar bola mata jengah, entah kenapa Asisten tina juga tidak begitu menyukai steve.


" heem baiklah, jika begitu saya pamit lain kali saya akan kemari, , , ucaP Steve dengan wajah yang sulit ditebak, tentunya steve tau itu hanya Alasan asisten tina saja.


memang tadi Maureen mengatakan kepada asisten Tina bahwa ia tidak ingin menemui Steve kecuali dikantor, sekertarisnya itu menurut dia sangat mengganggu sekali,


**********

__ADS_1


Di Indonesia Rayen sudah bersiap dengan segala sesuatu untuk melamar Maureen, teman temannta juga sudah dihubungi, Rayen tersenyum senyum sendiri saat memandangi cincin berlian permata satu ditangannya, dia sudah membayangkan cincin itu melingkar manis dijari Maureen.


" Kesambet setan apa kamu senyum-senyum sendiri seperti itu, , , , celetuk Rakha dari ambang pintu, ya Rakha dan Azar memang lebih sering disana dari awal tau rencana lamaran Maureen, entah membantu Rayen mempersiapkan acaranya atau hanya untuk kumpul kumpul saja, ,


" Ga tau itu kenapa mungkin mimpi kejatuhan bulan, , , , celetuk Azar sambil makan cemilan ditangannya.


" Kalian syirik aja, kan tau aku lagi bahagia, , , jawab Rayen sambil bangun dan duduk ditepi Ranjang.


" Besok bukankah hari pelantikan kamu jadi presdir Ray, punya rencana apa kamu??, , , ,ucap Rakha sambil berjalan mendekati Rayen diikuti oleh Azar.


" Hemm tidak ada Rencanannya hanya konfrensi pers untuk mengumumkan kedudukan baruku menjadi seorang presdir, kalian juga harus ikut, , , , sahut Rayen sambil nyomot snack milik Azar.


" Apakah harus, aku juga harus kerja keles, , , , jawab Azar yang diangguki oleh Rakha.


" ehm, kamu apa-apa minta kita ikut, kesana ikut kesitu ikut, takutnya nanti pas malam pertama setelah menikah dengan Maureen kamu juga mau ngajak kami ikut, , , , canda Azar kepada Rayen.


" Ha ha ha, itu boleh kalau mau jadi penonton, , , , ucap Rayen sambil tertawa dan berjalan keluar.


" Sialan kamu, , , , , gerutu Rakha sambil melempar bantal kearah Rayen, tapi nihil bantal itu menerpa ruang kosong karena Rayen sudah terlebih dulu keluar.


Azar hanya tertawa melihat tingkah polah mereka itu , kemudian Azar melompat dan berbaring diatas Ranjang king zize Rayen.


**********

__ADS_1


Dirumah Maureen, Tito menanyakan acaranya kepada pak Doni, karena rencanannya dia ingin berziarah kemakam istrinya jik tidak ada hal yang penting untuk dilakukan, , ,


" Don, ada acara apa besok saya, jika tidak ada saya akan mengunjungi makam ibunya Maureem, , , , ucap Tito sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi ruang kerjanya.


P Doni terlihat membuka ponselnya untuk mengetahui secara detail tentang jadwal untuk tuannya itu,


" Maaf tuan besok pagi anda diundang menghadiri konfrensi pers pengangkatan tuan muda Rayen Brilliyan Putra menjadi Presdir PT. PUTRA Company tuan menggantikan Nona Maureen sebagai wakil KSM Group, dan sore harinya anda harus pergi keperusahaan mengecek pembukuan tetapi detailnya hanya Vino yang tau, , , , ucap P Doni menjelaskan secara detail jadwal Tito besok.


" hemm, pengangkatan Rayen jadi presdir PUTRA company, kelihatannya anak itu begitu serius dengan Maureen, menurutmu bagaimana don, , , ,ucap Tito sambil bertanya kembali, ,


" Saya lihat tuan muda Rayen memang serius Tuan, bahkan dia tidak memikirkan kondisinya sendiri lansung ingin melamar Nona Maureen diParis sedangkan dia baru saja melakukan operasi, walau itu tergolong operasi ringan tetapi tetap saja menimbulkan luka yang masih dalam pemulihan, , , , jelas P Doni mengutarakan pendapatnya.


" kamu benar mungkin itu akan berpengaryh pada kondisi tubuhnya, , , , ucap Tito sambil mengangguk angguk.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2