
Rayen telah dipindahkan keruang rawat, tetapi dia belum juga sadar, dengan setia Maureen menungguinya. . .
sudah pukul 19.30 Rayen mulai membuka matanya, dia melihat sekelilingnya, , , dia melihat Maureen yang memegangi tangannya, , , , , ,
Maureen melihat mata Rayen terbuka dan tanggannya bergerak gerak, , ,
" Kamu udah sadar Ray, , , , ,tanya Maureen.
" Kamu siapa, , , , jawab Rayen.
Maureen kaget mendengar jawaban Rayen,
" Aku Maureen, kamu ga ingat aku??? , , ,
Rayen menggeleng, ,
Maureen mulai panik ia memencet tombol darurat berkali kali, , dokter datang keruang rawat Rayen, Kim Nana, Rehan dan Asisten tina ikut masuk, , ,
" Dokter gimana ini, katanya setelah operasi dia akan baik baik saja, kenapa dia lupakan aku, tolong dia dok kalau sampai terjadi apa apa akan kututup Rumah sakit ini, , , , oceh Maureen.
" Biar saya priksa dulu nona, nona harap tenang, , , , kata Dr itu.
Maureen menyandarkan kepalanya dibahu asisten Tina, Wajahnya ditekuk terlihat keputus asaan diwajahnya, , ,
Rayen membisikkan sesuatu kepada dokter, dokter tersenyum dan mengangguk, , ,
" Mari yang lainnya keluar sebentar, ada yang ingin pasien bicarakan dengan nona Maureen, , , ,
__ADS_1
Semuanya keluar kini tinggal Rayen dan Maureen diruangan itu, Maureen terdiam dalam keputus asaan, , ,
" Apakah kamu benar benar melupakanku Ray, , , ,
" Apakah kita pernah kenal dan dekat nona, , ,
Maureen duduk disamping Rayen ia tak menyangka Rayen akan melupakannya, bukankah aku selalu dihatimu, , batinnya.
" Heem, tidak kita tidak pernah kenal, , ,
Setelah mengucapkan kata kata itu air mata Maureen mengalir, Rayen tak tahan melihat Maureen menangis , , , ,
" Sudahlah kemarilah jangan menangis, mendekatlah, , , ,
" Untuk apa, bukankah kamu sudah melupakanku, , , ,
" Aku tidak akan melupakanmu Maureen Tirta Kusuma, , , ,
Maureen berkata dengan raut wajah cemberut, ,
" Tidak tidak, bukan begitu Reen, maksudku maksudku begini, aku cuma ingin melihat reaksimu, , ,
" Aku bukan barang percobaanmu Ray, kamu tau betapa paniknya aku tadi bercandamu ga lucu Ray, ,
Maureen berkata kata dengan sedikit membentak Rayen, ,
" Awww, kepalaku sakit, , , ,
__ADS_1
Rayen memegangi kepalanya sambil meringis ringis, , Hal itu membuat Maureen menjadi panik, ,
"Kamu kenapa Ray, ,
Maureen panik melihat rayen yang meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya, dia memencet tombol darurat, ,
Dokter Wiliam datang keruangan itu, kemudian memeriksa keadaan Rayen, ,
" Dia kenapa dok, tolong dia, jika dia kenapa kenapa saya pastikan besok rumah sakit ini akan ditutup, , , kata Maureen.
" Nona Maureen usahakan pasien tidak terlalu terbebani dengan pemikiran berat, nanti akan saya suruh suster mengantarkan obat, sebelum makan obat sebaiknya berikan dia makan walau sedikit, baiknya bubur halus, dan jangan bilang kamu mau menutup rumah sakit ini, jika itu terjadi aku akan kehilangan mata pencaharianku, , , jelas Dr. William sambil bercanda.
" Apakah gajimu dari rumahku masih kurang pak Dokter William, apa anda mau saya berhentikan sekarang, , celetuk Maureen sambil menekankan nada bicaranya, ,
" Tidak, tidak bukan begitu maksudku, dirumah sakit ini banyak dokter dan perawat serta petugas lainnya yang mengadukan nasib , , ,
" Aku bercanda dokter William, pergilah lakukan tugasmu dan jangan lupa rawat dia untukku, , ,
" tentu nona, saya permisi dulu..
dokter William meninggalkan Maureen dan lenyap dibalik pintu, Maureen memanggil asisten Tina untuk membelikan semangkuk bubur,
******
Tak lama kemudian asisten Tina kembali dengan semangkuk bubur, setelah menyerahkan semangkuk bubur tersebut ia berdiri disamping Maureen sambil memeriksa ponselnya, memeriksa segala kebutuhan Maureen dan pekerjaannya....
1
__ADS_1
2
3