Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 03.


__ADS_3

Maureen masih menunggu laporan dari mata-matanya, dia hanya mengetuk-ngetukkan bolpoinnya tanpa menyentuh berkas-berkas yang sudah disiapkan oleh sekertarisnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 Maureen bergegas untuk pulang lebih awal, disaat dia mengemasi barang-barangnya ada chat masuk via wa ke ponselnya.


Dalam chat itu terpampang jelas seorang wanita dan seorang laki-laki yang bergandengan dalam sebuah mall.


"Sial, Rayen laki-laki itu bukannya kekantor malah kencan dengan seorang wanita, siapa dia, bukankah dia sekertaris yang aku pilihkan dulu, bahkan gajinya masih bergantung pada perusahaanku.


Laki-laki itu apa yang dibanggakan? Dia begitu berfikir jika dia sudah kaya raya dan mampu menindas KSM". Maureen berfikir bahwa Rayen benar-benar selingkuh karena keingintahuannya yang besar dia menuju mall dimana Rayen dan wanita itu menghabiskan waktunya.


Sesampainya di Mall Maureen menghubungi Mata-matanya untuk mengetahui tempat dimana Rayen dan sekertarisnya berada.


Maureen masuk kelantai dua mall tersebut dimana itu adalah tempat tas-tas brand ternama limited edition berada.


Maureen melihat Rayen berada di gerombolan pengunjung sedang melihat-lihat tas yang ada bersama seorang wanita yang tak lain adalah Vivi sekertaris yang pernah direkrut oleh Maureen.


Maureen terlihat merah padam menyaksikan hal itu, tanpa pikir panjang Maureen menghampiri mereka, sedangkan sekertaris Zhang, sekertaris Maureen hanya diam saja dan menunduk melihat kemarahan presdirnya itu.


Maureen menepuk pundak Rayen dan saat Rayen menoleh, plakkkkkk, tamparan keras mendarat diwajah mulusnya.


" Dek, kamu kok ada disini!" ucap Rayen dengan wajah pucat, takut jika Maureen salah paham dengan adanya Vivi disampingnya.


" Hentikan omong kosongmu, mall ini dibangun dibawah naungan KSM Group, jadi aku tidak perlu izin kamu untuk ini!" ucap Maureen dengan nada yang dibuat santai walaupun hampir meledak.

__ADS_1


" Nyonya Presdir, aku tidak punya hubungan apa-apa dengan presdir Rayen Nyonya, hanya sebatas rekan kerja!" timpal sekertaris Vivi sambil menunduk.


" Aku tau Vivi, sekarang kamu kembalilah kekantor, Kemasi barang-barangmu dan keluar, kamu saya pecat!" ucapku kepada sekertaris Vivi yang membuat wajah sekertaris muda itu pucat.


" Nyonya maafkan aku!" ucap Vivi sambil menangis secara otomatis semua orang menatap kearah mereka, banyak juga diantara mereka yang berbisik-bisik.


" Perhatian semuanya, saya adalah istri sahnya sedangkan dia, dia adalah sekertaris suami saya sekertaris yang berada disampingnya hampir 24 jam!" ucap Maureen untuk meredakan orang-orang yang membicarakannya.


" Sekertaris Zhang?" Maureen memanggil sekertarisnya.


" Ya, Presdir!" jawab sekertaris Zhang mendekat.


" Cabut Investasi, semua pendanaan,saham dan batalkan projek kerja sama kita dengan Putra Company, sekarang!" ucap Maureen dengan nada tidak dapat dibantah, ia kemudian berbalik diikuti Sekertaris Zhang.


Sekarang Rayen merasa sudah diambang kehancuran, dia tidak dapat memikirkan apa yang akan terjadi. Mugkin ia akan mengalami kebangkrutan.


Rayen melangkahkan kakinya keluar dari mall dan menuju mobilnya, dia melajukan mobilnya pulang kerumah mencoba menjelaskan kepada Maureen.


********


Malam Harinya Maureen berkumpul dengan teman-temannya tapi Rayen masih belum datang.


" Reen, kamu ga barengan Rayen?" ucap Chika.

__ADS_1


" Tidak!" sahut singkat Maureen.


" Ada masalah apa kamu sama Rayen?" Abellia mulai penasaran.


" Besok bangun tidur buka web, pasti jadi trending topik!" ucap Maureen.


" Tuh Rayen datang!" ucap Rakha menunjuk Rayen.


" Kalau gitu aku pergi dulu ya, bye!" ucap Maureen sambil melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, sementara Chika dan yang lainnya hanya menggeleng-geleng.


.


.


.


.


.


Bersambung. ,


Happy New Year.

__ADS_1


__ADS_2