
Hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan bagi Maureen.
Beberapa anak perusahaan dari KSM Group banyak yang mengalami defisit dalam
beberapa hari terakhir. Tentu ini sedikit banyak juga akan mempengaruhi KSM
Group pada keseluruhan.
Maureen siang ini berencana memanggil Presdir dari beberapa
anak perusahaan yang bermasalah ini. Nampak sekretaris Zhang sangat sibuk untuk
menghubungi anak perusahaan yang bermasalah ini. Ya, Maureen memang ingin
menyelesaikan masalah ini sendiri. Maureen tidak ingin membebani Rayen yang
sedang fokus untuk mengembangkan Putra Company. Apalagi kalau harus membebani
Pak Tito. Hari ini kesehatan Pak Tito belum menentu. Memang sekilas beliau
terlihat sehat, namun menurut dokter yang merawatnya, ada sesuatu yang serius
dalam kesehatannya. Dan ini tidak bisa dipandang sepele.
Maureen duduk di kursi ruangan pribadinya. Beberapa lembar
kertas hasil laporan dari staf perusahaan yang ada di tangannya dibolak balik
beberapa kali. Rasanya ada yang janggal. Tidak mungkin perusahaan sekelas
Mutiara Regency, Aticia Company dan beberapa perusahaan lain yang merupakan
anak perusahaan KSM Group ini mengalami defisit. Bulan kemarin beberapa
perusahaan ini masih mengalami surplus dari target pendapatan. Artinya cukup
sehat.
Maureen belum berani menduga duga. Segala kemungkinan bisa
saja terjadi. Beberapa hari ini Maureen memang tidak bisa mengontrol perusahaan
secara penuh. Masalah demi masalah yang dihadapinya membuat perhatiaannya
terpecah belah. Mulai dari persoalan keluarga, kantor dan masalah kesehatan
ayahnya. Sungguh betul betul memerlukan pemikiran yang sangat luar biasa.
Tepat tengah hari, nampak beberapa beberapa Presdir sudah
hadir. Maureen tidak ingin melewatkan waktunya dengan sia sia. Dipanggilnya
satu persatu mereka, sebelum diadakan rapat besar untuk mereka semua.
Dari hasil sementara wawancara dengan beberapa Presdir, Maureen
bisa mengambil kesimpulan permasalahan dari anak anak perusahaan ini.
Ada diantara anak perusahaan yang bergerak di bidang
suplayer alat alat berat, mengatakan bahwa proses impornya beberapa hari
belakangan ini agak sulit. Ini karena ada perubahan kebijakan impor dan ekspor
dari eksportir.
Di bidang property dan proyek jalan, musim penghujan akhir
akhir ini dan musibah banjir yang melanda Jakarta memaksa pengembang dan
kontraktor harus mengerjakan proyek dengan biaya berlipat. Beberapa proyek yang
belum kering dan masih dalam pengerjaan terkena imbas dari banjir kiriman dari
Bogor, akhirnya mereka harus bekerja dua kali.
__ADS_1
Setelah selesai memanggil satu persatu Presdir dari masing
masing anak perusahaan KSM Group, Maureen meminta mereka berkumpul di ruang
rapat. Nampak beberapa Staf perusahaan sudah mempersiapkan diri. Mereka menduga,
hari ini aka nada koreksi besar besaran di tubuh KSM Group.
Maureen masih berada di ruangannya. Sekretaris Zhang juga
nampak duduk di dekat Maureen. Terlihat perbincangan yang cukup serius antara
mereka berdua. Maureen tidak ingin salah langkah dalam mengambil kebijakan. Yang
artinya akan merugikan KSM Group sendiri.
Sementara disisi lain, Maureen juga tidak ingin defisit yang
dialami oleh anak perusahaan KSM Group ini berlarut larut. Jika hal ini
terjadi, bukan mustahil akan berdampak pada KSM Group secara keseluruhan.
Setelah berbincang sekitar satu jam dengan sekretaris Zhang,
kemudian Maureen bergegas menuju ke ruang rapat.
“Selamat sore, Bapak Ibu Presdir dan Staf semua.” Kata Maureen
sambil menuju ke tempat duduknya.
“Selamat sore, Ibu Presdir.” Jawab mereka hampir serempak.
“Bapak-bapak dan juga semua staf yang saya hormati. Hari ini
sebenarnya adalah hari yang sangat melelahkan bagi kita. Laporan dari
Bapak-Bapak mengenai persoalan yang dialami oleh perusahaan Bapak masing
masing, sungguh sangat disayangkan. Dalam beberapa dekade terakhir, sangat
jarang sekali terjadi. Selama dalam kepemimpinan ayah saya, Tuan Besar Tito,
itupun dalam skala kecil. Tadi saya sudah berbicara dengan Bapak Bapak semua. Memang
tidak semua kesalahan ini disebabkan human eror, ada juga yang karena faktor
alam. Tapi saya harapkan, semua ini bisa diantisipasi, sehingga kejadian seperti
ini tidak berakibat fatal.”
“Maaf Ibu Presdir. Untuk proyek yang ada di bantaran Kali
Ciliwung ini memang kami kurang teliti dalam pengerjaan, sehingga ketika proyek
sedang dikerjakan, tiba tiba datang banjir, sehingga material dan beberapa
konstruksi yang sudah terpasang terbawa arus banjir” kata Pak Johan, Presdir
Inti Perkas Company yang bergerak di bidang jasa konstruksi bangunan.
“Betul Pak Johan. Itu adalah faktor alam. Tapi bukankah itu
bisa disiasati. Pak Johan kan sudah lama bekerja di bidang konstruksi, tentu
Pak Johan sudah punya prediksi tentang berapa waktu yang dibutuhkan untuk
membangun sebuah proyek. Dan jika proyek itu berdekatan dengan sungai, tentu
harus diperhatikan, jika sewaktu waktu masuk musim penghujan. Apakah nanti akan
mempengaruhi proyek apa tidak, bukan hanya menyalahkan alam. Bukankah musim
penghujan itu ada masanya. Dan banjir ini terjadi di bulan Januari, memang
biasanya ada banjir, Cuma skalanya saja yang besar atau kecil” kata Maureen
memberikan penjelasan terkait proyek PT Inti Perkasa.
“Betul Ibu Presdir, hal itu kemarin yang luput dari
__ADS_1
perhatian kami, sehingga meyebabkan defisit pada Inti Perkasa Company. Kami harus
membeli bahan dua kali lipat”
“Ya, itulah yang perlu dikoreksi dan direvisi. Jangan gegabah
dan menganggap remeh segala sesuatu. Bukan tidak mungkin, hal sepele akan
membawa dampak yang buruk. Coba sebelum pengerjaan dipikirkan terlebih dahulu,
berapa waktu yang diperlukan untuk mengerjakan proyek ini, apakah sudah masuk
musim penghujan atau belum. Jadi tidak terhalang oleh banjir dan cuaca buruk.” Jelas
Maureen.
“Baik Ibu Presdir, pengerjaan sebenarnya direncanakan
sebelum bulan januari sudah selesai. Tapi ada kendala dari supplier kita yang
ada di luar negeri untuk bahan baku, terpaksa pengerjaan proyeknya menjadi
molor.”
“Ya, itu akan menjadi catatan kita. Yang lain saya kira
semuanya sama, banyak proyek yang kurang perhitungan, sehingga menyebabkan
pembengkakan pada anggaran pengadaan bahan baku. Untuk keputusan finalnya nanti
akan kami kirimkan ke kantor Bapak masing masing. KSM Group berharap Bapak
Bapak mampu mengemban tanggung jawab dengan lebih baik lagi.
Untuk sementara saya kira rapat ini sudah cukup. Permasalahan
perusahaan Bapak Bapak sudah kita bicarakan secara terpisah sebelum rapat ini. Jika
ada masalah jangan sungkan untuk berkonsultasi langsung dengan KSM Group, ingat
kita satu perusahaan. Jika salah satu diantara perusahaan Bapak ada yang
pailit, tentu akan berdampak juga pada KSM Group. Jadi mohon kerjasamanya lebih
ditingkatkan”.
“Baik Ibu Presdir” jawab mereka serempak.
“Baiklah saya kira cukup sekian, silahkan Bapak Bapak bisa
kembali ke kantor masing masing.”
Maureen menutup rapat hari ini. Kemudian bergegas kembali ke
ruangannya. Sementara para Presdir dari anak perusahaan KSM Group segera
berkemas untuk kembali ke kantornya masing masing. Dalam benaknya masih berfikir
apa kira kira keputusan dari Presdir KSM Group untuk mereka? Apakah masih akan
dipertahankan menjadi Presdir untuk perusahaan mereka, ataukah harus
tergantikan oleh orang lain?
.
Tunggu episode selanjutnya dalam MUSIM KETIGA BAG 1 (
Kebangkitan Putra Company ).
Terima kasih untuk kritik dan saran dari readers untuk CUPU
JADI RATU. Semoga author tetap bisa menemani readers semua, mengantar
perjalanan hidup RAYEN dan MAUREEN.
.
Selamat siang.
__ADS_1