Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 30 [terakhir]


__ADS_3

 


 


Hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan bagi Maureen.


Beberapa anak perusahaan dari KSM Group banyak yang mengalami defisit dalam


beberapa hari terakhir. Tentu ini sedikit banyak juga akan mempengaruhi KSM


Group pada keseluruhan.


Maureen siang ini berencana memanggil Presdir dari beberapa


anak perusahaan yang bermasalah ini. Nampak sekretaris Zhang sangat sibuk untuk


menghubungi anak perusahaan yang bermasalah ini. Ya, Maureen memang ingin


menyelesaikan masalah ini sendiri. Maureen tidak ingin membebani Rayen yang


sedang fokus untuk mengembangkan Putra Company. Apalagi kalau harus membebani


Pak Tito. Hari ini kesehatan Pak Tito belum menentu. Memang sekilas beliau


terlihat sehat, namun menurut dokter yang merawatnya, ada sesuatu yang serius


dalam kesehatannya. Dan ini tidak bisa dipandang sepele.


Maureen duduk di kursi ruangan pribadinya. Beberapa lembar


kertas hasil laporan dari staf perusahaan yang ada di tangannya dibolak balik


beberapa kali. Rasanya ada yang janggal. Tidak mungkin perusahaan sekelas


Mutiara Regency, Aticia Company dan beberapa perusahaan lain yang merupakan


anak perusahaan KSM Group ini mengalami defisit. Bulan kemarin beberapa


perusahaan ini masih mengalami surplus dari target pendapatan. Artinya cukup


sehat.


Maureen belum berani menduga duga. Segala kemungkinan bisa


saja terjadi. Beberapa hari ini Maureen memang tidak bisa mengontrol perusahaan


secara penuh. Masalah demi masalah yang dihadapinya membuat perhatiaannya


terpecah belah. Mulai dari persoalan keluarga, kantor dan masalah kesehatan


ayahnya. Sungguh betul betul memerlukan pemikiran yang sangat luar biasa.


Tepat tengah hari, nampak beberapa beberapa Presdir sudah


hadir. Maureen tidak ingin melewatkan waktunya dengan sia sia. Dipanggilnya


satu persatu mereka, sebelum diadakan rapat besar untuk mereka semua.


Dari hasil sementara wawancara dengan beberapa Presdir, Maureen


bisa mengambil kesimpulan permasalahan dari anak anak perusahaan ini.


Ada diantara anak perusahaan yang bergerak di bidang


suplayer alat alat berat, mengatakan bahwa proses impornya beberapa hari


belakangan ini agak sulit. Ini karena ada perubahan kebijakan impor dan ekspor


dari eksportir.


Di bidang property dan proyek jalan, musim penghujan akhir


akhir ini dan musibah banjir yang melanda Jakarta memaksa pengembang dan


kontraktor harus mengerjakan proyek dengan biaya berlipat. Beberapa proyek yang


belum kering dan masih dalam pengerjaan terkena imbas dari banjir kiriman dari


Bogor, akhirnya mereka harus bekerja dua kali.

__ADS_1


Setelah selesai memanggil satu persatu Presdir dari masing


masing anak perusahaan KSM Group, Maureen meminta mereka berkumpul di ruang


rapat. Nampak beberapa Staf perusahaan sudah mempersiapkan diri. Mereka menduga,


hari ini aka nada koreksi besar besaran di tubuh KSM Group.


Maureen masih berada di ruangannya. Sekretaris Zhang juga


nampak duduk di dekat Maureen. Terlihat perbincangan yang cukup serius antara


mereka berdua. Maureen tidak ingin salah langkah dalam mengambil kebijakan. Yang


artinya akan merugikan KSM Group sendiri.


Sementara disisi lain, Maureen juga tidak ingin defisit yang


dialami oleh anak perusahaan KSM Group ini berlarut larut. Jika hal ini


terjadi, bukan mustahil akan berdampak pada KSM Group secara keseluruhan.


Setelah berbincang sekitar satu jam dengan sekretaris Zhang,


kemudian Maureen bergegas menuju ke ruang rapat.


“Selamat sore, Bapak Ibu Presdir dan Staf semua.” Kata Maureen


sambil menuju ke tempat duduknya.


“Selamat sore, Ibu Presdir.” Jawab mereka hampir serempak.


“Bapak-bapak dan juga semua staf yang saya hormati. Hari ini


sebenarnya adalah hari yang sangat melelahkan bagi kita. Laporan dari


Bapak-Bapak mengenai persoalan yang dialami oleh perusahaan Bapak masing


masing, sungguh sangat disayangkan. Dalam beberapa dekade terakhir, sangat


jarang sekali terjadi. Selama dalam kepemimpinan ayah saya, Tuan Besar Tito,


itupun dalam skala kecil. Tadi saya sudah berbicara dengan Bapak Bapak semua. Memang


tidak semua kesalahan ini disebabkan human eror, ada juga yang karena faktor


alam. Tapi saya harapkan, semua ini bisa diantisipasi, sehingga kejadian seperti


ini tidak berakibat fatal.”


“Maaf Ibu Presdir. Untuk proyek yang ada di bantaran Kali


Ciliwung ini memang kami kurang teliti dalam pengerjaan, sehingga ketika proyek


sedang dikerjakan, tiba tiba datang banjir, sehingga material dan beberapa


konstruksi yang sudah terpasang terbawa arus banjir” kata Pak Johan, Presdir


Inti Perkas Company yang bergerak di bidang jasa konstruksi bangunan.


“Betul Pak Johan. Itu adalah faktor alam. Tapi bukankah itu


bisa disiasati. Pak Johan kan sudah lama bekerja di bidang konstruksi, tentu


Pak Johan sudah punya prediksi tentang berapa waktu yang dibutuhkan untuk


membangun sebuah proyek. Dan jika proyek itu berdekatan dengan sungai, tentu


harus diperhatikan, jika sewaktu waktu masuk musim penghujan. Apakah nanti akan


mempengaruhi proyek apa tidak, bukan hanya menyalahkan alam. Bukankah musim


penghujan itu ada masanya. Dan banjir ini terjadi di bulan Januari, memang


biasanya ada banjir, Cuma skalanya saja yang besar atau kecil” kata Maureen


memberikan penjelasan terkait proyek PT Inti Perkasa.


“Betul Ibu Presdir, hal itu kemarin yang luput dari

__ADS_1


perhatian kami, sehingga meyebabkan defisit pada Inti Perkasa Company. Kami harus


membeli bahan dua kali lipat”


“Ya, itulah yang perlu dikoreksi dan direvisi. Jangan gegabah


dan menganggap remeh segala sesuatu. Bukan tidak mungkin, hal sepele akan


membawa dampak yang buruk. Coba sebelum pengerjaan dipikirkan terlebih dahulu,


berapa waktu yang diperlukan untuk mengerjakan proyek ini, apakah sudah masuk


musim penghujan atau belum. Jadi tidak terhalang oleh banjir dan cuaca buruk.” Jelas


Maureen.


“Baik Ibu Presdir, pengerjaan sebenarnya direncanakan


sebelum bulan januari sudah selesai. Tapi ada kendala dari supplier kita yang


ada di luar negeri untuk bahan baku, terpaksa pengerjaan proyeknya menjadi


molor.”


“Ya, itu akan menjadi catatan kita. Yang lain saya kira


semuanya sama, banyak proyek yang kurang perhitungan, sehingga menyebabkan


pembengkakan pada anggaran pengadaan bahan baku. Untuk keputusan finalnya nanti


akan kami kirimkan ke kantor Bapak masing masing. KSM Group berharap Bapak


Bapak mampu mengemban tanggung jawab dengan lebih baik lagi.


Untuk sementara saya kira rapat ini sudah cukup. Permasalahan


perusahaan Bapak Bapak sudah kita bicarakan secara terpisah sebelum rapat ini. Jika


ada masalah jangan sungkan untuk berkonsultasi langsung dengan KSM Group, ingat


kita satu perusahaan. Jika salah satu diantara perusahaan Bapak ada yang


pailit, tentu akan berdampak juga pada KSM Group. Jadi mohon kerjasamanya lebih


ditingkatkan”.


“Baik Ibu Presdir” jawab mereka serempak.


“Baiklah saya kira cukup sekian, silahkan Bapak Bapak bisa


kembali ke kantor masing masing.”


Maureen menutup rapat hari ini. Kemudian bergegas kembali ke


ruangannya. Sementara para Presdir dari anak perusahaan KSM Group segera


berkemas untuk kembali ke kantornya masing masing. Dalam benaknya masih berfikir


apa kira kira keputusan dari Presdir KSM Group untuk mereka? Apakah masih akan


dipertahankan menjadi Presdir untuk perusahaan mereka, ataukah harus


tergantikan oleh orang lain?


.


Tunggu episode selanjutnya dalam MUSIM KETIGA BAG 1 (


Kebangkitan Putra Company ).


Terima kasih untuk kritik dan saran dari readers untuk CUPU


JADI RATU. Semoga author tetap bisa menemani readers semua, mengantar


perjalanan hidup RAYEN dan MAUREEN.


.


Selamat siang.

__ADS_1


__ADS_2