Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Tiga Bag 16


__ADS_3

 


 


Pagi itu suasana rumah mewah milik keluarga Maureen sudah


kelihatan sibuk. Nampak beberapa pembantu rumah tangga sedang mempersiapkan


perlengkapan yang akan dibawa oleh Maureen. Rayen juga sudah bersiap siap. Rencananya


setelah mengantarkan maureen dan ayahnya ke bandara Soekarno Hatta, Rayen akan


langsung ke kantor.


Nampak sekretaris Zhang juga sudah ada disitu dari pagi


tadi. Maureen sengaja menyuruh Zhang untuk datang lebih awal, karena ada tugas


perusahaan yang harus dikerjakan. Sekaligus juga untuk memadukan antara


pemikiran Zhang dan Rayen. Karena selama maureen berada di Nevada, kendali


perusahaan akan diserahkan kepada Rayen, dibantu oleh sekretaris Zhang. Maureen


ingin fokus untuk pengobatan ayahnya, Tuan Besar Tito Tirta kusuma. Hari itu  semua disibukkan oleh pekerjaannya masing


masing. Semua berharap akan baik baik saja.


Lepas pukul 07.00  mobil maureen bergerak meninggalkan rumahnya, untuk menjemput Tuan Tito


di rumahnya.....


.


.


Sementara itu, di kediaman Tuan Besar Tito, nampak pengacara


Whang dan Dr. Albert tengah berbincang bincang. Mereka sedang mempersiapkan


segala keperluan yang disiapkan untuk keperluan di Nevada nanti.


Direncanakan, yang akan mengikuti Pak Tito ke Nevada, selain


Maureen, nanti akan dibantu oleh pengacara Whang dan Dr. Albert. Sementara Dr.


John dan Dr. Himawan tidak ikut ke Nevada karena harus menangani pasien lainnya


yang ada di Jakarta.


Perbincangan yang cukup serius antara Dr. Albert dan


pengacara Whang terhenti ketika sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah Tuan


Tito. Semua sudah kenal dengan pemilik mobil itu, dialah putri semata wayang


sekaligus pewaris tunggal KSM Group, Maureen Tirta Kusuma.


“Selamat pagi Tuan Rayen dan Nyonya Maureen” sapa Dr. Albert


dan pengacara Whang hampir bersamaan.


“Selamat pagi Dokter, selamt pagi pak Whang” kata Rayen.


“Selamat pagi Dokter, selamt pagi pak Whang. Maaf sudah

__ADS_1


menunggu lama” kata Maureen sambil masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh Rayen.


“Tidak apa apa Nyonya, sekalian ini tadi kami ngobrol


tentang kondisi Tuan Besar Tito. Kami meminta pihak rumah sakit untuk


memprioritaskan pengobatan Tuan Tito. Jadi nanti sampai disana setelah


observasi awal, nanti akan langsung untuk operasi pada penyakitnya. Mudah mudahan


semua berjalan sesuai rencana” kata Dr. Albert.


“Terima kasih Dokter dan juga Pak Whang atas bantuan nya


pada keluarga kami, semoga ayah segera sembuh” kata Rayen.


Mereka segera masuk ke dalam rumah. Nampak Pak Tito sedang


duduk di kursi roda. Tadi pagi, Pak Tito kembali mengeluhkan kondisinya. Pak


Tito merasakan sakit kepala yang amat sangat. Hampir saja Dr. Albert


membatalkan keberangkatan Pak Tito. Namun setelah kondisinya stabil, akhirnya


rencana itu tetap dilanjutkan. Itulah kenapa walaupun sebenarnya bisa saja Dr.


Albert tidak ikut dealam perjalanan ini, namun mengingat kondisi Pak Tito yang


belum stabil, Maureen dan pengacara Whang meminta Dr. Albert untuk ikut dalam


perjalanan ini, paling tidak sampai Pak Tito mendapat penanganan dari dokter di


Nevada.


“Selamat pagi ayah” kata Rayen, sambil mencium tangan ayah


“Selamat pagi ayah, bagaimana ayah apakah sudah siap


berangkat” kata Maureen sambil mencium tangan dan pipi ayahnya dengan penuh


rasa sayang.


“Selamat pagi anak anakku. Maafkan ayah, selama ini membuat


kalian bersedih saja” kata Pak Tito


“Jangan berkata seperti itu ayah. Ayah adalah orang yang


luar biasa dalam hidup kami. Percayalah ayah akan sembuh. Nanti biar Rayen yang


mohon doa dari anak anak yatim yang ada di yayasan, untuk kesembuhan ayah” kata


Rayen


“Jangan Rayen, mereka tidak perlu tahu tentang hal ini.


jangan mengotori niat baik dengan mengharap balasan manusia. Tuhan tahu yang


terbaik bagi kita. Pesanku, selama ayah dan Maureen di Amerika, tolong jaga KSM


Group dengan baik. Selain itu, kembangkan Putra Company dengan semampumu. Ingat,


gunakan kesempatan sebaik baiknya selagi kamu masih diberi kesempatan. Ingat,


kesempatan itu tidak pernah datang untuk kedua kalinya” kata Pak Tito.

__ADS_1


“Iya, ayah. Pesan ayah akan selalu saya ingat” kata Rayen.


“Ayo kita berangkat Maureen. Jangan sampai kita ketinggalan


pesawat hari ini. semoga perjalanan kita lancar. Siapkan peralatan ayah” kata


Pak Tito pada Maureen.


“Iya ayah. Semua sudah siap. Mari Dokter, Pak Whang. Kita berangkat


dalam satu mobil saja. Biar nanti mobil Dr. Albert dan pengacara Whang diantar


sama sopir saja” kata Maureen mempersilahkan mereka untuk naik mobil duluan.


Setelah semua persiapan selesai, mereka pun naik mobil sama


sama untuk menuju ke bandara terbesar di Jakarta. Mereka telah memesan tiket


VVIP dari salah satu maskapai ternama yang berangkat untuk penerbangan pagi ini


dari bandara Soekarno Hatta untuk tujuan Jakarta – New York. Rencananya setelah


sampai di New York, akan dilanjutkan penerbangan menuju kota Nevada.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah bandara.


Memecah pekatnya udara pagi yang diliputi oleh gerimis yang mengguyur ibukota


pagi ini. suasana jalanan yang cukup padat membuat mobil tidak bisa melaju


kencang. Dan inilah jakarta, yang selalu identik dengan kepadatan dan


kemacetan.


Menjelang pukul 09.00, mobil memasuki ruang parkir bandara,


nampak beberapa petugas bandara segera menghampiri dan membantu mereka untuk


memasuki bandara. Penumpang VVIP memang memiliki jalur khusus sehingga tidak


memakan waktu lama, mereka sudah menuju ke pesawat yang akan membawa mereka


menuju ke New York.


Sementara Rayen, setelah mengantar istrinya dan ayah


mertuanya sampai di pintu bandara, segera bergegas untuk menuju ke kantor. Tugas


berat menanti dia. Tidak hanya memikirkan kemajuan Putra Company, tapi juga


harus mengontrol KSM Group selama Maureen masih berada di Amerika. Sekaligus juga


tentunya memikirkan kesehatan Tuan Besar Tito dan tidak kalah pentingnya lagi


adalah memikirkan sang buah hati dan istri tercinta.


Sungguh suatu beban yang sangat berat bagi seorang Rayen.


..


.


.


Tetap dukung vote author ya readers ku tercinta. Semoga semua

__ADS_1


tetap dalam keselamatan dan berkah serta rahmat Tuhan senantiasa terlimpah pada


kita semua. Amin.


__ADS_2