Dari Cupu Jadi Ratu

Dari Cupu Jadi Ratu
Musim Ke Dua Bag 20


__ADS_3

 


 


Suasana kantor STAR KSM yang berada di New York saat itu sedang


sepi. Para staf dan karyawan Cuma sebagian kecil yang hadir. Maklum pada hari


ini memang ada kebijakan khusus yang diberikan oleh STAR KSM untuk mengambil


libur jelang akhir pekan dan Valentine Day. Dan mereka sepakat mngambil itu


seminggu sebelum perayaan Valentine Day digelar.


Beberapa karyawan terlihat sibuk melaksanakan tugas mereka


masing masing. Tak terkecuali Yurhiko Asisten Manager STAR KSM. Setelah mempersiapkan


segala keperluan terkait keberangkatan Rayen kembali ke Jakarta, Yurhiko


langsung menemui Rayen yang sedang beristirahat di ruang vvip kantor Maureen di


STAR KSM.


“Selamat siang, Pak Rayen.”


“Iya, selamat siang Pak Yurhiko. Apakah sudah saatnya kita


berangkat?” Tanya Rayen.


“Betul Pak Rayen. 45 menit lagi pesawat Bapak sudah take off


dari bandara. Mari saya antar menuju bandara, mobil sudah siap didepan”.


“Terima kasih Pak Yurhiko, kalau begitu lebih baik kita


segera berangkat”.


“Baik Pak”.


Rayen mengikuti Yurhiko menuju kea rah mobil yang sudah


disiapkan staf karyawan untuk mengantar Rayen menuju ke bandara. Di dalam


mobil, Yurhiko sekilas menjelaskan tentang kemajuan yang dialami oleh STAR KSM.


Perusahaan yang dulu hampir gulung tikar sebelum ditangani Maureen itu, kini


sudah menjelma sebagai perusahaan bonafide yang keberadaannya sangat


diperhitungkan oleh kolega dan rival bisnis mereka. Bahkan saham STAR KSM sudah


mampu menyamai saham saham perusahaan yang bergerak dibidang yang sama yang


sudah terlebih dahulu ada disana. Sungguh satu kemajuan yang sangat luar biasa.


Bahkan setiap akhir semester, target perusahaan bukan hanya mampu terpenuhi,


tapi bahkan terlampaui.


Setengh jam berlalu mobil yang dikendarai Rayen dan Yurhiko


mulai memasuki pelataran bandara terbesar di New York, John F Kennedy Intl.


Airport. Mobil langsung menuju pintu masuk vvip untuk penumpang vvip.


“Maaf pak Rayen, saya hanya bisa mengantar sampai sini saja.


Selamat jalan, semoga perjalanan bapak lancar”


“Terima kasih Pak Yurhiko, tolong nanti kabari staf


perusahaan di Jakarta, bahwa saya sudah berangkat.”

__ADS_1


“Baik Pak, saya siap melaksanakan tugas, saya permisi


kembali kekantor”, pamit Yurhiko.


Rayen segera melangkah ke peron khusus vvip. Dan tak berapa


lama kemudian seorang pegawai bandara menjemput Rayen untuk menuju pesawat yang


akan dikendarainya. Tak berapa lama, Rayen sudah duduk di ruang vvip pesawat


yang akan membawanya menuju Jakarta.


Dan saat yang ditunggu sudah tiba. Saatnya pesawat yang


ditumpangi rayen take off dari bandara terbesar di New York, John F Kennedy


Intl. Airport menuju ke Jakarta.


Selamat jalan pak Rayen, semoga selamat sampai tujuan.


Sampai jumpa di Jakarta.


.


.


.


Sementara itu Maureen beberapa kali berkonsultasi dengan Dr.


Albert terkait kondisi kesehatan Pak Tito. Ada sesuatu yang serius yang dialami


oleh kesehatan Pak Tito.


“Bagaimana kondisi ayah Dok?” Tanya Maureen.


“Maaf Nyonya, kondisi Tuan Tito memang berangsur membaik. Tapi


ada yang harus kita perhatikan, mengingat usia Tuan Tito yang sudah beranjak


merasa perlu pengobatan lebih lanjut”


“Iya Dok, saya tahu. Terus bagaimana kelanjutannya?”


“Maaf Nyonya, saya akan berunding dulu dengan semua dokter


spesialis yang ada disini. Apakah Tuan Tito tetap dirawat disini ataukah perlu


penganganan ke rumah sakit yang lebih canggih, Singapura misalnya, atau ke


Amerika”, kata Dr. Albert.


“Baiklah Dok. Saya menyerahkan sepenuhnya keputusan terbaik.


Lagi pula, saat ini saya juga masih menunggu kepulangan suami saya dari New


York. Lakukan yang terbaik untuk ayah. Saya tidak ingin ayah kenapa kenapa Dok”.


“Saya akan berusaha semaksimal mungkin Nyonya. Mudah mudahan


Tuhan member jalan terbaik” kata Dr. Albert sambil mohon pamit untuk


menyelesaikan pekerjaan yang lain.


Tinggalah Maureen yang masih termenung sendiri memikirkan


kejadian akhir akhir ini yang memang sangat menguras tenaga dan pikiran. Maureen


berharap semuanya akan baik baik saja dan berakhir dengan bahagia.


.


.

__ADS_1


.


Kita lihat yang ada di kantor Putra Company pagi ini. Nampak


beberapa karyawan yang sedang bekerja. Namun kalau diperhatikan dengan seksama,


disela sela mereka bekerja, selalu saja nampak ada yang berbisik bisik.


Mereka belakangan ini memang sering ngegosip. Apalagi kalau


bukan tentang Vivi. Sekretaris Rayen yang sedang digunjingkan terkait dugaan


perselingkuhannya dengan Rayen.


Ada yang setuju, ada yang mendukung, ada yang nyinyir


menyalahkan Vivi.


“ADUH, ENAK YA JADI BU VIVI, BISA DEKAT DENGAN PAK RAYEN


YANG PUNYA PERUSAHAAN INI?”


“KASIHAN YA PAK RAYEN, MUNGKIN KARENA KESIBUKAN BU MAUREEN


KALI YA, SAMPAI SAMPAI PAK RAYEN MENARUH HATI SAMA VIVI. TAPI KOK BISA YA? BU


MAUREEN PUNYA SEGALANYA, APA YANG DIPUNYAI VIVI?”


“AH, VIVI ITU TIDAK TAHU DIUNTUNG YA? BUKANKAH YANG MENGANGKAT


JADI SEKRETARIS DULU ITU IBU MAUREEN, SEKARANG GILIRAN SUDAH SUKSES MALAH


NIKUNG, AH WANITA MACAM APA ITU?”


“KOK BISA YA PAK RAYEN JATUH CINTA SAMA VIVI, APA KARENA


DIRUMAH KURANG KASIH SAYANG DARI ISTRINYA YA?”


“KALO AKU JADI ISTRINYA PAK RAYEN, VIVI ITU SUDAH KUPECAT.


BUAT APA COBA, JIKA DIPELIHARA BISA JADI BENALU YANG AKAN MENGHANCURKAN RUMAH


TANGGA”


Gunjingan demi gunjingan itu kian hari memang kian santer. Apalagi


sejak Rayen mempercayakan urusan perusahaan pada Silvi dan Vivi. Mereka tidak


tahu masalah yang sebenarnya. Yang dia tahu, hari ini Pak Rayen tidak ada di


kantor dan meyerahkan urusan kantor pada Vivi.


Vivi yang mendengar beberapa pergunjingan itu tidak ambil


peduli. Dia tidak ingin memperkeruh suasana. Dalam hatinya dia hanya ingin


bekerja sebaik baiknya pada Putra Company dan menjalankan tugas yang dibebankan


oleh Pak Rayen selama kepergian Pak Rayen ke New York.


Hari itu Silvi dan Vivi bekerja sebagaimana mestinya, tanpa


menghiraukan gunjingan dari para karyawan yang lain yang sebagian ada yang


sampai ke telinganya.


Tugas demi tugas dikerjakan sebaik baiknya, dia tidak ingin


mengecewakan Pak Rayen.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2