
Rayen terus mengikuti Rakha. Mendengar Maureen sangat mabuk, membuat dirinya panik, dan tak henti hentinya menyalahkan dirinya sendiri.
"Kita sampai," kata Rakha.
"Dimana Maureen?" tanya Rayen sambil membuka pintu dengan kasar.
"Hei, kenapa lama sekali kalian, tidak tau apa aku pusing ngurusin mereka bertiga ?" Celetuk Azar yang melihat Rayen dan Rakha datang.
"Sudah, jangan berdebat mari kita urusi para wanita" jawab Rakha.
"baiklah, aku bawa Abellia, dan kamu Rak bawa pacarmu Chika, dan Kamu Ray bawa mantan pacar terindahmu Maureen" kata Azar membagi tugas Mereka.
" tapi kita bawa kemana" tanya Rakha.
" Hei bodoh, tentu saja kekamar masing masing, tapi ingat jangan berbuat macam macam " kata Azar mengingatkan.
" ya, tapi Maureen cuma menyediakan dua kamar untuk kita" kata Rakha yang bingung.
__ADS_1
" Iya, tapi Rayen kan menyewa kamar sendiri, dia bisa bawa Maureen kekamarnya, Lagian mereka butuh privasi" kata Azar menjelaskan .
" Baiklah, aku ikuti maumu" kata Rayen sambil mengangguk.
Rakha mematikan speaker, kemudian menggendong Chika menju kamar 801. Sementara Azar menggendong Abellia menuju kamar 803. Disana tinggal Rayen dan Maureen, Rayen memandang wajah Maureen, terlihat jelas mata bengkak Maureen yang habis menangis. Dia mengusap lembut pipi Maureen dan mencium kening Maureen.
Perlahan lahan Rayen mengangkat tubuh Maureen, Menggendong Maureen menuju kamarnya. Kamar nomor 802. Perlahan Rayen menidurkan tubuh Maureen diranjangnya, ranjang king zize yang empuk dan nyamann. Rayen hendak bangun setelah menidurkan Maureen. Tapi saat Rayen Hendak Bangkit, Maureen menarik tanggan Rayen. "Bukkkk, , " Tubuh Rayen menindih tubuh Maureen, terpampang jelas bibir mungil Maureen, bibir yang berwarna merah alami itu.
"Deg,,, deg,,, deg,,, jantung Rayen berdetak dengan cepat seperti ingin melompat, 'Maureen kenapa kamu selalu membuatku kalang kabut" batin Rayen.
Maureen memegang erat tangan Rayen seakan akan tak ingin dan tidak mau kehilangan, Rayen hanya memandangi wajah Maureen, bibir tipis Maureen membuat hawa kelelakian Rayen Bangkit,
Perlahan lahan, Rayen Mengecup bibir Maureen, Maureen Mengeliat dia berusaha untuk sadar dan memperhatikan siapa saja disekelilingnya.
"Ra,, Rayen" kata Maureen masih setengah tidak sadar.
"Iya aku Rayen," jawab Rayen pelan didekat telinga Maureen.
__ADS_1
"ti,, ti,, tidak mungkin, ini pasti efek alkohol, mana mungkin Rayen disini, pasti dia sedang bahagia dengan Tunangannya" jawab Maureen.
"Baiklah kita buktikan," bisik Rayen ditelingga Maureen, Tanpa menunggu jawaban Maureen, Rayen kembali mengecup dan melumat bibir Maureen. Nafas mereka terengah engah, berhembus tidak karuan. Jantung mereka juga berdetak sangat tidak karuan.
"Sudahlah ayo kita tidur?" kata Rayen sambil melepaskan ciumannya.
"Peluk" jawab Manja Maureen.
Rayen tersenyum dan memeluk tubuh Maureen.
kemudian mereka terlelap bersama sama.
*****
Hallo Readers, mohon maaf ya seharian sibuk jadi ga sempat up Novel.
Jangan Lupa tinggalkan Jejak, Like, Komen dan tambahkan favorite.
__ADS_1