
Kamu mau kemana Ka?" suara Abellia menghentikan langkah Chika.
"mengambilkan baju ganti untuk Maureen!"
"aku ikut, biar aku saja yang memilihnya?" kata Rayen memohon.
"baiklah, kalian jika mau lihat-lihat silahkan ikut, siapa tau nanti kalian mau membuatkan istrimu walk in closet seperti milik Maureen"
mereka semua mengikuti langkah kaki Chika menuju sebuah pintu kaca, penghubung antara kamar Maureen dan tempat penyimpanan baju Maureen, mereka masuk kedalam, para laki-laki heran melihat banyaknya pakaian, aksesoris, sepatu tas dll.
"Kalian tau, Gaun maureen yang termurah seharga tiket pesawat Jakarta-Australia" kata Chika.
"Wahh,, apa kamu mampu membelikannya Ray" celetuk Azar.
"Aku akan berusaha, dan kalian semua bantu aku untuk mengungkap kebusukan Viona, " kata Rayen sambil memilih baju.
"Ya ya, semampu kami.
"hemm, berikan ini kepada Maureen."
Rayen menyerahkan sepasang baju tank top, jaket kulid dan jelana jeans kepada Chika.
"Kamu yakin Maureen mau memakai ini,"
"berikan saja ini, dan kamu bilang jika aku yang memilih, dan satu hal jika dia protes katakan padanya bahwa tidak ada yang boleh melihat tubuh indahnya kecuali aku".
"Baik tuan muda putra" sahut Chika bercanda.
__ADS_1
"Sadis sekali" sahut Azar.
Mereka semua keluar dari walk in Closet milik Maureen. Chika bergegas memberikan baju yang telah dipilihkan oleh Rayen.
Chika masuk kedalam kamar mandi.
"Ini bajunya."
"kenapa yang ini".
"kamu tau itu yang milih Rayen, dia juga berkata begini 'jika dia marah bilang saja aku yang milih, aku tidak ingin siapapun melihat tubuh indahnya, kecuali aku' gila banget kan Reen!"
" Ha ha ha, sejak kapan dia itu posesif gitu! baiklah aku mau pakai ini, kamu keluar sana," (sambil mendorong Chika keluar dari kamar mandi).
"kamu ikutan sadis Reen," (teriak chika dari luar kamar mandi).
Mereka yang berada dikamar Maureen tertawa, kecuali Rakha dan Cikha. Rakha terlihat panik, melihat Chika didorong dari kamar mandi.
"aku tidak apa-apa!"
"Kenapa Maureen dorong kamu, apakah dia marah?"
" Tidak, dia cuma mau ganti baju!. Apa kamu lupa tadi Rayen bilang tidak ada yang boleh lihat tubuh indah Maureen kecuali Rayen, itu sebabnya aku didorong keluar".
Ha ha ha ha ha ha ha... mereka semua tertawa mendengar alasan Maureen mendorong Chika keluar, Alasan yang the best menurut mereka, sampai sahabat terbaiknya mendapat dampaknya.
Krieettt,, pintu kamar mandi terbuka terlihat maureen keluar dari kamar mandi. Maureen terlihat cantik menggunakan stelan yang dipilihkan oleh Rayen, celana Jeans dan tanktop serta jaket kulit tersebut membalut sempurna tubuh Maureen.
__ADS_1
"Kalian sudah puas lihatny" (kata Maureen sambil menuju walk in closet).
" Kamu mau kemana?" (sapa Rayen)
"Ambil sepatu, mau ikut?.
"tentu aku ikut!!""(tersenyum)
"Bakal ada pertunjukan seru nih,! ikut masuk lagi yuk" ajak Rakha.
Mereka semua mengangguk, kemudian mengikuti Maureen menuju Walk in Closet.
Maureen sibuk memilih sepatu, kemudian dia mengambil hells Navy senada dengan celananya. Dia mengenakan hells tersebut.
"Tidak boleh pakai itu honey?" (ketus Rayen).
" kenapa, apa alasannya?"
" kamu mau memperlihatkn kaki jenjangmu yang mengiurkan itu!"
"hei kenapa posesif banget!"
"karena kamu milikku".
"Sedangkan kamu miliknya."
"sudah aku katakan semalam honey".
__ADS_1
"Baiklah, pilihkan aku sepatu, sebentar lagi pesawatku berangkat kita tidak punya banyak waktu!"
"Baiklah, pakai ini honey!" (sambil menyerahkan hells hitam senada jaket Maureen tinggi kurang lebih 7 cm).